NovelToon NovelToon
Ibu Tunggal

Ibu Tunggal

Status: tamat
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:457.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Menjadi ibu tunggal bukanlah hal yang mudah bagi Aluna, karena terlalu percaya dengan bujuk rayuan sang kekasih Aluna menyerahkan mahkotanya pada Abizar lelaki yang baru 6 bulan menjalin hubungan dengannya. Akibat perbuatan itu Aluna positif hamil di usianya yang masih 17 tahun, Aluna meminta pertanggung jawaban dari kekasihnya Abizar tapi bukan kabar baik yang Aluna dapatkan, Abizar malah tidak mau bertanggung jawab dan berkata bahwa dia belum siap jadi seorang ayah. Aluna yang sedang bingung dan kalut memutuskan untuk kembali ke rumahnya tapi sayang saat masuk ke dalam rumah Aluna malah disambut oleh tamparan dari sang ayah. Ayahnya yang murka langsung mengusir Aluna saat itu juga tapi nasib sial masih setia mengikuti Aluna diusir dari rumah, selalu berpindah tempat tinggal karena ketahuan hamil diluar nikah, belum lagi cacian dan hinaan dari masyarakat sekitar yang mengetahui Aluna hamil sebelum menikah.
Bagaimana nasib Aluna selanjutnya?
Yang penasaran terus pantengin dan baca ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 - Berita duka cita

" Bapak dan ibu meninggal dunia Aluna! " jawab Abdi sedih dan tangis Anissa kembali pecah

" ya Allah ibu bapak! " ucap Aluna dan Wati bersama lalu tangis mereka pun juga ikut pecah

" ibu bapak kenapa pergi secepat ini? " ucap Aluna yang tubuhnya kembali luruh ke lantai

" Aluna! " panggil Wati yang ikut berjongkok bersama Aluna lalu memeluknya

" kenapa semua ini harus terjadi mbak? kenapa bapak dan ibu harus pergi! " racau Aluna di pelukan Wati

" sabar Aluna ini cobaan untuk kita! " ucap Wati menasehati

" mbak, Aluna ingin melihat jenazah ibu dan bapak! " ucap Aluna lalu melerai pelukannya

" jenazah ibu dan bapak ada di kamar jenazah, kamu pergi berdua saja dengan Wati ya? Anissa masih sangat lemah karena dia terlalu syok! "

" iya mas gak apa apa! mbak Nissa Aluna turut berduka cita ya? " ucap Aluna yang duduk bersimpuh di hadapan Anissa

" Aluna! " panggil Anissa lalu memeluk Aluna dengan erat

" mbak udah gak punya siapa siapa lagi Aluna, mbak udah jadi yatim piatu! " ucap Anissa dengan suara paraunya karena kebanyakan menangis

" mbak masih punya Aluna, Kiara, mbak Wati dan mas Abdi mbak gak sendiri banyak yang sayang sama mbak!

" maafin ibu sama bapak ya Aluna kalau semasa mereka hidup mereka punya salah sama kamu! "

" ibu sama bapak orang baik mbak bahkan sangat sangat baik, Aluna yakin ibu sama bapak pasti akan di tempatkan di antara orang orang yang beriman mbak! "

" Aamiin semoga saja Aluna! " sahut Anissa dan melerai pelukan mereka

" Anissa aku turut berduka cita ya! " ucap Wati yang langsung memeluk Anissa

" terimakasih Wati, maafin ibu sama bapak ya jika mereka punya salah? "

" ibu sama bapak orang baik Anissa, aku dan Aluna sangat berhutang budi sama kamu sam ibu dan juga bapak! " sahut Wati lalu melepaskan pelukannya

" mbak Nissa, mas Abdi Aluna lihat ibu sama bapak dulu ya? " pamit Aluna

Aluna dan Wati segera bangkit berdiri lalu berjalan menuju kamar Jenazah di ujung lorong tersebut, sampai di sana kebetulan ada petugas penjaga kamar jenazah yang akan masuk ke dalam

" permisi mas! " panggil Wati

" ada yang bisa saya bantu mbak? " tanya petugas itu ramah

" saya ingin melihat jenazah kedua orang tua saya korban kecelakaan sore tadi! "

" ayo mbak berdua ikut saya biar saya tunjukkan! " ucap si penjaga

Aluna dan Wati segera mengikuti petugas tersebut masuk ke dalam lalu petugas tersebut berhenti di depan sebuah ranjang berisikan jenazah yang di tutup dengan kain putih

" ini kedua jenazah korban kecelakaan tadi sore atas nama pak Joko dan bu Asih! kalau begitu saya tinggal dulu ya! " pamit petugas tersebut

" terimakasih mas? " ucap Aluna

Aluna dan Wati berjalan perlahan mendekati ranjang tersebut, pelan tapi pasti Aluna dan Wati sama sama membuka kain penutupnya

saat kain penutup terbuka terlihatlah wajah pucat bu Asih dan pak Joko yang masih terdapat beberapa noda darah yang mengering

" ya allah ibu bapak! " ucap Wati dan Aluna terkejut lalu menutup mulut mereka dengan tangan

Air mata pun kembali mengalir deras membasahi pipi mereka, kedua orang tua pengganti mereka sudah pergi menghadap ke sang pencipta.

tidak kuat berada berlama lama di sana mereka segera menutupkan kembali kain penutupnya lalu keluar dari kamar mayat tersebut

mereka berjalan kembali ke depan ruang UGD baru saja mereka sampai seorang suster menghampiri Aluna

" maaf Bu semuanya sudah selesai dan pasien Kiara sudah bisa di bawa ke rumah sakit mutiara Jakarta sekarang!

" baik Sus terimakasih! " balas Aluna

sister tersebut pun langsung masuk ke ruang UGD

" mbak Nissa, Aluna minta maaf ya Aluna gak bisa ikut mengantar ibu dan bapak ke peristirahatan mereka yang terakhir? "

" iya gak apa apa Aluna, mbak juga minta maaf gak bisa menemani kamu untuk jaga Kiara di sana! "

" Nissa Abdi aku juga minta maaf gak bisa ikut mengantar ibu dan bapak karena aku harus menemani Aluna di sana! " sambung Wati

" iya gak apa apa kalian hati hati ya di jalan! dan jangan lupa selalu kabarin aku tentang kondisi si cantik ya! " pinta Anissa

" kamu tenang saja aku pasti akan selalu kabarin kamu! " jawab Wati

Aluna dan Wati secara bergantian memeluk Anissa dengan erat, setelah itu muncul dua orang suster yang mendorong ranjang Kiara

" mbak, mas kita pamit ya, assalamu'alaikum! "

" wa'alaikumsalam! " jawab Abdi dan Anissa bersama

Aluna dan Wati pun mengikuti suster yang mendorong ranjang Kiara sampai ke depan rumah sakit dan sudah ada seorang dokter, suster yang standby di dekat ambulans

ranjang Kiara langsung saja di masukkan ke dalam mobil ambulans diikuti dokter dan seorang suster

" Ayo Aluna kamu masuk ke dalam! nanti mbak akan menyusul tapi sebelumnya mbak pulang dulu ambil pakaian!

" terimakasih ya mbak Wati Aluna naik dulu! " setelah mengucapkan itu Aluna segera naik ke dalam dan mobil ambulansnya mulai melaju membelah jalanan di malam hari

setelah mobil ambulan berangkat Wati segera menuju ke parkiran mengambil motor bebek kesayangannya, segera saja Wati mengendarainya dan kembali pulang ke rumahnya

sampai di rumah Wati langsung menyusun pakaian miliknya, milik Aluna dan milik Kiara ke dalam dua koper besar tak lupa Wati juga membawa semua uang simpanan mereka ke dalam sebuah tas ransel

selesai semuanya Wati segera keluar dari rumah, mengunci pintunya dan meletakkan kuncinya di bawah keset. Setelah itu Wati meletakkan kopernya di belakang lalu mengikatnya dengan kencang

walaupun keadaan sudah hampir tengah malam tapi Wati tetap berangkat menuju ke Jakarta, sunyi nya jalanan, dinginnya udara sudah tidak Wati hiraukan lagi yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya agar dia bisa cepat sampai

Beberapa jam kemudian Wati sudah tiba di jakarta saat hari sudah hampir subuh, sebelum ke rumah sakit Wati membeli dua botol air mineral dan dua bungkus nasi uduk untuk mereka sarapan karena Wati yakin Aluna tidak akan kepikiran untuk membeli sarapan

Wati melanjutkan perjalanannya kembali dan beberapa menit kemudian Wati sudah tiba di rumah sakit, Wati langsung memarkirkan motornya dan masuk ke dalam rumah sakit menemui Aluna yang berada di depan ruang UGD

" Aluna! "

" mbak Wati kapan sampai di Jakarta?

" mbak baru saja sampai, gimana keadaan Kiara?"

" Aluna juga gak tau mbak dari tadi belum ada yang keluar! " jawab Aluna dan terlihat banyak ke khawatiran dan kesedihan yang tersirat dari kedua netranya

" oh iya ini mbak bawa makanan kita makan dulu ya? " ajak Wati

" Aluna gak laper mbak! " tolak Aluna

" kamu harus makan, kalau kamu gak makan nanti kamu bisa sakit dan siapa yang akan nemenin Kiara kalau kamu sakit coba? "

" tapi Aluna benar benar gak laper mbak! "

" ingat kamu harus tetap sehat demi Kiara, mbak gak mau tau sekarang juga kamu harus makan! " paksa Wati

akhirnya Aluna pun mau memakan makanannya walaupun masih tersisa setengahnya

1
Ayu
Akhir nya tamat sdh. berakhir dgn kebhgiaan. mksh thor crita nya bagus. smgt dan sukses sl
Ayu
,Wati ketemu Bara.. deg2 an aku. psti mereka terkejut dan bhgia jg
Ayu
Bu Sarah sdh terlanjur malu dgn kluarga Abizar. payah km Mona. nasib mu sm dgn Aluna yg di usir orang tua nya
Ayu
Kenapa gk cr bukti di Hotel Mona nginap. kan bs lht CCTV nya
Ayu
Gk jdi pkai W O bu Sarah dong ya. kan mereka sdh cemarkan nm baik Abizar sekeluarga. jdi dadakan cr W O baru tentu nya ya thor. dan persahabatan bu Widya sm bu Sarah putus jdi nya gr2 ulah Mona
Ayu
Kpn Wati ketemu sm Bara nih thor
Ayu
Thor.. bu Widya kok jdi bu Anggun. ngantuk ya thor
Ayu
Thor.. dulu kan Abi hbs pisah sm Aluna trs sm Mona. skrg Mona nya di mn
Ayu
Cpt bgt Aluna memaafkan Abizar ya. tapi gkpp. semua kan demi Kiara. smg aja orang tua Abi dot menerima mereka
Ayu
Thor..yg di syg kan.. knp ibu angkat Aluna di buat meninggal. psti nanti Kiara tanya kakek nenek nya din. dan kbr Anisa sm suami nya gimana thor
Ayu
Semoga Kiara cpt sembuh nanti klau ketemu pp nya ya
Ayu
,Baizan kok mirip crita nya sm Wati. tapi nm pacar Wati bkn Baizan kan thor. Akhir nya Abizar ketemu Aluna nanti di kantor
Ayu
Di tinggal ke Jakarta. trs usaha warung nya gimana tuh
Ayu
Yg ada nanti gk sengaja Kiara ketemu pp nya. bs jdi mereka bersatu lg dgn penyesalan Abizar
kalea rizuky
gini doank endingnya setelah menderita diterima dengan gampang
kalea rizuky
laki pengecut pecundang awas aja ampe balikan lo lun jangan mauu
Sri Supeni
aq suka krn logika ada
Rismawati Damhoeri
gampang sekali ya memberi maaf..setelah 4 th lebih menderita sendiri..
Kasmawati S. Smaroni
sumpah ini aluna kesannya wanita jablai
Kasmawati S. Smaroni
di mana2 wanita yg dalam novel sebagian besar miskin,di hamili di buang lalu di buat bucin.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!