NovelToon NovelToon
Gadis Culun Milik Tuan Marco

Gadis Culun Milik Tuan Marco

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Quinza

NOVEL INI MENGANDUNG BACAAN DEWASA || PILIHLAH BACAAN YANG BIJAK. DILARANG PLAGIARISME!

JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM: LilyQuinza || info update visual disana yah 🥰❤

"Liora, mungkin ini semua salah mengingat aku Pamanmu, tapi, jika mengingat kita tak sedarah, aku tidak perduli!"

"MarcoI—itu apa?"

"Kau harus membiasakan diri baby, cobalah berkenalan dengannya."

"Gila benda itu tidak akan cukup jika—"

"Ssstttt, Cobalah... "

"Ini sakit!"

"Sial! Kau sangat cantik saat kau tidak memakai kacamata itu!"

"Berhenti menggodaku, aku bisa gila Marco!"

Liora adalah gadis culun yang selalu menyembunyikan kecantikannya di balik kacamata tebal, pakaian sederhana, dan sikap pemalu. Ia hanya ingin menjalani kehidupan kampus dengan tenang tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, semua berubah karena Marco.

Marco adalah adik angkat ibu kandung Liora yang usianya hanya terpaut lima tahun darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Quinza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Malam harinya, Marco dan Liora baru saja pulang dari makan malam. Tentu saja, setelah dari kampus keduanya tidak langsung pulang. Mereka makan terlebih dahulu lalu kembali ke Mansion.

Mobil yang di naiki keduanya memasuki gerbang Mansion. Liora turun terlebih dahulu. Lalu disusul Marco yang keluar dari mobil itu.

"Liora?"

"Hem?"

"Kau tidak banyak bicara hari ini."

Liora menghela napas malas, "Aku baik-baik saja."

Sebaliknya, Liora masih mengingat perkataan Karens. Saat gadis itu memasuki Mansion. Langkahnya terhenti, saat ia akan menaiki tangga, karena ia sejak tadi tidak memperhatikan.

"Marco?" panggil seorang wanita yang sejak tadi menunggunya. Suara itu mendayu dan dibuat-buat.

Ya itu Rhea Hudson. Mantan kekasih Marco, ada apa wanita itu sampai menunggu pria itu di Mansion.

Sejak kapan Rhea datang, tentu saja sejak dia puluh menit yang lalu.

"Marco aku merindukanmu, maaf aku tidak mengabarimu saat datang kemari. Aku sangat merindukanmu Marco."

Marco memutar bola matanya dengan malas. Namun, pria itu tetap menjaga ekspresi wajahnya. Bahkan Liora yang berada di situ enggan melihatnya.

"Ada apa Rhea?"

Seketika tangan Rhea menggenggam tangan Marco. Liora melihat itu, sesak merayap di dadanya. Gadis itu langsung saja naik ke kamarnya. Menatap Marco berdua dengan seorang wanita membuatnya semakin kesal.

Sial!

"Marco, cium aku!"

Liora seketika menghentikan langkahnya saat Rhea mengatakan demikian. Liora bahkan tidak habis fikir dengan apa yang dikatakan Rhea. Benar-benar wanita tidak tahu malu.

Liora semakin kesal, ia akhirnya berlari menuju kamarnya. Tanpa menoleh sedikitpun.

"Lepaskan aku Rhea!"

"Hei Marco, kau dulu mengatakan jika kau sangat mencintaiku. Dan kau berjanji akan menikahiku."

Marco memijat pelipisnya. Itu masalalu, masalalu yang menurut Marco tidak untuk di ulang kembali.

"Hentikan! Aku sudah melupakan semuanya!"

"Apa kau sudah melupakan aku. Kau mengatakan jika kau mencintaiku."

"Itu dulu Rhea,"

Rhea memajukan bibirnya dan menatap dengan penuh permohonan. Seperti seorang wanita yang merasakan penyesalan."Tapi aku masih mencintaimu Marco."

Marco tersenyum kecut menatap Rhea. Bukan tatapan suka yang ia layangkan melainkan tatapan jijik. "Apa yang sudah kau katakan Rhea. Aku bahkan tidak mengerti. Pergi dari sini!"

"Tidak, aku sangat merindukanmu."

Disaat itu, Liora membawa botol kosong. Ia hanya ingin kedapur untuk mengisi air minum. Saat ia hendak turun dari tangga. Matanya menatap dua insan yang sedang berada di ruang tamu Mansion.

Pemandangan dihadapannya benar-benar membuat gadis itu merasa kesal. Dengan posisi Marco dan Rhea yang saling berhadapan satu sama lain. Sedangkan Rhea berjinjit dan mencium pipi Marco. Sangat jelas. Mata Liora membulat, amarah membakar dadanya. Gadis itu tidak jadi ke dapur pantry Mansion, ia memutar tubuhnya dan berlari kekamar.

Ia segera menutup pintu kamarnya dan mengunci rapat. Matanya berkaca-kaca mengingat kejadian itu. Sedangkan Marco hanya berdiam diri saja saat Rhea mengecup pipinya.

Seketika Liora meneteskan air matanya. Lalu gadis itu segera mengusap.

"Hei, ada apa aku menangis?" tanyanya pada dirinya sendiri. "Liora tidak seharusnya kau menangis. Dia bukan kekasihmu, kau tidak mungkin mencintai dia kan?" Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Amarah, sesak bercampur menjadi satu membakar dadanya. Liora memegang sisi meja erat-erat seolah itu adalah pegangan yang kuat. Gadis itu mengusap matanya perlahan.

"Tidak mungkin! Aku tidak mungkin menyukai Marco. semua yang di ucapkan Karens pasti tida benar." gumamnya pelan.

Berbanding dengan apa yang digumamkan. Liora saat ini benar-benar meneteskan air mata. Gadis itu berusaha menepis. Tapi semakin ia tepis semakin jelas jika itu adalah tanda kecemburuan.

1
Lilyyy
HALLO GUYS, JANGAN LUPA BERIKAN ULASAN YA JIKA BERKENAN TRIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MAMPIR 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!