NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Harus Menentukan

Ketika Cinta Harus Menentukan

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahmuda / Keluarga & Kasih Sayang / Angst / Tamat
Popularitas:67.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila a.v

Pernikahan diusia muda memang tidaklah mudah. Ego dan emosi kerap mendominasi. Masalah dan masalah kerap muncul. Bila tidak dibarengi dengan kesiapan mental, maka perpisahan bisa saja terjadi.

Begitu pula dengan apa yang dialami oleh Larissa, seorang gadis dari keluarga tidak mampu. Ia terpaksa menikah di usianya yang baru 18 tahun karena mengikuti tradisi di desanya.

Masalah mulai muncul saat adanya pihak yang tidak menyukai kebersamaan mereka. Hingga mereka kerap bertengkar.

Suatu hari Larissa menemukan sebuah rahasia tentang ayah kandungnya yang selama ini disembunyikan ibunya. Sedari kecil ia memang tidak pernah mengenal sosok ayahnya.

Mampukah ia menerima kebenaran tersebut? dan apakah ia bisa mempertahankan keutuhan rumah tangganya?

Kisah ini diangkat dari sebuah kisah nyata. Semoga kita bisa memetik hikmah dan pelajaran dari kisah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila a.v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Seminggu sudah sejak Larissa mengalami kontraksi kemarin. Hari ini jadwal Larissa untuk melakukan kontrol. Rencananya mereka akan berangkat sore nanti, karena dokter yang memeriksa buka praktek selepas magrib.

Selain kontrol, Larissa juga harus melakukan USG untuk memastikan jika dalam rahimnya sudah tidak ada sisa-sisa janin yang ia kandung kemarin. Khawatir nanti akan terjadi pembusukan dan infeksi rahim kalau belum benar-benar bersih.

Sepulang dari melaut, Hamzah sibuk memperbaiki lampu motornya yang mati. Tidak ada sanak saudara yang bisa ia pinjami motor, jadi terpaksa ia memperbaiki motornya sebelum digunakan untuk mengantar Larissa sore nanti.

Larissa sibuk melipat cucian yang sudah kering. Baju-baju itu sudah menumpuk karena selama beberapa hari ini ia tak bisa beraktivitas dengan baik. Setelah semua selesai, ia pun beristirahat.

Menjelang sore Larissa bangun. Ia segera bersiap untuk pergi kontrol. Begitu juga dengan Hamzah, ia segera bersiap setelah selesai memperbaiki motornya.

Sebelum berangkat ke klinik, Hamzah pergi ke rumah juragan yang perahunya ia tumpangi. Ia mau meminta uang hasil melaut semalam. Rencananya uang itu akan ia gunakan untuk membayar biaya kontrol Larisa nanti.

Tak berselang lama Hamzah pun datang dengan membawa uang hasil melautnya semalam. Ia meminta Larissa untuk meminjam sedikit uang pada Bu Ani sebagai tambahan. Ia takut nanti uangnya tidak cukup.

Larissa pun menuruti permintaan suaminya. Ia segera pergi menemui ibunya di warung. Dan sesampainya disana ia segera mengutarakan keinginannya. Akan tetapi jawaban yang ibunya berikan membuat Larissa kembali meneteskan air mata.

..."Pergi sana! aku tidak perduli denganmu. Cari saja pinjaman sama orang lain. sudah tahu orang lagi sibuk di warung, kamu malah nggak datang-datang. Sekarang datang malah mau pinjam uang" hardik Bu Ani....

"Tapi, Bu, tadi aku...."

"Pergi! Aku nggak mau denger alasan apapun darimu" usirnya kasar.

Larisa pun pulang kembali ke rumah dengan menelan kekecewaan. Hatinya sangat sakit diusir oleh ibunya sendiri seperti tadi.

Sesampainya di rumah Larissa segera menghampiri suaminya. "Yank, aku minta maaf. Aku tidak bisa mendapatkan pinjaman dari ibu. Bahkan tadi ibu langsung mengusirku karena aku tidak membantunya di warung tadi" ucap Larissa sendu.

Mendengar perkataan Larissa, Hamzah pun menghela napas berat. "Ya sudah, tidak apa-apa. Kita berdoa saja semoga nanti uangnya cukup" ujarnya.

Mereka pun segera berangkat menuju klinik. Dan setelah menempuh perjalanan selama beberapa waktu, akhirnya mereka pun sampai juga disana.

Larissa segera masuk

ke dalam klinik dan mengambil nomor antrian. Dan setelah menunggu selama beberapa lama namanya dipanggil juga.

Larissa masuk ke dalam ruangan, Hamzah turut menemani. Kali ini ia tak membiarkan Larissa menjalani semua sendiri.

Dokter segera melakukan serangkaian pemeriksaan. Ia juga melakukan USG pada Larissa. Dan ia menyatakan jika rahim Larissa sudah benar-benar bersih, hanya perlu sedikit pemulihan saja.

Mendengar ucapan dokter, Larissa pun bernafas lega. Keadaanya sudah lebih baik dan tidak memerlukan pengobatan tambahan. Artinya ia tidak perlu khawatir jika uang yang ia miliki tidak cukup untuk membayar nanti.

Setelah menebus obat dan membayar biaya administrasi, mereka pun kembali pulang. Waktu menunjukkan pukul delapan malam saat mereka keluar dari klinik itu.

Sesampainya di rumah Larissa segera beristirahat. Sedang Hamzah pergi ke rumah juragan untuk menanyakan apakah nanti akan melaut lagi atau tidak, tentu saja setelah ia memastikan jika Larissa tidak memerlukan bantuannya lagi.

Bu Ani datang menghampiri Larissa dikamar. Ia meminta maaf karena sudah mengusirnya tadi. Rupanya ia mendapat teguran dari Iqbal atas sikapnya itu.

Larissa hanya diam. ia masih kecewa dengan sikap ibunya tadi. Bu Ani keluar kembali dari kamar Larissa. Tak perduli apakah anaknya itu sudah memaafkannya atau tidak.

Tak berselang lama Hamzah datang. Ia mengatakan jika malam nanti ia tak melaut dulu. Mereka pun memutuskan untuk langsung beristirahat setelah hari yang melelahkan itu.

...****************...

Tak terasa sudah sebulan lamanya sejak kejadian itu. Kini semua berjalan kembali seperti biasa.

Larissa sembuh lebih cepat karena ia rutin meminum ramuan turun temurun hasil racikannya sendiri yang dipercaya bisa menyembuhkan rahim yang terluka, selain itu juga dipercaya bisa membersihkan rahim pasca keguguran. Ia mendapatkan resep ramuan itu dari para sesepuh desa.

Waktu terus berlalu, musim pun berganti. Hamzah tidak bisa pergi melaut selama beberapa Minggu ini.

Cuaca sedang tidak bagus. Hujan terus turun sepanjang hari. Laut juga sedang tidak bersahabat. Ombak tinggi terus menggulung yang disertai dengan angin kencang. Terlalu berbahaya jika dipaksakan untuk melaut. Di masa-masa seperti ini, penduduk disana menyebutnya dengan istilah BARATAN.

Uang yang Larissa punya semakin hari semakin menipis. Ia harus memutar otak jika masih ingin makan.

Setelah lama berpikir, akhirnya Larissa mendapat ide untuk menjual siput-siput kecil yang bisa dimakan. Penduduk disana menyebut siput jenis itu dengan nama KLORAK. Ia pun mengutarakan idenya tersebut pada suaminya, dan suaminya pun setuju.

Sore hari Hamzah pergi ke tambak yang berada tidak jauh dibelakang rumah. Siput-siput banyak dijumpai ditepi tambak, dan dialah yang bertugas untuk mencarinya.

Setelah lama mencari, akhirnya Hamzah berhasil mengumpulkan KLORAK itu sebanyak satu kresek besar. Ia pun kembali pulang dengan wajah bahagia.

Setibanya di rumah, Hamzah menyerahkan KLORAK tersebut pada Larissa untuk diolah. Dan Larisa pun segera mengambil alih KLORAK tersebut.

Pertama-tama Larissa membubuhi KLORAK tersebut dengan garam. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan lendir dan kotoran dari siput. Kemudian ia menutupnya rapat-rapat. Proses ini dilakukan selama semalaman.

Pagi hari Larissa mengecek KLORAK tersebut. Ternyata semua lendir dan kotoran sudah keluar. Ia pun segera mencuci dan merebusnya dalam sebuah wadah besar.

Setelah KLORAK matang, kemudian ditiriskan. Proses selanjutnya adalah mengeluarkan daging siput dari cangkangnya.

Inilah proses yang paling sulit, pasalnya Larissa harus menggunakan cara manual, yaitu dengan cara dipecahkan menggunakan palu. Tangan Larissa sering terkena palu saat melakukan proses ini.

Setelah melalui semua proses, akhirnya siput pun siap untuk dijual. Siput yang sudah melalui proses ini bisa diolah menjadi aneka makanan. Bisa dimakan secara langsung, atau dimakan menggunakan sambal terasi. Selain itu bisa juga dimasak menjadi kare atau urap-urapan.

Larissa sendiri menjual siput tersebut dengan diberi sambal terasi. Selain lebih mudah, juga bisa dimakan bersama rujak. Sebab Larissa menjual siput tersebut di warung ibunya, sekalian agar bisa membantunya juga.

Hasil yang ia dapatkan dari menjual siput ini memang tidak terlalu besar. Tapi setidaknya cukup untuk makan sehari. Jadi ia tidak perlu pusing atau meminjam uang sana sini untuk makan sehari-hari. Terkadang jika siputnya hanya laku sedikit, ia gunakan untuk lauk makan sendiri.

Hidup memang tidak mudah, akan tetapi Larissa tetap tabah menjalani. Selama sang suami berada disisi, ia rela melakukan apapun.

1
Anonim
n
Elok Pratiwi
buruk amat karakter pemeran utama wanita nya ... lemah mudah ditindas tidak punya pendirian ... sangat buruk
mamayot
aku like lagi ya kak, semangattttttt
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Hwaiting Kk
Perjuangan Ucup mampir
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Hwaiting Kk
Perjuangan Ucup mampir
tintakering
lebih baik larissa cerita sama hamzah biar g da salah paham
tintakering
ibunya biang kerok
tintakering
semoga rejekinya ikut bertambah😊
tintakering
yang penting bahagia walau dalam kesederhanaan.
tintakering
seng sabar nduk. hidup itu keras, jalani saja dengan ikhlas.
tintakering
keinginan adalah sumber penderitaan 😊
tintakering
kelak zulkarnaen akan menjadi penolong kedua orang tuanya di alam barzah.
Larina
jatuh cinta nunggu besar ya
bunda f2: ya gitu deh....
total 1 replies
Larina
waduh, jadi kayak ga enak gitu
Mukho Lisa
bagus, sangat menginspirasi
🦋⃟ℛ⭐ʀᴀᴅɪsʏᴀ⭐🦋ᴬ∙ᴴ࿐
hadir....semangat terus untuk berkarya🙋‍♀️🤩🤩🤩
bunda f2: makasih banyak dukungannya
total 1 replies
🦋⃟ℛ⚜️ʜᴇʟʟᴇɴ⭐️🌸💜ᴬ∙ᴴ࿐
Mampir bun 😇😇😇 Judulnya buat aku berfikir keras 😁
bunda f2: makasih kehadirannya
total 1 replies
YouTrie
Aku mampir kak mampir juga Takdir Cinta Rembulan mampir
teti kurniawati
saya mampir
teti kurniawati: Sama-sama hayu saling suport...
total 3 replies
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌
Hwaiting Kk
Perjuangan Ucup mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!