Akibat desakan dari sang mommy akhirnya Noah terpaksa menikah dengan Zoe adik tirinya. Noah menganggap Zoe sebagai adiknya sendiri bahkan, setelah menikah-pun Noah tetap mengatakan pada semua orang bahwa Zoe adalah adik bukan istrinya.
Pernikahan rahasia antara Noah dan Zoe dari publik ternyata membuat Zoe cukup sakit hati. Ia menaruh perasaan pada Noah yang ia anggap sebagai pria satu-satunya setelah sang daddy yang pantas di jadikan suami tapi, Noah tak pernah mengakuinya lebih dari gelar ADIK.
Apa yang akan Zoe lakukan? Mungkinkah ia akan selalu bersabar menunggu posisi barunya atau pasrah melepaskan Noah?!
....
Bagi yang baru baca cerita ini mohon baca dulu novel IMPOTEN HUSBAND.
Jangan lupa vote, like and komennya say, mohon kritik dan saran tapi dalam bahasa yang manusiawi ya😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku, kau, siapa itu?"
Tean menarik Zoe kembali ke atas sementara bawahan mereka mengurus Bei La yang sudah tak sadarkan diri berlumuran darah.
"Dia masih hidup?" Tanya Tean melihat Bei La di gendong turun menuju mobil.
"Masih. Tapi harus cepat di tangani."
Mereka membawa Bei La pergi keluar sementara Zoe hanya menatap datar semua itu. Wajahnya masih terlihat gelap seperti tak ada rasa bersalah atau ketakutan yang teramat seperti di pikiran Tean saat ke sini tadi.
"Nona baik-baik saja?" Tanya Tean beralih pada Zoe.
Tak ada jawaban. Zoe hanya diam seribu bahasa. Tean-pun tak lagi mengatakan apapun karena ia juga syok melihat keadaan Bei La dan raut wajah dingin Zoe yang tak pernah di lihat sebelumnya.
"Zoee!!" Suara penuh kekhawatiran dari Noah yang menggema di seluruh gedung.
Terlihatlah sosok tampan dengan tubuh tegap masih di baluti kemeja kerja itu muncul dari arah bawah tangga dimana Bei La tadi sekarat.
Noah terkejut melihat darah di sepanjang tangga hingga pandangannya naik ke atas. Melihat Zoe berdiri dengan kedua tangan mengepal seperti itu, Noah segera menepis pertanyaan di benaknya lalu naik ke atas.
"Zoe!" Lirih Noah menatap wajah dingin Zoe yang hanya menyorot ke depan tanpa melihat matanya.
"Tuan! Keadaan wanita itu kritis dan sudah di bawa ke rumah sakit."
"Kritis?" Tanya Noah mengerutkan alisnya. Tean mengangguk tak menyebutkan bagaimana kronologinya karena wajah Zoe terlihat menakutkan.
"Iya, tuan! Darah ini semua miliknya."
"Jadi Bei La yang menculik Zoe?" Tanya Noah dengan rahang mengeras. Tadi ia melihat bawahannya membawa sosok wanita tapi karena perhatiannya hanya pada Zoe jadi Noah tak begitu sadar jika itu Bei La.
"Benar, tuan! Saya permisi ingin mengurus dua anak buahnya yang ada di dalam ruangan."
Noah tak menjawab. Bei La sedang hamil dan dengan kondisi seperti itu jelas anaknya tak akan selamat.
Melihat Noah terdiam sudut bibir Zoe tertarik sinis. Ia berjalan melalui Noah yang segera tersadar.
"Zoe!"
Zoe tak menjawab. Ia berjalan menuruni satu persatu anak tangga itu tanpa menghiraukan kehadiran Noah yang sudah membuat hatinya benar-benar sakit.
"Zoe! Kau terluka? Apa yang terjadi?"
Noah mengikuti Zoe yang terus membisu. Tak nyaman dengan kebungkaman gadis itu, Noah segera mencengkal lengan Zoe tapi ia tersentak saat Zoe menepisnya kasar.
"Zoe!! Kau..kau kenapa?"
Lagi-lagi Zoe hanya bungkam. Air matanya jatuh tapi segera ia hapus dan bergegas turun dari lantai itu menapaki tangga yang lain.
"Zoe!" Panggil Noah masih sabar menghadapi sikap Zoe yang berubah.
Karena di panggil terus tak menyahut Noah akhirnya diam berjalan di belakang Zoe yang tak peduli akan apa yang di pikirkan Noah padanya.
Yang jelas, ia ingin pergi dan menenangkan hatinya. Ia tak ingin meledakkan amarahnya pada pria itu.
Ketika sudah sampai di depan, Zoe masuk ke mobil dimana Vivian berdiri. Vivian ingin menyapa Zoe tapi ia melihat Noah mengisyaratkan agar diam.
"Apa yang terjadi?" Batinnya hanya bisa memendam pertanyaan segera masuk ke mobil.
Noah juga tak banyak bertanya, ia duduk di samping Zoe dan melihat ke luar jendela mobil dimana mentari sudah tak lagi tampak.
"Kita ke rumah sakit, tuan?"
"Tidak perlu," Jawab Noah tegas tapi pandangannya beralih pada Zoe yang masih diam menatap ke luar jendela tanpa ada suara sama sekali.
Noah pikir Zoe marah padanya karena baru datang setelah ia di culik. Padahal, gadis itu sedangkan menekan rasa sakit hatinya.
"Maaf!" Ucap Noah dengan suara deep menunduk. Baru kali ini Zoe marah dan itu membuatnya sangat tak tenang.
"Maafkan kakak! Zoe boleh marah dan pukul kakak tapi jangan diam. Katakan sesuatu!" Pinta Noah tak tahan.
Namun, Zoe justru tidak memperdulikan ucapan Noah. Mulutnya terkunci rapat menarik kegelisahan di hati pria itu.
"Zoe! Katakan sesuatu. Apa ada yang luka?" Menyentuh bahu Zoe tapi lagi-lagi di tepi oleh gadis itu.
Noah terdiam. Lama ia menatap wajah Zoe sampai kepalan tangannya menguat melihat Zoe menangis tanpa suara.
"HENTIKAN MOBIL INI!!!"
Ciiittt...
Vivian menginjak pedal gas cepat karena suara lantang Noah yang membuat ia terkejut.
Vivian melihat dari spion dimana wajah Noah sudah menggelap menatap Zoe yang masih saja bungkam.
"Bicara padaku!" Paksa Noah menarik bahu Zoe agar menghadap padanya tapi tidak, Zoe merapatkan tubuhnya ke pintu mobil sampai kesabaran Noah menipis.
"Bicara padaku!!! Jangan diam saja!!"
"Lepaas!!!" Teriak Zoe tapi Noah langsung memeluknya erat.
"Kau marah tapi jangan diam!!"
"AKU MEMBENCIMUU!!" Teriak Zoe tak tahan lagi dan memberontak keras.
Vivian terkejut apalagi Noah yang sudah mendidih panas bahkan urat kemarahan di wajahnya mengakar jelas.
"LEPAAAS!!"
Brugh..
Noah menekan bahu Zoe ke kursi yang di duduki gadis itu lalu menyambar bibir Zoe cepat bahkan Vivian sampai membelalakkan matanya melihat adegan itu di spion.
Ciuman Noah sangat memaksa bahkan tubuh Zoe tak bisa bergerak karena tubuh Noah menekannya ke kursi.
Pria itu mengigit kecil bibir bawah Zoe hingga membuka mulutnya memberi akses untuk Noah melesatkan lidah menghisap kuat benda lunak tak bertulang di mulut Zoe yang memekik tertahan.
"Ehmm!!!" Ia mencengkram lengan kekar itu tapi Noah terlihat marah.
Ia hisap kuat-kuat lidah manis gadis itu dalam durasi cukup lama sampai Zoe mulai memukul-mukul bahu Noah karena ia kehabisan nafas.
Tapi, Noah tak melepasnya bahkan dengan gemas mengigit lidah gadis itu lalu barulah ia melepaskan ciuman brutal miliknya.
Plup..
Zoe mengambil nafas rakus bahkan dadanya naik turun dan terbatuk-batuk karena benar-benar hampir pingsan.
"K..kau..kau.."
"Aku, kau. Siapa itu?" Tanya Noah menahan geram dengan wajah gelap menakutkan.
Zoe diam dengan nafas masih memburu dan ia meraba bibirnya yang terasa bengkak dan bibirnya yang nyeri.
"Masih diam?" Desis Noah mencengkram kedua pipi Zoe tapi tak kuat. Noah hanya tak ingin Zoe memalingkan wajahnya lagi.
"Diam?"
"Lepas!" Ketus Zoe tapi tidak, Noah tetap pada posisinya bahkan tidak bergerak sama sekali.
"Bicara baru kakak lepaskan!"
Zoe mendengus. Ia menormalkan emosinya agar lebih stabil dari yang sebelumnya. Melihat Zoe yang lebih tenang, barulah Noah melepas cengkramannya dan membiarkan gadis itu diam sejenak.
"Maafkan kakak jika sebelumnya tak langsung menyadari Zoe di culik."
"Jelas. Kau-kan sibuk."
"Kau?" Desis Noah mulai kembali geram tapi Zoe lamgsung menatap mata Noah dengan amarah tertahan.
"Aku tak sudi punya kakak yang telah menghamili wanita liar di luar sana!!"
"Zoe!" Tegur Vivian yang ada di kursi kemudi cukup syok mendengar ucapan Zoe yang sontak juga membuat Noah terdiam.
"Benarkan? Namanya Bei La. Wanita yang tadi siang menelepon dan kakak bilang tak penting. Benarkah? Aku jadi ragu," Ujar Zoe tersenyum jenaka tapi ada kekecewaan di sana.
"Jadi karena itu Zoe seperti ini?" Tanya Noah dengan suara kembali tenang seperti biasa.
"Tidak. Untuk apa aku peduli? Bukan urusanku. Terserah kalian orang dewasa mau melakukan apapun. Anak kecil sepertiku bisa apa?!" Jawab Zoe seakan meledek Noah yang selalu menganggap dirinya belia dan kekanak-kanakan.
Noah melihat kekecewaan di mata Zoe yang tak bisa di ungkapkan. Dia hanya tersenyum tapi lukanya tersembunyi dalam.
"Kakak tak menghamili siapapun.".
"Ck! Aku percaya."
"Zoe! Kau pikir kakak orang seperti itu?" Tanya Noah terdengar kecewa.
Zoe diam. Ia menatap ke luar jendela sampai Noah kembali mengulangi perkataanya.
"Kau pikir kakak akan menjalang di luar sana, begitu?"
"A..aku.."
"Antar Zoe kembali ke apartemen!" Titah Noah pada Vivian lalu ia turun dari mobil.
Zoe menatap sendu Noah yang menelepon Tean untuk menjemputnya. Vivian hanya bisa diam melajukan mobil itu pergi menuju apartemen sedangkan Zoe masih diam mematung dengan mata terus melihat Noah yang semakin mengecil dari kejahuan.
"Tuan tak menghamili siapapun. Anda sudah terlalu mengecewakannya, nona!"
....
Vote and Like sayang
Untuk Visual Noah dan Zoe susah di upload di IG dan Tik-tok author ya say.
IG:Toonovel
Tiktok:Wilycar5