NovelToon NovelToon
Kaya Dengan Seribu Akun

Kaya Dengan Seribu Akun

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:239.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: tompealla kriweall

Reo Onsi, seorang anak Yatim yang tinggal bersama Ibunya. Mereka terpaksa terusir dari rumahnya sendiri setelah rumah tersebut disita Debt Collector atau lintah darat.

Walau Begitu, ternyata rumah tersebut tidak mampu menutup hutang keluarga mereka pada Lintah Darat.

Suatu saat, Reo mendapatkan Sistem Seribu Akun dari sebuah Layar Komputer terbengkalai yang ada di gudang. Dari sistem inilah Reo akhirnya mendapatkan misi tantangan yang akan memberinya kekayaan.

Ikuti terus kisah Reo Onsi yang berjuang untuk mendapatkan kekayaan dari sistem Seribu Akun, hingga akhirnya dia bisa menjadi seorang yang paling kaya di dunia tanpa harus diketahui identitasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Kondisi Reo yang tidur tapi seperti orang yang tidak sadar dan kondisinya juga lemah, membuat ibunya merasa khawatir.

"Apa yang terjadi? Reo, bangun sayang?"

Puk puk puk

Akhirnya Lay menghubungi Ryanoir, meminta bantuan pemilik warnet tersebut untuk ikut membawa Reo ke rumah sakit, supaya segera mendapatkan pertolongan.

Reo, yang masih remaja akhirnya mengalami penurunan kondisi kesehatan. Dia lemah dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit.

Ibunya Reo berpikir jika anaknya belum makan dan terlalu banyak membantunya di toko. Karena sejak membuka toko kelontong sendiri, Reo selalu membantunya setiap pulang sekolah. Bahkan menunggu hingga toko tutup dan pulang bersama ibunya, sedangkan Lay yang sedang sibuk lupa memperhatikan anaknya.

"Kita cepat bawa ke rumah sakit!"

"Apa yang terjadi sebenarnya?"

Lay tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Ryanoir, karena dia terlalu fokus saat membantu membopong tubuh Reo. Tapi Ryanoir memintanya untuk tidak usah ikut membantu.

"Biarkan aku yang membopongnya. Kamu bawa saja barang-barangnya Reo."

Lay menurut. Dia tidak banyak bicara karena panik dan khawatir dengan keadaan anaknya. Jadi apapun yang dikatakan Ryanoir, selama itu untuk kebaikan anaknya dia hanya menurut saja.

"Mbak, tokonya tutup saja. Dan itu, tolong kuncinya di bawa ya! saya mau ke rumah sakit."

Akhirnya, Lay sama dengan Ryanoir membawa Reo ke rumah sakit setelah Lay meminta pada karyawannya untuk menutup toko kelontong terlebih dahulu.

"Maaf ya pak, saya jadi merepotkan."

Lay mengucapkan permintaan maafnya pada saat perjalanan menuju ke rumah sakit. Dia sebenarnya merasa tidak enak hati, jika harus merepotkan orang lain.

"Tidak usah terlalu dipikirkan. Aku juga akan menjadi ayahnya, besok. Jadi sudah sepantasnya aku membantu, dan aku merasa senang kamu melibatkan diriku untuk urusannya Reo."

"Aku menyayanginya, dan sudah menganggapnya seperti anak sejak dia membantuku di warnet."

Ryanoir meminta pada Lay, supaya tidak perlu berterima kasih dan merasa merepotkan.

Tak lama kemudian, mereka sudah tiba di depan rumah sakit. Ryanoir dengan cekatan kembali membopong tubuh Reo, untuk dibawa ke ruang IGD. Dia tidak mau jika terjadi sesuatu pada Reo.

"Tolong berikan penanganan yang tepat! Reo lemas dan belum sadar sedari tadi," punya Ryanoir pada perawat yang menerimanya.

"Iya, Pak. Tolong tunggu di luar saja, ya. Kami akan memeriksanya terlebih dahulu."

Ryanoir mengangguk-anggukkan kepalanya, kemudian mengajak Lay untuk menunggu di depan ruangan IGD. "Kita tunggu saja, biarkan tim medis melakukan pekerjaan mereka dengan baik."

"Iya," sahut Lay dengan sedih.

Setelah berapa saat kemudian, perawat memberikan kabar jika Reo sudah sadar. "Keluarga Reo Onsi?"

Lay dan Ryanoir mendekatkan dengan cepat, "Saya, sus."

"Silahkan menyelesaikan administrasi dan memesan kamar pasien. Kami akan memindahkannya segera, karena sudah sadar."

"Apakah saya bisa melihatnya?" tanya Lay dengan tidak sabar.

"Silahkan, Bu."

Ryanoir mengangguk mengiyakan permintaan Lay, yang ingin melihat kondisi Reo. Sedangkan dirinya sendiri pergi ke bagian administrasi, guna membayar administrasi dan memesan kamar pasien untuk Reo.

"Sayang, Reo. Bagaimana rasanya sekarang? apa ada yang masih sakit?" Lay bertanya begitu tiba dan melihat kondisi anaknya.

"Ibu, aku merasa agak lelah tapi sudah lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih sudah membawa aku ke rumah sakit. Tapi, apa yang sebenarnya terjadi?" Reo tidak mengingat apapun dengan apa yang terjadi padanya tadi.

"Tentu saja sayang, aku khawatir dengan kondisimu. Tidak usah banyak berpikir, yang penting sekarang kamu baik-baik saja. Bagaimana perasaanmu sekarang?"

"Aku merasa lapar, ibu. Apakah aku bisa makan sesuatu?" Ternyata Reo lapar.

"Tentu saja, hehehe..."

"Ibu akan keluar sebentar, nanti akan ibu bawakan makanan untukmu segera. Tapi ingat, dokter sudah meminta agar kamu menghindari makanan yang berlemak dan berat untuk sementara waktu."

"Baiklah ibu, aku akan mengikuti petunjuk dokter. Terima kasih," ucap Reo patuh.

"Baiklah sayang, ibu akan mengurus semuanya. Kamu hanya perlu istirahat dan memulihkan kondisimu."

Tak lama setelah Lay pergi mencari makanan, Ryanoir masuk dan bertanya pada Reo. "Hai Reo, bagaimana rasanya sekarang?"

"Pak Ryan, aku merasa agak lemah tapi sudah lebih baik dari sebelumnya. Apa bapak yang membawaku bersama ibu? Terima kasih sudah membantu ibu membawa aku ke rumah sakit." Reo mengucapkan terima kasih pada saat Ryanoir mengganggukkan kepalanya.

"Tidak ada masalah, Reo. Aku senang bisa membantumu."

Akhirnya Ryanoir tidak lagi bertanya-tanya, dan mengajak Reo untuk berbicara. Dia tahu jika Reo membutuhkan waktu istirahat yang cukup, agar kondisinya cepat pulih.

"Maaf, pak Ryan. Aku tidak bisa membantumu sekarang. Aku harus membantu ibu, bahkan kini aku harus memulihkan kondisiku dulu."

Tiba-tiba Reo meminta maaf pada Ryanoir, sebab dia sudah tidak pernah lagi datang membantu di warnet.

"Tidak apa-apa, Reo. Bapak mengerti, dan yang penting sekarang ini adalah menjaga Kesehatanmu. Kamu harus fokus untuk sembuh sepenuhnya, supaya bisa membantu ibumu lagi."

"Iya pak, terima kasih. Aku akan melakukan yang terbaik untuk memulihkan kondisiku dan kembali membantu ibu."

Tak lama kemudian perawat datang, mengurus segala sesuatunya sebelum akhirnya membawa Reo ke ruang rawat pasien yang sudah dipesan Ryanoir tadi.

***

Setelah beberapa hari kemudian, kondisi Reo sudah lebih baik. Dia berpikir untuk mencoba mengaktifkan sistem Seribu Akun-nya, setelah beberapa hari tidak mengaktifkannya.

Reo merasa sudah sembuh dan ingin kembali mencoba kegiatan yang sudah menjadi rutinitasnya sebelum jatuh sakit, namun karena kondisinya yang belum sepenuhnya pulih, ia rentan mengalami kelelahan jika mencoba membuka sistem seribu akun.

Ketika Reo mengaktifkan sistem Seribu Akun-nya, ia merasa senang dan bersemangat, namun karena kegiatan tersebut membutuhkan banyak energi dan konsentrasi, ia akhirnya mengalami kelelahan yang berlebihan dan akhirnya kembali kesehatannya kembali menurun.

Ketika kondisi Reo kembali tidak sadarkan diri, ia mengalami keadaan yang lebih buruk dari sebelumnya. Hal ini membuat Lay sangat khawatir, sehingga meminta Reo untuk tidak memegang ponsel pintarnya terlebih dahulu.

"Sayang, sebaiknya kamu fokus sembuh dulu. Jika sudah sehat lagi, kamu bisa pergi sekolah lagi dan melakukan apa saja tanpa merasa khawatir." Lay menasehati anaknya.

"Iya Bu, maaf sudah membuat khawatir."

Lay mengusap-usap rambut Reo dengan tersenyum, memberikan kekuatan kepada anaknya agar bisa melalui semuanya ini dengan baik.

"Ibu akan selalu menjagamu. Pak Ryan juga sering datang ke sini ikut menjagamu juga, kan?" Lay mengingatkan.

"Bukannya pak Ryan juga ada misi khusus, Bu?" tanya Reo dengan misterius.

"Misi khusus? maksudnya?" Lay bertanya karena tidak paham maksud dari pertanyaan anaknya kali ini.

"Ya... pak Ryan juga datang bukan untuk menemani Reo saja, tapi karena ingin ketemu dan menemani ibu di sini." Reo akhirnya mengatakan maksud dari pertanyaannya.

"Ah, kamu bisa saja."

Lay tersipu malu-malu, karena anaknya itu berhasil menggodanya dengan mengolok-olok dirinya, yang saat ini memang sudah resmi menerima lamaran Ryanoir.

1
strivee
kntlisklsusfmuehs
strivee
satu sipon 1 ronda 1 hondajes 1 lambegoni
Jasmin Melor
Luar biasa
Edy Sulaiman
menarik juga...hhh
Seven8
kalimatnya bertele-tele. utk maksud & tujuan yg sama sering diulang2.
William Shakespeare
satu indo satu Inggris 🗿
Emil Djibran
penjelasan soal uangnya kurang jelas,ceritanya pun terasa loncat-loncat jadi kesannya kurang nyambung,,jadi para reader di suruh mikir sendiri jadinya
Emil Djibran
apa ini thor?
4 milyar atau 4 ribu milyar ?
AitchAre
teteh
TK: telah 🤦🤦🤦
terima kasih
total 1 replies
AitchAre
bang digital
TK: Bank 😀😀✌️
total 1 replies
Vincent Da Vinci
ayat terlalu banyak memperjelaskan sesuatu hal... jangan buat cerita bertele-tele. menjadi hilang minat bila baca cerita bertele-tele
TK: ok thanks, bos
total 1 replies
Eros Hariyadi
Miskin boleh² saja, tapi jangan bodoh.... nampaknya pemilik warnet juga ketularan koplaakk.... undang pihak yang berwenang/polisi...itu jelas delik penipuan dan kriminal, namanya Pelunasan/Paid-off dimana pun di dunia ini seluruh kuwajiban/hutang, bunga dan denda keterlambatan bayar telah dihitung....gak ada sisa bunga yang masih harus ditagihkan, gw yakin authornya kurang paham soal ini...gw orang kerja di Bank jelas memahami soal remeh seperti ini, mengusir orang dari rumahnya ga semudah seperti itu...apalagi dengan kekerasan, ndak bisa dilakukan...Hak Mutlak tidak berlaku di negara ini, semua harus via pengadilan itupun tahapannya banyak yang musti dilalui....gw mah termasuk ahli di bidang ini, kerjaan sehari-hari... wkwkwk 😝😄🤣
TK: nah itu, Pinjol akhirnya bertebaran. padahal sama aja targetnya dan 🤷
total 8 replies
Eros Hariyadi
katanya udah pelunasan kok masih ada hutang bunga, napa waktu pelunasan kemarin ga bawa Pengacara dari LSM...?? khan ada bantuan hukum gratis untuk golongan gak mampu...ini yang gw bilang gak masuk akal, kayak hutang recehan ajaahh....ini negara hukum, bukannya negara halu...😝😄🤣😫
TK: aku buat di negara halu gimana dong 🤷
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya Bocil ada saatnya kumpul dan ber-senang² dengan temen²nya... namun juga dipaksa untuk berpikir dewasa yang bukan untuk seusianya... kasihan juga...🤔🙄😢😫😭😭💪👍
TK: huwaaa 😭
total 1 replies
Eros Hariyadi
Tetap Semangat yaaa... Thor, Sukses selalu 😝😄💪👍👍🙏
TK: very tengyu gan.
matur suwun 🙏
total 1 replies
Eros Hariyadi
hadeeehh.... akhirnya author mewariskan ilmu pamungkasnya kepada Reo, Ilmu bersandiwara... wkwkwk...banyakan nonton sinetron neehh... authornya, asalkan jangan ilmu Bokep yaaa...😝😄💪👍👍👍
TK: waduh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍👍
TK: sippp 👍
total 1 replies
Eros Hariyadi
Namanya juga Bocil... dengan melihat usianya jelas belum layak untuk melakukan perbuatan hukum, KTP ajaahh...pasti lom punya, lom memenuhi syarat disebut dewasa....🤔🙄😠😡😢
TK: haahhh 😲
total 1 replies
Eros Hariyadi
Lanjutkan Thor 😝😄💪👍👍😢
TK: Ok 👍👏👏
total 1 replies
Eros Hariyadi
Mang waktu pelunasan hutang kepada rentenir, gak ada tanda bukti pelunasan yang berkekuatan hukum pasti/akta, soalnya hutangnya udah diatas 1 milyar dan penyerahan bukti sertifikat tanah dan bangunan, khan harus ada...,.?? masa hutang sebesar itu dianggap sama dengan hutang Rp 15.000,- seehh...🤔🙄😝😄🤣
TK: namanya lintah darat itu pasti gak resmi, kan ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!