NovelToon NovelToon
Obsession Mr. Stewardzario

Obsession Mr. Stewardzario

Status: tamat
Genre:Gangster / Trauma masa lalu / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:101.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elsa safitri

Tiba-tiba Stecy jadi incaran seorang pria gila? Siapa sangka ternyata sosok pria baik nan lugu adalah seorang Gengster brutal?

Mr. Stewardzario, seorang Gengster misterius yang menduduki posisi paling atas karna kebrutalannya. Tapi tidak ada yang tau sosok pria misterius itu karna dirinya yang tidak mau terlihat mencolok.

Lalu bagaimana Stewardzario bisa terobsesi pada seorang mahasiswi? Siapa Stewardzario sebenarnya?


Penasaran? Yuk baca, dan jangan lupa beri like dan dukungan kalian yaa..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman

"Apa aku terlihat polos dimatamu?" Zheren bertanya sambil memawang wajah polosnya.

"Tentu saja." Stecy menjawab. "Aku harus memasak, pergilah dan tunggu di meja makan." Titah Stecy, ia lalu memakai apron miliknya yang sebelumnya pernah Zheren kenakan.

Terlihat seperti seorang istri yang menyiapkan sarapan sebelum sang suami berangkat bekerja. Ya, kurang lebih itu yang saat ini Zheren rasakan.

Zheren dengan patuh duduk menunggu. Sampai sekitar 10 menit ia berdiam diri, Stecy datang membawa nampan berisi nasi goreng dan disert.

"Pesanan anda sudah siap. Untuk tuan tampan yang duduk disana, saya menyiapkan makanan khusus dengan tomat yang dibentuk love." Ucap Stecy meniru kata-kata Zheren sebelumnya.

Ia berjalan mendekat sambil menyungging senyum manis, berlagak layaknya seorang waiter.

"Terimakasih nona Chef, makanan ini sangat cantik." Zheren lalu mulai mengambil sendok demi sendok makanan yang tersaji, dan mulai menggunakan indera perasanya.

"Bagaimana tuan muda Zarachy, apa itu enak?" Stecy masih berdiri, menunggu ulasan dari Zheren.

"Ini enak." Jawab Zheren. Memang biasanya masakan Stecy selalu terasa enak, berbeda dengan Zheren. Ia selalu melakukan kesalahan seperti salah mengira garam menjadi gula, atau sebaliknya.

"Tapi tunggu, kenapa kamu memanggilku Zarachy?" Ia merengut sambil sibuk mencerna makanan dimulutnya.

"Namamu memang Zarachy kan? Tuan muda Zarachy peterson yang agung, saya siap melayani anda." Stecy sedikit membungkuk, terasa seperti ia benar-benar seorang waiter.

Tentu hal itu membuat Zheren di ambang kesadarannya. Jantungnya kini berdegup sangat kencang, disusul wajahnya yang kini mulai terasa panas.

"Kau yakin mau melayaniku, nona waiter?" Zheren berseringai nakal sambil perlahan berdiri. "Bagaimana caramu melayaniku? Hm?" Ia perlahan mendekat, membuat waiter polos itu tersudut.

"A-apa yang kamu lakukan? " Stecy perlahan menjauhkan wajah Zheren yang kini hanya berjarak beberapa cm dari wajahnya.

Sementara Zheren, meski jantungnya terus berdegup sangat kencang, ia masih mencoba menggoda Stecy. Merasa tidak adil karna hanya hatinya yang terasa hampir meledak disini.

"Aku ingin kau merasakan hal yang sama saat didekatku, Stecy.." Batin Zheren

Tatapan intens dari Zheren membuat tubuh Stecy lemas. Lalu napas yang berhembus mengenai pipinya benar-benar membuat ia tidak tahan.

"Hei.. M-menjauhlah, kau selalu seperti ini." Lagi-lagi Stecy mencoba mendorong Zheren, tapi itu malah membuat Zheren semakin dekat.

"Ini gila.. Aku benar-benar ingin menciumnya! Apa boleh? Bagaimana jika Stecy menamparku? Ah.. Tapi aku tidak tahan." Zheren terus bergumam dalam hatinya. Ia lalu menggigit sedikit bibir bagian bawahnya, menahan diri untuk tidak menerobos menghancurkan dinding persahabatan yang ia dan Stecy buat selama ini.

Ia lalu menjauh, mengusap da-rah yang mulai keluar dari bibirnya yang ia gigit terlalu keras.

"Zheren, kau ini benar-benar! Apa hobimu memang selalu menyudutkan seorang gadis?!" Geram Stecy, ia lalu berjalan menuju dapur, membuka apron yang terpasang di tubuhnya, lalu membawa satu piring nasi goreng untuk ia makan bersama Zheren. Sudah cukup drama jadi waiter, karna itu sudah dikacaukan oleh Zheren.

Ia lalu duduk di meja yang sama dengan Zheren sambil memasang wajah masamnya yang malah terlihat lucu. "Ayo habiskan sarapanmu, pelanggan tidak sopan." Tutur Stecy sambil menatap Zheren dengan matanya yang terasa meledek.

"Bukankah waiter disini juga tidak punya sopan santun? Bagaimana bisa seorang waiter tiba-tiba duduk dan makan bersama?" Zheren balas tersenyum miring.

Stecy terdiam sesaat, jawaban Zheren diluar dugaan. "Sudahlah Zhe.. Aku tidak mau jadi waiter lagi. Kau mengacaukan dramanya!" Ketus Stecy sambil memawang wajah masam.

Zheren yang melihat reaksi Stecy justru terkekeh, tak kuasa menahan betapa lucunya Stecy saat ini.

"Berhenti tertawa dan habiskan sarapanmu." Stecy menunduk menatap makanannya yang saat ini hanya tersisa setengah.

"Makanmu cepat sekali Sty.. " Disaat Stecy fokus menikmati sarapannya, ada saja sesuatu yang membuat ia naik darah. "Aku ada janji bareng senior Duke, kau tidak ingat?" Stecy balas acuh tak acuh

Seperti biasa, rahang Zheren pasti mengeras jika menyangkut soal Duke. Padahal beberapa saat lalu Zheren merasakan kedamaian berdua dengan Stecy tanpa gangguan. Tapi saat ini, ia kembali merasa terce-kik.

"Kau akan pergi?" Suara yang dari tadi terdengar begitu lembut, sekarang terasa sangat dingin. "Tentu saja. Kamu tau sendirikan, aku suka senior Duke." Stecy menjawab.

Jawaban dari Stecy malah semakin membuat Zheren naik darah. Ia benar-benar diambang kesabarannya kali ini. "Kau tidak peduli padaku yang saat ini ada di rumahmu?! Kau tidak peduli padaku yang saat ini masih terluka?!" Bentak Zheren. Matanya melebar disusul rahang yang kembali mengeras.

Suara yang terdengar begitu keras membuat Stecy bergidik. Ia mulai gemetar ketakutan. Kenapa Zheren begitu sensitif hari ini?

"Z-Zheren.. Aku tidak bermaksud begitu.." Bisik Stecy, ia menunduk menahan pelupuk matanya yang kini berair.

"Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Kau hanya--" Zheren terhenti kala ia mendengar seseorang mengetok pintu masuk.

Tok-Tok-Tok

"Stecy.. Ini aku.." Itu Duke.

"Senior Duke?" Stecy terperanjat, ia lalu melirik Zheren yang kini tengah menatap tajam ke arah pintu. "Zheren.. Aku hanya akan pergi sebentar." Lirih Stecy, ia masih gemetar karna bentakan Zheren sebelumnya.

"Maaf Sty.. Aku tidak bermaksud marah padamu, mungkin karna kepalaku masih sedikit sakit aku jadi sentimen." Zheren perlahan memegang kepalanya yang kini masih berbalut perban.

"Tidak masalah Zhe.. " Rasa takut itu seketika ciut. Ia kembali menyungging senyum tipis.

"Jadi kamu mengizinkanku pergi kan? Bareng senior Duke?" Stecy melanjutkan, diiringi matanya yang terlihat berbinar-binar.

Sebenarnya Zheren tidak sedikitpun mengizinkan Stecy pergi, tapi mau bagaimana lagi.. Ia juga tidak mau membuat Stecy membencinya.

"Pergilah." Zheren memalingkan wajahnya dari Stecy, mengatur ekspresinya yang saat ini terlihat sangat kesal "Aku akan menunggumu disini, jadi jangan terkejut jika saat kau pulang dan kau melihatku masih disini."

"Tentu saja Zhe. Jika kamu lapar cari sesuatu yang bisa di makan di kulkas, dan kamu juga bisa tidur siang di kamarku."

"Iya. Pergi bersiap sana, aku yang akan membuka pintu."

Zheren berjalan menuju pintu masuk, lalu perlahan membukanya.

Clack..

Terlihat sosok pria setinggi dirinya disana. Hanya dengan style casual, ia sudah terlihat tampan.

"Zheren? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Duke sambil mengangkat ujung alisnya.

"Aku habis tidur bareng Stecy, kau keberatan?" Bisik Zheren tepat di telinga Duke. Ia berseringai sambil perlahan menurunkan ujung alisnya. Wajah itu terlihat mesum dan sangat meledek.

"Kau.." Duke perlahan menjauh, merasa hidupnya terancam jika terus sedekat itu dengan Zheren.

"Hei Duke, jangan berani melakukan sesuatu pada Stecy di belakangku."

1
Lyn
jadi sedihhhhhh
Lyn
kocakk parahh si Stive wkwk
Lyn
keren kok cerita othornya ni..
yoruuu: makasih udh mampir d novel yg lain, yuk d follow supaya ga ketinggalan novel barunya/Shy/
total 1 replies
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
bang Zhee jujurlah sebelum terlambat.. jangan jadi macam aku.. selalu bohong loh bangg.. hehe
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
udah tau bakal sakit kalo nanyae itu, kenapa masih nanyae sih bang Zhee🤧
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
waduhhh bisa bahaya iniii, tapi kalo aku diberi soalan seperti itu.. jawapan aku akan terima kerana gak tau juga, setiap manusia gak sempurna termasuk watak juga
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
emang gitu kak Cy/Chuckle/
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
ini nih ciri" bos gak punya pendirian yang kuat/Sweat/
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
apakah harus aku sekejam itu bang zhee?.. /Smug/
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
sebabb.../Grievance/
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
yaelah ku pikir di situ ada senjata api atau apalah yang kejam".. eh" ternyata lukisan gambar kak Cy/Facepalm/ sungguh di luar ekspetasi ku/Sweat/
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
meuehehhehehe ayoo bang zhee kita belasah preman itu puas"/Applaud//Applaud//Applaud//Bye-Bye//Slight/
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
tapi aku rasa air laut pun tak se-asin itu tau
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
bang zhee mahhh, bilangnya gak sakit terus di depan kak Cy bilangnya sakit..🙃🙃
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
aduhhh akting manja bang zhee udah keluar nih🗿🗿🗿
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
busett dahhh.. gitu doang kah??!!!!! ayo ke sini ku permudahkan urusan kamu😇🗡️🗡️🗡️🗡️🗡️
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
berantem gak ngajak-ngajak sihh.. 😕🗡️🗡️🗡️🗡️
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
waduhh posesif sekali bang zhee inii🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
gak usah jadi batu api kauu🗡️🗡️🗡️🗡️🗡️
𝄞❤️⃟Wᵃf𝐕⃝⃟🏴‍☠ꪑỉƙꪮ🗡ᄂ⃟ᙚ࿐
waduhhh ternyata psycho benaran🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!