NovelToon NovelToon
GUS NACKAL VS SANTRI BARBAR

GUS NACKAL VS SANTRI BARBAR

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Khof

Novel ini menceritakan kisah seorang Naila Shababa, santri di pondok pesantren Darunnajah yang di cap sebagai santri bar-bar karena selalu membuat ulah.

Namun, siapa sangka nyatanya Gus An, putra dari pemilik pesantren justru diam-diam menyukai tingkah Naila yang aneh-aneh.

Simak selalu di novel yang berjudul “GUS NACKAL VS SANTRI BARBAR.” Happy reading🥰🥰...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khof, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

“Umi’ paham kok. Tapi kenapa harus satu bulan sih Aan ini. Itu lama banget, yang ada Umi’ kalang kabut ngerjain pekerjaan rumah. Kamu tau sendiri kan, Anak-anak lain kalau beres-beres itu nggak ada yang serapi kamu Naila...” Naila hanya tersenyum. Baru kali ini Dia merasakan aura kehangatan dari Umi’, seorang istri kiyai yang rela datang repot-repot hanya untuk menjenguk santrinya.

“Kenapa mi’...? ” Abi Amir yang duduk di sofa sambil berbincang dengan Pak Said ikut bicara.

“Aan itu keterlaluan bi, masa iya Naila di pulangkan sampai satu bulan. Itu kelamaan, yang ada malah ketinggalan pelajaran sekolah nanti. Hafalannya juga pasti nggak akan terjaga...”

“Waduh, gimana nih anak. Baru pulang dari luar negeri udah main hukum-hukum santri segala...” ucapan Abi Amir menimbulkan suara tawa dari Pak Said.

“Yaudah, pokoknya kalau kamu sudah enakan boleh kok langsung balik ke Pesantren. Biar nanti tugas kamu digantikan sama yang lain dulu.” Naila mengangguk penuh hormat.

”Kalau gitu kami pamit dulu ya Pak, Bu... biar Naila bisa istirahat...” Naila mencium tangan Umi’.

“Aufa tadi kemana ya bi, kok nggak ikut masuk...?” baru saja dibicarakan, Neng Aufa memasuki ruangan Naila dengan membawa bingkisan buah di tangan kanannya dan satu buket bunga di tangan kirinya.

“Huft... berat banget Umi’...”

“Neng kok ada bunganya juga...? ” Naila heran dengan barang bawaan Neng Aufa.

“Ini titipan Mbak...”

...****************...

“Umi’ bajuku yang warna putih kemarin dimana ya...? ” Gus An membongkar lemari pakaiannya untuk mencari baju kesayangan.

“Ya nggak tau lah, Umi’ nggak pernah ikut nyuci, nggak pernah nyetrika juga. Biasanya kan tugasnya Naila...” Gus An menepuk jidatnya karena lupa akan hal itu. Keberadaan Naila ternyata sangat berpengaruh pada hidupnya semenjak pertama kali kembali ke rumah.

“Terus nyarinya dimana mi... adzannya udah selesai, nanti kasihan satri-santri kalau nunggunya lama...”

“Pakai baju lain dulu aja toh kamu itu. Masa harus putih...? ” ucap umi’ yang sibuk merapikan mukenahnya untuk ikut jamaah.

“Nggak enak mi... kan udah biasa pakai baju putih, kalau pakai yang lain itu rasanya gimana gitu... hehe...”

“Yaudah cari aja sendiri, Umi’ mau ke mushola dulu...”

“Huft... ”

...****************...

Gus An berjalan menuju mushola dengan tampilan berbeda. Tentunya menjadi pusat perhatian seantero pesantren. Terutama santri putri.

“Heh, lihat Gus An... makin cakep aja kalau pakai kemeja seperti itu. Kayak masih muda... hehe...”

“Emang masih muda tau, lagian umurnya palingan juga baru kepala dua...”

“Malah kelihatan lebih muda dari kepala dua say, kayak masih umur tujuh belas tahun...”

“Iya juga ya...”

Iqomah telah dikumandangkan. Gus An menarik kedua tangannya untuk takbiratul ihram. Semenjak kembali ke rumah, Abi Amir telah memberikan kesempatan Gus An untuk menjadi salah satu imam sholat di mushola pesantrennya. Bukan hanya itu, Gus An juga sudah mulai mengajar di sekolah milik Abinya. Peran Gus An ternyata semakin membawa banyak perubahan di pesantrennya. Abi Amir sangat senang melihat putranya ikut berperan serta dalam merawat pesantren turun temurun dari nenek moyang beliau.

“Assalamu'alaikum warahmatullah...” Gus An memalingkan wajahnya ke kanan kemudian kekiri untuk menutup ibadah. Setelah wiridan, Gus An memberikan sedikit ceramah untuk para santri.

“Kalau sholat itu fokus, ingat yang diatas. Bukan ingat pacarnya...”

“Huh...” suara santri putra meramaikan mushola.

“Jangan-jangan ini yang di alami Gus An sendiri...?” ucapan salah satu santri membuat ramai lagi. Gus An hanya tersenyum menampakkan sifat humorisnya yang selalu ditampakkan didepan santri putra. Sangat berbeda jika sudah berbicara dengan santri putri, wajahnya akan tampak lebih dingin dan berwibawa.

...****************...

Siapa nih yang suka sama sikapnya Gus An...??? hehehe😁

1
Mela Wati
semangat ya ka 💪 biar bisa lanjut sampai tamat ya ka
Sulastri Astri
lanjut thor ....apa judul.kisah nng aufa dan bang arman
𝚉𝚊𝚑𝚛𝚊...
kx udah ada belum lanjutan novel ini?
Hayatun Syamilah
ada sambungan x novel ni?
Nona Sifa
katanya santri bar2 tapi pisik nya lemah amat nay,bentar2 sakit lh kasian si gus an nya punya istri sakitan
Suryani Yani
Luar biasa
Tira Aneri
suukaaa
Suryani Yani
Luar biasa
echa purin
/Good/
Babar Dbabarian
oo gus An sungguh pengertian sekali makin cinta deh/Kiss//Heart/
Choirul Anam
setuju banget
komalia komalia
habis' dari pasar keringetan lari lari langsung buka segel apa engga risih tuh keringetan unboking
komalia komalia
lwmah banget badan kamu nai dikit dikit sakit
komalia komalia
lamaran kaya nya
komalia komalia
ada cctv kan
komalia komalia
waah nanti bakal curiga siswa yang lain sama gus an
komalia komalia
ko ada gus an
komalia komalia
ko ada gus an
komalia komalia
dapat engga kira kira
komalia komalia
waah tom jery jadi nya bersatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!