NovelToon NovelToon
Tiga Bayi Tersembunyi: CEO Menyesal Seumur Hidup

Tiga Bayi Tersembunyi: CEO Menyesal Seumur Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Asmara / Anak Genius / Penyesalan Suami / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lover

Lima tahun lalu, Keira diusir dari keluarga Mulyono saat perutnya baru membesar.
Tidak ada yang tahu dia sedang mengandung tiga anak sekaligus — anak-anak dari pria paling berkuasa di Jakarta: Kevin Hartono, CEO Hartono Group.
Tanpa uang, tanpa keluarga, tanpa nama — dia membesarkan ketiga anaknya sendirian. Diam-diam, dia membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Menjadi CEO SH Corporation. Menjadi dokter jenius yang dipanggil "Dr. Mira." Menjadi ahli chip SSS-level yang dicari seluruh dunia dengan nama "Ainara."
Sekarang, dia kembali ke Jakarta.
Bukan sebagai gadis yang pernah dibuang. Tapi sebagai wanita yang bisa menghancurkan siapa saja yang pernah menyakitinya.
Masalahnya? Kevin Hartono — mantan suami yang bahkan tidak tahu dia pernah hamil — baru saja menemukan bahwa putranya, Darren, punya saudara kembar yang identik.
Dan dia tidak akan berhenti sampai menemukan ibu mereka.
"Kei... kamu bisa membenciku. Kamu bisa memukulku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi."
Tapi Keira sudah bersumpah: *dia yang membuangku, sekarang harus berlutut untuk mendapatkanku kembali.*
Siapa bilang balas dendam terbaik bukan hidup bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Dan yang paling menarik, semuanya sengaja diarahkan untuk membuat Kevin terlihat seperti orang yang salah sejak awal.

Professor Liu masih berbicara dengan suara penuh keyakinan.

"Jika Hartono Group mengikuti kerangka ini, celah keamanan lama bisa ditutup dalam enam bulan. Sistem baru akan sepenuhnya berada di bawah protokol audit independen yang saya rancang."

Tepuk tangan terdengar dari sisi meja Hendry.

Wilson bahkan berdiri setengah badan. "Luar biasa, Professor. Ini baru solusi kelas internasional."

Beberapa kerabat ikut bertepuk tangan, sebagian karena mengerti, sebagian karena melihat Hendry tersenyum. Di keluarga Hartono, banyak orang tidak perlu memahami isi presentasi untuk tahu kapan harus memilih sisi.

Hendry menoleh ke Kevin. "Bagaimana menurutmu? Atau kau masih ingin menunggu ahli misterius yang kau cari dua tahun itu?"

Kevin tidak menjawab.

Matanya justru bergerak ke arah Keira.

Keira masih duduk tenang, ujung jarinya menyentuh gelas air. Di layar, diagram yang membuat semua orang kagum itu memantul kecil di permukaan gelasnya.

Naomi membungkuk mendekat. "Ci, kamu mengerti?"

"Sedikit."

Tiffany langsung berbisik dari sebelah Naomi, "Kalau Mommy bilang sedikit, artinya banyak."

Ethan yang sedang menjadi "Darren" hampir tersedak sup.

Kevin mendengar kalimat itu.

Keira berdiri.

Suara kursi bergeser pelan, tetapi seluruh aula seperti ikut tertarik.

Professor Liu berhenti. "Nona?"

"Maaf memotong," kata Keira. "Saya hanya ingin memastikan. Professor Liu benar-benar menyarankan Hartono Group memakai sistem ini?"

Hendry tersenyum dingin. "Nona Keira, ini bukan ruang belajar umum. Kalau ada bagian yang tidak kau mengerti, lebih baik dengarkan saja."

Keira menatapnya sekilas. "Saya justru takut terlalu mengerti."

Bisik-bisik langsung pecah.

Professor Liu mengerutkan kening. "Kalau Nona punya masukan, silakan. Tapi bidang ini sangat teknis."

"Baik."

Keira berjalan ke depan layar. Gaun putihnya bergerak ringan, kontras dengan diagram biru dingin di belakangnya.

Ia menunjuk bagian pertama.

"Kesalahan pertama. Data dasar yang Anda pakai berasal dari mirror server setelah insiden pencurian, bukan dari arsip sebelum insiden. Data itu sudah terkontaminasi. Kalau dijadikan dasar rekonstruksi, sistem akan mewarisi lubang yang sama."

Senyum Professor Liu memudar sedikit.

Keira tidak berhenti.

"Kedua. Anda menurunkan lapisan enkripsi inti agar audit eksternal lebih mudah masuk. Itu bukan memperbaiki keamanan, itu membuka pintu dengan karpet merah."

Naomi menutup mulut. "Aduh."

"Ketiga. Rotasi kunci Anda memberi jeda tujuh puluh dua jam. Dalam serangan tingkat tinggi, tiga menit saja cukup untuk mengambil blueprint. Tujuh puluh dua jam itu undangan."

Beberapa eksekutif Hartono Group yang hadir mulai saling pandang.

Professor Liu menegakkan punggung. "Itu kompromi umum antara efisiensi dan keamanan."

"Bukan untuk chip inti kelas ini."

Jawaban Keira pendek. Dingin. Membuat bantahan Professor Liu jatuh sebelum sempat berdiri.

Ia menunjuk slide berikutnya.

"Keempat. Patch yang Anda tawarkan tidak kompatibel dengan wafer generasi kedua Hartono Group. Produksi bisa tetap berjalan satu bulan, lalu tingkat gagal uji akan naik perlahan. Pada bulan ketiga, kerusakan akan terlihat seperti cacat internal pabrik."

Wajah Kevin berubah.

Itu bukan sekadar kesalahan.

Itu cara yang sangat rapi untuk menghancurkan Hartono Group dari dalam.

Hendry menaruh gelasnya terlalu keras.

"Nona Keira, kau menuduh Professor Liu sengaja merusak?"

Keira menoleh. "Saya belum bicara soal niat. Saya baru bicara soal hasil."

Engkong Hartono, yang sejak tadi diam, tertawa pelan. "Lanjutkan."

Professor Liu mulai berkeringat di pelipis.

Keira menunjuk bagian bawah diagram.

"Kelima. Kalibrasi sensor termal Anda memakai standar laboratorium Singapura, bukan kondisi pabrik Hartono di Cikarang. Kelembapan dan variasi suhu ruang produksi di sana berbeda. Kalau ini dipakai, alarm anomali akan sering salah baca."

Salah satu direktur teknis Hartono Group tanpa sadar mengangguk.

"Keenam. Ada jalur maintenance tunnel yang Anda sebut untuk pemulihan darurat. Tapi jalur itu tidak masuk log utama. Artinya orang yang punya akses bisa keluar masuk sistem tanpa meninggalkan jejak."

Suasana aula turun menjadi dingin.

"Dan ketujuh."

Keira berhenti di depan slide terakhir. Kali ini ia tidak menunjuk layar, melainkan menatap Professor Liu langsung.

"Anda membangun seluruh narasi seolah kesalahan terbesar ada pada keputusan CEO setelah insiden. Tapi pola timestamp di laporan Anda diputar mundur. Jejak pertama pencurian terjadi sebelum Kevin mengambil alih keputusan pemulihan malam itu."

Kevin perlahan berdiri.

Feng yang berada di belakangnya ikut kaku.

Professor Liu menelan ludah. "Itu interpretasi yang sangat berani."

"Bukan interpretasi." Keira tersenyum tipis. "Itu urutan log."

Hendry akhirnya tidak bisa menahan diri.

"Cukup!" Suaranya menggema. "Kau seorang tamu. Orang luar. Siapa kau berani mempermalukan pakar internasional yang kami undang?"

Keira menatapnya dengan tenang.

"Orang luar memang sebaiknya tidak ikut campur kalau hanya soal harga diri keluarga." Ia berbalik ke layar. "Tapi kalau sebuah proposal bisa membuat sistem chip Hartono Group runtuh dalam tiga bulan, saya rasa diam akan terlalu mahal."

Wilson mencibir. "Kau bicara seolah lebih hebat dari Professor Liu."

"Tidak."

Keira membuka tas kecilnya.

Gerakannya pelan, tetapi semua mata mengikuti.

Ia mengeluarkan sebuah kartu logam tipis berwarna hitam perak. Bukan kartu bank. Di permukaannya terukir logo International Semiconductor Technology Association dan nomor sertifikasi yang hanya terdiri dari satu deret pendek.

SSS-001.

Ruang itu mati suara.

Professor Liu melangkah maju tanpa sadar. Wajahnya yang tadi merah kini memutih.

"Itu..." Bibirnya bergetar. "Itu tidak mungkin."

Keira meletakkan kartu itu di atas meja.

"Silakan cek kode verifikasi."

Professor Liu mengeluarkan ponsel dengan tangan gemetar. Ia memindai kode kecil di sudut kartu. Beberapa detik kemudian, layar ponselnya menampilkan halaman resmi asosiasi internasional.

SSS Level Certification.

Global Unique Holder.

Nomor: SSS-001.

Nama pemegang yang ditampilkan hanya satu kode.

Ainara.

Professor Liu hampir menjatuhkan ponselnya.

"Anda..." Suaranya pecah. "Anda Ainara?"

Nama itu jatuh ke aula seperti petir tanpa suara.

Kevin menoleh tajam ke arah Keira.

Ainara.

Nama yang ia buru selama dua tahun. Nama yang muncul di balik jejak sistem chip paling rumit. Nama yang membuatnya mengejar sampai ke bandara dan hampir melewatkan fakta bahwa wanita yang ia curigai membawa separuh hidupnya.

Ternyata nama itu berdiri di depannya dengan gaun putih, mata tenang, dan tangan yang kemarin menyelamatkan Engkong.

Naomi berbisik, "Ci Keira..."

Ethan menggigit bibir agar tidak tersenyum bangga.

Tiffany sudah menatap ibunya seperti melihat pahlawan di serial favoritnya.

Hendry bangkit berdiri. "Sertifikat bisa dipinjam. Bisa dipalsukan."

Professor Liu langsung menoleh dengan wajah panik. "Pak Hendry, sertifikat itu tidak bisa dipalsukan. Sistem verifikasi asosiasi memakai tanda tangan kuantum. Di dunia ini hanya ada satu SSS-001."

Kalimat itu menampar Hendry lebih keras daripada bantahan mana pun.

Keira mengambil kembali kartunya.

"Professor Liu, saya tidak peduli siapa yang meminta Anda membawa proposal ini. Tapi jika Anda tetap menyarankannya setelah malam ini, saya akan mengirim analisis lengkap ke asosiasi dan semua perusahaan chip yang pernah memakai jasa Anda."

Keringat Professor Liu turun ke rahang.

"Tidak perlu," katanya cepat. "Saya... saya akan menarik proposal. Ada kemungkinan data yang diberikan kepada saya tidak lengkap."

"Kemungkinan?"

Professor Liu menunduk. "Data itu salah."

Hendry memandangnya seolah ingin menelan orang itu hidup-hidup.

Engkong Hartono tertawa pendek.

"Hendry, ahli yang kau bawa bahkan tidak tahan lima belas menit di depan Keira."

Wajah Hendry mengeras.

Albert tidak bicara, tetapi sorot matanya berubah. Ia mulai menghitung ulang arah angin.

Kevin berdiri diam. Dalam seluruh hidupnya, ia biasa melihat orang hebat membungkuk padanya. Tetapi malam ini, ia melihat seseorang membuat seluruh ruangan membungkuk tanpa menaikkan suara.

Keira menatap Professor Liu sekali lagi.

"Solusi pertama, hentikan semua akses audit luar yang belum melewati pemeriksaan internal. Kedua, bandingkan log asli sebelum dan sesudah malam pencurian, bukan salinan mirror. Ketiga, jangan izinkan siapa pun mengubah jalur maintenance tanpa jejak utama."

Direktur teknis Hartono Group menatap Kevin. "Pak Kevin, itu... itu memang sejalan dengan anomali yang pernah kami temukan."

Kevin berkata datar, "Catat semuanya."

Feng langsung mengangguk.

Hendry memaksakan senyum. "Menarik. Rupanya Nona Keira punya banyak kemampuan tersembunyi."

Keira menatapnya. "Lebih baik punya kemampuan tersembunyi daripada niat tersembunyi."

Aula itu kembali hening.

Naomi hampir bertepuk tangan, tetapi Kevin menatapnya. Naomi menurunkan tangan, lalu bertepuk tangan pelan di bawah meja. Tiffany menirunya dengan sangat kecil.

Engkong Hartono tidak repot menyembunyikan kegembiraan.

"Keira," katanya, "setelah malam ini, aku semakin yakin. Kamu harus sering datang."

"Untuk terapi Engkong," jawab Keira.

"Untuk terapi jantungku dan masa depan Kevin."

Kevin akhirnya mengalihkan pandang dari Keira ke Engkong. "Engkong."

"Apa? Jantungku baru diselamatkan. Aku boleh bicara."

Beberapa tawa kecil muncul, mencairkan aula yang baru saja membeku.

Tetapi di ujung meja, Hendry menunduk mengambil serbet. Di balik kain putih itu, matanya tidak lagi hanya kesal.

Ia takut.

Takut pada perempuan yang awalnya ia anggap hanya masa lalu kotor dari keluarga Mulyono.

Dan orang yang takut biasanya lebih berbahaya daripada orang yang marah.

Presentasi Professor Liu berakhir tanpa tepuk tangan kedua. Pria itu meminta izin pergi lebih awal dengan alasan penerbangan esok pagi, tetapi semua orang tahu ia sedang melarikan diri dari rasa malu.

Keira kembali ke kursinya. Kevin belum mengatakan apa pun.

Justru diamnya membuat udara di antara mereka terasa lebih padat.

Makan malam dilanjutkan dengan formalitas yang hancur separuh. Orang-orang masih berbicara, tetapi mata mereka terus mencuri pandang ke arah Keira. Tidak ada lagi yang menyebut Mulyono. Tidak ada lagi yang berani memakai kata "orang luar" dengan nada hina.

Karena malam itu, orang luar itulah yang menyelamatkan Hartono Group dari jebakan pertama.

Setelah Engkong kembali ke kamar untuk beristirahat, Keira keluar ke koridor samping. Ia butuh udara yang tidak dipenuhi kalkulasi keluarga kaya.

Langkahnya baru melewati lukisan tua keluarga Hartono ketika suara Kevin menahannya.

"Ainara."

Keira berhenti.

Nama itu tidak keras, tetapi cukup membuat punggungnya menegang.

Kevin berdiri beberapa langkah di belakangnya. Lampu koridor jatuh di wajahnya, membuat matanya tampak lebih gelap daripada biasa.

"Dua tahun," katanya pelan. "Aku mencarimu selama dua tahun."

Keira berbalik.

Untuk sesaat, keduanya hanya saling menatap. Di aula, ia bisa menghindar dengan data dan kartu sertifikasi. Di koridor ini, hanya ada Kevin, rahasia, dan jarak yang makin sempit.

Keira tersenyum tipis.

"Aku bukan Ainara."

Kevin tidak bergerak.

"Aku hanya kebetulan sedikit paham soal chip."

Tatapan Kevin turun ke tas kecil tempat kartu SSS-001 itu menghilang.

Lalu ia menatap Keira lagi.

"Kalau itu sedikit," katanya rendah, "aku ingin tahu seperti apa banyakmu."

1
sunaryati jarum
Kamu minta maaf bukan merasa bersalah hanya takut perusahaan kamu koleb
sunaryati jarum
Berarti ibu Rosalind masih hidup
Tri Septi
apakah Leon kakaknya Kevin? dia mirip Raymond ayahnya Kevin ya 🤔🤔🤔
Tri Septi
lanjut thor🙏🙏🙏🙏
Tri Septi
mama keira hilang diculik, mama Kevin juga ada di mana ??? makin rumit aja
Tri Septi
semangat Kevin 💪 terima kasih author meski sedikit 😁🙏🙏🙏
Tri Septi
Kevin, ayo buktikan bahwa kamu bersih dan mereka yang berbuat jahat terbukti bersalah /Casual/
Tri Septi
sepandai-pandai tupai melompat suatu saat akan gagal juga....niat jahat semoga dpat digagalkan😆💪🙏
Tri Septi
orang bertopeng ini apakah sama dengan yang mengambil Darren waktu bayi ya......banyak yg terlibat, musuh keira banyak😠 semoga bisa segera terungkap 💪🙏
Tri Septi
penyesalan selalu di akhir
Tri Septi
mama Rosalind mungkin jenius, sehingga ada yg berniat menyembinyikan dan memanfaatkan nya /Frown//Frown//Frown/
Tri Septi
selamat datang kembali "Kei" 😍😍😍
Tri Septi
ada konspirasi....apa motifnya ya /Casual/
Siti Maryati
sampe.ikut berdesir mambaca "kamu punya aku"
Tri Septi
yang dibelakang Maya patut diwaspadai /Casual/ makin penasaran thor😄😄😄
sunaryati jarum
Berarti saudara seibu artinya ayahnya beda
sunaryati jarum
Semoga kalian cepat bersatu
Tri Septi
Kevin mau pdkt apa menyelidik? 🤣🤣🤣
Tri Septi
seperti induk ayam yang melindungi anak2nya, keira semangat 💪💪💪
Tri Septi
musuh dalam selimut 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!