"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.
"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.
"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.
"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.
"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus
"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.
"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.
"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.
Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.
Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semangat Kembali
“Huh. Aku kira dia datang melihatku, ternyata hanya pengisi waktu kosongnya saja.” gumam bella
Christin yang tidak mengerti ucapan bella merasa heran. Sejak bekerja di perusahaan tuan brayen, sahabat nya itu memiliki beberapa kelainan. Memaki sendiri contohnya. Seperti yang dia lihat sekarang.
“Cieee, yang lagi patah hati.” Goda christin
“Apa sih. Emang kalo gue patah hati kenapa ? aneh ? iya ?” geram bella
Christin yang melihat raut wajah kesal sahabatnya itu cengikikan sendiri.
“ada apa ? siapa yang udah berani buat lo patah hati ? siapa ? biar gue penggal tuh kepalanya.” Ucap christin menggulung lengan baju tidur nya.
“Jhahahha... Tolol” bella
“ehem, gue boleh nanya nggak tin ? tapi kali ini lo nggak boleh ngetawaiin gue atau apa lah itu.” Tanya bella penuh harap.
“Bhahaha... kenapa sih putri cantik ini ?” gelak christin geli melihat wajah sahabatnya.
“gue serius.” Bella
“iya-iya, nanya apa ?” christin.
“hmmm, lo kenal dodi seberapa lama ?” tanya bella malu
Wajah christin langsung berubah pucat, Panik. Otaknya sedang mencari jawaban yang tepat diberikan pada bella.
“waktu gue nyari pekerjaan.” Christin
“ Lo tahu tentang pribadinya nggak ?” tanya bella penasaran
Dia benar-benar menyukainya. Batin christin
“Ya nggak lah. Gue mana Sesibuk itu nyari tahu kepribadiannya.” Christin
“Dia punya wanita nggak ya ? maksud gue kekasihnya gitu.” tanya bella tidak menyerah
“Menurut gue nggak sih. Emang kenapa lo kangen ya ?” goda christin
“serius ?” tanya bella bersemangat.
“Ya kan menurut gue.” Christin
“kenapa lo bisa berpikir seperti itu ? “ bella
“karena... mmm.. karena gue nggak pernah melihat ada wanita yang jalan sama dia.” Ucap christin gugup.
“Ya, kan bisa aja dia nggak pamer.” Bella
“sok tahu lo.” Christin
“Tadi gue ketemu sama dodi.” Ucap bella
“hah ?” christin terkejut.
“kenapa ?” tanya bella bingung
“nggak.. ngapapa. Tapi bukannya lo bilang dia lagi ngerawat ibunya?” tanya christin
“iya sih. Dia kembali karena ada urusan. Terus dia ngajak gue ketemu tadi.” Bella
“terus..teruss?” christin penasaran
“dia cuman mastiin gue kerja dengan baik. Nggak ada apa-apa selain itu. Dan dia bakalan balik lusa.” Bella
“padahal tadinya gue seneng banget dia ngajak ketemuan. Tapi gue bahagia juga sih bisa ngeliat wajah tampannya.” Ucap bella membayangkan wajah dodi.
“huuuu... Dasar."
" emang perasaan lo ke dia itu gimana ? atau jangan-jangan lo Cuma mengagumi wajah nya aja ?” tanya christin memastikan.
“gue juga nggak tahu gimana perasaan gue ke dia. Tapi setiap ketemu dia jantung gue berdebar cepat. Apa itu namanya cinta ?” bella
“Hmm... kalo memang lo suka, gue bisa cari tahu apa aja tentang dia.” Christin.
“Seriuss ? Aaaa jadi makin sayang deh.” Ucap bella memeluk christin.
Kenapa malah perempuan yang ku anggap saudara ini mencintaimu ? apa dunia begitu sempit ? tapi aku tidak boleh begini. Meskipun aku sakit hati sekalipun, itu tidak apa demi bella. Batin cristin mempererat pelukannya.
“asal lo bahagia, gue bakalan lakuin apapun bel.” Ucap christin melepas pelukannya.
“Makasih ya tin. Udah banyak berkorban untuk gue.” Bella
Christin hanya tersenyum melihat wajah bahagia Bella. sungguh, sebenarnya ini berat untuknya. tapi ia juga tidak mau Bella terjatuh lagi dari gejolak cinta yang membara .
Kan. gue keblablasan lagi. udah janjikan nggak ngasi tahu siapapun kedatangannya. tapi kok mulut ini nggak bisa diem sih. aaaaa... kalo sampai dia tahu, matilah aku.
tapi tidak mungkin juga Christin bertanya kepada Dodi. memang nya di tidak punya kerjaan. huh . Batin Bella menyemangati dirinya.