NovelToon NovelToon
Bersama Sistem

Bersama Sistem

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Mafia / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Adib Mudzofar

Ryan adalah seorang pemuda yang bernasib malang yang tidak memiliki harta apapun kecuali ibunya.

Sejak kecil Ryan sudah dididik untuk menjadi pribadi yang pekerja keras dan pantang menyerah oleh orang tuanya. Slogan 'hasil tidak akan mengkhianati usaha' selalu terpatri dalam jiwa Ryan.

Sampai pada akhirnya dia bisa memasuki sebuah perkuliahan yang bergengsi dengan beasiswanya. Namun disitulah kepahitan demi kepahitan dia rasakan karena mendapatkan bully dari teman-temannya, selalu menghinanya, bahkan memanggilnya dengan kalimat 'Miskin'.

Namun Ryan tidak pantang menyerah! Dia terus menjalani kehidupannya yang berat itu dengan kesabaran hingga disuatu hari dia mendapatkan keberuntungan berupa sistem yang akan membantunya dalam segala hal dan merubah kehidupan Ryan. Perlahan, kehidupan Ryan yang miskin harta berubah menjadi orang yang berpunya dengan keberadaan dari Sistem. Yang awalnya susah kini menjadi lebih baik.

Bagaimanakah kelanjutannya? Simak kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adib Mudzofar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Ryan sedikit mengerutkan kening dengan sambutan dari penjaga pintu itu yang menurutnya sangatlah unik dan jujur apa adanya. Namun dia terus melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah perjudian itu.

Stelan baju Ryan yang acak-acakan menarik perhatian banyak pengunjung. Bagaimana tidak acak-acakan? Sebelunya Ryan baru saja bangkit dari tempat tidurnya, lalu dikejutkan dengan ajakan ibu yang memintanya ikut kondangan, kemudian langsung tarik gas untuk menyelesaikan tugas sistem yaitu menyelamatkan bocah dari kecelakaan.

Meskipun begitu, Ryan tetap bersikap cuek dan bodo amat seperti tidak mengetahui tatapan aneh para pengunjung itu. Baru saja masuk beberapa langkah didalam gedung itu, suara pemberitahuan sistem kembali terdengar dalam fikirannya.

[Ding! Tugas sistem tingkat menengah telah terpacu! Selamatkan gadis yang akan diperk*sa di dalam toilet! Tuan akan mendapatkan 5 poin sistem, 1 poin pesona dan 2.500.000 uang tunai! Jika gagal Tuan akan mendapat hukuman kehilangan semua tabungan Tuan!]

"Haiiss.. Ada-ada saja!" ucap Ryan menggelengkan kepala. Ryan langsung menuju kearah toilet dibagian belakang gedung.

Setelah sampai, Ryan kebingungan harus masuk toilet bagian mana.

"Sistem! Toilet yang mana? Pria atau wanita?"

[Wanita Tuan!] jawab Sistem.

"Haih.. Sial!" ucap Ryan menggerutu.

Ryan pun masuk kedalam toilet wanita dengan mengendap-endap seperti pencuri karena dia sangat malu dan akan dicurigai oleh orang jika masuk ketempat yang bukan bagian pria.

Sesampainya didalam, Ryan menghela nafas lega karena melihat toilet itu sepi dan tidak ada orang lain didalam selain dirinya. Ryan melihat hanya ada satu pintu yang tertutup dan Ryan yakin bahwa disitulah tempat wanita yang akan dinodai.

Dengan tenang dan tanpa ada suara Ryan berjalan menuju toilet itu. Jantung Ryan sedikit tidak karuan karena mungkin saja sebentar lagi akan melihat sesuatu yang akan menodai mata sucinya.

Setelah mengambil nafas dalam-dalam dan mempersiapkan mentalnya yang paling dalam, Ryan langsung mendobrak pintu toilet itu dengan sekali tendangan.

Brakk!

Pintu itu hancur menjadi beberapa bagian karena tendangan keras Ryan. Ryan lupa jika dirinya sudah memiliki kekuatan tubuh yang beberapa kali lipat lebih kuat dibandingkan manusia pada umumnya.

Dan benar! Ryan melihat pemandangan yang tidak seharusnya tidak dilihatnya untuk sekarang ini. Ryan melihat dua orang pria dan wanita didalam toilet itu dengan posisi si wanita terikat beberapa bagian tubuhnya beserta mulutnya.

Wanita itu sungguh tak berdaya dan sudah pasrah dengan semua yang akan terjadi padanya. Dia hanya bisa berdiri dengan badan yang terkungkung dengan tubuh membelakangi pria itu.

Sementara si pria sudah mengeluarkan benda miliknya yang sudah berdiri menjulang tinggi seperti hendak melawan dunia dan hampir memasukkannya pada bagian si wanita lewat belakang.

Seketika pria itu langsung membalik badannya dan tidak jadi melakukan hal tidak senonoh itu karena terkejut dengan pintu toilet yang dihancurkan oleh Ryan.

Dia melihat seorang pemuda tampan yang berdiri menatapnya dengan wajah yang aneh.

"Kecil sekali!" ucap Ryan tanpa sadar.

"Kau.. Siapa kau?" tanya pria itu gelagapan.

Benda kebanggaannya yang sebelumnya menjulang dengan bangga kini langsung menciut layaknya krupuk yang disiram air. Dia ingin memakai celananya terlebih dahulu, namun dia sangat waspada dengan pemuda didepannya.

Ryan tidak langsung menjawab pertanyaan pria itu, dia justru tersenyum dengan aneh kepada pria itu.

"Apa terasa jika cuma sekecil itu?" ucap Ryan balik bertanya.

"Sialan! Beraninya kau mengejek benda kesayanganku!" geram pria itu. Dia mengeluarkan sebuah pisau lipat dari jasnya yang masih terpakai dan mengacungkannya kepada Ryan.

"Hahaha.."

Ryan hanya tertawa melihat pemandangan itu. Pemandangan seorang pria umur empat puluhan yang tidak memakai celana seperti anak kecil sambil bermain pisau-pisauan. Ryan menjadi sedikit teringat dengan masa kecilnya dulu.

Wajah pria itu menjadi merah karena marah saat pemuda didepannya justru tertawa terpingkal-pingkal saat dirinya mengeluarkan pisau. Dengan tanpa aba-aba pria itu langsung menyerang Ryan dengan sebuah tusukan.

Ryan yang meskipun sedang tertawa namun tentunya sudah waspada sejak awal. Saat pria itu menyerangnya dengan menusukkan pisau, dia langsung bergerak mundur untuk menghindar.

Gagal menusuk pemuda itu, si pria tidak menyerah dan maju dua langkah mendekati sang pemuda agar masuk lagi dalam jangkauan serangnya. Pria itu beberapa kali mengayunkan tangannya menyabetkan pisau berharap Ryan akan tersayat.

Namun Ryan yang memang sudah mendapat gelar ahli kungfu tingkat menengah tentu dapat menghindarinya dengan mudah. Disaat pria itu mengayunkan tangannya memberikan tebasan, Ryan melihatnya dengan tersenyum. Ryan mengetahui bahwa posisi tangan pria itu sebenarnya sangatlah lemah.

Ryan memberikan tendangan ringan pada bagian lengan pria itu untuk menyambut serangannya. Alhasil, pria itu sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Ryan.

Pisau yang ada ditangannya lepas dengan mudahnya karena memang posisinya sangat lemah seperti yang Ryan perkirakan. Pisau itu terbang diatas udara dan dengan gerakan salto Ryan menendang bagian gagangnya dengan cukup kuat mengarah kepada si pria.

Syut!

Crash!

Pisau itu terbang melesat dengan sangat cepat mengenai tepat bagian adik kecil pria itu dan memotongnya dengan sangat rapih.

"A-.."

Sdukkk! Sdukkk!

Saat pria itu hendak berteriak kerana kesakitan, Ryan sudah bergerak kembali dengan memberikan totokan dibagian urat nadi dan urat pita suaranya sehingga dia tidak bisa bergerak dan mengeluarkan suaranya sama sekali.

Pria itu hanya bisa mengeluarkan air matanya karena merasakan sakit yang luar biasa dibagian vitalnya. Setelah beberapa detik, pria itu terjatuh pingsan karena sudah tidak sanggup lagi menahannya.

Namun sebelum dirinya jatuh pingsan, Ryan mengucapkan beberapa kata-kata mutiara.

"Haiih.. Itulah balasan untuk orang bejat sepertimu! Daripada dipotong malaikat besok dineraka, mending aku potong sekarang saja!"

[Ding! Misi telah selesai! Selamat! Tuan mendapatkan 5 poin sistem, 1 poin pesona dan 2.500.000 uang tunai!]

Ryan hanya tersenyum sejenak saat mendengar pemberitahuan dari Sistem. Kemudian dia berjalan menuju wanita yang sedang diikat. Tidak lupa Ryan melemparkan celana si pria pada bagian yang telah putus itu untuk menutupinya.

Ryan dengan tenang melepaskan ikatan tali yang mengikat wanita itu. Setelah melihat dengan seksama, ternyata dia masihlah gadis! Bahkan gadis yang cukup cantik.

Gadis itu berwajah pucat pasi saat melihat Ryan melepaskan ikatan tali dan merapihkan pakaiannya. Ya! Tentu itu wajar saja! Karena dia pastilah sangat shok dan ketakutan dengan apa yang baru saja hampir terjadi padanya.

"Tenanglah.. Tenang! Semua sudah berakhir!" ucap Ryan menenangkan gadis itu dengan memeluknya dan menepuk-nepuk lembut kepala sang gadis.

Hampir lima belas menit bagi Ryan untuk menenangkan gadis itu. Untung saja selama itu tidak ada satu orang pun yang masuk kedalam toilet. Setelah melepaskan pelukannya, Ryan menatap gadis cantik itu dengan lekat.

"Siapa namamu nona?" tanya Ryan.

"Lintang! Namaku Lintang Aprilia!" jawab gadis itu.

"Baiklah Lintang! Mengapa kamu bisa berakhir seperti ini?" tanya Ryan lagi mencoba untuk menelisik masalah gadis didepannya.

1
Erik Brigez
sampah
Siget Budianto
Ceritanya bagus dan seru
Syamsul Bari
masak lupa bawa hp,
3RSEL
💪💪💪💪💪
Obey Propaganda
nah demen gw kalo jagoan d jweer mak nya 😄
Obey Propaganda
apa kagak kuliah lu riyan
Henry Ronald Maramis
bukannya sudah minum pil anti rasa sakit?
Memyr 67
𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗀𝗂𝗍𝗎? 𝗆𝖺𝗁𝖺𝗌𝗂𝗌𝗐𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗉𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖾𝖻𝖺𝗌 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀, 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝖺𝗒𝖺? 𝖺𝖽𝗂𝗅 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂
Makmur Djajamihardja
maklum aja authonya belum sarapan bosqu
Makmur Djajamihardja
masalah karakter suka suka author lah wong dia penulisnya bro
Makmur Djajamihardja
Ryan ajie barang kalee
Makmur Djajamihardja
beli aja logam mulia di Antam semua duitnya beres kan
Makmur Djajamihardja
beri aja lotek kucur bosqu
Makmur Djajamihardja
mestinya sistim kasih duit sebagai hadiahnya
Makmur Djajamihardja
taktili tiktok tinong camcauh gula batu pamere nona enong hu hahu ha haseum 👍
Himawan Wawan
borju
Himawan Wawan
jebakan tuh
Himawan Wawan
josssssssss
Himawan Wawan
rahasiakan
Himawan Wawan
ayo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!