VISUAL ADA DI IG: @Flowerpurple_1234
tiktok: @flowerpurple_1234
PROSES REVISI
Novel ini mengandung bawang. Dan dimohonkan persiapkan tisu.
Sinopsis ada di episode. Silahkan geser ke kanan ➡
Ini merupakan novel kedua ku. Jadi selamat membaca ♪\(*^▽^*)/\(*^▽^*)/
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flower purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 16# Ujian sirih beganti(REVISI)
...PALEMBANG
...
Lana sampai di bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II setelah menempuh perjalanan selama 1 jam 10 menit. Sudah lama Lana tidak menginjakkan kakinya di kota kelahirannya itu, ada rasa senang, sedih dan gelisah bercampur menjadi satu. Senang karena bisa bertemu dengan kedua orang tuanya, sedih karena dia kembali saat dia menyandang status janda sekaligus gelisah dengan reaksi orang tuanya nanti jika putri kesayangan mereka telah bercerai dengan Angga. Tapi tidak masalah karena nanti Lana akan berusaha untuk meyakinkan kepada orang tuanya kalau dia baik baik saja.
Lana menaiki bus umum untuk menuju ke rumahnya. Dari bandara ke tempat tinggalnya menempuh perjalanan selama 3 Jam 25 menit, untuk sampai ke suatu desa yang ditempati oleh keluarga dan kedua orang tuanya itu.
Setelah sampai di terminal, Lana harus naik ojek untuk sampai ke rumahnya. Sepanjang perjalanan Lana bahagia karena bisa kembali melihat sawah dan pepohonan yang berwarna hijau serta udaranya yang masih bersih dari polusi.
Karena Lana asik melihat pemandangan, Lana sampai tidak menyadari bahwa dia sudah sampai dirumah kedua orang tuanya. Tetapi saat dia hendak turun, Lana melihat ada banyak orang yang berpakaian muslim ke rumahnya dan juga terpasang bendera kuning. Dan itu membuat Lana bingung sekaligus takut.
Kok ada bendera kuning ya didepan rumah? Siapa yang meninggal? Gak mungkin ibu sama ayahku. kan beberapa hari lalu aku, ayah dan ibu saling mengobrol bersama di telpon? Atau mungkin saudara ayah ya?
Karena tidak mau menduga duga akhirnya Lana memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya. Dan betapa terkejutnya dia disaat dia melihat kedua orang tuanya terkujur kaku dengan balutan kain kafan ditubuhnya.
"Ayah! Ibu! " Tanpa mempedulikan barang bawaannya yang dia jatuhkan, Lana langsung berlari ke arah kedua orang tuanya.
"Ayah.....! Ibu.......! Bagun yah......! Bu......! Jangan tinggalin Lana..... Hiks.... Hiks... " Tangis histeris Lana sambil mengguncang - guncangkan tubuh kedua orang tuanya.
Melihat hal itu membuat tetangga Lana yang sekaligus teman dekat ibunya Lana kasihan melihat Lana dan dia langsung menenangkan Lana.
"Yang tabah ya nak, ikhlaskan kedua orang tuamu. Mungkin ini sudah takdir ayah sama ibu kamu untuk menghadap Allah SWT. " Kata wanita paruh baya itu yang bernama bu dewi.
"Ta-tapi bagaimana ayah dan ibuku begini tante...... Hiks.... Hiks.... Beberapa hari yang lalu.... Hiks.... Kami masih saling mengobrol bersama..... Hiks... Ta-tapi kenapa! Ke-kenapa?! Kenapa mereka meninggalkan aku tante.... Hiks.... Huahh....! " Isak tangis Lana, sedangkan bu Dewi hanya bisa mengelus punggung Lana.
"Itu semua karena kamu! Kalau saja kamu mengtransfer uang yang lebih besar lagi kepada mereka, mereka pasti tidak kecelakaan saat bekerja! " Tuduh seorang wanita paruh baya yang berbadan gemuk dan di lehernya, lengannya lalu jari jarinya dipenuhi oleh emas yang menyilaukan mata bagi yang siapa yang baru melihatnya, dia tidak lain adalah adik ipar dari ayahnya.
"A-apa mak-maksud bibi? " Tanya Lana kaget atas pernyataan bibinya itu.
"Heh! Asal kamu tau ya! Ayah dan ibu kamu itu berhutang dengan pak Bordan si juragan tanah itu! Mereka berhutang sebanyak 100 juta! " Mendengar kebenaran itu membuat Lana terkejut, saking terkejutnya Lana sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Bagaimana bisa bi?" Tanya Lana lirih.
"Ya biasalah! Karena..... " Perkataan bibi Lana terpotong saat seorang ustad menegur mereka.
"Maaf ya ibu - ibu sekalian, alangkah baiknya kalau masalah ini dibicarakan saat kedua jenazah dikebumikan. "Mendengar perkataan ustadz tadi membuat bibi Lana mengurungkan niatnya dan memilih duduk ke tempat anak perempuannya.
Lana membacakan surat yasin untuk kedua orang tuanya yang telah merawatnya dari kecil hingga besar. Selesai membaca surat yasin, jenazah dibawa menggunakan spanduk khusus jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.
Dengan berat hati Lana harus mengikhlaskan jasad kedua orang dikuburkan. Setelah selesai dikuburkan lalu hampir semua orang meninggalkan makam itu, Lana langsung menumpahkan kesedihannya.
"Ayah..... Ibu.... Hiks, Lana sekarang harus gimana yah.... Bu...... Hiks.. Lana tidak mempunyai siapapun lagi.... Mas Angga sudah menceraikan Lana... Hiks.... Sedangkan ayah dan ibu.... Hiks.... Sudah meninggalkan Lana selama lamanya.... Hiks.. Lana merasa Lana gak kuat, untuk menghadapi semua ini ayah... Ibu.... Hiks"Tangis Lana terhenti saat mendengar suara orang yang dikenalnya.
"Kamu tidak sendirian Kai, disini masih ada aku yang bisa menjagamu. Aku lebih baik dari suami bren**ekmu itu! " Kata pemuda itu dengan emosi.
"Kak..... "
hbs lucu banget seeeh kisah mereka
pasti wallpapernya lucu2 deeeeh...
suka cerita nya 😊
🤣🤣🤣🤣🤣
tiap makan cokelat lsng tertidur gto...