⚠️ UNTUK 18TH KEATAS, BIJAKLAH DALAM MEMBACA!
Caleste seorang gadis Werewolf yang terlanjur "Having Fun" dengan seorang Vampire bernama Ian, ternyata dari hubungan terlarang itu Caleste hamil. Bayi Hybrid percampuran Werewolf dan Vampire.
Bayi yang menjadi ancaman kaum Werewolf, Vampire maupun Witch. Disisi lain Ian ternyata malah jatuh cinta dengan seorang manusia i'm, Freya gadis blonde yang merupakan seorang Psikolog.
Apa yang akan terjadi pada bayi Hybrid itu?
Read more...
"I'm Fallin Love With Devil"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18 | What's the point?
Kelanjutan cerita kemarin...
Malam ini Bianca sedang duduk sendiri di ruang baca dengan segelas darah O+ yang mereka curi dari Rumah Sakit, setok kantung darah itu masih cukup banyak di lemari pendingin mereka. Bianca termenung sambil berfikir tentang perbincangannya dengan Daniel kemarin.
"300 tahun lalu aku dan saudara ku membangun kota ini, Alexandria Virginia, aku sangat senang waktu itu, untuk sesaat. Sekarang kami kembali lagi dan menemukan keajaiban, saudara ku memiliki bayi Hybrid. Tapi keluarga ku memiliki banyak sekali musuh, ancaman ini seharusnya membuat kami bersatu, tapi kegilaan Ian malah membuat kami menjauh. Aku harusnya tak kembali ke sini, ini kota di mana aku mulai jatuh cinta dan cinta kami gagal. Ian menuntut kesetiaan ku selama seribu tahun, tapi sekarang aku harus membuat sebuah pilihan," bisik Bianca dalam lamunnya sambil menenggak gelas berisi darah itu.
Bianca terus berfikir tentang perkataan Daniel kemarin yang mengajaknya untuk menentang Ian. Satu sisi ia sangat ingin melakukannya, dan disisi lain ia masih mempertimbangkan hubungan persaudaraannya.
Tak lama masuklah Ian disusul dengan Caleste yang memapah Gillbert dibelakangnya. Sontak Bianca pun terkejut.
"Gill, ada apa dengannya Caleste?!" sambar Bianca sembari berlari mendekati Gillbert.
"Baiknya kau tanyakan itu pada Ian!" saut Caleste yang kesal menatap sinis ke arah Ian.
Kemudian Caleste melanjutkan langkahnya membawa Gillbert ke kamar.
"Bloody hell, apa lagi yang kau lakukan Ian?!" tegas Bianca padanya.
"Hanya bermain dengan sedikit Vervain, mungkin dia hanya akan demam beberapa hari, tentu saja Caleste akan bersenang hati untuk mengurusnya, aku memberikan mereka ruang!" jawab Ian dengan santainya.
"Kau selalu berbuat sesuka hati mu, walaupun kami saudara mu!" sentak Bianca kesal.
"Oh came on, don't disappoint me!" saut Ian sambil menuangkan Alkoholnya.
"Yah, tentu saja jika tidak belati akan tertancap di dada ku dan kembali lagi ke peti mati tanpa setetes darah dalam ratusan tahun, cara mu mengerikan ku setiap keinginan mu tak terpenuhi!" sarkas Bianca sambil melipatkan kedua tangan.
Lantas Ian pun membela dirinya,
"Gill membuat tuduhan tentang niat ku yang tak baik kepada bayi ku yang belum lahir, dia pantas mendapatkan nya!"
"Oh God, ada sesuatu yang salah dengan mental mu Ian!" saut Bianca sembari pergi meninggalkan Ian sendiri di sana.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Saat ini Caleste dan Gillbert⚜️
Caleste telah sampai di kamar Gillbert dan segera ia membaringkan Gillbert di ranjangnya. Setelahnya ia memberikan segelas air kepada Gillbert namun Gillbert memuntahkannya.
"Uuhuk, I'm sorry... "
"Tidak apa-apa Gill, apakah kau perlu darah?" tanya Caleste yang cemas kini.
"Tidak, aku akan beristirahat dalam beberapa hari!" jawab Gillbert pelan.
Setelah itu Caleste meletakkan kembali gelasnya ke meja.
"Ingatkan aku untuk membinasakan saudara mu setelah kau sehat!" ucap Caleste kesal dalam langkahnya.
"Tentu, dan ingatkan aku untuk ikut campur membantu mu!" saut Gillbert tersenyum padanya.
"Entah kenapa kau masih bisa bertahan dengannya dalam seribu tahun!" saut Caleste lagi.
Namun kondisi Gillbert nampaknya kini semakin memburuk, ia terus batuk dan berkeringat, Caleste pun nampak kebingungan olehnya.
"Are you okay?!"
"I'm fine, Caleste please, demam ini akan sedikit mengacaukan ku, aku akan mulai berhalusinasi sampai racunnya hilang di tubuhku dalam beberapa hari, aku sudah pernah mengalami ini sebelumnya, dan aku akan mulai mengigau, jadi baiknya kau harus meninggalkan aku sendiri!" jelas Gillbert pada Caleste sambil menahan sakitnya.
"Aku takkan meninggalkan mu seperti ini!" saut Caleste sambil mengelap keringat di kening Gillbert dengan handuk kecil.
Seketika Gillbert memegang tangan Caleste yang kini berada di wajahnya.
"Please, aku tak ingin kau melihat ku begini!"
"Tidak Gill, aku akan mengurus mu!"
Ternyata di depan kamar Gillbert kini Ian sedang memperhatikan mereka, ia nampak sedikit kesal. Bianca juga melihat dari belakang Ian. Namun tak lama Ian segera berbalik arah dan beranjak dari sana. Ia pergi hanya menatap Bianca dari sudut mata dan terus melewatinya.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Beberapa saat Kemudian ⚜️
Saat ini Ian telah pergi dari rumah, ia berjalan menuju kediaman Freya. Hatinya sedang gusar kini, sesampainya di sana Ian langsung menghipnotis Freya untuk mengikuti keinginannya.
Ian meminta Freya untuk mencatat semua yang di katakannya, dan ia terus berbicara sambil menenggak Alkoholnya.
"Mereka semua telah meninggalkan ku, saudaraku merupakan penipu gila, menuduh ku memanfaatkan bayiku untuk keuntungan ku sendiri, dan mempercayai orang lain daripada keluarganya sendiri!" ucap Ian di sana.
Freya pun terus mengetikkan apa yang dikatakan Ian dalam mesin ketiknya.
"Seriously, aku seorang Psikolog dan sekarang menjadi juru tulis!" sarkas Freya padanya sambil terus mengetik.
"Gill dan Bianca telah berbicara omong kosong tentang ku, saat aku sedang berusaha merebut kota ini dari Daniel untuk mereka, tulis saja please!" ucap Ian lagi dengan gusarnya sambil terus mondar-mandir tak tentu arah.
"So what's the point?! Kau hanya mengulang hal yang sama lagi dan lagi, Gill mengincar mu, Bianca mengincar mu, apakah ada orang yang tidak merencanakan kejatuhan mu?! Aku bahkan ragu kau percaya pada bayangan mu sendiri!" tegas Freya kini sambil menatap tajam ke arah Ian dan menghentikan ketikannya.
Ian pun terdiam, ia tak mampu menatap ke arah Freya, dan kini memalingkan wajahnya sambil terus berbicara.
"Lebih baik aku masukan kedua saudara ku ke dalam peti mati dengan belati di dada mereka mengering tanpa setetes darah selama seratus tahun!"
"Lihat dirimu, mengulangi hal yang sama berkali-kali tentang saudara mu, kau lah penyebab ketidak bahagiaan mu sendiri!" tegas Freya yang mulai kesal kini.
"Aku tidak meminta nasehat mu!" sambar Ian seketika.
"Oh really, jadi dari semua orang di kota ini kau mengajak seorang Psikolog untuk merekam jejak cerita mu, kau berumur ribuan tahun, aku yakin kau tau cara menulis sendiri!" ucap Freya yang mulai bagun dari mejanya mendekati Ian di sana.
Ian pun semakin nampak gusar kini...
"Yang benar adalah kau datang ke sini dengan menghipnotis ku, karena kau tak punya seseorang untuk diajak bicara, dan kau ingin di mengerti. Lalu kau paksa aku dengan hipnotis mu untuk melupakan semua ini setelah kau pergi karena kau terlalu takut untuk percaya!" tegas Freya padanya kini.
Kemudian Ian berbalik arah dan menatap Freya...
"Aku tak takut apapun!" ucapnya.
"Sebenarnya kau telah mencuri waktu ku, dan membuat ku tidak nyaman dengan Compulsion itu!" ucap Freya kini sambil terus menatap Ian.
Ian nampak terdiam dengan perkataan Freya, setiap apapun yang dikatakan Freya adalah benar adanya dan Ian terus menutupi itu. Satu sisi ia sangat nyaman setelah berbicara pada Freya. Namun ia terpaksa untuk terus menghipnotis Freya.
Freya kini semakin merasa kesal, namun satu sisi ia merasakan sisi lain dari seorang Ian yang bejat itu.
Ian kini mulai mendekati Freya di sana, di pegangnya wajah Freya dan mendekat ke telinganya seraya berbisik,
"Andai saja aku bukan setan berwajah manusia, mungkin kau satu-satunya orang yang bisa ku percaya,"
Freya pun terdiam mendengar itu, di tatapnya mata Ian dalam dalam yang kini sudah berada di depannya. Akhirnya sebuah ciuman datang dari Ian tepat di bibir Freya.
Mereka saling membalas ciuman satu sama lain. Namun ciuman itu hanya sebentar saja. Ian segera melepaskan Freya dan kembali menghipnotisnya.
"Kau akan melupakan kejadian hari ini!" ucap Ian dengan tatapan Vampire-nya menghipnotis Freya.
Setelah itu segera Ian pergi dari sana, dan lagi-lagi Freya kebingungan setelahnya. Seolah tak terjadi apapun, namun tetap ada sesuatu yang mengganjal perasaannya.
༶•┈┈⛧┈♛❀♛┈⛧┈┈•༶
⚜️Lanjut di Next Bab⚜️
tak bisa berkata-kata 😎
apa talinya kendor ya...??🙄🙄