NovelToon NovelToon
My Beloved Hubby

My Beloved Hubby

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pernikahan Kilat / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Park alra

Arumi dharma, terpaksa harus menikah dengan Dewangga Arjuna dirgantara, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya, ketika Yudha dirgantara, calon suaminya sendiri kabur tanpa kejelasan.

Bagaimana kehidupan rumah tangga tanpa cinta ini? lika- liku apa saja yang harus mereka hadapi? akankah berhasil berlayar atau berhenti di tengah jalan? ikuti kisah cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park alra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab • 18 •

Malam berganti siang, hari berganti minggu, kini kondisi Dewa sudah sepenuhnya membaik, tentu bukan hal yang sulit untuk nya melewati pemulihan dengan luka kecil begini. Tak menampik ini semua juga berkat tangan peri Arumi yang merawatnya, ia lebih dari seorang suster, rasa kasih juga ketulusan nya membuat luka-luka Dewa seakan bisa sembuh dua kali lebih cepat. Tapi bukan Dewa jika dia mengakui itu semua, baginya tetap sama, Arumi adalah wanita yang di bencinya.

Kebaikan Arumi selama merawatnya di anggap angin lalu oleh laki-laki itu.

Kini Dewa sudah siap dengan kemeja navy yang di padu rompi hitam juga jas berwarna senada, ia menuruni undakan tangga dengan langkah ringan, tangan kanannya yang sudah sembuh ia gerak- gerakkan sejenak, menghilangkan rasa kaku.

Sampai di meja makan, Arumi melangkah riang menaruh teh di hadapannya.

"Selamat pagi." sapa gadis itu seakan di penuhi semangat.

Dewa tentu saja cuek bebek, sudah dua minggu ini ia membiarkan Arumi dengan tingkahnya, bukan ia sudah tak bisa menggertak gadis itu lagi, namun lebih ke mengarah ia yang sedang berperang dengan hati dan otaknya, untuk menerima semua perhatian Arumi atau tidak. Dan tentu ia lebih mementingkan ego, juga senantiasa mengingat Diana, jikalau sewaktu-waktu ia hampir terlena oleh kebaikan gadis tersebut.

Lain hal dengan Arumi yang semakin riang dari hari ke hari, meskipun Dewa belum bisa menerima nya namun setidaknya pria itu tidak bersikap kasar akhir-akhir ini. Dan itu membuat nya senang, perlahan tapi pasti ia bisa mengambil hati suaminya.

"Sarapan pagi mu." Arumi menggeser piring berisi nasi goreng kentang, yang mana kentang adalah makanan kesukaan pria itu.

"Kau di diamkan malah semakin ngelunjak ya!" Dewa melirik tajam.

"Kenapa?" Arumi mengkerut kening.

"Singkirkan itu!" prang! mendadak saja suara pecahan beling karena menghantam lantai menggema membuat Arumi terperanjat, spontan menutup telinga nya karena terkesiap.

"Sudah ku bilang aku tak sudi memakan masakan mu!" desisnya tajam..

Arumi tak mengerti, padahal kemarin-kemarin masih baik-baik saja, pria itu tak masalah memakan masakan nya.

"T-tapi kenapa?" lirih Arumi, dua pelayan datang tanpa di suruh untuk membereskan kegaduhan yang di ciptakan Dewa.

Bukannya menjawab, Dewa menatap lurus ke depan."Mbok Jum! siapkan menu sarapan yang lain. Saya tidak ingin memakan masakan wanita ini!" melirik Arumi dengan sorot mata menghunusnya.

"Dewa ... " lirih Arumi rasanya semua angan-angannya yang baru ia pupuk di lulu lantahkan saat itu juga.

"Mbok! denger saya ngomong apa?!" Dewa kembali berteriak tanpa mengindahkan panggilan Arumi.

"Ya, tuan akan segera saya buatkan." tergagap mbok Jum menyahut, takut-takut Dewa akan kembali bersua marah.

Arumi hanya bisa mengelus dada, Dewa kembali pada setelan pabrik, seperti awal semula. Ia menggeleng lemah tak habis fikir dengan sifat Dewa yang seperti bunglon, suka berubah-rubah, kadang terlintas di benaknya apa Dewa menderita bipolar, yang memiliki banyak kepribadian. Entahlah.

***

Dewa melonggarkan dasinya ketika sampai ke dalam mobil yang akan membawanya ke kantor,di sopiri oleh Nathan langsung yang kini sedang fokus menatap jalan.

Di balik kaca spion tengah, Nathan diam-diam melirik Dewa yang nampaknya kini terlihat kesal, wajah tertekuk dalam itu langsung fokus pada layar iPad di genggamannya dengan alis bertaut. Lantas Nathan akan bertanya-tanya, masalah apa lagi kini yang membuat tuannya marah?

Sudah dua pekan terakhir tugas Monalisa di ambil alih oleh Nathan tersebab wanita itu ijin cuti selama sebulan, dan mungkin akan menggantikan dalam jangka waktu panjang karena Monalisa sedang menimang untuk minta di pindahkan tugas kan pekerjaan nya.

"Nath, apa jadwal saya siang nanti?" tanya Dewa tanpa mengalihkan pandangannya.

"Tidak ada tuan, jadwal anda free sampai ke pertemuan dengan Mr. Robert di resort anggrek nanti sore."

Dewa memanggut-manggut. "Oke, nanti siang ke lokasi proyek, saya ingin melihat pembangunan gedung baru yang hampir rampung."

"Baik tuan."

***

Hampir satu bulan terlewati, akhirnya pembangunan gedung baru yang sudah di impikan Dewa resmi selesai. Bekerja sama dengan perusahaan besar yang menjadi sekutunya, nantinya gedung itu akan menjadi sebuah pusat perbelanjaan besar yang hits tahun ini.

Dewa tersenyum puas, semua elemen- elemen yang di bayangkan tentang gedung baru ini menjadi kenyataan, ia tak sabar untuk malam peresmian nanti.

"Selamat tuan dirgantara, kita berhasil." seseorang menepuk punggungnya dari belakang, Dewa sontak menoleh di lihatnya Tuan David, yang menjalin kerjasama dengan nya untuk pembangunan gedung ini.

"Kita berhasil, Mr. David." Dewa tersenyum mereka berjabat tangan.

"Sudah siap untuk malam peresmian nanti?" tuan David menarik alisnya berseloroh.

"Of course," kata Dewa seraya terkekeh.

"Saya dengar anda sudah menikah. Saya harap anda akan datang bersama isteri nanti, okay?" tuan David agak sedikit bercanda sambil merangkul pinggang istrinya yang ada di samping.

"Itu benar, bawa istri mu untuk acara nanti malam." imbuh istri tuan David.

Kini tinggal Dewa dengan kebimbangannya.

***

Dewa berjalan pelan masuk ke dalam mansion, awalnya ia menunduk langsung mendongak ketika matanya bertemu pandang dengan Arumi yang kini berdiri hendak menyambutnya. Rutinitas yang mulai wanita itu lakukan sebulan terakhir, meski Dewa terang-terangan menolaknya dan membenci itu, Arumi tetap melakukan nya.

Sebulan lebih tak memperhatikan, Arumi terlihat semakin kurus, Dewa lupa sejak kapan terakhir kali melihat wajah ayu yang kini nampak pucat itu, di sibukkan oleh jadwal dan pekerjaan yang padat, membuat ia lupa jika memiliki istri yang senantiasa menunggunya di rumah.

Pun dengan Arumi wanita itu tak berusaha keras lagi untuk memperhatikan nya sejak kejadian Dewa yang membuang masakan dan terang menolak tak ingin memakannya. Apakah tindakan nya terakhir kali tersebut sangat menyakiti Arumi? hingga Dewa rasa semakin hari gadis itu nampak acuh tak acuh padanya.

"35 hari sudah terlewati ya, tak terasa tinggal dua bulan lebih lagi waktu ku. Sepertinya bumi berputar dua kali lebih cepat." Arumi berkata lirih dengan nada nelangsa. Dewa bahkan tak ingat untuk menghitung hari dari mulai perjanjian hari itu, tapi Arumi mengingat nya jelas bahkan mungkin menghitung nya.

"Tapi ... seperti yang kau lihat, kehidupan rumah tangga kita terasa hambar. Aku belum bisa bahkan untuk sekedar mengetuk pintu hati mu." mata Arumi menatap ke atas kentara sekali berusaha menahan kaca-kaca yang sebentar lagi akan luruh menjadi tangisan.

Sebenarnya sudah berapa kali wanita ini menangis? kenapa matanya kian bengkak terlihat. Dewa bertanya-tanya.

"Kemarikan tas mu." tanpa menunggu untuk di respon, Arumi mengambil alih tas kerja Dewa. rutinitas yang selalu berulang namun Dewa seakan melupakannya.

"Bersihkan dirimu, dan makan malam ya. Untuk kali ini juga, mbok Jum yang memasak jadi kau tak usah khawatir."

Entah kenapa kini dada Dewa seperti tercabik-cabik mendengar ucapan Arumi yang seakan menyimpan luka.

1
SUMARMI SUMARMI
Lumayan
Adele Amoreiza Limbong
apa ceritanya sudah slsai ia kak??
Mat Grobak
👍👍✌
Erni Syah
arumi dah telpn lum sama dewa ..klau blum bisa2 salah paham lagi..thor jgn buat mrka berantem lagi ya...pusing saya bacanya..bikin panas sesak
Puji Lestari
ah baru ge damai udah akan mulai lgi konflik
dandelion: Hehe konfliknya Bru di mulai 😅
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
up nya yg banyak thour 💪😍😍
dandelion: Siaaap di tunggu yaaa
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
akhirnya ,,,smngat thour 💪😍😍😍
dandelion: Siaaap terima kasih te
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
lnjt dong thor bnxk2 dong upx
dandelion: Siaap di tunggu yaa
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
lanjut thour makin suka aku
dandelion: Terimakasih telah berkomentar terus dukung yaa
total 1 replies
Dedew Dewie
sedikit banget up nya ..
dandelion: Di tunggu ya😅
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
yg banyak dong up nya thor
Nadin Nisa Rismaya: salu aku tunggu
total 2 replies
Dedew Dewie
yang banyak up nya Thor
dandelion: Siaap tolong terus dukung y
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
lm dtngg kok cm uppx 1 aja thor
dandelion: Di tunggu yaaa~
total 1 replies
Nadin Nisa Rismaya
next
dandelion: Siap kak
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
up lg dong thor
dandelion: Okeeee di tunggu y
total 1 replies
Nurhayatins Aqil
mbox crwt banget sich
dandelion: Hahaha bikin dongkol y mbok ny😅
total 1 replies
Puji Lestari
lnjut thor
dandelion: Siaap terimakasih dukungan nya
total 1 replies
Eta Adhiaksa
kasian arumi
dandelion: 😓😓😓 Iya kak
total 1 replies
Yunisa
semangat Arumi
dandelion: Semangat ❤️🔥
total 1 replies
Yunisa
dan nantinya kau akan mencintai aruma juga
dandelion: Iya hhehe😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!