Sequel dari OH MY JENY
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
" Kau selalu bilang padaku, apa yang harus kau lakukan untuk membalas semuanya Dean?"
" Aku akan melakukan apapun untukmu Tuan!"
" Kalau begitu menikahlah dengan putriku!"
Deg
Tubuh Dean menegang seketika
Kebohongan yang dilakukan Bulan membuat sang ayah murka. Hingga Ken memaksa putrinya untuk menikah bersama pria pilihannya yaitu Dean sebastian. Seorang pengusaha sukses yang sangat cerdas dari Paris
"Aku sungguh tidak menyukainya, dia terlalu pendiam dia bukan tipeku sama sekali Dad"
Baca selanjutnya ➡➡➡
Selalu tinggalkan Jejak, Like dan Vote 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mungkin digigit nyamuk
-
-
Budayakan untuk selalu tinggalkan jejak like dan vote
-
-
Dean beringus bangun dari tubuh Bulan. Pria itu masuk begitu saja kedalam kamar mandi meninggalkan Bulan dengan wajah memerahnya menatap punggung kekar Dean. Bulan tersipu malu melihat tubuh setengah telan*ang Dean, tubuh itu atletis, kentara sekali Dean sering berolahraga dan ini pertama kalinya Bulan melihat tubuh seorang pria, dengan James saja ia tidak pernah
Cepat-cepat Bulan bangun berdiri, membuka gaunnya dan segera mengganti dengan baju tidurnya yang berwarna pink dengan gambar hello kity. Ia beringus naik ke ranjang mengambil tempat ditengah agar Dean tak berani naik ke ranjang itu. Bulan mengambil ponselnya melihat sebuah pesan masuk dari James
Sayang, aku diluar. Bisakah kita bertemu?
Begitulah pesan James yang langsung dilaksanakan Bulan. Gadis itu berlari kencang keluar dari kamar, ia berlari dan berhenti diujung lorong. Seketika bibirnya tersenyum saat melihat James disana. Bulan mendekat dan langsung memeluk James yang hanya diam menatapnya
"James aku rindu. " gumam Bulan. James membalas pelukan itu dan membawa Bulan ketangga darurat. Mereka duduk ditangga dengan tubuh saling memeluk
" Apa kamu mencintaiku?" tanya James memecah keheningan keduanya
" Tentu saja! aku sangat mencintaimu. " saut Bulan
" Bulan, maukah kamu berjanji padaku?"
" Apa?"
" Jangan berikan milikmu padanya. Kelak aku akan menemuimu di Paris. Bukankah kita bermimpi akan menikah suatu hari nanti?. "
" Tidak akan pernah James. Aku hanya akan memberikannya padamu. Aku juga ingin menikah denganmu." ucap Bulan menengadah menatap wajah kekasih yang sangat tampan dimatanya
" Thank you baby. Aku harap kamu bisa memegang janjimu. " ucap James dengan raut wajah yang khawatir. Khawatir Bulan tidak bisa memegang janjinya mengingat saingan James ternyata bukan orang biasa
" Hmm I promise James. " saut Bulan kembali membenamkan wajahnya pada dada James. James tersenyum merekatkan pelukannya. Semakin lama bersama Bulan, James jadi menyayangi gadis itu, awalnya James dulu hanya main-main dan ingin merasakan tubuhnya saja namun seiring berjalannya waktu James mulai menyayangi Bulan dan saat ini James takut kehilangan gadis yang selama tiga tahun bersamanya itu
" Baiklah, aku akan pulang sekarang besok aku ada jadwal syuting. " Bulan mengangguk dan melepaskan pelukannya. Mereka berdiri saling menatap sejenak, James memberikan kecupan lembutnya pada bibir Bulan lalu berlalu pergi
Bulan segera kembali kekamarnya. Ia mendengus kesal melihat Dean sudah berbaring diranjang memainkan ponselnya. Pelan-pelan ia menutup pintu dan berjalan menuju ranjang. Ia naik dan duduk diatas ranjang memperhatikan Dean yang membelakanginya
" Tidurlah disofa. Kenapa tidur disini. " gerutu Bulan
Dean meletakan ponselnya diatas meja. Ia menyeringai, Bulan kembali mencari gara-gara padanya. Ia langsung berbalik pada Bulan membuat wanita itu menyusut ke sisi ranjang, Dean mengulum senyumnya melihat baju hello kity itu, sungguh kekanak-kanakan dimata Dean. Bulan jadi merutuki dirinya sendiri kenapa juga ia harus bicara. Bulan memukul-mukul mulutnya sendiri karena kebodohannya
" Kenapa harus disofa kalau diranjang lebih hangat. " saut Dean ia bangun merangkak mendekati Bulan
" Karena aku tidak mau seranjang denganmu, aku tidak sudi ahhh. " teriak Bulan saat Dean menarik kedua kakinya hingga Bulan terlentang dan tubuh itu seketika mengurung tubuhnya
" Lepaskan aku, menyingkir dari tubuhku sialan. " teriak Bulan sambil memukuli dada Dean. Wajahnya diliputi ketakutan
" Kau brengsek, dasar fedofil gila. " Dean sungguh geram, ia ingin sekali menyumpal mulut yang selalu kasar itu dengan kaos kakinya. Dean semakin mendekatkan tubuhnya hingga tangan yang memukul itu terhimpit tubuh kekarnya
" Dean berengsek! lepaskan aku. Atau aku akan membencimu. "
" Kau pikir aku perduli. " Dean menyeringai
" Lepaskan aku, kumohon. Baiklah aku yang akan tidur disofa. " Bulan memelaskan wajah cantiknya
" Kenapa harus tidur disofa. Bukankah ini malam pertama kita. " saut Dean semakin membuat Bulan menyusut takut, wajahnya mendadak memucat
" Tidak! aku tidak mau, jangan menyentuhku!" Bulan terus menggelengkan kepalanya dengan wajah memelas
" Bukankah tubuh ini sudah jadi milikku? bukankah aku berhak melakukan apapun?. "
" Tidak! jangan .. aku tidak mau lepaskan aku. " teriak Bulan dengan airmata yang hampir tumpah dan terus meronta
" Momy huuu.. " akhirnya Bulan mulai menangis dengan airmata menderai
" Daddy tolong aku huuu .." raung Bulan. Dean benar-benar tak bisa menahan senyumnya, senyumnya begitu lebar hingga deretan giginyaterlihat. Bulan yang menangis seperti itu terlihat lucu dimatanya
" Syuuut berhentilah, kau sudah seperti bayi besar. " ucap Dean mengusap airmata itu lalu berguling kesamping
" Tidurlah, aku tidak akan macam-macam. Lagipula aku tidak bernafsu dengan gadis sepertimu. " ucap Dean lagi mengambil selimut dan membelakangi Bulan. Gadis itu masih menangis tersedu tanpa mengubah posisinya malah semakin kencang dengan volume bertambah. Dean yang kesal menoleh padanya sejenak
" Diam, atau aku akan benar-benar menela*jangimu. " bentak Dean dan seketika tangisan itu berhenti. Hanya isakan saja yang terdengar dari bibir Bulan membuat Dean tak henti menepiskan senyumnya sampai rasa kantuk itu datang dan Dean memejamkan mata
Plak
Dean berjingkat kaget saat telapak tangan Bulan hinggap dipipinya dengan kasar, ia membuka mata dan langsung menghempaskan tangan itu kasar
" Benar-benar. " gumam Dean kembali memejamkan mata namun terhenti karena tangan itu kembali berlabuh, kini pada kepalanya
" Ada apa denganmu? dasar gadis gila. " umpat Dean kembali menghempaskan tangan itu. Ia kesal karena Bulan telah mengganggu tidurnya. Dean berbalik padanya, ia menatap sejenak lalu mencubit hidung mungil itu dengan kencang hingga Bulan melenguh karenanya
" Rasakan itu!" umpat Dean lalu melepaskan tangannya, Dean jadi terkejut melihat hidung Bulan yang sangat merah karenanya
" Apa aku terlalu kencang ya. " gumam Dean, ia kembali menyentuh hidung Bulan dan mengusap-usapnya pelan. Dean jadi sedikit merasa bersalah karena merah pada hidung Bulan tak kunjung hilang. Tak mau ambil pusing, Dean segera membalikan tubuhnya membelakangi Bulan kembali untuk melanjutkan tidurnya yang terganggu
Keesokan paginya Dean kembali dikagetkan dengan teriakan seorang wanita. Siapa lagi jika bukan Bulan, gadis itu berteriak didepan cermin
" Kau pagi-pagi berisik sekali. " ucap Dean tanpa membuka mata mengambil bantal yang dipakai Bulan dan menutupi telingannya
Namun tak lama guncangan kedua tangan Bulan kembali mengganggu Dean
" Berhenti menggangguku. " ucap Dean
" Dean, bangunlah, lihat hidungku. " Bulan terus mengguncang tubuh Dean. Kesal Dean melempar bantal itu ke lantai, ia membuka matanya dan sedikit tersentak dengan Bulan yang sangat dekat dengannya lebih tersentak lagi dengan hidung Bulan yang merah karena ulahnya semalam
" Ada apa dengan hidungmu?" tanya Dean dengan wajah tanpa dosa
" Aku tidak tahu, tadi aku bangun tiba-tiba saja hidungku seperti ini. " saut Bulan panik
" Mungkin digigit nyamuk. " ucap Dean asal
" Benarkah? memangnya disini ada nyamuk?"
Dean hanya mengedikan bahunya acuh, sejujurnya Dean ingin sekali tertawa melihat Bulan namun Dean seakan lupa caranya tertawa. Tawa menghilang dari Dean entah sejak kapan? mungkin sudah lama hingga Dean tak mengingatnya
-
-
-