NovelToon NovelToon
Sedayu Ingmurti Kekasih Ghoibku

Sedayu Ingmurti Kekasih Ghoibku

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Balas Dendam / Spiritual / Tamat
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ben Susanto

Aku membangun Viila di Ubud Bali ternyata ada sosok penunggunya, Sedayu nama sosok gadis berwajah rusak. Dulu ia tinggal disana sering disiksa kepala desa, diperkosa dan ahirnya dibunuh.
Kemunculan Dayu mengganggu para tamu. Setelah melalui mediumisasi aku berhasil berhubungan secara ghoib dengan Dayu.
Ternyata ia sering mengganggu karena marahnya pada manusia.
Aku katakan bahwa sanggup menetralisir asalkan Dayu berhenti mengganggu.
Dalam komunikasi ia minta bantuan untuk membalas dendam untuk perjalanannya menuju Sang Hyang Widi.
Aku terbawa cerita Dayu dan misteri alam lampau.
Kisah misteri dan aneh ini kualami karena hingga kini sosok Dayu masih sering muncul.
Ayok simak cerita ini yang penuh ketegangan dan kesedihan yang amat dalam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ben Susanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tari sudah bisa melihat.

"Buat apa aku hadir mendampingimu kanda? apalah aku ini..aku tidak pantas bersanding denganmu..hik..hik, terima kasih sudah diberikan jalan terbaik jalan Islam..aku sebaiknya pergi dari sini..hik tidak apa kanda, carilah pasangan dari golonganmu..maafkan aku kanda"

"Jangan kau katakan demikian..aku sayang kepadamu dan cinta padamu..tenang ya sayangku" Aku peluk terus tubuhnya dan tak kulepaskan..aku takut ia akan lari dariku..Ya Allah jangan kau biarkan ia pergi dariku.

Tari, adikku berdiri terbengong didekat kami..ia tidak habis pikir..yang ia lihat disana kakanya seperti sedang memeluk seseorang..tapi tidak ada siapa siapa..ia hanya mendengar suara seorang wanita tapi tanpa tubuh.

Tari mendekat kearahku..ia mencoba meraba tubuh Dayu..Tari menengok kepadaku dan berkata..

"Mas..aku sekarang ikhlas mas dengan mba Dayu..maafkan aku mba Dayu aku tadi hanya bingung saja..wajar bukan? aku hanya seorang manusia biasa dan adik dari mas Randi..pastinya aku kawatir..tapi, kini aku sadar..kalian berdua tidak bisa dipisahkan..berbahagialah kalian, aku setuju perkawinan kalian"

"Benarkah apa yang kau katakan Tari?" aku bertanya.

"Ya benar..namun ada satu sarat dariku"

"Apa itu saratnya? ayo sebutkan!" ujarku mendesak.

"Bukakan mata bathinku..aku harus bisa melihat mba Dayu seutuhnya..kalau tidak maka perkawinan ini tidak kusetujui"

Aku melepaskan tubuh Dayu dan merangkul adikku.

"Tari..itu bisa dan gampang..kita tunggu pak mangku ya..kalau pak mangku tidak bisa pak Ustad pasti bisa..semua karena izin Allah pasti bisa! Terima kasih adikku sayang" Pelukan aku kencangkan.

Dayu yang masih duduk dianak tangga ikut mendekat dan bertanya kepada Tari.

"Dik Tari..kamu harus benar benar ikhlas dan jujur, sejujurnya..bahwa kakamu boleh menikahi aku..dan kalau memang kamu mengizinkan, aku akan mendampinginya sampai ahir hayat, akan ku sayang, ku cintai selayaknya seorang istri yang baik..Insya Allah"

Dayu mebersihkan air mata dipipinya dan ia berkata lagi,.

"Bisakah kamu memelukku dik Tari..coba dik..coba mendekat padaku..apabila kamu betul betul ikhlas Insya Allah bisa merasakan tubuhku"

Awalnya Tari ragu..tapi aku menarik tangannya mengajaknya memeluk Dayu.

Tari mendekat, ia kaget..sebab ia bisa merasakan hembusan nafas dan hangatnya tubuh Dayu. Tari tambah mendekat dan ia memeluk seluruh tubuh Dayu.

Kedua mata Tari terbuka lebar lebar, mulutnya menganga..

Oh my God! aku bisa memeluknya..mas! aku memeluk tubuh seseorang!.mba Dayu, peluk aku!"

Dayu kini balas memeluk Tari, ia menempelkan pipunya ke pipi Tari dan membisikkan kekuping Tari.

"Dik Tari terima kasih..telah menerimaku menjadi bagian dari keluargamu..aku sayang kamu Tari" Dayu mencium pipi Tari dengan lembut.

Tari tambah ketat memeluk Dayu.

"Mas! panggil pak mangku sekarang! please!! aku mau liat mba Dayu! ayo cepetan"

Oke oke! aku call sekarang! ya Allah aku sangat bahagia!..sudah kalian sekarang saling bicara dulu..aku mau call pak mangku dulu"

...<●○●○●○>...

Aku menceritakan hal ihwal adikku kepada pak mangku. Ia kaget sekali, dan katanya..sekali lagi, satu keajaiban telah terjadi! Baik saya segera kesana katanya.

Kurang dari setengah jam pak mangku sudah datang ia digonceng wakilnya. Wakilnya ini ternyata ingin melihat juga proses pembukaan mata bathin.

Setelah semuanya disiapkan, Tari duduk dan mengosongkan pikiran siap menerima segalanya.

"Nak Tari..kalau saya bilang silahkan dibuka matanya..kamu jangan langsung buka ya..sebab disini selain mba Dayu ada 2 temannya juga, mereka semua wanita muda..pelan pelan saja buka matanya..Siap?"

"Saya siap pak mangku" jawab Tari.

"Tarik nafas kosongkan pikiran"

"Sudah..sekarang buka pelan pelan matamu"

Tari membukanya perlahan lahan..pertama tama ia melihat Dayu yang duduk disamping aku. Ia terkejut dan menutup mulutnya kagum akan kecantikan Dayu. Kedua ia melihat kebelakang Dayu dimana Ariti dan Rumi duduk dengan posisi bersila. Kembali ia kagum.

Tari bangkit dan memeluk Dayu. Keduanya saling memeluk.

"Maafkan aku mba Dayu" ucap Tari.

"Tidak apa apa dik Tari tidak apa apa"

"Nah..ini kan yang cantik cantik..sekarang kamu berdiri dan pegang tangan mas mu jangan dilepas ya dan jangan takut" kata pak mangku.

Namun, Tari tidak memegang tangan kakanya tapi malah memegang erat tangan Dayu.

"Sekarang lihat siapa yang ada dipintu gerbang depan" ucap pak mangku sambil menunjuk kearah luar.

Tari mengalihkan pandangan dan ia berteriak dan sembunyikan wajahnya didada Dayu. Ia kaget sekali melihat Gung Acreng yang berdiri tegak melihat kearahnya.

"Itu apa?! ko besar sekali!.Itu singa??" tanyanya ketakutan.

"Ya Tari..itu namanya patih Gung Acreng Adhi, dia penunggu dan penjaga villa ini" ucapku.

"Jadi yang kamu liat kecantikan Dayu dan 2 temannya bukan apa apa dibanding dengan mahluk mahluk diluar sana..apakah kamu kuat dibukakan terus mata bathinmu?"

"Insya Allah kuat..tapi kalau aku tidak kuat apa bisa ditutup lagi?"

"Insya Allah bisa..jangan takut" kataku.

"Aku mau sama mba Dayu dan 2 temannya aja ah..itu serem banget! So huge!"

"Oya kenalkan ini namanya Ariti dan yang ini Rumi, mereka tinggal disini juga bersama kita"

"Alhamdulillah aku punya teman teman baru!"

"Baiklah..mumpung pak Mangku ada disini dan pak Gung sudah belikan tipat cantok..ayo kita semua makan"

...<●○●○●○>...

Sebelum magrib datang, pak mangku mohon diri pamit pulang. Acara makan tipat selesai dan aku mengajak Tari untuk ikut shalat bareng.

Sudah tentu Tari bangga melihat Dayu sudah pintar melakukan shalat. Bahkan Dayu lebih khusyu melakukan shalatnya ketimbang Tari, mungkin karena Tari sebentar sebentar melirik kearah Dayu.

"Ayok Tari..kita kedepan kenalan sama Gung Acreng" ajakku.

"Takut mas..gede banget!"

"Gung Acreng sosok yang baik sekali..nanti kamu lihat sendiri"

"Rumi dan Ariti sini kalian..deket aku!"

Keduanya sangat senang dengan Tari, mereka menganggap Tari seorang yang lugu dan cantik jelita, Ariti berulang ulang memegang dagu Tari sambil ketawa.

"Kamu kenapa sih? emang kenapa sama daguku?"

"Hihi..mba Tari cantik sekali! kaya putri dari kerajaan diBali"

"Aah yang bener! wah ge er aku!"

"Ge er itu apa mba?"

"Ge er itu jadi sombong"

"Emang betul ko..iya kan Rumi?"

"Iya betul..mba Tari cantik dan baik hati"

"Udah. ayok pegangin aku ya..awas lho jangan dilepas. Ya Allah besar sekali!"

"Ayok jangan takut..sini mendekat!" kataku.

Tari sedikit demi sedikit mendekat dan ahirnya ia berdiri didekat Gung Acreng.

"Kemarilah anak manis..jangan takut"

"Hah! singa ini bisa bicara?!"

"Oh iya..ini kan hanya penampakannya saja, tapi dalamnya sama seperti manusia bahkan lebih baik lagi" ucapku memberi semangat kepada Tari.

"Suaranya ko 'ga seperti singa?"

"Aaaauuuuummm!" dengan kerasnya Gung Acreng mengaum.

Tari lompat kebelakang, Ariti dan Rumi tertawa terbahak bahak.

"Oke..that was loud! Kenceng deh sampe budek!"

"Ahahaa!!" Ariti ngakak sepuasnya.

...♡●♡●♡●...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNOL💘
mampir deh
Fauziyah Zia
wah seru juga
💎hart👑
👣👣👣
Mami Mara
tadinya q pikir bakal sama aja kaya yg lain, ternyata bedaaaaaaaaa. ceritanya luar biasa, ga berbelit2, ringkas, jelas dan padat. jujur, q sampe punya pikiran ni cerita klo lebih detil lebih bagus. kaya brasa kurang pas dah ending, mgk kurang banyak hahaha,,, apapun itu, keep up the good work ya thor. semangat dgn karya yg akan dtg.
Bens: Terima kasih @Mami Mara..tunggu part 2 nya segera keluar..salam sejuk
total 1 replies
Mami Mara
speechless sumpah, bagus bgt ceritanya. sampe q mikir, klo lbh panjang dkit lg malah lebih bagus! 😁
Bens: Insya Allah*
total 3 replies
Mami Mara
makin kesini makin seru!
Bens: Terima kasih mba Mami Mara atas komennya..salam dari kami.
total 1 replies
Mami Mara
ilustrasi gambarnya bagus! ♥️
Mami Mara
oh noooooooo 😱😱😱
Ai Emy Ningrum
QS al zalsalah 🤔
setauku QS az-zalzalah 🙂
Bens: Waduh salah ketik trmksh aq betulkan..selamat hari sabtu ya
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
kok bs ya pelukan ma dedemit 🧐🤔
Ai Emy Ningrum: hihihi 👻👻👻
total 2 replies
Ai Emy Ningrum
awal cerita nya menarik Bli..salam dr Jimbaran ..🙏😇
Bens: Terima kasih support nya mba Ai !
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!