NovelToon NovelToon
My Secret Love

My Secret Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:570k
Nilai: 5
Nama Author: Rey

Surinala Maharani atau biasa dipanggil Nala. Dia seorang gadis yatim piatu, dan hanya tinggal bersama bibinya.Kehidupannya yang berat membuat dia harus bekerja banting tulang.

Pertemuan tidak disengaja Nala dengan pria bernama Akira membuatnya harus menurut pada pria itu karena hal berharga Nala telah diambil secara tidak sengaja pula oleh Akira.

Akira berjanji akan bertanggung jawab dan menikah Nala, tapi Nala tidak tau jika semua itu adalah suatu rencana besar yang sedang Akira jalankan, dan mirisnya, dia membawa Nala dalam rencananya itu.

Nala yang mengetahui rencana Akira memilih menjauhi pria yang sudah membuatnya jatuh cinta. Nala memilih pergi dari kehidupan Akira dan dia pergi dengan membawa buah cintanya dengan Akira yang tidak Akira ketahui.

Akankah Akira menyesal sudah membuat wanita yang mencintainya pergi? Dan bagaimana reaksinya saat tau wanita yang sudah dia nikahi itu pergi dengan membawa calon bayinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sentuhan

Nala membelakangi Akira, Akira dapat melihat. punggung milik Nala yang baginya sexy.

"Akira, tolong naikkan resletingnya, nanti aku kalau paksakan malah rusak. Kan sayang ini gaun mahal."

Akira yang ingin menjahili Nala malah diam saja tidak mau menaikkan resleting gaun Nala. Membuat Nala bingung, merek malah hanya berdiri dan Nala masih membelakangi Akira.

"Akira, apa kamu tidak mau membantuku? kenapa diam saja?" tanya Nala tanpa menoleh.

Tertarik senyum dari sudut bibir Akira "Aku masih mau memandangi punggung kamu, apa tidak boleh?" tanya Akira.

"Tapi kitakan mau makan malam, apa kamu tidak lapar?"

Setelah mengatakan hal itu, Nala merasakan sesuatu yang hangat menyentuh punggungnya, dan itu adalah telapak tangan Akira yang sedang mengusap lembut punggung Nala.

Nala beberapa detik menahan napasny merasakan sentuhan Akira, dia sampai berusaha menelan salivanya dengan susah. "A-akira," panggilnya terbata.

"Apa?" suara Akira yang sekarang terdengar parau, dan tangannya masih menjelajah punggung Nala.

Otak Nala sekarang tidak dapat berpikir jernih, sentuhan Akira seolah membuat hati dan pikirannya terkontaminasi hal yang tidak semestinya dia pikirkan saat ini. Nala mencoba menghentikan semua ini, jujur saja saat ini dia belum jika melakukan lagi untuk yang kedua kalinya dengan Akira, waktu itu dia kan tidak sadar jadi dia tidak ingat apa-apa, tapi jika sadar begini dia tidak akan sanggup.

"Akira, aku lapar." Nala langsung membalikkan badanya dengan cepat menoleh ke arah Akira.

Mata Akira langsung menatap nakal diiriingi dengan senyuman kecilnya seolah dia berhasil mengusili Nala. "Aku juga lapar." Tangan Akira sekarang ganti nakalnya, dia menarik pinggang Akira dan memeluk Nala dari depan.

"Mau apa?" mata Nala berkedip beberapa kali.

"Mau menaikkan resleting kamu." Ternyata di belakang punggung Nala, tangan Akira menaikkan resleting gaun Nala ke atas sampai menutup sempurna.

Terlihat napas lega dari Nala. "Akira, terima kasih, sekarang apa bisa kamu melepaskan pelukan kamu? aku bagaimana bisa makan kalau begini, ini juga sudah malam, aku takut bibi ku akan mencariku nantinya."

"Apa kamu tidak bisa menginap di sini?"

"Menginap?! a-aku tidak bisa menginap, aku kemarin sudah tidak pulang, bibiku sudah sangat khawatir, aku tidak mau bibiku lebih khawatir lagi, Akira."

"Ya sudah kalau begitu, kita makan dulu, lalu aku akan mengantar kamu pulang."

"Tidak perlu mengantar pulang, aku akan pulang dengan Rara, oh ya! Rara di mana? apa dia dengan Reno?" Ya ampun Nala, berdua sama Akira baru beberapa jam sudah lupa kalau punya teman.

"Iya, mereka si bawah dan pasti sedang makan malam juga, ayo duduklah kita makan bersama." Akira menarik kursi untuk Nala.

"Pisau dan garpu? aku biasa melihat orang makan dengan menggunakan ini bahkan di cafe tempat aku bekerja juga menggunakan ini, tapi aku tidak biasa menggunakannya," terang Nala polos.

"Aku ajarkan kamu makannya." Akira beranjak dari tempat duduknya dan sekarang membungkuk seolah memeluk Nala dari belakang, kedua tangan Akira menjulur ke depan memegang tangan Nala dan menganjarinya memotong daging steak dan menusuknya dengan garpu.

Nala tersenyum manis pada Akira, wajah mereka sangat dekat. Bahkan Nala bisa mencium aroma segar napas Akira.

Dan ...

Lagi-lagi si wajah tenang itu tidak dapat mengendalikan dirinya dia mengecup perlahan bibir Nala. Nala yang mendapat kecupan itu lagi-lagi hanya bisa terdiam.

"Sudah bisakan?" tantya Akira setelah melepaskan ciumannya. Nala mengangguk perlahan.

"Kamu memang gadis yang pintar." Akira menarik tubuhnya dan kembali duduk di tempatnya dengan raut wajah yang seolah memikirkan sesuatu.

Di bawah, dua orang yang tengah sibuk menghabiskan makanannya itu, seolah tidak ingat bahwa mereka di sana itu sedang menunggui sahabat dan bos mereka yang makan malam di kamar atas.

"Ahahah! ya ampun, kamu itu cewek tapi sendawanya keras sekali, Sih! tidak malu ya?" ujar Tommy.

"Malu, malu sama siapa? aku itu hanya malu jika di depan orang yang aku sukai atau orang yang aku taksir, baru aku malu."

"Jaga image itu namanya, penuh kepura-puraan."

"Biarin, namanya juga di depan orang yang kita sukai, harus jaga sikap dunk, kalau tidak begitu nanti dia kabur lagi. Ahahahaha!" Suara tawa Rara cukup keras.

"Memangnya kamu sudah punya pacar?"

"Belum, aku baru saja putus sama cowokku, baru 3 hari yang lalu."

"Oh ya? kenapa? gara-gara tau sikap asli kamu?"

Plak ...

Rara memukul lengan tangan Reno. "Enak saja! memangnya sifat asliku sangat buruk, aku itu anak baik dan satu lagi, aku cewek setia. Aku memutuskan cowok aku karena dia selingkuh, dan aku membenci pria yang tidak setia pada pasangannya, jangan harap mendapat maaf dari aku atau ngajak balikan, tidak akan pernah."

"Berarti cowok itu sadar akan kesalahannya memacari kamu itu kesalahan besar makannya langsung di cari pengganti kamu. Ahahahha!" Reno malah bicara ngasal.

Rara yang kesal malah dihina sama Reno mencubit lengan tangan Reno. "Aduh ... aduh! sakit, Ra." Rintih Reno kesakitan.

"Sukurin! makannya kalau bicara di jaga, sepertinya kamu salah satu bad boy, Ya?" Kedua mata Rara menyipit melihat ke arah Reno.

Reno masih mengelus-elus tangannya yang baru saja dicubit oleh Rara. "Tidak ada pria yang sempurna, semua pasti suka dengan banyak wanita, apalagi jika para wanita itu memperlihatkan tubuh mereka yang sexy."

"Dasar otak kotor!"

"Kalian para wanita dan pakai kurang bahan kalian yang membuat otak para pria kotor," Sahut Reno santai.

"Eh, tapi kalau kamu memang muka-muka bad boy, tapi bos tampan kamu itu terlihat tenang dan dia bukan tipe jelalatan seperti kamu." Rara melirik menghina pada Reno.

"Kamu belum tau saja siapa Akira." Reno menghabiskan minumanya yang tersisa.

"Eh katanya kamu mau bercerita tentang bos kamu dan Nala. Nala baik-baik saja kan di atas bersama bos kamu?"

"Tenang saja, dia tidak akan diapa-apakan oleh Akira,"

"Kalian bukan mafia yang mempunyai rencana untuk merayu Nala dan ingin menyekapnya, Kan? mengiming-ngiming Nala uang supaya mau di jual."

"Kenapa pikiran kamu sama kita jelek semua, sih, kita ini orang baik-baik, apalagi Akira, dia tidak akan membuat reputasi dirinya yanga seorang pemilik tertinggi perusahaan House Of Danner hancur dengan mencari masalah sama Nala gadis yang biasa itu, Akira itu mau menikahi Nala teman kamu."

Buaarrr ...

Rara menyemburkan minuman yang dia minum karena saking terkejutnya mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Reno.

"Cubit aku, Ren." Perintahnya cepat. Reno melonggo mendengar perintah Rara. "Cubit aku, Reno!" ucapnya lagi.

1
Purwanti Wanti
banyak kebolak balik namanya
Rey: Nanti aku revisi ya, Kak. Maaf, banyak novel yang aku buat waktu itu
total 1 replies
Purwanti Wanti
jgn jd bodoh nala😤😤
Purwanti Wanti
masih meraba2
L A
diulang lagi kisahnya thor ....🤭
Rey: Iya kisah bapak dan ibunya terulang lagi wakkaam
total 1 replies
Bubun'y RyUichi
aku kesal sekli sama nala.. kenapa keras kepla bnaget...
Rey: Sabar ... sabar semua bisa dibicarakan kak wkakaka
total 1 replies
Bubun'y RyUichi
aku suka karya ka rey 😍
Vera Handayani
bibi nya juga kerja kan, koq nala terus yg nanggung semua 🥺
Murniyati
mampir
Ira arif
setiap akhir bab nanggung, untung bacanya novel dah end 😁
Rey
Terima kasih sudah baca ceritaku, Kak.
Rey
Dia terlalu cinta sama Akira, Kak
Ira arif
kok nala gak ada benci2nya sama akira ya
Ira arif
wak jangan sampai kosong komennya
lanjuut
Ira arif
ngisi komen, biar gak kosong
lanjuutt
Rey
Aamiin, terima kasih, Kak. Doa yang sama untuk kakak sekeluarga
Nok Hasanah
akhirnya tamat juga ya srmoga thor diberi kesehatan
Whie Whiek Ana RosLiana
selamat atas kelahiran baby nya..smoga lekas membaik ya thor
RisaRis27670746
yah tambah susahlah mau diakui jd istri...ini malah jd pembantu dikluarga suami..parahh
heny ratnawati
selamat ya atas kelahiran putra/ putri nya.
Nok Hasanah
lanjut lagi thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!