NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 PERANG FINANSIAL DIBALIK GARIS MUSUH

Setelah menerima surat dari Kaisar Liang, fokus Anya segera beralih dari sekadar mengelola logistik pertahanan menuju strategi yang jauh lebih ofensif: meluncurkan perang finansial bawah tanah untuk menghancurkan stabilitas ekonomi internal klan Mongol-Khitan dari dalam. Di duniaku yang lama, sebuah negara yang sedang berperang tidak hanya bisa dihancurkan melalui kekuatan militer di garis depan, melainkan bisa ditekuk lututnya melalui sanksi ekonomi, inflasi buatan, dan penghancuran nilai mata uang domestik mereka.

Klan utara Temur Khan mungkin memiliki pasukan berkuda yang sangat mematikan, namun mereka memiliki satu kelemahan fatal: struktur ekonomi mereka sangat primitif dan sangat bergantung pada pasokan barang-barang sekunder dari Kekaisaran Han, seperti garam, teh, dan kain wol kasar untuk bertahan hidup di musim dingin. Mereka membiayai perang mereka dengan menggunakan koin perak jarahan dan emas mentah hasil tambang perbatasan.

Anya memanggil perwakilan dari bank swasta tradisional yang kini telah dia integrasikan ke dalam sistem perbankan nasional kekaisaran. "Mulai besok pagi, aku menjatuhkan 'Dekrit Embargo Ekonomi Total' terhadap seluruh wilayah utara," perintah Anya, suaranya terdengar sedingin es malam. "Hentikan seluruh pengiriman komoditas garam, teh, dan obat-obatan ke pasar perbatasan. Siapa saja pedagang Han yang tertangkap basah menyelundupkan satu gram garam saja ke wilayah musuh, seluruh harta klannya akan disita dan seluruh anggota keluarganya akan dihukum kerja paksa."

"Namun Yang Mulia," sela salah seorang bankir senior dengan ragu. "Jika kita menghentikan perdagangan perbatasan secara total, para pedagang kita juga akan kehilangan keuntungan besar dari penjualan kain wol mereka."

"Mereka tidak akan rugi, karena Badan Usaha Milik Kekaisaran akan membeli seluruh stok kain wol mereka dengan harga pasar normal untuk dijadikan pakaian musim dingin bagi pasukan kita," jawab Anya dengan cepat, mementahkan keberatan tersebut menggunakan logika substitusi pasar modern. "Tujuan utamaku bukan hanya menghentikan pasokan barang, melainkan menciptakan inflasi ekstrem di dalam wilayah Temur Khan. Ketika pasokan garam dan teh menghilang dari pasar mereka, harga kedua komoditas tersebut di wilayah utara akan melonjak hingga seratus kali lipat dalam hitungan hari."

Anya kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi koin-koin tembaga dan perak palsu dengan kualitas cetakan yang sangat sempurna—hasil karya departemen pencetakan uang kekaisaran yang telah dia modifikasi formula logamnya. "Langkah kedua: gunakan jaringan agen rahasia kita di pasar perbatasan untuk menyebarkan koin perak dengan kadar rendah ini ke dalam wilayah utara dalam jumlah masif untuk membeli sisa-sifat ternak dan kuda mereka. Kita banjiri pasar mereka dengan mata uang yang tidak memiliki nilai spekulatif riil."

“Ini adalah strategi devaluasi mata uang dan hiperinflasi buatan,” batin Anya dengan kilatan kecerdasan yang mematikan di matanya. “Ketika rakyat Temur Khan menyadari bahwa koin perak yang mereka pegang tidak bisa membeli sebutir garam pun karena harganya yang telah melambung tinggi akibat kelangkaan, kepercayaan mereka terhadap kepemimpinan Khan mereka akan runtuh total. Para prajurit di garis depan tidak akan mau lagi bertempur jika menyadari bahwa upeti perang yang mereka terima tidak memiliki nilai beli sedikit pun untuk menyelamatkan keluarga mereka yang kelaparan di rumah. Perang dagang ini akan menghancurkan moral mereka dari dalam, sebelum pedang Liang menebas leher mereka di medan pertempuran.”

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!