NovelToon NovelToon
Love Not Scenario

Love Not Scenario

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Sudah Terbit
Popularitas:12.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

Di usia yang tak dikatakan muda, Amaira Husna selalu didesak untuk segera menikah. Alih-alih berkeluh-kesah kepada sahabatnya, Reynand. Menceritakan kegalauannya tentang bagaimana cara mengambil sikap sebab orangtuanya telah mencarikan jodoh untuknya, justru dia mendapati hal yang tak pernah dia sangka.

Salahnya yang bercerita atau inilah solusi satu-satunya untuk menolak jodoh dari orangtua. Sebab Reynand datang di hari yang sama bertepatan disaat tamu orangtuanya tiba. Reynand datang mengutarakan niat untuk melamarnya.

Akankah Amaira menerima tindakan konyol Reynand, yang notabenenya berstatus sahabat dengan hubungan yang jelas tanpa dilingkupi adanya cinta.

Atau terpaksa menerima dan menganggapnya sebatas solusi yang malah berbuntut frustasi akibat keputusannya?



Tpe-
20-09-2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

To : Reynand

Rey kita harus bicara, aku tunggu ditempat biasa. setelah jam kerja.

~

From : Reynand

Ya

~~

Sudah dua minggu sejak malam pertunangan itu. Saat nomor Reynand sudah aktif aku segera ambil tindakan dan sekarang adalah keputusanku untuk menemuinya, guna membicarakan apa yang harus dibicarakan untuk mencari sebuah penyelesaian.

Semakin lama masalah di diamkan tak akan selesai. Ibarat air keruh yang tidak di alirkan, akan berubah menjadi busuk. Apalagi hari H sudah semakin dekat.

Aku kini sedang duduk berhadapan dengan Reynand di bangku Caffe. Letaknya paling pojok bernuansa temaram dengan cahaya lampu tak terlalu gelap dan tak terlalu terang. Suasana tak begitu ramai sebab ini hari biasa.

Sudah dua puluh menit waktu terbuang dan kami hanya saling diam tak bergeming. Tiada yang bersuara.

Rasanya aku lelah untuk menunggu. Baiklah, kalau begitu aku yang mulai.

"Teman tapi menikah, benar-benar lucu." Kataku membuka suara, dan kuiringi dengan mendecih disertai tertawa miris.

"Rencanamu sungguh diluar dugaan Rey," lanjutku.

"Maksud kamu?" Reynand menatapku heran.

"Ini yang kemarin kamu sebut dengan kata bantuin!" ucapku kesal sembari menunjuk cincin yang melingkar di jari manisku.

"Bantuan macam apa ini Rey!" ujarku dengan nada membentak. Nafasku terengah tersulut emosi.

Bisa kudengar ia berdecak, "Kenapa? kamu marah?"

Aku tak tahan lagi, "Marah? Kamu masih bertanya padaku, apa aku marah? Dan apa kamu tahu, aku benar-benar gak habis fikir. Bagaimana bisa kamu mempertaruhkan pertemanan kita?" Ucapku dengan suara menggebu. Bahkan kurasakan kini dadaku naik turun, merasakan kekesal yang sudah menyelimuti hatiku.

Dan kulihat Reynand masih tidak perduli. Apa dia berfikir ini hanya lelucon.

"Bahkan kita sudah dua puluh lima tahun Rey, apa lupa?" kataku mengingatkan, barangkali saja dia lupa atau mungkin sudah lupa ingatan.

Reynand mendecih dan memalingkan pandangannya.

"Haruskah aku ingatkan, kalau kita hanya teman, ya hanya teman!" jelasku dengan nada setengah emosi.

"Gak perlu!" jawab Reynand singkat dan membenarkan posisi duduknya.

"Kita gak ada hubungan lebih dari itu Rey," ujarku perlahan dan penuh penekanan.

"Ya, aku tau," sahutnya cepat.

Lalu kugigit bibir bawahku untuk menyalurkan rasa kesalku.

"DAN-A-KU-GAK-CIN-TA-SA-MA-KA-MU!" kukatakan kalimat itu dengan sedikit penekanan dan menatap wajah Reynand. Mencoba menangkap respon apa yang akan dia keluarkan.

Tapi yang kutemukan Reynand memilih diam dan tatapannya intens, menatap ke arah mataku tajam.

Selang beberapa detik dia berkata, "Lalu apa maumu sekarang?"

"Kita batalkan pertunangan ini, cukup sampai disini!" jawabku cepat-cepat.

"Ok kita batalin." Jawabnya disertai anggukan, cukup ada jeda lalu dia melanjutkan kalimatnya. "Dengan begitu kamu akan semakin mengeluh dan mengasihani hidupmu. Benar begitu?" ucap Reynand dengan nada sinis.

"Atau kamu sudah berubah pikiran dan akan dengan suka rela menerima pilihan orangtuamu. Memilih lelaki yang kamu sendiri mengatakan tak mengenalnya, yang kamu bilang asing, yang tak kamu tau asal-usulnya. Dan yang kamu katakan bahwa lelaki itu payah, main pukul atau barangkali main perasaan." Ucapnya lalu punggungnya bersandar pada kursi dan bersedekap dada.

"Lalu kamu akan mulai mengadu, menyesal, menangis, meratapi nasibmu, lalu... " Lanjutnya berujar tanpa jeda.

"CUKUP!" Aku memotong keras dan menghentikan ucapan Reynand yang seakan memojokkanku.

Air mata sudah mulai terjatuh tak tertahan. Rasa kesal bercampur aduk dengan yang lainnya. Sebegitu menyedihkannya hidupku sampai dibilang mengasihani diri. Sedikit aku memalingkan wajahku dan merapatkan geraham.

"Itukah yang kamu mau, iya!" Lanjutnya dengan penekanan dan kini dia menegapkan posisi duduknya.

"Lalu apa tujuanmu dengan semua ini?" tanyaku seraya memandang kembali ke arah Reynand.

Cukup lama dia terdiam dan belum sempat dia menjawab, aku berujar lagi, "Ingin mempermainkanku, iya!?" tanyaku dengan nada membentak.

Reynand menanggapiku berdecih dan tersenyum sinis.

"Benarkan ini cuma permainan?" tekanku padanya.

"Mainan?" Reynand tersenyum sinis dan seakan menyebut kata itu seperti pertanyaan. Lalu dia menghembuskan nafas kasar dan memalingkan pandangannya.

Kerongkonganku terasa kering dan rasanya untuk menelan ludah pun sulit. Begitupun mataku rasanya sudah semakin perih.

"Ok, kalau begitu aku turuti permainan kamu. Kita Menikah," ucapku.

Reynand kini memandangku. Raut wajahnya serius menatap ke arahku.

Dan bolehkah aku egois? Ah, tentu saja boleh. Reynand sudah bertindak demikian. Aku juga harus mulai bertindak, monologku dalam hati.

"Aku punya permintaan. Kita Menikah hanya untuk sebuah status, gak ada hal yang lebih dalam hubungan pernikahan kita nanti. Dan aku minta satu hal lagi sama kamu. Suatu saat jika aku sudah bertemu dengan orang yang aku cintai, kamu harus bersedia untuk lepasin aku, HARUS!" Tegasku padanya. Rasa kesal mulai bercampur aduk dengan perasaan lainnya. Pandangan mataku perlahan kabur oleh air mata.

"Ada lagi?" Astaga, dia malah memberi penawaran.

"Gak." Jawabku singkat disertai tatapan mata mengabur dengan air mata menggenang.

"Ok." Jawabnya disertai anggukan dan jangan lupakan wajah datarnya.

Sesaat kami saling diam dengan pikiran kami masing-masing. Dia tak juga angkat bicara. Aku merasakan kekesalan menguasai tubuhku.

Akupun sekarang memutuskan untuk berdiri dan beranjak pergi tanpa berpamitan pada Reynand.

Dan baru kali ini aku merasakan sakit yang luar biasa. Dan ini pertama kalinya aku membencinya. Ya, aku membencinya.

Oh please jangan nangis Ra! Jangan nangis, gumamku dalam hati. Aku pun semakin mempercepat langkahku.

Air mataku sudah tak tertahan. Tangisku pecah saat aku sudah sampai dalam mobil. Bahkan aku memegangi dadaku yang rasanya sudah bergemuruh karena amarah, kecewa, malu dan sakit berbaur menjadi satu. Dan aku menenggelamkan kepalaku pada stir mobil. Serta menyembunyikan menggunakan kedua tanganku.

"Bagaimana bisa kamu lakuin ini sama aku Rey?"

"Bagaimana bisa kamu permainkan aku?"

"Aku bukan lelucon"

Aaaaaaaa

Isakku pilu menggema diruang sempit nan gelap. Karna begitu aku masuk mobil aku membiarkan mobil dalam keadaan tak dinyalakan.

To be Continue

1
Cuneng Bavvel
aku kangeeen 😍
Glorya Raya
Luar biasa
Tini Laesabtini
aku sering bgt tuh ,masak nasi lupa mencet tombol on,udh nunggu lama mau nyiduk msh beras 😁😁
Tini Laesabtini
emang ada semur ayam bumbu kuning ? opor kali ya kalau semur kan item Krn pake kecap 🙏🙏
Kanian June
Luar biasa
Kanian June
mbak Dewi 🥹
Kanian June
gak semua laki-laki bisa begini
Kanian June
mampir Thor /Smile/
Kanian June
padahal si wanita kadang juga ikut kerja /Scream/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
egois banget , gak sesuai umur sifatnya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
hmm kurang suka sifat ceweknya, semoga ada perubahan:')
Pasikah CwElosbes
aku udah 4x BCA novel ini kangen ma crta nya...knpa GK ada novel Bru lgi AP pindah lapak ya. yg tau bantu jawab dong temen temen
Ayuchan: Kak Aryanna hiatus, soalnya sibuk ngurus dedek bayinya😁
total 2 replies
SeoulganicId
karakter cewe nya nyebelin ya 😭
Cuneng Bavvel: cerita mbak amaira hampir mirip sama kehidupan ku mana sama sifat nya jga gak pekaan kl ada yang suka walaupun udah bilang suka aku tanggepin nya becanda dan ya yang jadi suami aku sekarang juga temen aku dari SMP tapi kita beda sekolah mana temen curhat pulang judul nya sahabat jadi cinta 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rana Nana
setelah 4 tahun berlalu...ku baca ulang lagi sekarang😂😂😂😂
Sumaraini Hasanah
dasar koplak
Ini kanya
aku ngakak bacanya thor.. novelmu bagusss /Sob/
Zakia
baca novel ini ke 5x nya, kangen
Bunda Aish
Luar biasa
Wahyu Poenying
luar biass
Imas Hanifah
ga kerasa udh 4 taun aja aku balik lagi ke sini bolak balik ga bosen sma cerita nya mas rey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!