Seorang gadis hebat di dunia modern, dengan kemampuan beladiri yang tinggi dan ahli dalam strategi juga pengobatan kuno maupun modern yang bernama Annchi. Bila siang dia akan menjadi seorang yang ramah dan lemah lembut (karena profesinya sebagai dokter) tapi saat malam dia akan menjadi seperti harimau yang kelaparan dan yang haus akan darah(dan dia pun seorang assasin) .
Dia dijuluki iblis berwajah bidadari sesuai dengan namanya yang artinya bidadari cantik dengan wajah cantiknya yang bisa menipu siapapun bahkan musuh terbesarnya pun mati karena melihat Annchi yang membuka topengnya saat akan membunuh lawannya.
Annchi mati karena salah satu keluarga pasien nya yang ia tangani membunuhnya hanya karena masa lalu bersama sang ibu angkatnya dan ia menerjunkan Annchi dari lantai 62 gedung rumah sakit dan alhasil Annchi pun menghembuskan nafas terakhir didunia nya saat itu juga.
Tapi tuhan berkehendak lain ia bukan mati tapi ia dipindahkan ke peradaban lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miadny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 18
"k.. kau pi.. ping.. san da.. dan a.. aku mem..bawa..mu ke..si..ni"ucap Hei Huo
ouh kau yang menolongku? "tanya Meyyura sambil melepaskan cengkeramannya
________
uhuk.. uhuk..
"i.. iya" ucap Hei Huo sambil berdiri dan menetralkan nafasnya
"hmmm,,, berapa lama aku pingsan? " tanya Meyyura
"sudah tiga hari "jawab Hei Huo
"siapa yang mengganti bajuku dan dimana jirahku"ucap Meyyura sambil melihat sekeliling
"i.. itu ma.. af a..ku ya..ng meng..gan..ti..nya" ucap Hei Huo gugup, sedangkan Meyyura mendengar itu langsung mencengkam baju Hei Huo dengan mata tajamnya ia melihat wajah Hei Huo tampan itulah kata yang tiba-tiba muncul di benaknnya
"berani sekali kau"teriak Meyyura
"ka..karna disini tidak ada orang lain selain aku, dan..dan aku tidak melakukan apa pun hanya mengganti saja"jawab Hei Huo
"awas kau! dimana jirahku"ucap Meyyura melepaskan cengkeraman pada baju Hei Huo
"aku menyimpannya, tunggu sebentar aku akan mengambilnya"jawab Hei Huo sambil menjauhi Meyyura dan membuka lemari dan mengambil jirah Meyyura.
"ini nona"sambil menyodorkan jirah perang Meyyura, Meyura mengambilnya dan memakainya.
"terima kasih sudah menolongku suatu hari nanti aku akan membalas kebaikanmu"ucap Meyyura akan berlalu
"luka dikakimu belum sembuh sebaiknnya kau dirawat dulu disini baru kau bisa kembali ketempatmu"ujar Hei Huo
"ini tidak masalah aku sudah sembuh"ucap Meyyura berlalu menuju keluar
"tunggu sebentar biar aku mengganti pembalut lukamu,"sambil mencekal tangan Meyyura dan membawanya duduk ditempat tidur sebelumnya "dan kau pun belum mengisi perutmu biar aku menyiapkan semuanya"ucap Hei Huo sambil berlalu meninggalkan Meyyura
"kenapa kau cerewet sekali seperti perempuan saja"ucap Meyyura dengan senyum miringnya
"aku yang membawamu kesini jadi aku bertanggung jawab atas dirimu"jawab Hei Huo dengan senyum menawannya dan membawa nampan yang berisi makanan dan juga ramuan yang ia buat, lalu ia berjongkok di depan Meyyura dan merawat lukanya.
"kau makanlah biar aku mengobati lukamu"ucap Hei Huo dengan senyumnya
"wah ternyata kau pria sejati"ucap Meyyura yang mulai tertarik pada pria didepannya dengan perlakuan seperti itu siapa yang tidak akan tertarik bukan?
Hei Huo mengganti pembalut luka dikaki Meyyura sedangkan Meyyura ia memperhatikan wajahnya.seperti tontonan bagus yang tak boleh terlewatkan barang sedetik pun, saat Hei Huo ia mendongakkan wajahnya dan mata mereka bertabrakan seolah ada magnet yang membuat meyyura tidak bisa mengalihkan pandangannya Meyyura seperti terhipnotis dengan mata coklat emas milik pria didepannya ini.
"kenapa kau melihatku seperti itu"tanya Hei Huo yang sudah selesai membalut luka Meyyura
"i.. itu aku hanya melihat kau sedang membalut lukaku"ucap Meyyura gugup bahkan wajahnya pun memerah
"kenapa kau tak makan? makanlah agar kau cepat sembuh"ucapn Hei Huo lembut
"hmm,, "gumam Meyyura sambil mengambil makananya ia benar-benar malu karena ia tak sadar jika Hei Huo memergokinya.
"oh aku belum tau namamu, siapa namamu? " tanya Hei Huo
"Mey,, Meyyura"ucapnya disela makannya
"masakanmu lumayan untuk seorang pria"lanjut Meyyura
"kau suka?"tanya Hei Huo
"hmm.. terima kasih untuk semuanya " ucap meyyura sambil mengangguk
"jangan berterimakasih lebih baik kau tetap disini jangan beranjak terlebih dahulu sebelum kau sembuh"ucap Hei Huo
"tapi bagaimana dengan pasukanku"ucap
"jangan terlalu mementingkan orang lain perhatikan dirimu sendiri terlebih dahulu, biar aku yang merawatmu disini jika kau sudah sembuh kau boleh kembali "ucap Hei Huo
"hmm,, baiklah"ucap Meyyura
flashback off
setelah pertemuan itu aku kembali ke ibukota dan aku selalu memikirkannya entah mengapa aku selalu ingin bersamanya menatap matanya dan tak ingin mengalihkan pandanganku darinya, dan pada saat itu pula aku sering mengunjunginya.
hubungan kami semakin hari semakin dekat setiap masalah yang aku hadapi aku selalu menceritakan padanya bahkan, saat ada rumor buruk tentang ku dan pasukanku dia yang selalu disampingku dan ia juga menyarankan agar aku keluar dari pasukan dan menyerahkan tugasku pada wakil jendral kekaisaran pada saat itu aku melakukannya dan aku tak bisa menolak apa yang ia minta semua hal aku lakukan untuknya.
dan aku pernah memberikan setengah energi kehidupanku padanya saat ia terluka aku tak tau ia terluka karena apa tapi itu sangat bahaya bagi nyawanya jadi aku memberikannya tanpa meminta penjelasan padanya.
Dan satu persatu anggotaku keluar dan mereka menikah, aku mengijinkan mereka dengan sayarat harus memblok energi alamnya karena itu berbahaya untuk mereka.
dan kami hanya tertinggal tujuh orang saja dan aku merasa semuanya meninggalkanku aku putus asa dan aku memutuskan untuk menyetujui permintaannya yang ingin menikahiku.
aku memberi tahu mereka ber-enam awalnya mereka menolak keras keputusanku, aku meyakinkan mereka dan mereka pun menyetujuinya yang terpenting aku harus tetap menjadi ketua mereka.
pada hari itu aku minta ijin ayahku untuk menikah dengannya tapi ayahku tidak mengizinkannya, ia pun ingin aku menikahi pria-pria yang melamarku tapi aku menolak aku tetap pada keputusanku tapi ia bilang jika pria itu tidak sepadan dengan putriku aku nekad dan menikah secara sembunyi-sembunyi awalnya kami bahagia tapi setelah keluargaku tau bahwa aku sudah menikah dan hamil mereka ingin melenyapkan bayiku.
aku tau rencana itu dan kabur dari rumah untuk menemuinya tapi sayang sekali saat aku kesana ia sedang berkumpul dengan anggota aliansi kekaisaran untuk membunuh kami bertujuh mereka bilang 'kita sudah berhasil membunuh empat ratus sembilan putuh tiga orang dan kita sudah mengambil batu elemen mereka walaupun lemah dan tinggal tujuh orang lagi kau harus berhasil mengambil darah bayi itu agar kita bisa meningkatkan kekuatan kita dan bencana itu bisa dicegah' ucap seseorang yang suaranya sangat aku kenal siapa lagi kalau bukan wakliku saat aku menjadi jendral dulu.
'dan setiap rumor yang kau sebarkan benar-benar membuatnya terpuruk hahaha kau benar-benar suami yang baik pangeran north kingdom haha'ucap yang lainnya mereka tertawa itu benar-benar membuatku hancur
'tenanglah sebentar lagi kita akan mendapatkannya karena aku selalu memberikan racun padanya, bukankah aku suami yang baik hahaha' kalimat itu seperti petir disiang bolong, bagiku rasanya aku ingin membumi hanguskan tempat itu tapi aku tak bisa selain energi kehidupanku tinggal setengah dan juga energi alamku pun terkuras, karena saat orang seperti kami mengandung, maka energi alam kami akan terserap oleh sang bayi jadi aku tak bisa berlaku banyak.
aku lari dari tempat itu tapi ada seseorang yang mengetahui keberadaanku lalu mereka yang didalam pun keluar dan mengejarku.
aku menghubungi mereka ber-enam untuk mempersiapkan segel terlarang yang kami ciptakan,aku menggunakan kemampuan teleportasiku dari kejaran mereka dan berhasil mengikis energi jiwaku.
hanya itu yang aku tau, tapi berhati-hatilah karena aku merasakan kalau ia masih hidup jangan sampai ia mengambil apa yang menjadi milikmu Annchi"ucap Meyyura panjang lebar
"jika ia menemukanku apa yang harus aku lakukan ibu? "tanya Annchi
*tbc
skip!
kecerobohan annchi msh harus di dampingi lagi ini kek nya.
dia lebih suka memakai pistol dan katana daripada sapu dan pisau dapur /Facepalm/