Sebagai gadis biasa, Rona menganggap aneh ajakan paksa menikah dari seorang penerus perusahaan besar. Rupanya terdapat misi dibalik rencananya! meskipun tahu, pernikahan itu tetap berlanjut sesuai kontrak yang mereka sepakati.
Namun cobaan pernikahan satu bulan mereka sangat sangat membuatnya lelah
Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana pula pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olvi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCW
"Ada apa? Mengapa kau kemari Felix?" tanya ayah Louis heran.
"Dipanggil Louis om," balas Dokter Felix yang tak sabar ingin segera bertemu wanita pujaan hati.
"Memang ada apa?" sahut Mama Dara penasaran.
"Entahlah tante aku dihubungi Louis untuk segera ke sini," ucap Dokter Felix.
"Sarah panggilkan Louis kemari," Perintah mama Dara.
"Baik."
Bibi Sarah pergi ke atas di mana Louis berada saat ini, dia mengetuk pintu dengan tiga kali ketokan.
TOK
TOK
TOK
Pintu terbuka
"Dokter Felix di bawah menunggumu," Ucap bibi Sarah
"Ya," Louis turun ke bawah diikuti bibi Sarah tak lupa ia menutup pintu kamarnya.
"Ada apa Louis? mengapa kau memanggil dokter Felix? kau sakit?" tanya mama Dara khawatir.
"Tidak."
"Lalu?"
"Ikut aku ke atas, periksa Rona." ucap Louis datar pada Dokter Felix yang dibalas pelototan.
'Rona? ada apa dengannya? '
"Yaa!" Mereka berdua pergi ke atas sementara mama Dara langsung menggosipkan Rona dengan putrinya.
"Dasarr penyakitan!" Ucap Mama Dara.
"Sakit apa memangnya dia?" tanya Zahra penasaran.
"Paling pura-pura," tuduh Mama Dara.
"Ya mungkin saja ma dan mungkin penyakitnya akan bertambah parah di hari minggu," bisik Zahra tersenyum licik.
"Semoga," Mama Dara tersenyum cerah.
Di atas Dokter Felix terkejut melihat Rona yang pucat dan langsung menatap tajam Louis.
Seakan paham, Louis langsung mengatakan untuk segera memeriksa Rona dulu baru caci maki bisa dilontarkannya. "Dia demam tinggi, kau ini suami apa!! dia kelelahan ditambah perutnya kosong pasti semalam magnya kabuh!" jelas Dokter Felix yang memberikan pengobatan entah apa pada Rona yang hanya dipahami oleh ahli kedokteran, Louis tak paham yang ia pentingkan Rona segera bangun.
"Kau tak bisa menjaganya? maka kubawa saja dia ke rumahku akan kusuguhkan dia makanan berlimpah, tidak akan kubiarkan dia melakukan aktivitas berat!" pinta Dokter Felix sedikit meninggi dan mulai menggendong Rona namun ucapan Louis menghentikan gerakannya.
"Berhenti dan lepaskan atau keluargamu sebagai gantinya."
"Asuu!"
Dengan terpaksa dia kembali menarik tangannya dan turun dari kasur. "Baiklah aku pulang!" ucap Dokter Felix memberikan resep obat.
"Mungkin Ronaku akan bangun tak lama lagi," ucapannya mendapat tatapan tajam dari Louis.
"Rona kita," ralatnya dengan cengengesan.
"Baiklah baiklah Ronamu!" ralat Dokter Felix mengalah saat melihat muka menyeramkan Louis.
Namun Dokter Felix tak kunjung keluar dari kamar bahkan tak berpindah tempat, dia hanya menatap Louis terus menerus. "Apa?"
"Kau belum membayarku!" ucap Dokter Felix kesal.
"Akan ku transfer!"
"Dua kali lipat! " ucap Dokter Felix menunjukkan kedua jarinya.
"Hmm."
Barulah dia keluar dari kamar dan menuju ke rumah sakit, Felix meminta bayaran dua kali lipat lantaran kesal Louis mengancamnya. Meskipun keluar dengan kekesalan dia tetap berbicara sopan pada keluarga Pranata saat berpamitan.
Beda lagi dengan Louis yang saat ini menatap Rona yang berbaring pingsan di depannya. Dia mendekat dan mengelus kepala Rona dengan lembut lalu dia menghubungi asisten Zee untuk membelikan obat untuk Rona yang sudah dituliskan Dokter Felix resepnya
Tak terlewati ia pun meminta pembantu untuk membuatkan bubur dan membawanya ke kamar, Beberapa saat kemudian datangnya asisten Zee bersamaan dengan bubur yang diminta Louis masuk dan di bawa ke kamar.
Yakk tepat sekali Rona bangun tak lama setelah asisten Zee pergi
Dia memegang kepalanya yang pusing dan menatap langit-langit kamar hingga kemudian mencoba untuk duduk.
Namun ia dikejutkan dengan Louis yang tiba tiba berada di sampingnya membantunya untuk duduk "Kau tak bekerja?" tanya Rona.
"Tidak"
"Kenapa?" tanya Rona heran.
"Aku bosnya maka terserahku bila aku tak bekerja!" ucap Louis datar.
"Yayaya boss selalu dibenarkan!" gumam Ronan mengalah.
"Makanlah ini," Ucap Louis memberikan bubur.
"Hem?"
"Habiskan cepat lalu makan obatnya," Ucap Louis memberikan obat.
"Aku tidak bisa memakan obat utuh," ucap Rona sembari makan.
"Gunakan pisang," ucap Louis
"Itu menyangkut di gigi"
"Gunakan nasi," Mendapat gelengan.
"Lalu apa maumu?" tanya Louis mulai kesal.
"Geruskan," jawab Rona manja.
"Gerus saja sendiri!" ucap Louis.
"Baiklah," ucap Rona pelan dengan menunduk.
Louis yang melihat itu jadi tak tega,
Ada apa dengannya? mengapa dia merasa tak tega? dia melakukan kegiatan yang ekstrim bahkan melihat orang yang ia pecat dengan tak hormat bahkan memohon mohon padanya ia biasa saja tak perduli usia tua atau lain sebagainya.
Namun melihat istri kontraknya yang hanya berbicara pelan dan menunduk dia tak tega? Fix no debat no kecot pasti sudah muncul cuilan cuilan cinta di dirinya pada Rona.
Namun memang pada dasarnya Louisnya saja yang nggak ngeh,jadi kita doakan bersama semoga si kang datar cuilan-cuilan cintanya bertambah menjadi potongan cintaaaa.
Setelah selesai menghabiskan buburnya Rona berniat akan mengambil sendok untuk menggerus namun tak jadi dilakukannya lantaran kang datar memintanya untuk duduk saja.
"Ada lagi yang kau inginkan?" tanya Louis datar yang mendapat anggukan.
"Apa?"
"Air"
Betapa tololnya Louis hingga melupakan air untuk Rona bahkan pembantu pun tak mengingatkannya. Dia akan memarahi pembantu itu!!
"Baiklah," ucap Louis sok cool.
Bersambung.
dgn kebahagiaan rona dan Louis...
jg anak mereka...
yg di bilang SM Rona itu benar Louis SM tuan aldrich itu laki² paling bego dan tolol...
mereka ga tau kalo Layla itu emang perempuan jalang yg selalu melayani om²...
akhirnya malah mempermalukan diri sendiri,,, rasain km mama dara makanya jd mertua jgn jahat...
🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jgn mau kalah SM laki ...🤭🤭🤭👍👍