Seorang perempuan berparas cantik nan manis menjadi barista disebuah cafe,sikapnya yang ramah serta ceria membuat para pengunjung begitu menyukainya.
Ya,dia adalah Kei seorang perempuan muda berusia 23 tahun yang mengadu nasib ke kota besar demi memperbaiki ekonomi keluarganya.
Hingga suatu saat ia dihadapkan oleh situasi yang membuatnya harus memilih antara mempertahankan cintanya atau menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia harapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.
Tetapi karena suatu kondisi tertentu membuat Kei harus menerima menikah kontrak dengan seorang laki-laki kayak bernama Nick agar masalahnya dapat selesai.
Akankah pernikahan sebatas tinta diatas kertas yang ia jalani dapat berubah menjadi cinta sejati??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Setia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawanan Nick
Kami sudah sampai di kota dan Nick membangunkan ku yang sedang terlelap
"Kei,bangun sayang"
Aku mendengar samar-samar ucapan Nick yang memanggilku dengan sebutan sayang. Aku membuka mata tanpa menghiraukannya yang sedari tadi memandangiku.
Kau langsung keluar dari mobil dan mendapati pemandangan parkiran mobil bawah tanah. Sontak terkejut dan bingung dimana aku sekarang
"Nick kita dimana?"
Nick tak menghiraukan pertanyaan ku dan pergi begitu saja. Aku sama sekali tidak mengetahui dimana ini,dan hanya berdiri diam di samping mobil serta melihat sekeliling.
" Ngapain kamu mematung disitu?"
teriak Nick yang mengagetkanku,aku berlari kecil kearah Nick karena suasana disitu terlihat sedikit menyeramkan. Kami masuk kedalam lift dan Nick menekan tombol angka 13.
Setelah lift itu berhenti dan kami keluar aku baru sadar bahwa ini adalah apartemen tempat tinggal Nick.
"Kenapa kamu membawaku kesini Nick?"
Lagi-lagi Nick tidak menggubris ku,aku kesal karena setelah pertengkaran itu membuat sikap Nick jauh berbeda.
Nick mempersilahkan ku masuk kedalam apartemennya,dan aku melihat beberapa botol minuman berserakan diatas meja.
"Maaf aku lupa meninggalkan kunci jadi tukang bersih-bersih tidak sempat membereskan ini semua"
Aku meninggalkan Nick yang membereskan mejanya, berjalan-jalan menyusuri dapur dan ruang kerjanya. Aku melihat meja kerjanya dan tertarik dengan dokumen bertuliskan Contract Marriage. Apakah itu dokumen yang sempat ku tanda tangani dulu? gumam ku dalam hati. Aku mencoba mendekati meja itu dan berusaha mengambilnya,namun Nick tiba-tiba sudah berada di belakangku dan mengambilnya terlebih dahulu. Aku kaget saat berbalik melihatnya tanpa memakai atasan,tanganku menangkap wajahku untuk menutupi kecerobohan Nick.
"Nick kenapa kamu tidak memakai baju,bagaimana jika ada seseorang yang melihatmu seperti ini?"
"Memang kenapa? bukankah hanya ada aku dan kamu disini?"
"Justru karena ada aku disini,kenapa kamu malah tidak memakai baju!"
Nick berusaha menarik tanganku namun aku berusaha mempertahankannya,dan pada akhirnya aku justru tertarik ke dalam pelukan Nick. Tanganku menyentuh dadanya yang bidang dan hangat itu,jantungku berdetak keras bahkan nafasku seakan engaap karena pelukannya.
"Lepaskan Nick!"
aku mencoba mendorong Nick berulang kali namun pelukan Nick semakin erat
"Aku semakin tidak sabar untuk menikah denganmu Kei"
"Dasar otak mesum"
aku menginjak kakinya dan seketika Nick melepaskan pelukannya,ia mengaduh kesakitan hingga tersungkur ke kursi disudut jendela.
Aku berlari keluar dari ruang kerjanya dan pergi keruang tamu,Nick menghampiriku dengan senyuman licik khas dirinya.
"Sebentar lagi kamu akan jadi milikku Kei,dan jangan harap kamu bisa lari seperti ini"
Ia tertawa dan hilang dibalik kamar mandi,jujur aku merasa takut setiap nada bicara Nick seperti mengancam. Bahkan saat kemarin dia mengancam Troy aku benar-benar merasa ketakutan.
Sore ini aku berencana untuk kembali bekerja,aku meminta pada Nick untuk segera mengantarkan ku pulang ke kost.
Aku menghampirinya yang sedang duduk santai dimeja makan sambil menunggu mesin coffe berhenti.
"Nick"
Ia menoleh kearahku dengan tatapan dingin
"Bisakah kamu mengantarkanku pulang,kebetulan sore ini aku ingin segera kembali bekerja"
"Kenapa kamu harus kembali bekerja?"
tanya Nick ketus
"Karena itu memang tanggung jawabku bukan?"
"Kenapa kamu harus memaksakan diri untuk segera bekerja,sedangkan aku atasanmu menyuruhmu untuk diam disini"
"Taa tapi kan tujuanmu mengajakku kembali ke kota agar segera kembali bekerja juga"
Nick berjalan kearahku dengan tatapannya yang masih dingin,aku berjalan mundur untuk menghindarinya hingga tubuhku sudah tidak bisa lagi mundur karena tertahan oleh dinding.
"Nickkk..."
"Aku mengajakmu kembali ke kota agar kita segera melakukan perjanjian contract Marriage yang sudah kamu tanda tangani"
Nick mencoba mencium bibirku dan aku sudah tidak bisa berkutik karena badanku juga sudah terhimpit antara dinding dan tubuh Nick.
Aku memejamkan mataku dengan raut muka yang terlihat ketakutan,namun Nick justru tertawa sambil mengelus pipiku.
"Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita melakukan perjanjian itu"
Aku akhirnya bisa bernafas lega dan membuka mataku ketika Nick melangkahkan kakinya pergi dari hadapanku.
"Malam ini kamu menginap saja disini,besok kita akan pergi mengurus semua syarat dan membereskan beberapa keperluan lainnya."
ucap Nick yang kemudian pergi keluar dan meninggalkanku sendirian di aperteme nya,aku hanya mondar mandir dengan suara TV memenuhi ruangan tersebut,
Aku merebahkan diri di sofa depan TV dan menelfon ibu untuk mengusir kesepian itu.
Tut tut
"Hallo Assalamualaikum ndok"
"Waalaikumsalam buk,maaf buk Kei baru ngasih kabar soalnya batrai handphoneku habis"
"Iya Ndak papa ndok,kamu sudah sampai kost?"
"Emb sudah kok buk"
"Baguslah kalau begitu,yawis kamu pasti capek kamu mandi terus makan ya,habis itu segera istirahat"
"Iya Bu,ibu jaga kesehatan ya kalau ada apa-apa segera hubungi Kei"
"Iya ndok pasti"
"Assalamualaikum buk"
"Waalaikumsalam"
Aku menutup telfon ibu dan mengambil beberapa potong baju yang tadi ku bawa dari rumah.
Aku ingin mandi dan siapa tahu bisa mengurangi sedikit kegelisahan ku.
Setelah selesai mandi,aku juga belum mendapati Nick pulang,padahal jam sudah menunjukkan pukul 23.00
Aku kembali merebahkan diri di sofa depan TV sambil menunggunya sampai aku ketiduran.
Pagi itu aku terbangun mendengar suara gemericik air,dan mendapati diriku berada di tempat tidur Nick.
Aku kaget apakah semalam aku tidur bersamanya dan apakah Nick sengaja memindahkan ku?? gumam ku dalam hati
Aku berjalan ke dapur untuk mengambil air minum,aku mendapati beberapa kotak makanan dimeja.
Seketika perutku berbunyi karena memang sejak perjalanan dari rumah ke kota hingga sampai aku tertidurpun aku belum makan sama sekali.
Aku membuka kotak tersebut dan mendapati pizza dan beberapa makanan lainnya. Aku memakannya dengan lahap dan tanpa sadar Nick sudah berdiri mematung sambil melihatku yang tengah asyik dengan makanan ditangan.
Aku tersenyum kepadanya dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Maaf Nick aku memakannya"
ucapku polos kepadanya
Ia hanya tersenyum dan menghampiri mesin pembuat coffe.
"Cepat mandi,sebentar lagi pengacaraku dan beberapa orang vendor akan datang. Kita akan menemuinya dicaffe bawah sambil sarapan"
"Yahhh Nick aku baru saja menghabiskan makanan ini untuk sarapan. Kenapa kamu tidak bilang akan mengajakku sarapan,jadi aku gak perlu memakan ini semua"
Ia masih tetap memunggungiku dan terdengar ketawa liciknya. Akupun berjalan ke kamar mandi dengan langkah lesu.
Setelah aku selesai mandi aku memakai baju yang apa adanya ku bawa dari rumah,karena merasa aku tidak memiliki baju yang sesuai dengan tema hari ini terpaksa aku memakai ala kadarnya saja.
Aku memakai soft jeans dengan kemeja putih bercorak kotak dipadukan dengan hills berwarna perak.
Aku menghampiri Nick yang sedang meminum kopinya sambil melihat pemandangan dari jendela ruang kerjanya.
"Nick aku udah siap!"
seruku padanya
Nick menoleh dan memandangku dengan tatapan aneh
"Kenapa Nick?"
Nick diam dan mengambil handphonenya yang berada dimeja,ia mencoba menghubungi seseorang yang bahkan aku tidak ingin tahu dia siapa.
Aku keluar dari ruang kerjanya dan merebahkan diri di sofa depan TV.
Bunyi bel pintu terdengar dan aku bangun untuk membukanya.
"Selamat pagi,saya Astrid MUA yang disuruh pak Nick kemari"
Aku bingung untuk apa Nick meminta MUA seperti Astrid kemari,aku mempersilahkannya masuk dan memanggil Nick diruang kerjanya.
"Nick diluar ada perempuan yang mencarimu"
Nick masih tetap diam ditempatnya berada,aku keluar meninggalkannya yang entah sampai kapan akan berada disitu.
Tiba-tiba Astrid menarik tanganku dan mendudukkanku disofa depan TV.
"Maaf ya kak,tuan Nick memintaku kesini untuk membantu anda berdandan"
Aku spontan kaget saat Astrid mengusap mukaku dengan berbagai make up,setelah selesai make up Astrid memberikanku gaun dan memintaku untuk memakainya.
Aku pergi ke kamar dan mencoba gaun tersebut
Aku hampir tak bisa berdiri dengan gaun seketat itu hingga Astrid menghampiriku kedalam kamar.
Ia tersenyum melihatku dengan gaun tersebut dan pergi meninggalkanku.
Aku berdiri didepan kaca sambil mencoba berdiri tegak,
tiba-tiba Nick masuk kedalam kamar
"Echemb"
Aku menyadari kehadirannya dan tersenyum melihatnya yang memandangku sedari tadi
"Kamu memang benar-benar karya terindah sang pencipta untukku Kei"
Aku tertawa mendengar gombalannya,dan berjalan menghampirinya
"Sebegitu malukah anda dengan penampilanku hingga meminta orang untuk mendadani dan membawakan baju untukku"
Nick hanya tersenyum mendengar ocehanku
"Ayo kita turun pengacaraku dan beberapa orang lainnya sudah menunggu sedari tadi"
"Sebentar Nick aku mau menyeimbangkan langkahku dengan gaun yang begitu ketat ini"
Aku berdiri dengan yakin dihadapan Nick berharap tidak terjatuh seperti sebelumnya
dan aku berhasil melakukannya, seumur-umur ini pertama kali memakai gaun dengan bagian perut seketat ini
"Lama kelamaan kamu akan terbiasa dengan gaun seperti ini Kei,karena ketika nanti kamu sudah menjadi istriku seluruh baju yang kamu miliki akan seperti ini"
tukas Nick yang mencoba membantuku berjalan.
laki laki selalu tersandung harta,tahta dan wanita ya.....🙏🏻🙏🏻🙏🏻
clara perempuan tak punya aclak.
Nick...lelaki bejat tak bermoral dan tak berperi kemanusiaan.
Sori Thor...terbawa alor ceritamu
makasih ya Thor boleh menikmati karyamu