NovelToon NovelToon
KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

KHAZANA(Aku Bukan Pelakor)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: windanor

CERITA INI DALAM TAHAP REVISI

YANG TIDAK MENYUKAI TENTANG POLIGAMI MENJAUH!

BIJAKLAH MENCARI BACAAN YANG BERMANFAAT DAN MENGHIBUR.

SEBAIK-BAIKNYA BACAAN ADALAH AL-QURAN.

<===================================>




"Ceraikan aku sekarang!! Aku tidak mau jadi istri kedua apalagi harus berbagi!! " teriak Zana dengan mata yang memerah ,berair.

"Astaghfirullah, Zana. Saya tidak akan menceraikan kamu! " tegas Hanu, menolak mentah-mentah permintaan Zana.

"Tapi aku mau cerai dari kamu! Aku tidak mau jadi istri kedua hiks... Kamu jahat, merahasiakan ini semua dari aku, kalau aku akan jadi istri kedua kamu! Aku benci kamu hiks..."


Di umur 18 tahun dan masih sangat muda, Khazana Vanessa atau yang sering di panggil Zana, harus menyandang status sebagai seorang istri dari pria yang jauh lebih tua darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon windanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernyataan

Satu persatu pakaiannya yang ada di dalam lemari ,Zana masukan ke dalam koper. Karna sore ini ia akan tinggal di rumah yang baru.Ada rasa senang di hatinya karna bisa bebas dan bisa melakukan apa pun yang ia inginkan di rumah baru yang akan ia tinggali nanti. Sedangkan saat berada di rumah ini ia merasa tertekan dan tidak bebas. Mungkin karna ada Umma Sarah yang selalu ikut campur dalam masalah rumah tangganya dan Hanu.

"Sudah beres memasukan pakaian kamu ke dalam koper? " Tanya Hanu yang baru masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan, makanan dan segelas air putih . Zana tersenyum dan menganggukan kepalanya seraya menutup resleting koper tersebut dan mendirikannya.

"Iya, sudah mas, " jawab Zana. Hanu mendekati sang istri dan meletakan nampan tersebut di meja dekat ranjang.

"Sekarang makan dulu ya.Kamu belum makan dari tadi siang, " ujar Hanu mengusap pipi mulus istrinya.

Pria itu mengenggam tangan Zana dan menggiringnya untuk duduk di sisi ranjang. Hanu tahu istrinya tidak makan siang karna menghindari Umma Sarah yang selalu memberikan kata-kata yang menyakitkan bagi istri keduanya tersebut.Dan pilihannya sudah tepat dan benar untuk membelikan rumah pada Zana.

"Sekarang makan yang banyak ya. Badan kamu sekarang lebih kurus, sayang, " ujar Hanu, yang membuat Zana menghentikan tangan kanannya yang akan memasukan makanan ke dalam mulutnya.

Zana tersenyum tipis menanggapi ucapan Hanu dan melanjutkan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Hanu menatap sendu pada Zana dengan hati yang begitu perih. Gadis itu lebih banyak bersedih dari pada bahagia setelah menikah dengannya. Tapi Hanu berjanji setelah ini ia akan membahagiakan istri kedua ini.

🕸🕸🕸🕸🕸

"Aku pergi dulu. Kamu jaga diri baik-baik. Tiga hari nanti aku baru pulang ke sini, " ujar Hanu pada Aniya yang memeluk dirinya. Ia mengecup kening Aniya dan melepaskan pelukan sang istri yang seolah tak rela untuk melepaskan pelukannya.

"Kenapa harus tiga hari, mas?Kenapa tidak besok saja kamu pulang ke rumah, " rengek Aniya pada Hanu yang melirik Zana yang ada di sebelahnya.

"Aku sudah memutuskan. Untuk tinggal di rumah Zana selama tiga hari dan sebaliknya di rumah kamu juga selama tiga hari , sayang. Supaya adil. Kamu harus ingat, kalau aku bukan hanya milik kamu tapi juga milik Zana." Tutur Hanu tersenyum lembut pada Aniya.

"Sekarang aku pergi dulu. Assalamu'alaikum." Sebelum pergi Aniya mencium punggung tangan suaminya. Ia menatap Zana mendengus apalagi Hanu mengenggam tangan Zana begitu erat saat akan masuk ke mobil.

"Waalaikumsalam." Balas Aniya dengan suara yang pelan. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya, melihat perlakuan Hanu yang berbeda pada Zana. Apalagi melihat tatapan suaminya pada gadis itu. Tatapan yang tidak pernah ia dapatkan dari Hanu selama 8 tahun menjalani mahligai pernikahan.

Hanu melambaikan tangannya dari jendela mobil pada Aniya yang membalas lambaian tangannya dengan senyuman yang merekah. Tapi___Setelah mobil itu menghilang dari pandangan matanya ,senyuman Aniya langsung luntur dan berubah menampilkan wajah yang begitu suram. Dadanya begitu sesak , ia tidak sengaja menguping pembicaraan Hanu yang akan mengajak Zana ke kota. Sedangkan dirinya___Hanya diam di rumah membayangkan bagaimana bahagianya Zana di atas kecemburuannya. Pasti gadis itu besar kepala karna Hanu mengajaknya ke kota dan membelikan apapun yang gadis itu mau.

"Kamu kenapa, Aniya? Kenapa mukanya sedih seperti itu, nak?" Tanya Umma Sarah yang tiba-tiba muncul dari belakang , membuat Aniya sedikit terkejut.

"Tidak apa-apa, Umma. Cuma sedih saja, karna mas Hanu harus pergi selama tiga hari, " jawab Aniya apa adanya. Umma Sarah mengusap punggung putrinya lembut.

"Sabar,nak.Lagi pula suami kamu itu harus bersama Zana karna memang sudah jatah gadis itu." Ujar Umma Sarah. Aniya menganggukan kepalanya enggan.

🕸🕸🕸🕸🕸

Hanu mengenggam tangan Zana dan meletakan di pahanya. Sedangkan gadis itu tersenyum malu, ia menatap Hanu yang juga menatap dirinya dengan tatapan yang membuat hatinya berbunga-bunga.

"Kamu kalau ngantuk tidur saja. Karna perjalanan ke kota cukup jauh, "ujar Hanu.

" Aku tidak mengantuk, mas. Ooh iya. Aku bawa cemilan buatan aku sendiri, "ujar Zana mengeluarkan satu toples kue kering dari tas ranselnya.

" Ini buatan kamu sendiri? "Tanya Hanu ulang dengan wajah yang di buat terkejut. Ia baru tahu bila istri kecilnya pintar membuat kue.

" Iya. Aku baru pertama kali buat kue kering ini, mengikuti resep yang ada di youtube, mas. Aku buatnya kemaren. Cobain, mas, "Zana menyodorkan kue tersebut pada Hanu.

" Suapin, sayang, "pinta Hanu dengan nada manja. Zana terlihat malu-malu , dengan tangan gemeter ia menyuapi suaminya yang terus menatap dirinya.

" Aw! Sakit, mas! "Ringis Zana, memukul lengan Hanu. Pria itu dengan sengaja mengigit jarinya saat menyuapi kue.

Sedangkan Hanu tertawa. Ia mencubit pipi istrinya dengan gemas.

" Habisnya kamu gemesin, sayang. Kapan lagi kita bisa seperti ini, "ujar Hanu dengan tawa yang mulai mereda. Zana tersenyum, tapi perlahan senyuman itu perlahan memudar. Hanu mengkerutkan kening melihat perubahan raut wajah sang istri.

" Kenapa? "Tanya Hanu, bingung.

" Tapi aku cuma istri kedua kamu, mas.Tentu mbak Aniya lebih penting dari pada aku. Aku hanya orang baru yang hadir di tengah hubungan kalian berdua."Ujar Zana dengan sorot mata yang begitu sedih.

"Jangan berpikir seperti itu, sayang. Kamu sangat penting bagi kehidupan saya, " ujar Hanu menangkup kedua pipi Zana. Menatap lekat sepasang mata berwarna coklat jernih itu.

Zana mencari kebohongan dari balik mata Hanu. Ia takut pria ini hanya membohongi dirinya agar kesedihannya menghilang. Bagaimana ia tidak berpikir seperti itu sementara pernikahannya dengan Hanu terjadi karna ibunya menjualnya dengan Hanu yang menginginkan seorang anak. Tapi___Zana tidak menemukan kebohongan dari mata Hanu yang ia lihat adalah ketulusan pria tersebut.

"Apa mas, mencintai aku? " Tanya Zana spontan. Hanu diam sejenak.

"Iya, saya mencintai kamu ,Zana. Kamu bisa melihat bagaimana perhatian yang saya berikan adalah bentuk bukti bila saya mencintai kamu, " ujar Hanu yakin dengan perasaannya. Perasaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya pada Aniya.

Zana tersenyum haru mendengar pernyataan Hanu. Ada rasa bahagia yang begitu memuncak dari hati Zana. Perlahan Hanu mendekatkan wajahnya pada Zana. Mengikis jarak di antara mereka berdua, hingga bisa merasakan hembusan napas satu sama saling.

"Hmm..... " Deheman yang cukup keras, membuat Hanu langsung menjauhkan wajahnya dari Zana .

"Kalau mau enak-enak nanti kalau sudah sampai penginapan, " sindir Ujang yang merupakan sopir dan teman dekat Hanu.

Zana langsung menyembunyikan wajahnya dengan memeluk Hanu yang juga terlihat malu. Tapi gadis itu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

Bersambung...

1
Masliah Masliah
sebegitu begonya si zana najis
Heni Hendrayani🇵🇸🇵🇸🥰🥰
s zana bahan gablokan s aniya ama ibu nya kasian suami nya juga gak ada ngebela bela nya tetap aja melehoy gak tegas balk gaplok kek tuh s aniya walauoun sekarang dia nyerein s aniya tp msh mau aja ngelad3nin mau d pegang pegang iihh jijik
Astri Oktavia
ini gak ada lanjutannya cerita ini
Imas Siti Rokayah
lanjut thor ceritanya...up..up
Sandisalbiah
manusi bebal.. bukannya introsfeksi diri, merenungi dan memperbaiki diri dari kesalahanya, ini mala selalu berburuk sangka dan berniat buruk pd org lain..
Sandisalbiah
lah.. gampang banget umma sarah mendikte si aniya.. dia sendiri apa kabar.. bukanya dia juga hamil di luar nikah, makanya suamin pertamanya gak bisa nerima dia krn dia mengandung ank laki² lain... nih gampang banget mulutnya menghardik anknya yg jelas² mengikuti jejak langkah nya... sama² menjijikan... dasar wong edan..
Sandisalbiah
ngomongin Zana, ank gak ada akhlak.. tp kamu sendiri seorang ibu, jgnkan mendidik ank biar ber akhlak lah kamu sendiri aja minim akhlak.. penampilan aja muslima kelakuan sazjal... lupa ngaca ini umanya aniya..
Sandisalbiah
hanu gak akan bisa bersikap adil... saat Aniya punya pembantu durumah nya kenapa hanu tdk memberi pembantu juga utk Zana.. manusiawi sih.. karna pd dasarnya manusia itu cuma bisa ngomong tp nol pd prakteknya...
Sandisalbiah
sebenernya ini termasuk sifat gak baik perwmpuan... mudah baper dan terbawa perasaan.. gampang tersentuh... sekecewa apapu yg di lakukan pasangan tp saat nendapat sedikit perhatian langsung luluh dan melupakan kesalahn dr pasangannya... bodoh sih tp mau bagaimana lagi,kodrat jd mahluk dgn lembut rasa...
Sandisalbiah
ini definisi maling teriak maling... ibu dan anak ternyata sama buruk sifat dan akhlaknya...
Sandisalbiah
Aniya dan umminya dama² manusia egois.. munafik si kalau aku bilang, tau agama, penampilan muslimah tapi sifat dan kelakuannta durzana... mengikuti ego sendiri gak peduli perasaan org lain...
Tati Suwarsih Prabowi
bagus thor kisahnya...biar jadi pelajaran bagi orang yg berniat sama dg apa yg ad d kusah ini...sukses terus!
Khazanava: Aamiin. Terimakasih sudah mampir dan membaca karyaku😍
total 1 replies
Tati Suwarsih Prabowi
kirain ilang kmana?
Tati Suwarsih Prabowi
y Allah aniya g sadar2 jg
Tati Suwarsih Prabowi
ini orang bkannya sadar malah tambah jadi
Tati Suwarsih Prabowi
ternyata terlihat baik tapu d blakang busuk
Tati Suwarsih Prabowi
jangan d minum...itu pil penggugur kandungan
Tati Suwarsih Prabowi
lama2 aniya hd jahat...apa seperti itu sifat istri solehah memfitnah!
Tati Suwarsih Prabowi
abah pengertian!
Tati Suwarsih Prabowi
nah itulah resiko minta d poligami...g kuatkan?makanya pikir dulu klo mo berbuat sesuatu yg akhirnya akan menyakiti orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!