"Aku akan membiayai pengobatan ayahmu,tapi sebagai gantinya......Aku membutuhkan tubuhmu untuk mengandung benihku'' lelaki itu berucap dingin
"Setelah anakku lahir,kau boleh pergi dari hidup kami!" sambungnya
novel ini menceritakan seorang pria yang bernama bayu aditya nugroho seorang pengusaha sukses,tampan,dan berhati dingin.
lalu dia tanpa sengaja bertemu dengan Naila larasati,seorang gadis berumur 21 tahun yang rela banting tulang untuk berobat ayahnya.
ingin lebih dekat? plis add IG:_rinakim10 :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HAMIL
Sebulan berlalu sejak kesepakatan mereka dibuat,selama sebulan itu juga bayu sudah lebih manusiawi dan itu berkat Naila.
dia juga bisa menjalani hari harinya yang terasa lebih berwarna karna kehadiran naila disisinya.
Bram yang melihat perubahan bayu tentu saja senang karna dia juga sudah tahu tentang Naila dari istri tercinta,awalnya dia sangat marah dia tidak menyangka jika bayu akan menjadi pria sebrengsek itu.
dia juga merasa bersalah pada naila jika bukan karna tuntutan nya pada bayu naila tidak akan berada diposisi ini
sedangkan naila?selama sebulan bersama bayu dia juga mengharapkan bayu mencintainya.melihat bayu yang sudah lebih romantis terhadapnya tentu saja itu membuatnya berharap lebih.terlebih sekarang kondisi ayahnya sudah stabil bahkan sudah pulang itu membuat kadar kebahagiaan naila berlipat ganda.
Pagi ini seperti biasanya bayu sarapan bersama naila dan naila akan memasangkan dasi pada bayu dan selanjutnya terjadilah morning kiss diantara mereka seperti itulah kegiatan mereka setiap pagi.
Setelah kepergian bayu naila menyandarkan kepalanya yang sudah beberapa hari ini terasa pusing.tak jarang juga dia bolak balik kekamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
"huwekk" naila kembali merasa jika perutnya sangat mual dia dengan cepat berlari menuju watsafel yang ada didapur lalu memuntahkan semua isi perutnya.
"loh naila kamu kenapa?" tanya tasya,dia beberapa hari ini memang selalu mengunjungi naila terlebih ketika tahu kondisi naila yang sedang tidak stabil seperti sekarang ini.
"ini gak boleh dibiarin,kamu harus periksa" bu tasya khawatir.
Naila yang sudah beberapa kali ditawari oleh bu tasya untuk kerumah sakit seperti biasanya dia selalu menolak dengan alasan bayu tak mengizinkannya.
bu tasya tak habis akal,dia menghubungi dokter keluarga nya agar segera mengunjungi kediaman bayu.
"yasudah kalo gak mau kerumah sakit,dokternya aja kesini" ucap buk tasya keukeh.naila hanya mengangguk pasrah kemudian diapun dipapah oleh bu tasya menuju kamarnya.
tak menunggu lama akhirnya dokter keluarga nugroho pun tiba dikediaman bayu,naila menjalani beberapa tes yang dianjurkan oleh dokter itu.
"kapan terakhir kali anda menstruasi?" tanyanya
"mm sekitar dua minggu yang lalu" balas nayla lemah.
"tidak ada yang perlu dikhawatirkan nyonya,menantu anda hanya sedang dalam tahap awal kehamilan"
bu tasya senang tentu saja,dia akan segera memiliki cucu,sedangkan naila dia hanya terdiam dia tidak tahu harus berkata apa di satu sisi dia senang dengan keberadaan calon bayinya tapi disisi lain bukankah jika dia hamil kontraknya dengan bayu akan segera berakhir?dia tak ingin itu terjadi apalagi dia masih belum tahu perasaan bayu saat ini.
"naila kok diem?" tanya tasya menyadarkan naila dari lamunannya.
"ah ngga ma,naila cuma gak percaya aja naila udah hamil" jawab naila sambil tersenyum.
"yasudah nyonya saya permisi,karna sebentar lagi saya ada operasi" ucap dokter itu.
"terimakasih dokter" ucap tasya,kemudian dokter itu berlalu dari hadapan mereka.
"naila kamu hamil nak" tasya sangat senang dengan berita ini
"semoga dengan kehamilan ini bayu bisa benar benar mencintai kamu" ucap tasya sambil menggenggam tangan naila.
"semoga mah" ucap naila tersenyum getir,sesungguhnya dia takut akan seperti apa reaksi bayu nantinya.
"kamu mau makan apa?biar mama bikinin" tanya tasya
"gak ada mah,naila cuma mau istirahat aja" jawab naila
"Yasudah kamu istirahat aja,mama yang bakal nungguin bayu pulang" ucap tasya setelah nya dia benar benar keluar dari kamar itu.
Naila masih belum bisa memejamkan matanya dia sangat penasaran dengan respon bayu nantinya,dia berharap jika setelah kehamilan nya ini bayu akan menghapus kontrak itu dan melanjutkan pernikahan mereka.bukannya serakah! hanya saja dia sudah sangat mencintai bayu.
sementara itu tasya terlihat sibuk memasak didapur,dia membuatkan beberapa masakan untuk anak dan menantunya nanti.
"mamah kok disini?" tanya bayu yang melihat siulet mamanya yang sedang masak didapur ketika dia baru pulang kerja.
"mama cuma kangen makan malam sama kamu,dan mama juga punya kabar gembira untuk kamu"
"kabar gembira?" bayu mengernyitkan dahinya.
"iya,sudah sana ganti baju"
"tapi naila mana ma?" tanya bayu kemudian
"naila lagi istirahat" jawab tasya diiringi senyum yang sulit dia sembunyikan.bayu kembali terheran dengan wanita yang melahirkan nya ini,ada apakah gerangan? pikir nya.
Setelah selesai berganti pakaian bayu kembali turun menuju meja makan,tapi dia juga tidak melihat adanya naila disana.
"duduk bay" titah tasya yang langsung dituruti oleh anak semata wayangnya itu,tasya mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk mereka.makan malam berlangsung dengan hening dan khidmat hingga suapan terakhir.
"ma?"
"hm?''
"ada apa sih? kok kayaknya mama lagi seneng"tanya bayu yang heran melihat senyuman yang tak henti hentinya ditunjukkan oleh mamanya itu.
"ini" bu tasya menyerahkan paper bag pada bayu,bayu langsung membuka paper bag itu.
"susu ibu hamil?" tanya bayu,tasya mengangguk
"mamah hamil?" tanya bayu tak percaya
"ngga lah,mama udah tua ya kali masih bisa hamil"
"terus ini apa?" tanya bayu sambil mengeluarkan kotak susu itu.
"Naila yang hamil"jawab tasya dengan senyuman yang tak lupa menghiasi wajah keriput wanita itu.
Deg!
bayu terhenyak,sama halnya dengan naila bayu juga tak tahu harus merespon seperti apa,bukankah memang itu tujuan awalnya? tapi kenapa seakan sekarang dia tidak bahagia? Bukankah dengan kehamilan naila dia akan segera terbebas dari kontrak ini?seharusnya dia bahagia karna sebentar lagi perusahaan akan menjadi milik nya dan papa juga tidak harus memaksanya untuk punya istri lagi.
"bay kok bengong?" tanya tasya setelah membiarkan bayu berkelana untuk beberapa menit dengan pikirannya.
"nggak ma,terus kenapa ngasih susunya ke bayu kan yang hamil naila"
"kamu kan ayah anak nya naila,kamu yang harus bikinin susu itu". bayu hanya ber O ria.
"bayu kekamar dulu mah" ucap bayu kemudian dia berlalu dari meja makan dengan perasaan yang campur aduk.
tanpa mereka sadari sedari tadi nayla sudah memperhatikan ibu dan anak itu,naila juga memperhatikan ekspresi bayu tadi.nayla tersenyum miris melihatnya.
benarkah semuanya akan selesai setelah aku melahirkan anak ini? batinnya.
.
.
.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu