NovelToon NovelToon
Jerat Hasrat Pangeran Gaib

Jerat Hasrat Pangeran Gaib

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Suami Hantu / Dunia Lain / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Ketika sedang berlibur bersama teman-teman kerjanya ke sebuah wisata air terjun, tanpa sengaja Mila menemukan sebuah kalung berlian berwarna merah.


Tidak lama setelah itu, sesosok mahluk gaib muncul di hadapannya dan mengaku sebagai pemilik kalung tersebut. Mahluk itu menjerat Mila ke dalam hubungan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Cerita ini hanyalah sebuah karangan Author belaka. Jadi, harap maklum jika di dalamnya terdapat cerita yang tidak masuk akal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalung Berlian Merah

"Tapi tidak harus pergi ke tempat ini juga 'kan, Mila? Jujur, aku sempat berpikir kalau kamu marah padaku," ucap Rika sambil menatap lekat Mila.

"Marah?" Mila tersenyum miring kemudian memalingkan wajahnya, menatap aliran sungai yang mengalir di bawah jembatan.

"Untuk apa aku marah?" lanjutnya.

Rika ikut-ikutan berdiri di samping Mila kemudian memperhatikan pemandangan indah yang tersaji di depan matanya.

"Aku pikir kamu marah karena melihat aku berduaan sama mas Rangga tadi siang," sahut Rika dengan raut wajah sedih.

"Rika, apa kamu mencintai mas Rangga?" tanya Mila tiba-tiba. Ia melirik Rika untuk beberapa detik, kemudian kembali fokus pada pemandangan yang ada di hadapannya.

Rika refleks menoleh ke arah Mila dengan alis yang saling bertaut. "Kenapa kamu bertanya seperti itu, Mila? Kamu itu sahabat terbaikku dan aku tahu bahwa kamu menyukai mas Rangga. Tidak mungkin 'kan aku setega itu menikung kamu? Sebenarnya apa yang terjadi tadi siang, tidaklah sama seperti yang kamu pikirkan. Saat itu aku dan mas Rangga membicarakan soal ...."

Rika menghentikan ucapannya. Ia menoleh ke sekeliling kemudian bertanya kepada Mila dengan berbisik pelan.

"Mila, apa pangeranmu itu ada di sini?"

Mila mengedarkan pandangannya. "Tidak ada, memangnya kenapa?" tanya Mila penasaran.

"Tadi siang, aku dan mas Rangga membahas soal pangeranmu itu, Mil. Kamu tau apa yang sudah dilakukan oleh lelaki gaib itu kepada mas Rangga?"

Mila menggelengkan kepalanya pelan kemudian mulai fokus kepada sahabatnya itu. "Memangnya apa yang sudah dilakukan oleh pangeran Hans kepada mas Rangga?"

"Kata mas Rangga, pangeranmu itu sudah pernah menampakkan wujudnya. Selain untuk menakut-nakuti mas Rangga, ia juga sempat mengancamnya. Itu lah sebabnya kenapa mas Rangga takut mendekatimu," tutur Rika dengan begitu serius.

"Apa!" pekik Mila dengan mata membulat sempurna. Ia tampak kesal setelah mendengar penuturan dari sahabatnya itu.

"Ternyata ini perbuatan pangeran Hans! Akh, ini tidak bisa dibiarkan!" kesal Mila dengan wajah memerah, menahan amarahnya.

"Tapi, Mila! Tolong, jangan bawa-bawa nama aku, ya. Aku takut mahluk itu tiba-tiba muncul ke hadapanku kemudian mengancamku karena aku sudah berani ikut campur urusan kalian," tutur Rika dengan wajah cemas.

"Kamu tenang saja, aku tidak akan pernah bawa-bawa namamu."

Mila mendengus kesal. Tiba-tiba saja ia teringat akan kalung pemberian pangeran Hans yang kini masih melingkar di lehernya. Mila meraba benda cantik itu kemudian menariknya dengan keras.

"Aku harus bisa melepaskan kalung ini. Harus!" gumam Mila sambil terus menarik kalung tersebut dengan kasar.

Rika menatap heran ke arah Mila. "Kamu kenapa, Mil? Apa kamu ingin melepaskan kalung ini?" tanya Rika sembari memegang tangan Mila yang terus mencoba menarik kalung cantik itu.

"Iya, bantu aku melepaskan kalung ini, Rika," sahut Mila sembari menarik rambutnya ke depan, agar Rika mudah melepaskan pengait kalung tersebut.

"Memangnya kenapa, Mil? Bukankah ini kalung peninggalan nenekmu? Jadi, kenapa dilepas? Kalau hilang bagaimana?" tanya Rika penasaran.

"Maafkan aku karena sudah membohongimu, Rika. Sebenarnya kalung ini bukanlah peninggalan mendiang nenekku, tetapi milik pangeran Hans. Lelaki itu memberikannya kepadaku karena katanya kalung ini adalah milikku di masa lalu," tutur Mila.

Rika terdiam sejenak sambil menatap sahabatnya itu. Walaupun kedengarannya sungguh tidak masuk akal, tetapi Rika percaya bahwa sahabatnya itu tidak sedang membohonginya.

"Apa lelaki itu tidak akan marah jika kamu melepaskan kalung ini, Mil?" tanya Rika yang tiba-tiba ragu untuk membantu Mila melepaskan kalung tersebut.

"Tidak akan terjadi apa-apa. Percayalah kepadaku. Dan siapa tahu setelah aku menyingkirkan kalung ini, lelaki gaib itu akan segera pergi dariku. Benar 'kan?" imbuh Mila sambil tersenyum tipis kepada Rika.

Rika pun mengangguk pelan dan mulai membantu Mila melepaskan kalung tersebut dari lehernya. Cukup lama Rika mencoba melepaskan pengait kalung tersebut, tetapi kalung itu begitu kuat dan sulit untuk dilepaskan.

"Bagaimana, Rika? Berhasil?" tanya Mila yang sudah tidak sabar ingin melepaskan kalung tersebut dari lehernya dan dengan itu pula ia berharap bisa melepaskan diri dari lelaki gaib tersebut.

"Belum, Mil. Pengait kalung ini benar-benar keras dan sulit untuk dibuka. Padahal untuk kalung seukuran ini, tidaklah sulit melepaskannya," ungkap Rika.

"Haduh ... jadi bagaimana, dong?" Mila mulai putus asa.

"Sebentar, akan aku coba lagi," sahut Rika.

Rika kembali fokus pada pengait kalung tersebut. Ia mencoba melepaskan kalung itu dari leher Mila sambil berkomat-kamit. Membaca semua doa-doa yang ia hapal.

Setelah beberapa menit kemudian.

"Yess, akhirnya aku berhasil melepaskannya!" ucap Rika dengan begitu antusias.

Rika menarik kalung itu hingga terlepas dari leher Mila kemudian menyerahkannya kembali kepada sahabatnya tersebut.

"Ini kalungnya, Mil."

"Wah, syukurlah! Terima kasih," sahut Mila sembari meraih kalung itu kemudian memperhatikan benda cantik itu dengan seksama.

"Aku tidak peduli walau kepalaku harus melayang sekali pun!" gumamnya sambil tersenyum sinis.

Tanpa pikir panjang, Mila pun bergegas melemparkan kalung tersebut dengan sepenuh tenaganya ke arah sungai.

Plunggg!

"Mila! Kenapa kalung itu dibuang!" pekik Rika sambil menatap riak di permukaan air setelah Mila melemparkan kalungnya tersebut.

"Sudah, biarkan saja. Aku sudah tidak peduli dengan benda itu, walaupun kalung itu harganya mahal dan bisa membuat aku kaya mendadak," sahut Mila dengan mantap.

Rika menghembuskan napas berat. "Aku juga sependapat denganmu, Mil. Buat apa mempertahankan benda itu kalau hidupmu tidak tenang dibuatnya."

"Benar 'kan? timpal Mila.

"Ehm, sebaiknya kita pulang saja, Mil. Ini sudah hampir gelap," bujuk Rika sembari melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.

Mila mengangguk pelan. "Baiklah."

Rika meraih tangan Mila kemudian mereka pun melangkah bersama menuju halte bus.

Sementara itu.

Pangeran Hans menatap Mila dan Rika yang kini sudah melenggang pergi meninggalkan jembatan itu. Lelaki gaib itu terus menatap punggung Mila dengan tatapan yang begitu sulit diartikan.

"Kenapa kamu melakukan ini, Aurora? Aku tidak pernah menyangka bahwa ternyata menaklukkan hatimu sekarang ini, sangatlah sulit jika dibandingkan dahulu," tutur Pangeran Hans sambil mengepalkan tangan kanannya dengan erat.

Kalung berlian merah itu kini berada di dalam genggaman pangeran Hans. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mengembalikan benda cantik tersebut kepada sang pemilik.

...***...

1
abang kakak adek
selamat ya 2R
abang kakak adek
tega amaad pangeranbgaibbitu jebak rangga dan rikaa
kan kasiian
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indahnya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu...
Yunerty Blessa
tak terasa dah selesai, cerita nya sungguh terbaik...tak berbelit,mantap....
Yunerty Blessa
pasti Mila anak mereka
Yunerty Blessa
seperti nya Mila bukan orang sembarangan...
Yunerty Blessa
padan muka kau Raja Edward
Yunerty Blessa
baru sedar langsung minta jatah 🤭 biar betul ni Pangeran Hans
Yunerty Blessa
mungkin Pangeran Hans cuma pengsan saja... semoga ada keajaiban buat Pangeran Hans...
tahniah buat kehamilan Mila...
Yunerty Blessa
syabas, Pangeran Hans sampai pada tepat masanya...
Yunerty Blessa
belum sempat kalian mengeksekusi Mila, Pangeran Hans sudah tiba untuk menyelamatkan Mila...
Yunerty Blessa
pasti ini ulah Raja Edward dan Putri Serena....bisa² Mila akan diculik
Yunerty Blessa
aku yang panas sejuk membacanya 🤣🤣
Yunerty Blessa
begitu mudah nya Raja Edward terhasut dengan cerita Putri Serena padahal dalam hati nya,dia menginginkan Pangeran Hans menjadi suaminya... mimpilah Putri Serena
Yunerty Blessa
syabas Mila, jangan gentar menghadapi Raja Edward
Yunerty Blessa
jawapan Pangeran Hans sungguh tegas....
Yunerty Blessa
satu restu sudah di genggam oleh Pangeran Hans dan Mila...
Yunerty Blessa
Mila pasti akan dijaga dengan rapi oleh Pangeran Hans
Yunerty Blessa
bersabarlah Mila menghadapi cabaran nanti, semoga Pangeran Hans akan selalu menjaga mu dari kejahatan Raja
Yunerty Blessa
rasakan Lulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!