NovelToon NovelToon
Tawanan Cinta Mr Cool

Tawanan Cinta Mr Cool

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:40.3k
Nilai: 5
Nama Author: Irish_kookie

Mia Colton, putri dari pasangan Lilian dan Alex Colton terpaksa harus menanggung beban berat. Orang tuanya menjual Mia karena mereka tidak mampu membayar hutang mereka kepada seorang rentenir yang bernama James Arthur.

James menyukai kecantikan Mia, dia pun menjual Mia dengan harga tinggi di pasar budak di desa itu. Karena harga yang dia tawarkan sangat tinggi, maka tidak ada orang yang sanggup membeli Mia. James tak patah arang, dia menawarkan Mia kepada Finn Walter. Seorang pria kaya raya yang tinggal di sebuah kota besar. Dia memiliki hampir setengah wilayah di desa itu.

Finn setuju membeli Mia dengan harga yang ditawarkan oleh James, dengan syarat, Mia harus menikah dengannya. Mia menolak dan berusaha kabur, tetapi dia berhasil ditangkap oleh James dan dikembalikan lagi kepada Finn dengan ancaman, hutang orang tuanya akan di tangguhkan kembali.

Finn memberikan hukuman kepada Mia dengan menjadikannya seorang tawanan di rumahnya. Bagaimana nasib Mia selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasar Budak

"Ugh! Ugh! Lepaskan aku! James Arthur! James!" Mia terus berteriak-teriak meminta tolong. Saat ini, kedua tangan dan kaki Mia terikat pada sebuah kursi.

Tiba-tiba saja, beberapa orang pelayan wanita masuk ke dalam ruangan itu dan melepaskan ikatan tangan dan kaki Mia. Dengan cekatan, para pelayan itu membuka pakaian Mia dan menggantikannya dengan yang baru.

Mia pun kebingungan. "Hei! Hei! Apa-apaan kalian! Di mana ini? Tolong jawablah aku!" Mia bertanya ketakutan. Jantungnya tak melambat sedikit pun, kerongkongannya terasa kering dan suaranya tercekat.

"Maafkan kami, Nona. Tapi kami tidak dapat memberitahukan kepada Anda di mana ini," jawab salah seorang pelayan itu.

Air mata Mia mengalir membasahi pipinya. "Tapi, aku takut. Berbaik hatilah kepadaku, kumohon,"

"Ini Pasar Budak. Bukankah Nona pernah dibawa ke sini juga beberapa waktu lalu?" jawab salah seorang pelayan yang lain.

Mia memperhatikan ke sekeliling tempat itu. Saat pertama kali dibawa ke tempat itu, Mia dalam keadaan sadar. Berbeda dengan saat ini, James membuatnya tidak sadarkan diri dan tiba-tiba saja dia terbangun dalam kondisi terikat.

"Pasar Budak? James yang membawaku ke sini? Di mana dia sekarang?" tuntut Mia lagi. Dia memberanikan dirinya dan memutuskan untuk tidak menangis walaupun saat ini dia merasa takut sekali.

Ketiga pelayan itu mengangguk bersamaan. "Ya, Nona. Tuan Arthur sedang mengecek persiapan tempat untuk memajang Nona,"

Tak lama, mereka sudah selesai merapikan Mia dan saat mereka keluar, mereka saling mendekatkan kepala mereka dan berbisik-bisik.

"Setauku, Nona itu istri Tuan Finn Walter, bukan?" tanya salah satu pelayan itu.

Pelayan yang lain mengangguk. "Dari kabar yang beredar, Tuan Walter mengusir Nona itu. Pasti harganya tinggi sekali,"

"Atau sebaliknya. Status dia sekarang janda. Mana ada yang mau dengan janda. Pria-pria itu akan mencari seorang gadis bukan seseorang yang pernah menikah. Mungkin saja, dia akan dijadikan kepala pelayan. Kalau dia cukup beruntung, dia akan dijadikan istri. Tapi, aku tetap kasihan kepadanya," kata yang lain bersimpati.

Sementara itu, Mia memutuskan untuk kembali melarikan diri. Dia akan mencari Josh. Tunggu dulu! Mia memiringkan kepalanya dan berjalan mondar mandir sambil menenteng gaun yang berat yang sedang dipakainya. "Josh akan mencariku, 'kan? Hmmm, pasti begitu! Apakah aku akan menunggu disini? Ataukah aku harus keluar dan mencari Josh?" katanya bermonolog.

Selagi dia berpikir, pintu ruangan itu dibuka oleh seseorang. "Mia Colton, luar biasa. Begitu aku memajang namamu di depan singgasana yang akan kau pakai, orang-orang berjubel untuk melihat. Dan kau bisa mengeceknya sendiri, antrianmulah yang terpanjang di pasar ini. Sayang sekali, aku masih ingin menikmati uangku untuk diriku sendiri, hehehehe." seringai James memperlihatkan gigi-giginya yang kuning kepada Mia.

Tangannya menyentuh pipi Mia dengan kasar dan segera saja, Mia nenepiskan tangan dekil itu. "Bebaskan aku, James! Atau aku ak-,"

"Siapa yang akan mencarimu, Anak Manis? Tidak ada, hahaha! Tuan Finn Walter saja sudah membuangmu. Aku penasaran, mengapa Tuan Finn Walter menbuangmu dan siapa kira-kira yang akan menolongmu, Mia?" tanya James sambil mengejek.

Mia mengeluarkan salivanya ke arah wajah James. "Aku tidak takut kepadamu!"

Sebagai gantinya, sebuah tamparan keras melayang di pipinya. "Gadis Bodoh! Tidak ada sopan santunnya kepada orang yang lebih tua! Pantas saja Walter membuangmu!"

Tangan kekarnya menarik rambut Mia dan menyeretnya untuk berjalan. "Sekarang, waktumu untuk bekerja! Hasilkan uang untukku! Hahahaha!" setelah itu dia mendorong tubuh Mia yang kecil begitu saja. "Naiklah, Jallang! Hahaha!"

Dua orang pengawal pria mencengkeram kedua lengan Mia dan mendudukannya di sebuah singgasana. Di depan singgasana itu tertulis nama Mia Walter, bukan Mia Colton.

Mia menepiskan lengannya. "Aku bisa jalan sendiri! Lepas!"

Kedua pengawal itu melepaskan tangannya dan membiarkan Mia untuk naik ke singgasananya. Gadis itu bertekad, dia tidak akan menunjukkan wajah ketakuatannya. Hari itu, dia akan melakukan apa yang ingin dia lakukan.

Tak lama, James menaiki panggung dengan diiringi sorak sorai dan tepuk tangan riuh rendah dari para calon pembeli. James mulai menjual gadis-gadis yang sudah dia pajang disana satu demi satu.

"Wah, hahaha! Aku senang sekali dengan antusias kalian dam terima kasih untuk tetap bertahan di sini. Sekarang! Kita memasuki puncak penjualan para gadis manis dan cantik ini," kata James terkekeh sambil kembali membukan acara.

"Turunkan Mia Walter! Jangan kau tunda lagi, segeralah buka hargamu, Arthur!" kata seorang pria tua dengan janggut lebat dan diiringi dengan sorak sorai pria-pria lain.

James tertawa, sekali lagi dia memamerkan gigi-giginya yang kuning dan berkarang. "Sabar! Untuk gadis yang satu itu aku tidak akan menjualnya. Aku akan melelangnya, siapa yang memberikan harga tertinggi, dialah yang akan mendapatkan Nona Walter."

Seorang pengawal membawa Mia untuk menaiki panggung. Mia memberontak dan melepaskan pegangan pria itu. Dia berjalan dengan angkuh dan mendongakkan kepalanya.

"Mari kita sambut, Mia Walter! Beri tepuk tangan yang meriah kepada gadis yang kecantikannya tak lekang oleh waktu ini! Tepuk tangan!" titah James sambil mencengkeram kedua pipi Mia dan memperlihatkannya kepada para calon pembeli.

James mengacungkan jari telunjuknya, meminta para calon pembeli itu untuk diam. "Bagaimana kabar Anda, Nona?" tanya James, dia berlagak seolah-olah dia seorang wartawan.

Mia diam saja, dia tidak akan tunduk dan melayani permainan James hari ini. Namun, karena Mia tak kunjung menjawab pertanyaannya, James merangkul pinggang Mia dan mencubitnya. "Kami menunggu jawabanmu, Mia,"

"Baik." jawab Mia singkat. Cubitan James sangat pedih, Mia hanya bisa menggigit lidahnya untuk menahan rasa sakit itu. Dia tidak akan menampakkan wajah kesakitan atau senyum terpaksa kepada James ataupun penonton yang sedari tadi memandanginya dengan tatapan lapar dan liar.

"Sebutkan hargamu, Mia supaya Tuan-tuan ini bisa menawarmu dengan harga yang lebih tinggi. Ayo, sebutkan!" desak James, kemudian dia kembali menyeringai.

Mia menimbang-nimbang, berapa harga yang akan dia buka supaya tidak ada yang berhasil menawarnya. "Lima ratus dollar,"

"Kalian dengar itu? Hahaha! Lima ratus! Siapa yang mau menawarnya? Permainan kita sudah dimulai!" pekik James riang.

Dalam hitungan detik, papan-papan bertuliskan harga serta teriakan para penonton mulai mengudara.

"750!"

"Seribu dollar!"

Angka itu semakin lama semakin naik, Mia pun semakin panik. Dia tidak ingin dibeli oleh orang yang tidak dia kenal atau bahkan siapa pun! Angka itu sampai akhirnya tembus di angka lima ribu dollar.

"Lima ribu! Siapa mau ambil? Ataukah ada penawaran lagi?" tanya James. Dia menunggu sambil membayangkan keuntungan yang akan dia dapatkan.

Di antara sorak sorai para calon pembeli, terdengar suara lantang seorang pria dengan tubuh tegap dan besar serta wajah tampan menggema di pasar hari itu. "Sepuluh ribu dollar untuk Gadis Walter!"

James serta pembeli yang lain menoleh ke arah sumber suara. "Sepuluh ribu? Untuk seorang janda? Hahaha! Rupanya kau pecinta wanita yang sudah menikah, hahaha! Tunjukan rupamu, Tuan!"

"Aku ingin memastikan lebih dulu, adakah penawaran yang lain? Kalau tidak ada, aku akan mengambil gadis itu!" tukas pria tampan itu lagi.

"Baik. Siapa yang ingin menawar lebih tinggi? Sepuluh ribu dollar? Ataukah aku harus menutup di angka itu?" tanya James memastikan.

Setelah menunggu beberapa menit, tidak ada lagi papan atau suara yang mengudara. Yang tersisa hanyalah gumam tak jelas dari mulut para pembeli itu.

"Tidak ada lagi? Baiklah, Mia Walter terjual di angka sepuluh ribu dollar!" James bertepuk tangan. Ketamakan dan kerakusan di wajahnya terlihat jelas sekali. "Silahkan jemput, Tuan. Sekarang, gadis ini milikmu,"

Pria sepuluh ribu dollar pembeli Mia itu pun maju dan tersenyum penuh kemenangan. "Senang berbisnis denganmu, Tuan Arthur,"

"Ka-, kau!" James tak bisa berkata-kata saat melihat pria itu. Lututnya terasa lemas, senyum puas di wajahnya pun lenyap begitu saja.

...----------------...

1
Noviyanti
fin jangan maen sosor cewe lain donk!! 😔
Noviyanti
bertahan luigi, walau kesal juga sama sosok luigi awalnya ini. tapi dia mati2an menolong mia
Noviyanti
ampun deh sama si beth parker dan si arthur masih aja memburu si mia
Noviyanti
bung mendarat
Noviyanti
Alex maksa bnget sih, kamu sebagai ayah hrusny yang menafkahi
Noviyanti
jangan mati josh
selfyana
good
selfyana
bagian fin dan pat q bacanya ngebut...kaget q, ternyata lagi ajep-ajep...😂
gina02
good
gina02
good story, thor... ditunggu cerita lainnya
~Ķímhwä~
Bahagia selalu Mia dan Fin🥰 engak nyangka udah tamat aja🤧
~Ķímhwä~
🥰
~Ķímhwä~
Entah kenapa, malah jadi ngakak Kim bacanya🤧
Noviyanti
cape deh si beth. masih belum minggir juga
~Ķímhwä~
😶
Noviyanti
udah ya finn jangan kaya es batu lagi,
Noviyanti
apakah fin atau josh
Noviyanti
ayo josh atau fin selamatkan mia
Noviyanti
fin apa sih sebenarnya yang kau inginkan, dingin sana sini tapi butuh kehangatan dari sana dan sini.
(⁠๑⁠♡⁠⌓⁠♡⁠๑⁠)park Nath(⁠•⁠ө⁠•⁠
mia sama gran aja, thor....rikuest ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!