Xuan Lan adalah seorang gadis tomboy, judes dan cerdas ditambah parasnya yang elok membuat ia terkenal di sekolahnya. Meskipun tomboy ia tetap menjaga kecantikan dan penampilannya agar enak dipandang saja. Dia ahli dalam beladiri dan memanipulasi orang lain sehingga semua orang tunduk padanya.
Pada suatu hari ia meninggal karena diracuni kakaknya yang sangat iri atas semua kemampuan yang dimiliki Xuan Lan.
"Akhirnya kau berhasil membunuhku, kak. Jika ada kehidupan selanjutnya aku akan membalasmu." ia akhirnya menutup matanya dengan senyum evilnya.
~
Sementara itu disebuah gubuk terdapat seseorang yang sangat lemah, dan tubuhnya memucat ia sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi saat ini.
~
Xuan Lan membuka matanya, ia merasa sangat lemah "Ugh, ini di surga atau di neraka kenapa jelek sekali?!" ternyata ia bertransmigrasi ke tubuh seorang yang lemah tadi.
cover and pict by pinterest
~~~
follow ig: @chiccacaaa
~~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiccacaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DELAPAN BELAS
"Dasar licik" umpat Xiao Lan dalam hatinya.
•••
"Sebelum latihan ini dimulai kita harus melakukan pemanasan dulu agar badan kita tidak sakit dan tidak ada bagian yang cedera. Ikuti gerakanku" pangeran Li Xian mengangguk,
Xiao Lan memulai pemanasannya dengan lari mengelilingi halaman gubuk itu selama 20 putaran. Dilanjutkan dengan push up 20 kali, pangeran Li Xian yang melihat Xiao Lan melakukan gerakan itu menelan salivanya kasar bagaimana jika tangannya nanti patah dengan gerakan aneh seperti itu,
"Kenapa kau diam? Cepatlah ikuti gerakanku, ini masih awalan" pangeran Li Xian segera mengikuti gerakan Xiao Lan dengan susah payah karena hal ini baru pertama kali ia lalui, Xiao Lan melanjutkan dengan sit up 20 kali lagi-lagi pangeran Li Xian bingung dengan apa yang dilakukan Xiao Lan tapi ia tetap mengikutinya. Saat ia gerakkan badannya ke atas perutnya serasa ditekan dengan kuat, ia terengah-engah tapi tetap bisa menyelesaikan gerakan sit up. Xiao Lan membalik badannya,
"Apa masih ada lagi?" ucap pangeran Li Xian letih,
"Ya dan ini lebih mudah daripada yang dua tadi" Xiao Lan melakukan gerakan back up selama 20 kali ia menunggu pangeran Li Xian selesai melakukan gerakan ini. Xiao Lan kembali membalik badannya kali ini ia telentang putra mahkota juga mengikutinya,
"Tetaplah pada posisimu" Xiao Lan kemudian berdiri dan mengangkat kaki putra mahkota 90° kemudian secara perlahan ia menurunkan kaki putra mahkota sampai 45°,
"Tahanlah jangan sampai kau mengendorkannya" pangeran Li Xian hanya menunjukkan wajah piasnya, ia menahan kakinya sekuat mungkin tiba-tiba Xiao Lan mendaratkan tinjuan ke perut pangeran Li Xian tapi anehnya pangeran Li Xian tidak begitu merasakan sakit,
"Istirahatlah sebentar"
Baru 5 menit pangeran Xian bernapas lega Xiao Lan sudah memanggilnya untuk melakukan latihan sebenarnya. Pangeran Li Xian benar-benar tersiksa setelah matahari terbenam baru ia bisa bebas dari belenggu kekejaman Xiao Lan.
Oh ya Xiao Lan sama sekali belum melepas cadarnya di hadapan orang kerajaan ya. Wajahnya juga belum 100% sembuh masih ada guratan-guratan kemerahan yang menghiasi wajahnya serta beberapa bekas jerawat karena dulu jerawat itu pernah ditekan oleh Xiao Lan yang asli.
Setelah makan malam Xiao Lan memilih untuk menghirup udara segar di luar kemudian disusul putra mahkota kekaisaran Li,
"Badanku rasanya ingin remuk" keluh pangeran Li kepada Xiao Lan,
"Itu baru awalan wajar jika badanmu ingin remuk. Jika saja kau tidak sedang dalam masa pemulihan atas luka-lukamu itu harusnya aku berikan kau masing-masing 100 kali gerakan" ucap Xiao Lan masih dengan memandang langit,
Pangeran Li mencebikkan bibirnya kesal,
"Oh ya Lan'er"
"Jangan memanggilku Lan'er, kita baru saja kenal" ucap Xiao Lan dengan ketus,
"Lalu aku harus memanggilmu apa? Bagaimana dengan mei-mei?"
"Tidak, sejak kapan aku menjadi adikmu"
"Haiss lalu aku harus memanggilmu apa?" tanya pangeran Li Xian bingung,
"Terserah" astaga saat ini pangeran Li Xian benar-benar dibuat frustasi oleh Xiao Lan,
"LanLan, aku akan memanggilmu LanLan tidak ada penolakan"
"Terserah"
"LanLan, kenapa kau tidak pernah membuka cadarmu?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut pangeran Li Xian, ia melihat ke arah Xiao Lan yang tampak tak nyaman dengan perkataannya,
"Sudah, tidak perlu kau jawab" ucapnya tersenyum tapi tanpa ia duga Xiao Lan malah melepaskan cadar itu dihadapannya. Ia bisa melihat guratan-guratan kemerahan dan beberapa bekas jerawat yang ada di wajah Xiao Lan ia ingin menyentuh wajah itu tapi ditahan oleh Xiao Lan,
"Bukankah aku buruk rupa? Aku tidak ingin kau dan yang lainnya sakit mata karena melihat wajahku" ucap Xiao Lan ia lalu mengarahkan cadar yang ada di tangannya untuk menutupi wajahnya lagi,
"Jangan," pangeran Li Xian menahan tangan Xiao Lan yang akan mengenakan cadar itu,
"Jangan kau tutup lagi wajahmu karena aku ingin selalu melihat wajahmu yang menyebalkan itu Lanlan" ucap pangeran Xian terkekeh, sedangkan Xiao Lan hanya memutar bola matanya dan kembali lagi ke rumah,
"Lanlan kecil tunggu gegemu yang tampan ini!" teriak pangeran Xian menyusul Xiao Lan ke dalam rumah.
Tak terasa seminggu sudah orang-orang kekaisaran Li singgah di gubuk Xiao Lan. Mereka dijemput tiba-tiba oleh kasim dan para pengawal dengan jumlah yang cukup besar,
"Yang mulia, kehadiran anda diperlukan untuk mengurus istana, banyak orang yang ingin menyerang kekaisaran karena yang mulia tidak ada disana"
ucap kasim itu sambil bersujud di kaki kaisar,
"Tapi aku belum menemukan penawar untuk permaisuri kasim Liu"
Xiao Lan tidak sengaja mendengar perbincangan mereka,
"Memang ada apa dengan permaisuri paman kaisar?"
Kasim yang mendengar perkataan gadis di hadapannya baru membuka mulutnya tapi ditahan oleh kaisar Li,
"Permaisuri sedang sakit, sebenarnya kami datang ke hutan iblis untuk menemukan herbal langka tapi kami malah diserang perampok itu" ucap kaisar Li sedih,
"Memang herbal apa yang bibi permaisuri perlukan?"
"Lotus hitam"
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
TERIMAKASIH
chiccacaaa