NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:361.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: Cillato

Dua Remaja yang sama sekali tidak saling mengenal, yang harus di nikahkan secara paksa oleh kedua orang tua nya.
Kedua orang tua mereka menikahkan mereka berdua akibat perjanjian yang telah di sepakati orang tua mereka dulu.
Apakah mereka akan menerimanya? dan bagaimanakah takdir kisah mereka selanjutnya?
Ikuti terus takdir kisah mereka di dalam cerita ini.

Happy Reading❤️‍🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cillato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Baru

Lea saat ini sudah mencoba untuk melupakan kejadian waktu itu yang menimpa nya, gadis itu berusaha dengan susah payah untuk mengobati keadaan mental nya.

Dia pun sudah beraktifitas seperti biasa nya, untuk menghilangkan rasa trauma dan ketakutan nya atas kejadian waktu itu.

Jam pelajaran pertama telah selesai, dan akan di lanjutkan dengan pelajaran kedua. Hingga bel istirahat berbunyi menandakan waktu istirahat telah tiba, para siswa dan siswi kelas 11 IPA berseru dengan Riang, mereka semua beriringan keluar dari kelas untuk menuju kantin sekolah guna mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.

"Le, kita ke kantin yuk!". Ajak sisil sembari memasukkan alat alat tulis nya ke dalam tas

Lea mengangguk seraya tersenyum melihat antusias yang di tunjukkan oleh sisil, gadis itu selalu ceria.

"Iya ayo, tapi nanti gue mau ke toilet dulu ya sebelum pergi ke kantin. Maklumlah udah kebelet hehehe". Ujar Lea terkekeh

"Yaudah, gue temenin Lo ke toilet ya". Ujar Sisil menawarkan

"Lo mau ke toilet juga Sil?". Tanya Lea

"Iya nih, gue agak kebelet juga tiba tiba saat Lo bilang mau ke toilet hehe". Jawab Sisil sembari tertawa kecil

"Okedeh, yaudah ayo".

Mereka berdua hendak berdiri dari bangku nya, namun tiba tiba terdengar suara seseorang

"Hai, hai, hai epribadehh....".

Suara seruan seseorang yang begitu nyaring di telingan Lea dan Sisil, membuat mereka berdua terduduk kembali.

Karena rasa penasaran akan suara orang itu, akhir nya Lea menoleh, melihat sosok siswa laki laki. Lea sendiri tidak mengenal nya, dia sama sekali tidak tahu siswa laki laki itu siapa.

Lea sendiri bingung hingga ia mengerutkan kening nya, menatap siswa laki laki itu yang menarik kursi, dan duduk di sebelah nya. Seakan mereka sudah kenal lama, terlebih senyum nya yang terlihat mengembang di bibir nya.

"Hai kenalin gue calon ayah dari anak anak kita". Ujar siswa itu menggoda

"Huuuueekkk". Sahut Sisil dengan ekspresi seolah olah muntah karena jijik mendengar perkataan siswa itu

Lea terpaku sesaat dengan cara pria di depan nya yang memperkenalkan diri, kemudian Lea menoleh ke arah Sisil yang mengeluarkan uara muntahan

"Hei calon ibu dari anak anak ku, hiraukan saja tikus got yang mengganggu".

Mata Sisil terbelalak, ia tidak terima di katai seperti itu oleh siswa yang ia tahu itu adalah siswa kelas sebelah

"Apa lo bilang hah".. Ujar Sisil melototkan mata nya

"Hai..". Sapa siwa yang baru saja masuk

Seperti nya siswa tersebut teman dari siswa yang sedang duduk di sebelah nya saat ini

"Minggir, Lo kagak cocok ngegombal. Cihh, lo cocok nya ngegembel sana". Ujar menatap siswa itu dan langsung beralih menatap pada Lea

Nama siswa yang sedang duduk di sebelah Lea adalah Adam, dia murid kelas 11 IPS

"Hai perkenalkan nama gue Alvian wijaya, cowok humoris, paling tampan di kelas, dan tentu nya paling kaya dari dia". Tunjuk nya dengan dagu ke arah adam

Seketika Tiara tertawa, merasa dua cowok di depan nya ini sangat lucu. Namun berbeda hal dengan ekspresi Sisil, gadis itu nampak mual mendengar para Buaya menggombal

"Huuueekkk..". Sisil berpura pura mual kembali

"Lo kenapa sih, mual mual gitu? Hamil lo ya, siapa bapak nya?". Celetuk Adam dengan santai nya

Ucapan yang di lontarkan oleh Adam, sontak membuat Sisil dan juga Lea melototkan mata nya.

Braakkk....

"Dasar anak dakjal, lo kalau ngomong jangan asal njeplak ya. Dasar mulut lo bau sampah". Teriak Sisil sambil menunjuk ke arah Adam, ia tak terima mendengar ucapan lelaki itu

"Apa Lo bilang, mulut gue bau sampah. Terus mulut Lo bau apa?". Ucap Sisil tak kalah sinis nya

"Sini Lo gue cincang cincang badan Lo!". Teriak Sisil seraya mengambil sapu lantai lalu memitari meja tempat nya duduk hendak menghampiri Adam.

Namun bukan Adam nama nya jika lelaki itu akan diam saja, hingga terjadilah kejar kejaran.

Sebenar nya Adam dan Juga Alvian adalah salah satu siswa yang paling bandel, mereka terkenal membuat kerusuhan.

Sedangkan di sisi lain, Lea yang melihat aksi kejar kejaran antara Sisil dan juga Adam hanya menggelengkan kepala nya.

Sementara Adam yang masih di kejar oleh Sisil terus melompat lompat ke meja meja lain nya, dia melompat untuk menghindari pukulan dari Sisil.

"Hai, Nama kamu Milea kan?". Ujar Alvian bertanya.

Sontak pertanyaan dari Alvian membuat Lea langsung mengalihkan tatapan nya ke siswa yang duduk di bekas kursi Adam tadi

"Ehh sorry, iya nama gue Milea. Atau Lo bisa panggil Lea". Jawab Lea seraya tersenyum

Di saat bersamaan tatapan tajam terlihat dari geng Mutia, saat Lea memperkenalkan diri nya pada Alvian.

"Cihh, dasar centil!". Gumam nya lalu bangkit dari kursi nya dan berjalan keluar kelas.

Adam sendiri tidak mau menyia nyiakan kesempatan itu, ia pun langsung mengikuti nya keluar dari kelas guna terhindar dari amukan Sisil

Akhir nya Lea dan Sisil berjalan untuk keluar kelas, namun kedua nya pergi dulu ke toilet sekolah.

Setelah selesai dari Toilet, Lea dan Sisil langsung menuju ke kantin sekolah. Terlihat jika di kantin tidak ada meja kosong yang bisa mereka berdua duduki untuk menyantap makanan yang mereka pesan. Mereka berdua kebingungan mencari tempat duduk saat ini.

Sebenar nya kantin sekolah ini selalu penuh ketika jam istirahat, hanya saja meja pojok kantin yang tidak pernah di isi oleh siswa lain selain dari Geng Leon.

Putra yang baru saja menyelesaikan makanan nya menatap heran pada Leon, ia lalu menoleh ke arah pandang Leon saat ini. Dan ternyata arah pandang Leon saat ini, tepat pada kedua gadis yang tengah kebingungan mencari tempat duduk sambil membawa nampan makanan.

"Le.. Sini". Ujar Putra sedikit berteriak seraya melambaikan tangan nya, karena jaraknya dengan kedua gadis itu lumayan jauh dan suasana kantin memang berisik

Satria yang masih fokus dengan makanan nya pun langsung tersentak kaget, lalu menoleh ke arah belakang, sementara Leon hanya mendelik melihat tingkah teman nya itu.

Lea dan Sisil pun berjalan perlahan menuju meja dimana ketiga lelaki itu berada, Lea sendiri awal nya ragu menyetujui seruan Putra karena terdapat Leon di sana. Namun Sisil terus memaksa nya karena tidaka ada tempat duduk lain nya.

Prangg..

Suara Piring pecah, seketika atensi seisi kantin teralih pada Lea. Gadis itu tengah terduduk miring di lantai, kondisi kantin yang sangat ramai membuat wajah Lea memerah menahan malu sekaligus rasa perih di kaki nya akibat kuah bakso yang mengenai kaki nya.

Sisil kaget bahkan dia ikut berjongkok memastikan sahabat nya itu, dia nampak panik melihat kaki Lea memerah.

"Heh Mutia! Lo sengaja kan Hah". Teriak Sisil tak terima

"Lah gue gk sengaja kali, siapa suruh jalan gk hati hati. Udah tahu ini kantin lagi rame". Jawab Mutia santai

"Lo kalau salah seenggak nya minta maaf bangs*t!". Geram Sisil yang kesal melihat sikap Mutia yang terkesan santai

"Emang siapa sih dia? Murid baru kan, yaelah sampek segitu nya lo belain murid baru ini!". Ucap Mutia memandang remeh pada Lea

"Emang kenapa kalau dia murid baru? Minta Maaf gk Lo!". Bentak Sisil yang tidak perduli dengan semua mata yang memandang ke arah nya

"Sorry, gue gk lihat" Ujar Mutia memutar bola mata nya

"Lagian salah dia sendiri ngehalangin jalan gue". sambung Mutia bersedekap dada

"Apa Lo Bilang gk Lihat? Lea segede ini gk Lo lihat? Buta mata Lo ha!". Teriak Sisil menggema, bahkan Putra dan satria pun langsung mendekat, berbeda dengan Leon lelaki itu langsung membopong Lea untuk segera ke UKS.

Adegan Leon membopong Lea langsung menggemparkan Kantin seketika, bahkan Sisil pun terperangah tak percaya jika Leon akan melakukan itu. Bukan hanya Sisil, Putra dan Satria pun juga melongo melihat aksi Sahabat nya itu.

"Urusan Lo sama Gue belum selesai ya!". Ancam Sisil penuh penekanan, Lalu langsung berjalan mengejar Leon yang membawa Lea ke UKS

1
Deti Perawati
Buruk
Uly Ringo
Luar biasa
yeonjunlope
kdng bingung namanya ada yg salah
yeonjunlope
apaan sih mutia sok2 an bgt
yeonjunlope
gemes bgt woy kaliann 😭
yeonjunlope
SERU BGT THORR
yeonjunlope
hahaa rasain lu
yeonjunlope
marsya and the bear yah
yeonjunlope
seru bgtt thorr. smpe gk smpet komen. scroll2 trusss wkwk
yeonjunlope
HAHAAA
yeonjunlope
baru aja di bilang baik wkwk
yeonjunlope
kaka seru bgt loh ceritanyaa
yeonjunlope
Luar biasa
yeonjunlope
WKWKWKK
yeonjunlope
seruu jg
salsa
emangnya kamar yang satu lagi dah bisa dibuka ya
salsa
emang ya kalau jodoh itu cerminan diri
salsa
🙂
salsa
makin lama makin seru aja nih thor
Jeankoeh Tuuk
lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!