NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Satu Malam

Terjerat Cinta Satu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irna Mahda Rianti

Kisah berawal saat Sagara, yang tak sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah diskotik. Gadis itu bernama Hila, karena sama-sama frustasi, mereka mabuk berat, hingga mereka berakhir dengan cinta satu malam. Padahal, Hila akan dijodohkan oleh orang tuanya. Hila pun menghilang dari kehidupan Gara setelah cinta satu malam tersebut.

Lelaki yang dijodohkan dengan Hila, akankah bisa menerima Hila yang ternyata sudah pernah tidur dengan lelaki lain? Bagaimanakah nasib Hila selanjutnya?
Apakah Gara akan mencari Hila yang menghilang setelah satu malam mereka berakhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irna Mahda Rianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Meet with you, again

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR YA 🤗

"Si-siapa, kau?" tanya Gara lagi.

Hila masih terdiam tak bergeming. Tubuhnya kaku, pandangannya tetap tertuju pada Gara. Hila masih tak percaya, lelaki yang berada dihadapannya adalah Sagara. Laki-laki yang dulu pernah tidur dengannya. Laki-laki yang harusnya bertanggung jawab atas kehamilannya. Sungguh diluar dugaan, Hila bisa bertemu kembali dengan Gara, bertemu di tempat yang sama sekali tak ia bayangkan sebelumnya.

Ka-kau! Jawab pertanyaanku! Siapa kau ini, ha?" Gara meyakinkan dirinya, bahwa Hila telah meninggal, karena ia jelas-jelas melihat nisan dan makam Hila.

Hila menatap Gara, entah kenapa tubuhnya jadi melemas ketika mereka saling berhadapan. Jantung Hila berdetak tak karuan. Macam-macam perasaan berkecamuk dalam hatinya. Hila memang yakin, bahwa laki-laki dihadapannya adalah Sagara. Tapi, Hila sedikit bingung, kenapa Gara begitu tak mengenalnya. Kenapa Gara kaget, dan bertanya dirinya siapa.

Takdir mempertemukan kita. Aku bisa melihatku disini. Ternyata, takdir tak hanya mempertemukan kita berdua. Tapi, sebelumnya ... takdir juga membawaku ke tempat ini, yang kini baru aku tahu, bahwa perusahaan ini adalah milikmu. Sagara, kenapa kita harus bertemu lagi? Dan kenapa kau begitu tercengang melihatku? Apa kau memang tak mengenaliku? Batin Hila ketika menatap tajam pada Gara.

"Kau tak mungkin Hila, kan? Siapa kau?" tanya Gara dengan nada tinggi.

Hila menghela nafas, "Kau lupa padaku, Gara?"

"APA? Ka-kau, Kau Hila? Tak mungkin!" Gara mengelak.

"Apa maksudmu berkata tak mungkin?"

"Hila sudah meninggal, dan kau bukan Sahila! Aku yakin itu!" Ujar Gara.

"Meninggal?" Hila mengernyitkan dahinya.

Hila berpikir sejenak, ia heran, kenapa Gara berpikir bahwa dirinya telah meninggal, Ya Allah ... mungkinkah Gara tahu bahwa keluargaku telah menganggap aku mati? Apa Gara mengira itu sungguhan. Ya Allah, kenapa kau biarkan aku bertemu kembali dengannya? Aku sudah bahagia, walaupun hidupku kekurangan. Tapi, kenapa takdir membawaku bertemu dengannya lagi? Ada apa dibalik ini semua? Batin Hila.

Gara mendekat, dan menatap Hila, "Kau! A-apa mungkin, se-sebenarnya kau belum meninggal, Sahila?"

Gara terlihat berkaca-kaca menatap Hila. Gara terus memperhatikan Hila dengan fokus, ia melihat tubuh Hila dari atas ke bawah, mencoba mengingat memori pertemuan mereka yang dulu pernah terjalin saat di Zurich, Swiss. Tubuhnya berbeda, karena Gara melihat perut Hila yang terlihat buncit.

Dia hamil?

Gara mendekat kearah Hila, refleks ia memegang bahu Hila,

"Hila! Kau kah? Kau kah Sahila gadis yang selalu aku tunggu?"

Mata Hila pun tiba-tiba berkaca-kaca, ia pun masih tak menyangka, bisa kembali bertemu dengan Gara, di kota hujan ini. Mungkin, semua ini telah digariskan, dan hidup Hila memang harus seperti ini, dipertemukan dengan Ayah sang bayi yang ia kandung, disaat kehamilannya sudah membesar.

"Hila, jawab aku!" Gara mencoba meyakinkan dirinya, ia terus memegang bahu Hila agar Hila bergeming.

Hila tak mampu berkata-kata, ia hanya bisa memberikan anggukan pelan pada Gara, meyakinkan Gara, bahwa semua pertanyaan Gara itu benar. Anggukan Hila, membuat jantung Gara berdegup sangat kencang. Tanpa basa-basi, Gara pun segera memeluk Hila, Gara tak kuasa menahan kebahagiaannya, pelukan kerinduan yang hampir sembilan bulan sudah ia nanti-nantikan.

"Terima kasih, kukira kau telah pergi selamanya. Kukira semua itu benar. Tapi ternyata, kau masih hidup, Hila!" Gara memeluk Hila sambil membisikkan sesuatu ditelinganya.

Hila yang merasa pengap dipeluk Gara, merasa begitu tak nyaman. Apalagi, perutnya tertekan oleh Gara yang tak sadar, bahwa tubuhnya menekan perut Hila,

"Lepaskan! Sakit," ucap Hila.

"Astaga, maafkan aku, Hila. Aku tak bisa mengontrol diriku,"

Gara pun melepaskan pelukannya. Lalu, ia kembali fokus pada perut Hila yang terlihat buncit. Perut seorang Ibu hamil, yang bisa Gara perkirakan, bahwa kehamilannya sudah memasuki bulannya. Gara menerka-nerka kembali, pikirannya melayang-layang, sejak pertemuan terakhir itu, ia dan Hila sudah hampir sembilan bulan tak bertemu. Mungkinkan Hila hamil karena ....

"Ka-kau, hamil, Hila?" Gara bertanya sambil menarik napasnya,

Hila menunduk, ia menggigit bibirnya. Lidahnya kelu, tak kuasa ia menjawab ucapan Gara. Apalagi, bayi yang ada didalam perut Hila, adalah milik Gara. Bayi yang tak bersalah, tumbuh karena kesalahan Hila dan Gara di diskotik pada saat itu.

"Hila! Tatap mataku!" Tegas Gara.

Hila pun mendongakkan wajahnya, ia menatap wajah Gara, masih dengan tatapan aneh dan rasa tak percaya, masih mengira-ngira bahwa semua ini adalah mimpi, tapi berkali-kali Hila sadar, bahwa ini nyata, dan lelaki itu adalah, Ayah dari bayi ini ...

"Dia anakku, kan?" tanya Gara tiba-tiba.

DEG.

Hila tak berani menjawab,

"Jawab, Hila! Jangan diam saja! Banyak sekali pertanyaan dalam benakku untuk ku tanyakan padamu, tapi ini yang paling penting! Kamu hamil, tentu saja ini anakku, iya kan? Kenapa kamu menyimpan semua ini sendiri, ha? Ya Tuhan, banyak sekali yang ingin kutanyakan padamu," Gara menutup wajahnya, karena ia prihatin pada Hila.

Hila menggigit bibirnya lagi, ia benar-benar gugup, "Maaf,"

"Aku tahu, kamu shock, aku pun sama Hila, duduklah ... kamu jangan banyak pikiran, kamu sedang hamil. Aku sangat bahagia bisa melihatmu lagi, ayo, duduk dulu," Gara memegang bahu Hila, dan mengajak Hila duduk di sofanya.

Aku merasa sedih bertemu lagi dengannya ... entah kenapa, aku tak bahagia bertemu Gara. Rasanya, aku ingin menangis ketika melihat wajahnya. Kenapa aku jadi cengeng seperti ini? Jika boleh aku memilih, aku lebih baik tidak bertemu kembali dengannya, karena kurasa, akan tumbuh masalah baru, jika ia disini, bersamaku ... Batin Hila.

Tanpa Hila dan Gara sadari, ternyata Bagas sudah berada didepan pintu ruangan Gara. Bagas heran, kenapa Hila begitu lama mengantarkan minuman untuk Gara, oleh karena itu, Bagas pun menyusul Hila. Ia kaget, melihat Gara dan Hila yang berpegangan tangan, dan Gara membawa Hila duduk di sofanya,

Kenapa Tuan Gara memperlakukan Hila seperti itu? Apa mereka saling mengenal? Kenapa minuman dan kue itu berceceran? Astaga, kenapa aku mengintip? Kalau ketahuan, bahaya. Bagas pun segera menutup pintu ruangan Gara, karena ia melihat Hila baik-baik saja.

...❤❤❤...

Zürich, Switzerland ....

Bianka hari ini berniat untuk ke rumah Gara. Bianka dan Tira memang dekat, karena Mami Bianka satu grup arisan dengan Tira. Bianka dan Maminya bermain ke rumah Tira bersama, entah apa tujuannya, tapi sepertinya ada hal penting.

"Good afternoon, Miss Leily, afternoon too for Bianka, silahkan masuk, silahkan duduk," sapa Tira pada Bianka dan Maminya.

"Thank u so much, Miss Tira ...."

Mereka pun duduk bersama, para pelayan di rumah Tira memberikan jamuan terbaik untuk Bianka dan sang Ibu. Mereka terlibat obrolan ringan sambil sesekali menyantap hidangan yang telah disediakan. Tiba-tiba, Tira mengatakan sesuatu.

"Miss, lusa saya akan terbang ke Indonesia, untuk menemui Gara. Karena, satu minggu lagi, putraku resmi menjadi Direktur utama di LC Grup. Mungkinkah, Miss Leily dan Bianka bisa hadir saat waktunya tiba?" ajak Tira.

"Of course, Miss Tira. Saya usahakan datang ke Indonesia. Kalau begitu, Sagara tidak akan pulang ke Zurich? Dia akan menetap di sana sampai peresmian itu?" tanya Miss Leily.

"Ya, Sagara akan berada di sana sampai selesai. Gara pun sudah mengatakannya pada Bianka, bukan begitu, Bi?" Tira tersenyum.

"Ya, Tante. Dia sudah bilang padaku," Bianka membalas senyuman Tira.

"Kalau begitu, kenapa tidak Miss Tira ajak saja putriku untuk ikut ke Indonesia? Kasihan Gara, jika tak ada yang menemani. Aku pasti mengizinkannya, Miss. Karena aku sudah sangat menyukai Gara, kuharap Bianka selalu ada untuknya," ujar Miss Leily.

"Serously? Of course, Miss ... jika Miss Leily mengizinkannya, aku akan mengajak Bianka untuk datang ke Indonesia, dan membuat kejutan pada Gara," Tira antusias.

"I'm so serious, Miss. Putriku begitu nyaman dengan Sagara, and I'm very agree with relationship between Bianka and Gara, aku ingin segera melihat mereka bahagia bersama," Miss Leily penuh harap.

(Aku sangat setuju dengan hubungan antara Bianka dan Gara)

"Mami, aku dan Gara tidak ada hubungan apa-apa, kok. Believe me,"

(Percaya padaku,)

"Tidak apa-apa, Bi ... Tante mendukung kalian, kok. Kamu siap-siap saja untuk keberangkatan kita, soal tiket pesawat, biar Tante yang urus, kamu persiapkan saja yang lainnya,"ujar Tira.

"Sure, Tante. Aku akan menyiapkannya. Aku tak sabar, I want to meet Gara quickly, cause I miss him so badly," Bianka melebarkan senyumannya.

(Aku ingin bertemu Gara secepatnya, karena aku sangat merindukannya)

"Tante mengerti perasaanmu, semoga kalian bisa secepatnya bersatu," Tira membalas senyuman Bianka.

"I hope so, Miss ..." tambah Miss Leily.

(Aku juga berharap)

Bianka tersenyum tulus, "Thanks for your support, Mami and Tante Tie,"

(Terima kasih, atas dukungannya, Mami dan Tante)

*Bersambung*

Jangan timpuk aku, please 🙈 😂😂😂

Cerita tanpa konflik, bagaikan sayur tanpa garam. Nikmati saja dulu ya 🤭

Jangna lupa klik VOTE nya ya... ini hari senin 😘🥰

1
falea sezi
g rela jalang Bianca dpet gata
falea sezi
males deh di bkin mati anaknya/Shame/
falea sezi
hmmmm emank murahan klo g murahan g bsa hamil uda jalang sombongnya
Nur Aini
Luar biasa
Nur Aini
Lumayan
Sovi Yana
keren ceritanya lanjutan elang
Pitri Minarti
duh gara kata katanya menyejukkan banget👍💚
Pitri Minarti
sedih banget😭😭😭
Eka Rauf Ginting
capek capek baca bayinya meninggal.. alur ceritanya jga bertele tele..
ningnong
😭😭😭😭😭
SR.Yuni
Demi nama besar rela korbankan kebahagiaan anak, anak akhirnya cari jalan keluar yg salah dan fatal akibatnya. Mendidik anak bukan berarti menentukan jalan hidup anak.
Sri Widjiastuti
indahnya pengorbanan!!
Sri Widjiastuti
Aamiin.... setuju calista
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
kluarga gara sama jg dng keluarga sahila lebih mementingkn harta
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
aq kok kasihan sama sahila ya
𝐃𝐢𝐥𝐯𝐚
dasar pengecut sagara, gue benci laki2 kek bgtu, pengen ku bejet2
Ernawati
iiihhh davian kok gitu sih
Ernawati
semoga gata dapat wanita yg baik karna dia sulit jtuh cinta
Chandra-Jelita
author nya ternyata termasuk gemar nonton sinetron, sampai jadi referensi di ceritanya 🤔🤣🤣🤣🤪
Kadek Bella
gimana lanjutannya Calista sama elang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!