Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.
Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?
Baca kisahnya yuk readers...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Perselingkuhan Di Mulai
Bab 18. Perselingkuhan Di Mulai
(POV Author)
Flash back setelah minggatnya Lyra.
"Emmhh... sayang..."
"Sebentar lagi sayang, tunggu aku. Kita barengan..."
"Emhh... Aahh..."
"Uuhh...."
Pergulatan panas baru saja selesai setelah lenguhan kenikmatan mengisi sunyinya kamar yang menjadi saksi bisu dalam pertempuran dosa.
Andi tumbang kelelahan setelah cairan kenikmatannya membasahi rahim Kamila, Kakak tingkatnya semasa di kampus yang menjadi primadona kaum para Adam.
Setelah sekian tahun hilang komunikasi, akhirnya mereka bertemu lagi saat Andi diperkenalkan Lyra sebagai sang kekasih.
Cinta yang bersemi setelah bertemu kembali memaksa mereka melakukan hubungan terlarang di belakang Lyra. Hubungan itu pun semakin dalam hingga Lyra menemukan keganjilan terhadap sikap sang suami. Dan di hari yang lalu, Lyra membongkar kedok keduanya hingga membuatnya melarikan diri dari rumah.
"Bagaimana kalau Lyra nggak kembali?" Tanya Kamila dengan deru napas yang masih tidak beraturan.
"Aku yakin dia akan kembali sayang. Dia nggak bawa apapun, hanya berlari bodoh mengikuti keinginan hati."
"Hehehe, nggak sia-sia aku mendidiknya selama ini. Dia menjadi wanita yang sabar dan selalu menurut. Tapi aku takut, jangan sampai dia menceraikan mu. Kamu tahu kan resikonya apa?"
"Aku sudah punya rencana agar dia nggak bisa melakukan keinginannya. Selama ini kita berhasil memanfaatkannya. Kali ini pun pasti sama."
"Aku percayakan padamu sayang."
"Tidurlah, kamu pasti lelah."
Andi me*nge*cu*p lembut kening Kamila. Sambil berpelukan di bawah satu selimut, mereka akhirnya terlelap setelah melakukan olahraga malam.
Perbedaan usia bukan masalah bagi Andi. Cintanya yang terpendam untuk Kamila selama ini dapat bersemi ketika Kamila berhasil ia luluhkan hatinya.
***
Flash Back On
Saat itu Andi mendatangi rumah Lyra dengan maksud hati ingin mengajak kekasih yang baru saja resmi ia nyatakan isi hatinya sebulan yang lalu setelah 3 bulan mengenal Lyra.
Seikat Bunga yang telah Ia pilih dari toko di pinggir jalan menyempurnakan penampilannya hari itu untuk menjemput sang kekasih.
Andi perlahan menekan bel pintu rumah Lyra sambil melihat bunga yang ada di tangannya dengan tersenyum. Setelah menunggu beberapa menit, pintu itu pun terbuka. Tapi siapa sangka senyum yang tadi terbit di wajah Andi berubah menjadi tegang dan serius oleh kemunculan sosok wanita dewasa di depannya.
Kehadiran wanita itu membuatnya mengingat kembali masa-masa perjuangan baginya. Perjuangan untuk menemukan wanita pujaan hatinya yang belum sempat ia miliki.
"Kamila... " Desis lirih Andi menyebut nama sang wanita.
"Ya, siapa ya?"
Walau sangat pelan namun karena jarak yang begitu dekat, sang wanita dapat mendengar ucapan Andi.
"Apa kamu lupa padaku?"
Wanita yang dipanggil Kamila itu mencoba mengingat-ingat kembali siapa pria yang ada di hadapannya.
"Andi?"
"Benar aku Andi. Aku sudah lama mencarimu ke mana-mana Mila."
Wajah Andi berubah sendu menatap wanita yang telah lama ia cari.
"Bagaimana kamu tahu aku tinggal di sini?".
Andi tersadar setelah mendengar ucapan Kamila barusan. Karena pada dasarnya ia datang ke sana karena akan menjemput Lyra sang kekasih.
Mendadak Andi seperti orang kebingungan. Seperti orang yang terciduk telah berbuat kesalahan.
"Mila...Aku..."
"Mas Andi...!"
Tiba-tiba saja Lyra memanggil setengah berteriak dari dalam ruangan. Tidak lama muncul lah wajah ayu di belakang punggung sang Mama.
"Ma, ini Mas Andi. Pacar aku..." Ujar Lyra memperkenalkan kekasihnya.
"Pacar?" Tanya sang Mama bingung.
"Iya Ma, yang Lyra ceritain tadi kalau bentar lagi mau di jemput sama pacar. Mas masuk yuk!"
Lyra meraih tangan Andi dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Maka duduklah Andi di ruang tamu rumah itu.
"Mas bentar ya Mas, aku ambil tas dulu."
Andi dan Kamila yang merupakan Mama dari Lyra saling tatap setelah Lyra tidak ada di antara mereka.
Sorot mata kerinduan terpancar jelas di mata Andi. Ia tidak mau membuang sedetik pun kesempatan untuk memandang sang pujaan hati yang lama hilang.
"Bagaimana kabar mu Mil?"
"Seperti yang kamu lihat Andi. Aku baik-baik aja."
"Mil bisakah kita bicara besok? Aku akan datang lagi kemari."
"Bicara apa?"
"Besok kamu akan tahu." Ujar Andi memangkas pembicaraan karena sepertinya Lyra sudah akan mendatangi ruang tamu.
"Maaf, Mas jadi menunggu lama."
"Nggak kok." Jawab Andi dengan mencoba mengembalikan ekspresi seperti biasanya.
Lalu setelah itu, Lyra dan Andi pamit kepada Kamila untuk segera melakukan kencan mereka yang sudah di sepakati keduanya sebelumnya.
Keesokan harinya.
Andi datang lagi ke rumah Lyra. Namun di jam Lyra sedang berada di kampusnya. Perlahan dengan pasti lelaki itu memencet bel pintu rumah itu. Tidak menunggu waktu lama pintu pun terbuka dan tampaklah sosok Kamila di hadapannya.
"Sesuai janjiku aku datang lagi..." Ujar Andi.
"Masuklah..."
Andi melangkahkan kakinya setelah dipersilahkan masuk ke dalam rumah. Tanpa sungkan Ia pun langsung duduk di sofa ruang tamu itu.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Andi?" Tanya Kamila.
"Banyak hal, tentang kita. Sudah lama aku mencarimu Mila..." Ujar Andi tanpa basa basi.
Andi menatap serius Kamila bahkan nyaris tidak berkedip.
"Kamu memang tidak berubah ya, masih seperti dulu tanpa sungkan langsung menyebut namaku." Ujar Kamila lalu berpaling melihat sisi kanannya.
Wanita itu merasa kikuk ditatap sedemikian rupa oleh Andi.
"Itu lah aku, masih seperti yang dulu. Bahkan sampai sekarang hidup dalam bayang-bayangmu."
Kamila terkekeh, lalu menoleh kembali ke arah Andi.
"Kamu terlalu menggombal Andi."
"Aku serius. Harusnya kamu bisa merasakan Bagaimana usahaku mendekatimu dulu. Tapi saat aku mencoba untuk mengungkapkan, tiba-tiba saja kamu menghilang tanpa jejak."
Senyum Kamila berubah menjadi sebuah keseriusan. Wanita itu terlihat gusar sambil menunduk.
"Justru karena aku tahu kamu mencoba mendekatiku, makanya aku mencoba untuk menghindar dari mu."
"Kenapa?"
"Apa kamu nggak malu Andi? Usia kita cukup jauh berbeda."
"Hanya 3 tahun bukan hal yang berarti bagiku."
"Kita lupakan saja masa lalu, dan jadikan ia hanya sebagai kenangan. Bukankah sekarang kamu sudah berpacaran dengan anakku?"
"Apa kamu tahu perasaan yang sedang kurasakan sekarang? Cintaku untukmu hidup lagi. Bahkan semakin tubuh besar dari sebelumnya."
Kamila tidak menjawab. Ia hanya mendengarkan ucapan Andi sambil menenangkan gedub jantungnya yang kian berdebar-debar.
Kamila tahu ini salah, tapi ia tidak bisa menyangkalnya. Rasa yang dulu jelas masih ada tersisa. Apalagi kata-kata Andi semakin membuatnya melayang. Ia sendiri jadi bingung harus bagaimana menyikapi situasi ini.
Sedang larut dalam lamunannya tiba-tiba saja Andi sudah berada di dekatnya dengan jarak yang begitu minim.
"Jadilah kekasih ku Mila, aku akan menganggap Lyra sebagai bagian dari keluarga mu saja." Ucap Andi dengan deru napas nenggebu dan pandangan mata yang sayu.
Jarak yang begitu dekat membuat Kamila larut akan tatapan mata Andi yang kian menelisik sampai ke sanubari. Iya tidak sadar bahwa Andi semakin dekat, dekat, dan dekat.
Sampai hembusan napas Andi terasa panas di wajah Kamila, wanita itu masih terpaku menikmati gelora yang meledak dalam dadanya.
"Andi aku...."
Kata-kata itu tak berlanjut karena Andi telah menyambar bibir Kamila dengan lu*mat*an bibirnya yang terasa basah dan hangat di bibir Kamila.
Andi terus me*lu*ma*t meski Kamila masih terpaku dan belum merespon dirinya. Hingga begitu ada celah terbuka dari bibir Kamila, lidah Andi segera menyelinap masuk dan menjelajah disana.
Kamila tak mampu menahan gejolak yang kian menjadi. Perlahan pun ia mulai membalas ciuman Andi.
Bak gayung bersambut, hati Andi menjadi senang dan bahagia. Ia pun meraih tengkuk Kamila dan semakin mendalami ciuman mereka. Lama-lama ciuman itu semakin panas dan liar. Bahkan Andi mulai menciumi leher jenjang Kamila dengan satu tangannya yang berhasil meraba bagian-bagian tubuh indah Kamila.
Cut ya, cuaca lagi panas😂
Bersambung...
hempaskn para bunga bangkai itu
maksain diri amiiiittttt
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄