🐣WARNING🐣
AREA DEWASA
JOMBLO DILARANG BACA!!!
Dapat menyebabkan baper berkepanjangan yang bisa membuat batin tersiksa.
Ini bukanlah cerita tentang Pernikahan CEO-CEO seperti di cerita lainnya, bukan pula cerita
perjodohan yang menyakitkan di awal pernikahan dan berakhir dengan manis.
Tapi ini adalah sebuah cerita
tentang hati yang salah memilih cinta, tentang
sebuah perjuangan, penantian, dan kesetiaan.
"Gue akan nantangin takdir! Kita liat siapa diantara kita yang akan menang." Kaisar
Hepi reading gengs... 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarung Kevin
Tok,,, tok,,,tok.
Ketukan pintu mobil membuat Kaisar langsung menghentikan aksinya. Haris berhasil menggagalkan misi Kevin mendapatkan hunian nyamannya, karena bisa fatal urusannya jika itu terjadi. Haris seperti mengambil alih tugas malaikat penjaga yang kini tengah menikmati kekhilafannya.
"Kayak ga ada tempat aja lu mau maen disini." Ucap Haris yang saat itu ingin membangunkan mereka berdua malah terkejut saat melihat ulah sahabatnya yang sedang memanfaatkan keluguan gadis belia yang beberapa saat lalu masih terlelap dalam pelukan pria berkaki panjang itu.
"Ganggu aja lu Kampret!" Kaisar mendengus kesal.
Sedangkan Lovie terlihat bersemu karena malu saat ulah mesumnya kepergok oleh si pemilik Bang Jek.
Keduanya makhluk yang kepergok bermesuman di mobil itu mengikuti Haris menuju kediaman Nanda. Ternyata Haris mengajak keduanya untuk makan siang bersama.
"Aku mau minum Kak." Sang penggemar Sehun terdengar malu-malu saat mengucapkan kata-kata itu.
"Ayo silahkan." Nanda mempersilahkan gadis itu meminum segelas jus mangga kemasan yang Nanda suguhkan untuknya.
Kaisar dan Haris terus membahas pekerjaan yang tak sedikitpun ada yang Lovie mengerti, kadang Nanda pun ikut bergabung dalam percakapan mereka. Sedangkan si cantik bermata bulat hanya bisa menikmati hidangan yang Nanda sajikan. Sesekali Kaisar mengusap lembut rambut hitam yang di kuncir kuda itu, dan mencubit pipi mulus tanpa jerawat itu gemas.
Hal itu membuat Haris dapat menyimpulkan jika sahabat yang juga sekaligus atasannya itu benar-benar telah jatuh cinta kepada perempuan yang belum memiliki ijazah SMA-nya.
Nanda mengajak Lovie mengobrol di kamarnya, sedangkan kedua pria itu menikmati rokoknya setelah makan siang mereka.
"Gimana rasanya jadi Bucin?" Haris tersenyum merendahkan pria tampan di hadapannya.
Kaisar tersenyum miring. Jadi seperti ini orang yang menjadi budak cinta yang selalu ia remehkan? Begitu lah pemikirannya.
Kaisar telah termakan ucapannya sendiri yang dulu pernah berucap tak akan pernah menjadi budak cinta seperti pria-pria lain itu lakukan. Cukup para wanita saja yang menjadi budak cinta untuknya, sedangkan dia cukup menikmati perlakuan manis mereka. Tapi kini dia seperti ingin membuat perempuan yang yang masih dalam masa alay itu bahagia dan selalu ingin membuatnya tersenyum.
"Siapa yang bucin?" Elaknya dan terus menikmati hisapan rokoknya. Dan meniupkan asapnya ke wajah Haris.
"Si Kampret! Kai, inget dia masih SMA. Masih dibawah perlindungan Komnas perlindungan anak. Bae-bae lu!" Haris mengingatkan sahabatnya.
"Tapi Ris, bener-bener ajaib tuh cewek, gue kagak bisa lepas kalo udah nyium dia. Bibirnya kayak ada narkobanya, bikin ketagihan. Apalagi respon Si Kevin, kenceng banget sinyalnya dia kalo deket si Lope, jangankan deket baru mikirin dia aja uda kelojotan terus dia."
"Uuuhh, Dedek Kevin udah tau arah dan tujuannya ya sekarang?" Ejek Haris. Ini pertama kalinya Kaisar bercerita betapa menakjubkannya seorang wanita untuk dirinya.
"Kai, Adele gimana?"
Pertanyaan sederhana yang membuat hati Kaisar berkecamuk, dia tidak bisa begitu saja memutuskan hubungannya dengan wanita yang setia menemaninya selama setahun ini. Tapi untuk meneruskan hubungannya dengan Adele Kaisar juga sepertinya sudah tak sanggup. Lovie telah mengisi setiap sudut hatinya. Kini Lovie telah menjadi satu-satunya wanita yang menghiasi mimpi kering dan basahnya.
Kaisar menghembuskan nafas kasar. Merebahkan tubuh seksinya di sandaran sofa. Pengen jadi sofanya.
Matanya tertuju pada langit-langit apartemen Nanda yang bercat putih. Sedangkan hatinya sedang kalut diantara dua pilihan.
"Elu harus milih satu diantara mereka. Pilih Adele atau Lovie!"
Benar apa yang dikatakan Haris dia harus menetapkan pilihannya. Antara cinta sederhana yang setia menemaninya selama ini atau cinta baru yang penuh gejolak. Tau luh! Gara-gara kelakuan elu, gue dihujat netizen tau Kai. Elu yang ngeduain Adele gue yang diomelin sama reader, coba lu milih gue ga akan kayak gini ceritanya.
"Gue sih kalo suruh ngawinin mereka berdua, gue sih ikhlas-ikhlas aja." Kaisar nyengir.
"Lah si Bangke! Elu ikhlas mereka mana bisa ikhlas? Pea nih orang. Otak cerdas lu udah sengklek nih kayaknya gegara jatuh cinta." Haris melemparkan bantal sofa ke arah pria yang sedang tersenyum nakal.
****
"Kamu pacar Kaisar?" Tanya Nanda pura-pura tidak tahu. Walaupun sebenarnya dia tahu semua tentang Kaisar, bahkan beberapa wanita yang pernah dia pacari sebelum Adele.
Lovie menggeleng, tapi wajahnya kembali merona.
"Tapi kayaknya Kaisar naksir kamu deh." Nanda memancing reaksi si Lugu Lovie.
"Gak mungkin, Kak Kaisar kan udah punya Dokter Adele." Entah mengapa hati Lovie berdenyut sakit saat menjawab itu.
"Ya bisa aja kan pacaran sama Kak Adele tapi cintanya buat kamu." Nanda menggoda gadis belia di hadapannya yang sedang menikmati drama Korea yang sedang mereka tonton.
"Gak mungkin lah Kak, aku siapa? Cuma mantan anak Sultan. Sedangkan Kak Adele udah jelas bibit, bebet, bobotnya." Ada rasa minder saat kata-kata itu meluncur dari bibir yang beberapa saat lalu Kaisar nikmati dengan rakus.
"Cinta itu ga butuh alasan Sayang!" Jawab Nanda sambil tersenyum kepada perempuan yang sedang kalut hatinya.
*****
"Sorry Bro, barang gue ketinggalan di mobil lu." Haris mengikuti kedua orang yang baru keluar dari apartemen kekasihnya.
"Apaan?"
"Sarung Bang Jek." Haris nyengir.
Mengerti benda apa yang dimaksud, Kaisar mendaratkan tinjunya ke lengan Haris. "Dasar Kampret mesum!"
"Kagak beda jauh sama lu Bangke!"
Haris langsung mengambil bungkusan plastik yang berisi beberapa kotak pembungkus Bang Jek.
"Dedek Lovie suka rasa apa?" Tanya Haris jahil.
"Rasa apaan? Apaan sih maksudnya?" Lovie yang memang memiliki otak sesuci Otor tidak mengerti arah pembicaraan Haris.
"Elu suka strawberry?" Tanya Haris sambil memilah milih kotak dalam dalam kantong plastik.
"Ga usah dijawab. Sableng dia tuh!" Kaisar mendorong tubuh ramping itu masuk ke dalam kursi penumpang depan. Dia pun segera masuk ke dalam mobilnya.
"Nih rasa strawberry, kali-kali kalo si Kevin udah ga bisa lagi diajak kompromi." Haris melemparkan kotak bergambar strawberry ke pangkuan Lovie yang masih bingung apa isi di dalam kotak bergambar strawberry itu.
Kaisar melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang kini mulai memancarkan warna jingga keemasan.
"Ini apaan sih Kak?"
"Elu masih bocah, belum boleh tau. Buang sonoh!"
Mendengar ucapan Kaisar membuat rasa penasaran Lovie menjadi bertambah. Dia membuka kotak bersegel itu.
"Ini vitamin?" Pertanyaan polos saat dia memandang plastik pembungkusnya.
"Ngapain elu buka Lop? Masukin lagi!" Bentak Kaisar.
Tapi Lovie telah merobek dan mengeluarkan isinya. "Ini apaan? Balon?" Lovie menarik-narik karet pengaman itu.
"Kalo ditiup bentuknya kayak gimana ya?"
Kaisar yang tengah sibuk mengemudi menjadi susah merebut benda yang seharusnya menjadi sarung Kevin.
"Lope stop!" Kaisar kembali berfantasi liar melihat Lovie meniup karet pengaman itu.
"Kak, ini apaan sih?"
"Sarung si Kevin!" Jawab Kaisar sambil merebut karet pengaman yang ada di tangan suci Lovie.
"Kenalin aku sama Kevin! Aku pengen liat dia pake itu."
Waduh! Bahaya!
haiiiiii Kaisar🩷
tapi kembali lagi jika cinta di paksakan tidak baik. memaksakan cinta juga tidak baik.
ibu nya mencoba membantu tapi sayang caranya salah.
akhirnya mereka akan saling menyakiti.
lovie gadis lugu yang terjebak cinta pria dewasa.
lovie hanya mengikuti alur hidup nya si mantan putri sultan yang jadi upik abu walaupun bukan babu ya 🤩🤩.
untuk mama adele entahlah??.