Kisah seorang Anak Gadis, berparas cantik. Yang bernama, Tasya Clinton Wijaya. Yang terlahir dari keluarga yang sederhana dan harmonis.
Yang di didik dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Tetapi harus merasakan sakitnya hidup, kehidupan yang begitu sulit untuk dilalui seorang diri. Kepahitan itu bersumber dari dendam seseorang yang berasal dari Kisah cinta masa lalu Mamanya.
Kisah cintanya pun, hampir hancur hanya karena masalalu dari kekasihnya juga.
Tetapi, Semua Doa dan usaha Tasya di kabulkan oleh sang pencipta. Semua kebaikan kembali kepadanya.
Sang kekasih, Christian W Angkasa. Selalu setia bersamanya. dan mampu menggantikan luka itu dengan kebahagiaan.
Untuk kelanjutan cerita, langsung aja mampir ke novel ku ya.
BACA AJA DULU, SIAPA TAU JADI SUKA.
Happy reading guyss 😊🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rusma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan Ke Puncak
🍀🍀🍀
Setelah mendapatkan persetujuan dari masing-masing keluarga, keempat serangkaian itu begitu bahagia, di dalam kamar mereka masing- masing. Mereka hanya tersenyum, mereka tidak mau mengabari lewat whatsapp grup. Mereka ingin menyampaikannya secara langsung sambil melihat ekspresi wajah mereka masing- masing besok. Dan pastinya mereka sudah tidak sabar menunggu hari esok untuk bertemu di sekolah dan memberikan kabar yang begitu menggembirakan.
Keempat serangkaian itu malam harinya tertidur dengan sangat nyenyak sekali. Sangking bahagianya karena rencana mereka berhasil.
KEESOKAN PAGINYA DI SMA PELITA BANGSA
Pukul 07.10 wib . Mereka sudah tiba di sekolah seperti biasa pada saat mengikuti ujian. Kali ini di sekolah tidak ada kegiatan belajar- mengajar. Hanya ada beberapa kegiatan remedial dan ekstrakulikuler yang diselenggarakan oleh kakak kelas mereka.
"Hai guys," sapa Linda dengan wajah semringah nya
sambil menghapiri Tasya, Jefry dan Agnes.
"Hai Lin," jawab Tasya.
"Hai cantik," jawab Agnes.
"Iya Lin," jawab Jefry.
"Eh gue ada berita seru nih! " ucap Linda.
"Berita apa?" ucap mereka bertiga serentak.
"Rencana liburan kita di oke in dong sama Bokap gue!" ucap Linda denga penuh semangat sambil tersenyum.
"Wah sama, gue juga" teriak Jefry dan Agnes bersamaan.
"Lo Syaa?" tanya Linda karena ia tidak melihat ada respon apa pun dari Tasya.
"Tunggu ... tunggu ... jangan bilang Om sama Tante kali ini nggak setuju dan gue ga mau denger jawaban Lo itu. Kenapa sih Syaa ... giliran Mama Papa kita setuju Om sama Tante malah ga bisa?" ucap Linda tanpa jeda dan tanpa memberi Tasya kesempatan untuk bicara.
"Lin ... Please deh Lo nggak usah lebay! Uda belum ngomongnya? Gue uda boleh ngomong belom?" ucap Tasya.
"Tau nih Linda ... nafas woi nafas!" ucap Jefry.
"Hahaha ... " Agnes tertawa akan tingkah Linda.
Yaudah Lo jawab dong Syaa, jangan bikin kita penasaran gini," ucap Agnes lagi.
"Mama sama Papa setuju kok," ucap Tasya santai.
"Wah ... yeii!" ucap Agnes, Jefry dan Linda kegirangan tanpa sadar akan sekeliling mereka yang sudah memicingkan mata melihat ke arah mereka karena terganggu akan tingkah mereka.
"Oke, karena kelurga kita pada setuju, yuk kita bikin rundown acaranya. Oia masalah tempat, kita pake Villa kelurga gue, jadi gak perlu ngeluarin duit buat bayar sewa Villa dan untuk makan kita selama disana Papa gue yang bantuin kita ngurus. Intinya tempat dan makan Papa yang handle," ucap Jefry.
"Wah serius lo Jef, beruntung banget kita," ucap Linda kegirangan sambil memeluk ketiga sahabatnya itu.
"Iiiih lepasin dulu," ucap Jefry yang langsung di lepas oleh Linda.
" Iya gue serius lah, kapan gue bohong," ucap Jefry lagi.
"Yaudah yuk bikin Rundown Acaranya Jef, apa saja kegiatan kita selama di sana dan rencananya berapa hari," ajak Tasya.
"Oke, jadi begini. Kita menginap hanya dua hari dua malam. Kita berangkat senin siang pukul 13.00 WIB. kita nyampe sore pukul 16.00 wib itu hanya estimasi kalau tidak macet. Terus malamnya kita bikin barbecue party, besok paginya kita jogging, karaokean, bermain games, pokonya entar gue yang ketik Rundown acaranya oke! Oh iya satu lagi kalian harus membawa perlengkapan baju berenang, pakaian jogging dan baju yang banyak, untuk berfoto," ucap Jefry menjelaskan.
"Oke gue setuju, ide lo cemerlang banget jef sumpah!" ucap Linda sambil mencoel pipi Jefry dengan begitu gemessnya.
"Wah hebat ide lo Jef," ucap Tasya dengan senyum manisnya.
"Keren lo Jef," ucap Agnes sambil mengangkat tangannya memberi ke dua jari jempolnya ke arah
Jefry.
"Iya dong siapa dulu, Jefry gitu loh!" balas Jefry Bangga.
"Dih baru juga di puji uda belagu!" ucap Tasya.
"Biiarin! wekkk." ucap Jefry.
"Eh tunggu dulu," ucap Tasya.
"Kenapa lagi syaa?" ucap mereka bertiga bersamaan.
"Kita ngumpul di mana senin siang? kita konvoi kan?
Lagian Papa sama Mama aku mana tau villa kalian di mana, saran aku sih konvoi, biar makin seru," ucap Tasya.
"Hehmm ... oke entar coba gue bilang sama Papa ya."
"Oke," balas Tasya.
Setelah selesai membahas persiapan untuk pergi berlibur, mereka pun balik ke tempat duduk mereka masing-masing. Ya walaupun tidak belajar mereka tetap harus menghargai teman-teman mereka yang lagi mengikuti ujian remedial.
"Bu. Saya permisi mau ke toilet," ucap Jefry meminta ijin kepada Ibu Guru Mia.
"Iya silahkan Jef," ucap Ibu Guru Mia.
Jefry pun berjalan keluar dan tidak lupa Ia membawa ponselnya. Setelah sudah berada di toilet Jefry menghubungi Papanya.
"Halo Jef ada apa?" ucap Baskoro dari seberang sana.
"Halo Pa, ini Jefry mau kasih tau Papa, kalau kita berangkat nya konvoi boleh ga, Pa?" tanya Jefry.
"Oh boleh banget, Nak. Kita ketemuan di Rest Area Tol Jagorawi KM 45 ya?" ucap Baskoro.
"Oke Pa, makasih ya Pa. Maaf mengganggu jam kerja Papa," ucap Jefry.
"Iya sama-sama, Nak. Belajar yang bener ya, telponya Papa matiin, bye Jef," ucap Baskoro mengakhiri panggilannya.
Setelah selesai menelpon Papanya Jefry pun kembali ke dalam kelas.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 13.30 wib. Siswa-siswi SMA Pelita Bangsa berhamburan keluar kelas ingin cepat- cepat pulang kerumah mereka.
Di parkiran Sekolah Sma Pelita Bangsa.
"Eh tadi gue uda nelpon Papa, Papa bilang kita konvoi ketempuannya di Rest Area Tol Jagorawi KM 45 " ucap Jefry.
"Oke siap," ucap Tasya.
"Oke," ucap Agnes.
"Baiklah," ucap Linda.
"Bye kita duluan balik ya Syaa, Jef, "ucap Linda dan Agnes.
"Oke bye, hati-hati Lin, Nes," ucap Tasya.
"Gue balik duluan ya Jef, tuh Papa uda nungguin," ucap Agnes sambil menunjuk mobil Papanya.
"Iya hati- hati, Sya. Bye!" ucap Jefry.
"Bye Jef," sambil berjalan kearah mobil Papanya.
"Hai Pa," ucap Tasya sambil menyalim tangan dan mencium pipi Papanya.
"Hai sayang," ucap Wijaya sambil memeluk Tasya.
Mobil Wijaya pun melaju dengan kecepatan sedang menuju kerumahnya. Selama di perjalanan Wijaya dan Tasya asik mengobrol tentang rencana liburannya mereka itu.
"Pa senin depan kita jadi loh pergi ke puncaknya. Orangtua Linda, Agnes dan Jefry setuju Pa," ucap Tasya menjelaskan pada Papanya Wijaya.
"Wah bagus dong, nanti bilangin Mama packing Syaa, biar santai pas hari-H, " ucap Wijaya.
"Iya Pa, nanti Tasya bantuin Mama packing. Oia Pa kita berangkatnya konvoi. Ketemuan di Rest Area Tol Jagorawi KM 45," ucap Tasya.
"Oke, Papa ngikutin aba-aba dari kamu aja ya,Nak. hehe" ucap Wijaya sambil terkekeh.
"Oke Pa, Tasya senang banget. Duh ga sabar deh menunggu hari senin," ucap Tasya dengan senyum bahagianya yang membayangkan betapa serunya liburan kali ini.
Begitu juga dengan Linda dan Agnes mereka sudah menjelaskan kepada orangtua mereka, tentang rencana mereka selama di puncak.
.
.
.
.
BERSAMBUNG ...
(Curhatan penulis) 》Author pun pengen liburan seperti Tasya, Linda, Agnes dan Jefry. Tapi apalah daya, kita harus mematuhi peratuhan pemerintah untuk Tetap Stay di rumah selama pandemi ini. Semoga pandemi covid-19 bisa segera berlalu. Kita sama-sama berdoa dan pastinya terapkan hidup sehat dan bersih.
"Jangan lupa, like, komen, dan votenya yang banyak ya teman-teman" Terima kasih!😊🙏
nunggu nikah si Tasya lma beud 😂😂
salam dari "wanita seribu luka"
semangatt terus ya.. lanjutin sampe tamat..
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
aku tunggu kunjungannya