Keduanya bertemu tanpa didasari perkenalan dan cinta satu malam terjadi begitu saja.
Sandra meninggalkan pria yang bercinta dengannya semalam. Tanpa ia tahu bahwa pria itu adalah tetangganya sendiri, Damian Ocean seorang duda yang kabarnya akan menikah lagi.
Disisi lain Sandra tengah hamil anaknya. Apa yang harus dilakukan Sandra. Apakah dia harus datang kepada pria itu dan memintanya untuk bertanggung jawab? Atau membesarkan anaknya seorang diri karena ia tidak ingin menjadi seorang pelakor. Konflik lain pun terjadi saat Sandra tahu wanita yang akan menikah dengannya adalah Ibunya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketakutan
Seorang lelaki tua berjalan dengan bantuan tongkatnya, menatap tajam ke arah pemuda yang sudah berlutut dengan posisi tangan terikat.
"Kau membuang waktu ku, dasar tidak berguna," desis Gerald berhenti dan menghisap cerutu favoritnya
"Tapi benar tadi wanita itu duduk disana dan pingsan," ucap sopir taksi
"Kau pikir aku buta, mana dia sekarang?" ucap Gerald menyuruh anak buahnya untuk menghabisinya dengan isyarat dagunya
Salah satu bodyguard maju dan menodongkan pistol tepat di kening sopir taksi. Baru saja pelatuk di buka, pria itu sudah terkencing gemetaran karena takut
"Ampun tuan, maafkan saya," ucap Sopir taksi yang memohon sambil menangis
Dor
"Ah," suara seorang wanita dari kejauhan terdengar
"Dia disini bodoh! Cari dan tangkap dia!" desis Gerald kemudian mendengus kesal
Astaga apa yang harus kita lakukan, batin Sandra
Usahanya untuk kabur hampir saja berhasil kalau saja dia tidak terhalang kedatangan mobil bodyguardnya. Sandra terpaksa bersembunyi di sebuah rumah kecil yang kosong.
Wanita itu masih diam ditempat persembunyiannya dan tak berani beranjak ataupun bersuara lagi.
Bagaimana ini, Ya Tuhan tunjukkan jalanmu, batin Sandra seraya berdoa meminta pertolongan di saat genting.
Dia melihat aksi penembakan tapi Sandra tidak tahu apakah orang itu mati atau tidak karena dia langsung menutup mata dan bersembunyi. Sandra juga tidak jelas siapa orang yang memakai tongkat tersebut. Karena pandangannya terhalang kayu, dia hanya melihat tongkat antik terbuat dari besi dengan hiasan berukiran kepala singa di atasnya.
Keajaiban terjadi, ada seekor kucing di dekatnya. Sandra melemparkan kucing tersebut dari tempat persembunyiannya
"Rupanya hanya kucing," ucap salah satu bodyguard kemudian mengambil kucing tersebut dan membawanya kehadapan Kakek Gerald
"Maaf tuan, bukan suara wanita, itu hanya suara kucing kecil ini tuan," sahut Bodyguard.
"Hmmm aku tidak yakin," dengus Gerald tetapi karena tidak ingin berlama-lama di tempat itu ia pun pergi.
Sang sopir taksi masih bernyawa, dia tidak ditembak hanya diberi pelajaran. Rupanya bodyguard tadi hanya menembak pahanya. Pria itu langsung di amankan bodyguard dan membawanya ke rumah sakit. Mobil sopir taksi tersebut masih dibiarkan di jalanan. Ada koper Sandra di dalam dan wanita itu berniat mengambilnya ketika semua orang sudah pergi.
Sandra mengirim Damian sebuah pesan singkat yang menceritakan kejadian yang baru saja dialami, tak lupa ia memberikan lokasinya.
Setelah terdengar sepi, Sandra mengintip untuk mencari tahu apakah semuanya telah pergi. Benar dugaannya, semuanya telah pergi, para bodyguard juga kakek tua yang diduga adalah pimpinannya.
"Sungguh mengerikan," gumam Sandra berjalan mendekati mobil taksi dan mengeluarkan kopernya. Ia melakukannya dengan cepat dan pergi bersembunyi lagi.
Damian datang beberapa menit setelah menerima pesan, ia langsung menghampiri Sandra dan memeluknya agar wanita itu merasa aman.
"Kau tidak terluka kan?" tanya Damian mengecek tubuh Sandra takut jika wanita itu terluka
Sandra menggelengkan kepala, "Tidak, tapi aku sedikit terhirup asap yang membuat seseorang pingsan tertidur. Untung saja aku berpura-pura pingsan dan langsung pergi setelah sopir itu menepikan mobilnya dan turun,"
"Untunglah. Kita harus ke rumah sakit, aku takut itu akan berbahaya untuk kandunganmu," ucap Damian
Sandra menurut, sepanjang perjalanan ia menceritakan apa yang dilihat dan dialami. Juga seperti apa sosok pria yang memerintah itu
"Tongkat besi dengan kepala singa?" tanya Damian mengulangi apa yang ia dengar
"Iya...kenapa?"
"Astaga kakek G, apa dia ingin mencelakai mu? Atau....," Damian berpikir keras, ia menerka yang diincar bukanlah Sandra tapi janin dalam kandungannya
"Kau mengenalnya?" tanya Sandra
"Dia Kakek ku, aku yakin itu,"
"Kakek? Jadi bisa dipastikan dia tidak merestui hubungan kita?" terka Sandra
"Dia belum mengenalmu sayang, jangan dipikirkan. Kau hanya perlu relax dan selalu berpikir positif okay?" ucap Damian menggenggam tangan Sandra dan mengecupnya.
Seketika Sandra sadar jika dirinya berurusan dengan orang yang tidak sebanding dengannya. Di sampingnya bukanlah seorang pria dari keluarga kaya dan memiliki banyak perusahaan saja namun lebih dari itu, seorang yang sangat berpengaruh dan berkuasa di negerinya.
.
.
"Wanita itu mungkin saja sudah menceritakan hal ini pada Damian, aku rasa dia pasti sudah melihatku," ucap Gerald
"Maaf Tuan bagaimana jika kita membuat tongkat yang serupa dengan milikmu dan memberikannya dengan gratis kepada beberapa orang, dengan begitu Damian tidak akan menuduh Anda," ucap Vero, asisten Gerald
"Hmm ide bagus, buatlah semirip mungkin dan jalankan secepatnya," ucap Gerald
Tak butuh waktu lama sang asisten langsung memesan dua lusin tongkat dengan pengrajin besi. Ukiran dengan hiasan kepala singa dibuat semirip mungkin, yang tentu saja ada bedanya karena tongkat milik Gerald berlapis emas putih dan kepala singanya dihiasi oleh emas kuning asli. Sementara yang akan dibuat hanyalah tongkat biasa dengan warna cat silver dan emas kuning.
Setelah mengantar Sandra ke rumah sakit, dan memeriksa kondisinya secara mendalam, untung saja zat kimia yang sempat terhirup tidak terlalu membahayakan janin. Namun dokter juga memberikannya obat penguat kandungan serta vitamin.
"Syukurlah tidak membahayakan, aku jadi tidak bisa meninggalkan mu di negara lain. Sebaiknya kita tinggal Los Angeles sekarang,"
"Bagaimana dengan pekerjaanku? Dan apartemen yang baru saja ku sewa?" tanya Sandra
"Haha aku bosnya kan? Anggap saja dengan mengikuti perintahku sama dengan kau melakukan pekerjaanmu. Aku akan mengembalikan uang sewamu," ucap Damian
"Ahh aku lupa jika kau bosnya haha," kekeh Sandra dan mereka pun tertawa.
Baru saja saling mengenal, tetapi Sandra sudah merasa nyaman dengan Damian. Perhatiannya, kata-kata manisnya selalu membuat hati Sandra menghangat. Pantas saja Merry tidak bisa melupakan Damian.
Damian akan mempercepat pernikahannya setelah tahu jika kakeknya mengincar Sandra. Atas perintah Damian, Diego menemui Louis, paman Sandra untuk ke Los Angeles hari itu juga.
terima kasih banyak, kk author 🤗