NovelToon NovelToon
Ketulusan Untuk Saliya

Ketulusan Untuk Saliya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Spiritual / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Namaku Saliya, aku disukai seorang pria bernama Rizal, yang menurutku terlalu sempurna, aku sempat menolak saat ia mengajakku menjalin hubungan serius sampai ke jenjang pernikahan. Aku justru memilih mantan pacarku, tapi Rizal tidak menyerah hingga akhirnya kami menikah.
namun, kebahagiaan rumah tanggaku ternyata menyedihkan.
Ayo baca kisah ku di sini, ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Bersalah

Rasa Bersalah

“Hallo?” Aku menyapa lebih dulu begitu benda itu menempel di telingaku. Keberanianku menerima telepon itu karena selama ini Rizal tidak pernah menjaga rahasia ponselnya dariku. Dia juga pernah memintaku menuliskan pesan yang akan ia kirim pada beberapa teman kantorku. Tentu saja aku mengenal beberapa di antara mereka.

“Halo! Rizal, kau di sana?” tanya suara itu di telingaku.

Hatiku tiba-tiba panas mendengar suaranya, ada apa dengan dia? Kenapa menanyakan Rizal, ada urusan apa dengan suamiku? Kenapa juga Rizal masih menyimpan nomor teleponnya?

“Aku istrinya, ada apa?”

“Oh!” hanya kata itu yang terdengar dari telepon, sebelum kemudian di tutup secara sepihak.

“Dasar tidak sopan!” aku menggerutu, untuk meredam sejuta tanya di hatiku. Kalau saja sekarang Rizal ada di sini, tentu aku akan membanting telepon itu di hadapannya.

Kenapa dia harus punya teman yang tidak sopan padaku.

Menjelang magrib, aku mendengar Rizal memasuki rumah, ia baru datang. Aku maklum karena perjalanan pulang pergi ke rumah ibu bisa mencapai satu jam lebih kalau ditempuh dari rumahku. Ia langsung menghampiri dan duduk di sebelahku.

“Maaf, ya, nunggunya lama,” katanya, sambil meraih ponsel yang aku simpan di atas meja kecil di samping tempat tidur.

Aku masih kesal. Jadi, aku tidak menanggapinya dan hanya kulihat wajahnya yang berkerut, saat ia menatap layar ponselnya yang kini sudah menyala. Tak lama ia menoleh padaku.

“Tadi, Naria telepon? Apa katanya?” katanya pelan. Kulihat ia sedikit gelisah.

Aku mengangkat bahu, “Mana aku tahu, dia nggak bilang apa-apa!”

Dia tidak menyahut lagi, tapi melakukan panggilan ulang. Bahkan, suamiku itu mengeraskan volume suara ponselnya hingga aku bisa mendengar percakapan mereka. Ternyata Naria mengatakan tentang kejelasan perihal keberangkatan mereka yang akan ditempatkan untuk tugas ke luar kota.

“Tadi, Saliya yang terima telepon, jadi aku matiin saja, khawatirnya salah paham!” kata suara Naria yang terdengar jelas di telepon.

“Ya, aku tahu!” sahut suamiku tegas.

“Kamu ke mana memangnya tadi, Riz?”

“Eum ... gak ke mana-mana, sudah dulu ya?”

Rizal mengakhiri panggilan secara sepihak. Dalam hati aku bersyukur karena dia bisa tegas dan menghargai perasaanku.

“Kalian mau pergi ke mana, Bang? Sejak kapan Naira jadi teman kantor? Kenapa Abang nggak pernah cerita?”

Pertanyaan yang semula aku pendam kini kukeluarkan semuanya.

“Aku sebenarnya di tugaskan ke daerah, kayak biasa, tapi masih seminggu lagi, makanya aku belum bilang sama kamu. Apalagi kamu masih sakit!”

“Kan, sekarang aku sudah sehat!”

Rizal tersenyum dan mencolek hidungku, lalu dia menyimpan ponselnya kembali ke tempat semula. Sepertinya, tidak masalah baginya walau aku cemberut dan mungkin baginya itu lucu. Buktinya dia tertawa padahal tidak ada yang lucu.

Rizal akhirnya bercerita kalau sekarang Naira sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil secara resmi dan di tempatkan di kantor yang sama dengan suamiku. Kupikir nasibnya sangat beruntung dan kebetulan juga.

Naira yang kemudian mengurus penempatan kerja Rizal dan beberapa pegawai lainnya. Bagiku tidak masalah selama masih berada dalam satu kabupaten kota.

“Kamu nggak usah cemburu, dia sudah punya suami dan anak bayi. Kamu tahu, siapa suaminya?”

“Siapa suaminya itu gak penting, yang penting itu kamu gak bakal ingat lagi masa-masa pacaran dulu sama dia!” entah kenapa aku semakin kesal. Aku tahu kepala dinas pendidikan kota yang dimaksud suamiku.

Rizal kembali tersenyum lebar, sebelum berkata, “Ya nggak, lah! Aku dulu pacaran sama dia sebelum tahu kalau pacaran itu dilarang, dan suaminya itu sekarang jadi kepala dinas pendidikan kecamatan! Gak ada yang berani macam-macam sama dia!”

Aku tertawa kecil, “Ya, ya, para cowok nggak berani sama dia, tapi dia berani sama para cowok, gimana?” tanyaku asal ceplos saja.

“Eh, mana ada dia begitu, memangnya nggak mikirin nama baik apa? Dulu aku pacaran sama dia karena patah hati di tolak sama kamu!”

Rizal tertawa keras setelah berkata begitu, tapi aku sukses melongo dibuatnya. Apa itu benar atau hanya bercanda? Akh, yang penting sekarang aku jadi istrinya.

Aku memikirkan selintas tentang perselingkuhan, gimana dengan hubungan itu ... setan membuatnya menjadi begitu indah karena ada dosa besar di dalamnya. Apalagi kalau melihat dari penampilan dan juga kekayaan Rizal, mudah baginya untuk mendapatkan teman kencan selain aku.

Namun, memikirkan hal itu aku jadi ingin memperbagus penampilan, bukan hanya demi diri sendiri tapi juga suami. Rizal mendukung penuh apapun yang aku inginkan selama itu baik.

Lalu, aku mulai memperbaiki dari wajah, sering melakukan perawatan biar lebih cerah. Aku juga memakai behel kawat gigi untuk merapikannya. Semua biaya aku keluarkan dari tabunganku sendiri, dan juga pemberian ibu dari uang pensiun ayahku. Wanita itu yang mau memberi, padahal aku tidak pernah memintanya.

Sejak saat itu, dan Rizal sudah melakukan tugasnya ke luar kota, dia hanya berada di rumah selama dua hari saja dalam sepekan. Walaupun, setengah mati aku menahan rindu, tapi setidak-tidaknya dia tidak pergi bersama mantan kekasihnya itu, membuatku sedikit bernafas lega.

Kira-kira apa yang akan aku lakukan bila masih bekerja di sana, dan menjadi taman satu kantor dari Naria. Mungkin setiap hari aku akan stress dibuatnya sebab gadis itu lebih segala-galanya dari aku, baik fisik, kekeluargaan maupun, kepandaiannya. Bagaimana Rizal bisa jatuh cinta dengan wanita sepertiku. Walaupun, dia berulang-ulang kali mengatakan alasannya karena dia sering dibuat kecewa, aku tetap saja sulit percaya. Memang sebagai pria yang populer, Rizal bercerita padaku kalau ada banyak teman wanita yang cantik-cantik di masa sekolahnya dulu. Ya, sesuai prasangkaku saja, berarti aku hanya dijadikan pelariannya saja, iya, kan?

Namun, Rizal seperti membantah dengan segala cara. Ia menunjukkan bahwa, semua pikiran burukku tentang dirinya tidak benar.

Hari Sabtu subuh, aku dibangunkan oleh Rizal saat ia sudah mau berangkat, untuk menunaikan salat subuh berjamaah di masjid terdekat tempat tinggal kami.

Aku membuka mata dan hanya melihat dirinya yang tersenyum manis, wajahnya tepat di atas wajahku.

“Ayo bangun! Sholat subuh dulu, nanti tidur lagi,” katanya lembut, aku pun heran karena seingatku, aku selalu menyalakan alarm.

Namun, hal itu sudah menjadi kebiasaan Rizal setiap kali ada di rumah, sejak aku hamil dia selalu melakukannya!

Ya, dia akan mematikan alarm di ponselku dan dia akan membangunkan aku saat sudah akan sholat subuh.

Padahal, maksudku memasang alarm adalah agar aku bangun sebelum subuh, dan aku bisa membangunkannya sholat setelah aku selesai berdandan. Bersolek untuk suami adalah amalan mulia bagi semua wanita yang sudah menikah menurut Islam. Apalagi kami hanya sepekan sekali bertemu, maka aku harus memanfaatkan waktu.

Jadi, maksudku adalah, aku yang akan membangunkannya dengan kemanisan dan keromantisan. Lalu, aku siap bermesraan sesudahnya.

Namun, semua di luar kemauanku. Ia justru yang mengambil rencanaku. Dia membangunkan aku setelah dia terlihat tampan, rapi dan wangi, sementara aku masih baru bangun tidur.

Saat aku bangun dan hendak ke kamar mandi, aku lebih terkejut lagi, sebab semua pekerjaan rumahku sudah rapi. Semua piring kotor sisa kami makan-makan semalam sudah bersih dan tersusun di rak piring kecil yang aku letakkan dekat kompor.

Pakaian kotornya yang menumpuk pun sudah ada di ember dan siap di jemur. Rizal tidak pernah mencuci pakaian di tempat kerjanya, dan setiap kali pulang dia akan membawa setumpuk pakaiannya itu. Lalu, dia mencucinya sendiri tanpa mengeluh sedikit pun padaku.

Kapan dia mengerjakan semua ini?

Setelah selesai sholat subuh, aku segera beranjak meninggalkan sajadah, sedangkan Rizal belum juga pulang. Dia biasanya akan mengobrol dengan beberapa tetangga kami, yang ikut sholat subuh berjamaah.

Aku pergi ke dapur karena kulihat tudung saji yang tertutup rapi, setelah kubuka, di sana aku melihat makanan yang biasa aku makan di pagi hari sudah tersedia.

Apa ini? Ya Allah! Aku semakin mencintainya. Tidak mungkin rasanya aku bisa curiga kalau dia berbagi cinta. Rizal berhati mulia, dialah sosok suami sempurna. Tiba-tiba aku ingin cepat melahirkan dan punya anak, alangkah indahnya kami mengasuh bayi bersama.

“Assalamualaikum!” kata Rizal di belakangku, membuatku kaget.

“Kapan kamu kerjain semua ini, Bang?” tanyaku, merasa tak berarti di hadapannya. Aku merasakan ada air yang merembes di pelupuk mata.

“Memangnya kenapa?” tanyanya tanpa rasa bersalah.

❤️❤️❤️❤️

1
luxius
bagus luar biasa
El_Tien
😭😭😭😭😭😭😭😭
El_Tien
iya bener aku setuju
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ALLAH tau kemampuan hambaNYA. sesakit apapun itu, harus tetap kuat bertahan hingga waktu kita berakhir. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 3 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
innalillahi.... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ziddan anak yg pintar.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
baguslah rizky sudah berubah. semoga rizal & saliya akur2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga rizal kembali dengan selamat berkumpul dengan saliya & anaknya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wow ada nama mantan di hape?? apalagi calling,mau ngapaim tuh
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
El_Tien
udah aku revisi
Dede01
cerita yang bagus semoga sukses
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa harus begitu?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
zidan koq kampungan sih? Annisa aneh ih.
El_Tien: eh, itu Ilmara, salah tulis nama 👉😊😔
total 1 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ini bu ibu yaaa... bukannya nasehatin yg bagus2 aja, malah bikin saliya khawatir dengan suaminya selingkuh. kacau ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nariya unik, saliya baik, siapa nama anak saliya?
Elmimar02
cerita yang menarik ayo buruan baca
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Pipitz👻ᴸᴷ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bahagia liat dirimu kenapa mantan ya
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga anak saliya sehat2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸: alhamdulillah
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naria komentarnya memang aneh ya. bukannya kasih selamat, malah begitu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 😁😁😁😁😁😁😁anu banget
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
pasti rizal ikut menyaksikan saliya melahirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!