NovelToon NovelToon
Sistem Ayah Super Tajir

Sistem Ayah Super Tajir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Diusir ke jalanan di tengah badai hujan bersama sepasang anak kembarnya yang menangis kelaparan, hidup Jiang Muchen hancur berkeping-keping saat istrinya memilih pergi demi gemerlap harta seorang tuan muda kaya.

Namun, tepat ketika keputusasaan nyaris menelan kewarasannya, "Sistem Ayah Super Tajir" tiba-tiba aktif, mengubah takdirnya dalam semalam dengan menjanjikan kekayaan tak terhingga hanya lewat satu syarat mutlak: membahagiakan anak-anaknya.

Kini, dengan kekuatan finansial yang perlahan mampu menggenggam ekonomi seluruh Kota Jiangcheng, Jiang Muchen bersumpah untuk membangun surga dunia bagi putra-putrinya, Zihan dan Ziyue, sembari memastikan siapa pun yang pernah menginjak-injak harga diri keluarganya... terutama sang mantan istri akan berlutut dalam penyesalan yang terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Semburat jingga keemasan dari matahari sore mulai menyelimuti langit Kota Jiangcheng. Angin musim gugur berhembus sejuk, membawa serta aroma dedaunan kering dari deretan pepohonan rindang di sekitar distrik pendidikan. Kehidupan warga kota berjalan damai seperti biasa, sama sekali tak menyadari bahwa belum genap satu jam yang lalu... pria berpakaian putih ini baru saja membantai puluhan elit dunia bawah tanpa meneteskan setetes keringat pun.

Wrrrrmmm...

Suara dengkuran mesin V8 yang berat memecah ketenangan jalanan di depan TK Internasional Royal Bintang Lima.

Monster baja Dartz Prombron hitam pekat itu merayap masuk ke area parkir VIP. Kedatangannya sore ini tidak lagi disambut dengan tatapan meremehkan atau cibiran dari para orang tua murid. Sebaliknya, begitu melihat bodi lapis baja itu muncul, beberapa sopir pribadi supercar buru-buru memundurkan kendaraan mereka, memberikan ruang seluas mungkin agar tidak menyinggung sang pemilik monster.

Muchen mematikan mesin. Ia menatap pantulan dirinya di kaca spion kabin, memastikan kemeja putihnya benar-benar bersih dari debu atau noda. Ia menarik napas panjang, mengubah sorot matanya yang sedingin es menjadi sehangat matahari pagi.

'Di luar sana, tanganku mungkin akan berlumuran darah sebagai dewa kematian bagi musuh-musuhku. Tapi di depan Zihan dan Ziyue... aku hanyalah ayah mereka,' batin Muchen.

Cklek.

Pintu tebal itu terbuka. Muchen melangkah turun. Aura Ketenangan Mutlak miliknya kini ditarik mundur, tidak lagi memancarkan tekanan maut yang mencekik, melainkan wibawa elegan yang membuat siapa pun merasa aman di dekatnya. Ia berjalan dengan langkah santai menyusuri lorong menuju Kelas Berlian.

Di depan pintu kelas, Shen Yueru sedang berjongkok. Guru muda itu dengan telaten merapikan tali tas punggung kecil bermotif kelinci milik Ziyue. Senyum manis tak pernah lepas dari wajah murninya.

Saat telinganya menangkap ketukan langkah pantofel yang mendekat, Yueru mendongak.

Melihat pria tinggi berkemeja putih itu tersenyum ke arahnya, jantung Yueru seketika berdetak satu ketukan lebih cepat. Rona merah tipis merambat tanpa izin di kedua pipi putihnya.

"Selamat sore, Tuan Jiang. Anda datang menjemput sangat tepat waktu," sapa Yueru seraya berdiri. Tangannya sedikit gemetar saat ia buru-buru merapikan lipatan roknya yang berkerut.

"Ayah!"

Mendengar suara Yueru menyapa, Ziyue yang sedang membereskan krayonnya langsung menoleh. Mata bulat gadis kecil itu berbinar terang. Ia berlari dengan kaki-kaki mungilnya melintasi kelas dan langsung melompat ke arah Muchen.

Hap!

Dengan sigap dan penuh kelembutan, Muchen menangkap putrinya, lalu mengangkat tubuh kecil itu tinggi-tinggi ke udara, memancing derai tawa renyah yang menggema di lorong.

Di belakang Ziyue, Zihan menyusul berjalan keluar. Langkah bocah empat tahun itu begitu tenang sebuah replika sempurna dari postur ayahnya. Kedua tangan kecilnya mendekap erat sebuah buku ensiklopedia bergambar yang cukup tebal untuk ukuran anak seusianya.

"Bagaimana hari pertama kalian, Sayang? Apakah menyenangkan?" tanya Muchen lembut. Ia menurunkan Ziyue ke pelukannya, lalu mengusap penuh kasih puncak kepala Zihan yang baru saja bersandar memeluk sebelah kakinya.

"Sangat menyenangkan, Ayah!" celoteh Ziyue antusias, tangannya menunjuk-nunjuk ke arah papan buletin di dalam kelas. "Ziyue menggambar istana kita yang besar, lalu Guru Shen menempelkannya di papan bintang paling atas! Teman-teman Ziyue juga sangat baik, mereka meminjamkan krayon warna emas ke Ziyue!"

Zihan mengangguk setuju dari bawah.

"Kelasnya sangat tenang, Ayah. Zihan bisa membaca buku tentang dinosaurus tanpa ada yang mengganggu," ucap bocah laki-laki itu dengan nada sok serius yang teramat menggemaskan. "Guru Shen juga meminjamkan Zihan buku ensiklopedia ini."

Mendengar laporan dari anak-anaknya, Muchen mendongak. Ia menatap Yueru dengan sorot mata yang begitu dalam dan lembut.

"Terima kasih atas kerja kerasmu hari ini, Guru Shen," ucap Muchen tulus. "Aku sangat menghargai dedikasimu dalam menjaga anak-anakku."

Mendapat tatapan seperti itu, Yueru buru-buru menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ia menggigit bibir bawahnya, berusaha mati-matian menyembunyikan wajahnya yang kini sudah semerah tomat.

"I-itu... itu sudah menjadi tugas dan kewajiban saya, Tuan Jiang," cicit Yueru gugup. "Tuan Muda Zihan sangat jenius, dia bahkan sudah bisa mengeja beberapa kata yang sulit. Dan Nona Ziyue memiliki bakat seni yang luar biasa serta hati yang sangat hangat. S-saya yang merasa sangat beruntung bisa mengajar mereka berdua."

Muchen tersenyum tipis. Ia mengangguk pelan, lalu menurunkan Ziyue dan menggandeng tangan kedua buah hatinya.

"Kami pamit pulang dulu, Guru Shen. Sampai jumpa besok pagi."

Saat Muchen berbalik dan menuntun si kembar menyusuri lorong, Yueru masih mematung di tempatnya. Ia menatap punggung tegap pria itu lekat-lekat hingga siluetnya menghilang di belokan. Yueru perlahan mengangkat tangan, menyentuh dadanya sendiri yang masih berdebar tak karuan.

Paradoks pria ini terlalu mematikan. Dia begitu berkuasa, begitu mengerikan saat meremukkan kesombongan Nyonya Zhou pagi tadi... namun di detik yang sama, ia memiliki senyuman paling hangat sejagat raya saat menatap anak-anaknya. Yueru merasa seolah dirinya sedang ditarik paksa ke dalam pusaran pesona yang sama sekali tidak bisa ia tolak.

Di sisi lain, Muchen dan si kembar baru saja melangkah keluar dari pintu kaca lobi utama.

Namun, tepat saat mereka hendak mendekati Dartz Prombron, keheningan sore itu dipecahkan oleh suara decit ban dari sebuah konvoi kendaraan yang mendadak menerobos masuk ke area sekolah.

Ciiit! Ciiit! Ciiit!

Tiga unit SUV Mercedes-Benz G-Class antipeluru berwarna hitam doff melaju kencang, lalu mengerem serentak, membentuk formasi setengah lingkaran yang mengurung jalan mobil Muchen.

Beberapa orang tua murid yang masih mengobrol di area parkir seketika menahan napas. Mereka langsung mengenali plat nomor mobil-mobil itu; latar belakang putih murni dengan deretan angka merah menyala di bagian depan. Itu adalah plat nomor khusus militer tingkat dewa yang tidak bisa dibeli dengan uang!

Brak! Brak!

Pintu-pintu SUV itu terbuka serentak dalam hitungan detik.

Delapan pria berbadan tegap seperti balok beton turun. Mereka mengenakan setelan jas hitam rapi dengan potongan rambut cepak militer. Berdiri tegap dengan posisi istirahat di tempat, kedelapan pria itu memancarkan aura membunuh yang tajam dan terlatih. Orang awam pun bisa langsung menebak bahwa mereka adalah anjing-anjing perang veteran dari pasukan khusus.

Dari SUV di posisi tengah, pintu penumpang belakang terbuka perlahan.

Seorang wanita muda melangkah turun. Ia mengenakan celana kargo taktis hitam ketat yang dipadukan dengan kemeja sutra berwarna merah marun. Rambut hitam panjangnya diikat tinggi membentuk ekor kuda yang mengayun tegas di setiap langkahnya. Wajahnya sangat menawan, namun memancarkan ketegasan, disiplin, dan keberanian absolut yang jarang dimiliki wanita manapun di kota ini.

Dia adalah Song Yan. Cucu perempuan kesayangan dari Jenderal Besar Song Tianhao.

Mata elang Song Yan mengedarkan pandangan menyapu area parkir. Namun, begitu matanya mengunci sosok Muchen yang sedang berdiri tenang menggandeng dua balita, sorot mata tajam wanita itu seketika meleleh menjadi kelembutan. Ia berjalan mendekat dengan langkah tegap, diapit oleh dua pengawal utamanya.

Melihat ada sekelompok orang berseragam hitam mendekat dengan wajah garang, Zihan langsung bereaksi.

Bocah empat tahun itu melepaskan genggaman ayahnya, maju satu langkah, lalu merentangkan kedua tangan kecilnya di depan Ziyue. Sepasang mata bulat Zihan menyorot tajam ke arah para pengawal militer itu, bersiap melindungi adik dan ayahnya layaknya serigala kecil yang menjaga kawanannya.

Melihat insting protektif putranya, hati Muchen menghangat. Ia tersenyum bangga, lalu membungkuk sedikit untuk menepuk pelan bahu Zihan.

"Tidak apa-apa, Jagoan," bisik Muchen menenangkan. "Mereka bukan musuh kita."

Song Yan menghentikan langkahnya tepat pada jarak dua meter dari Muchen. Ia menatap pria itu lekat-lekat, menilai setiap inchi posturnya.

Seusai insiden di jalan siang tadi, kakeknya telah memerintahkan badan intelijen militer Keluarga Song untuk membongkar habis latar belakang pria bernama Jiang Muchen ini. Namun, laporan yang mereka terima sungguh di luar akal sehat. Catatan sipil Muchen hanya menampilkan profil seorang mantan pengusaha kecil yang bangkrut dan baru saja diceraikan istrinya. Tidak ada jejak rekam medis, tidak ada pangkat militer, dan sama sekali tidak ada jejak aliran dana ratusan juta Yuan yang ia hamburkan di Dragon Bay maupun di TK Royal!

Fakta bahwa intelijen militer Keluarga Song saja gagal menembus identitas aslinya, membuktikan satu hal: Jiang Muchen dilindungi oleh sistem enkripsi tingkat dewa dari entitas tak terlihat. Hal ini membuat Song Yan dan Jenderal Song semakin yakin seratus persen bahwa pemuda di hadapannya ini adalah naga raksasa yang sedang menyamar!

"Tuan Jiang," sapa Song Yan dengan suara lantang namun sopan.

Wanita itu perlahan menundukkan wajahnya, membungkuk memberi hormat sebuah gestur langka yang sukses membuat kedelapan pengawal militernya melotot syok. Cucu kebanggaan sang jenderal yang terkenal keras kepala dan congkak itu, tidak pernah membungkuk pada siapa pun seumur hidupnya!

"Nona Song," balas Muchen datar. Tangannya kembali menggandeng Zihan. "Sepertinya kakekmu sudah kembali sehat walafiat, sampai-sampai kau punya waktu luang untuk mengerahkan intelijen melacak keberadaanku kemari."

Muchen berdiri santai. Sama sekali tidak ada sepercik pun intimidasi di wajahnya, meski ia baru saja dikepung oleh barisan pengawal militer elit negara.

1
Seung
🤣 jadi ank nya
Luna
nikah dulu woy ,,,,
Seung
kok ngga nyambung? 😂
Luna
1 miliar Dollar jadi berapa triliun itu 😱😱😱😱😱😱
Mu Lin@42443
chp 15 dan 16 sama, lalu chp 14 ke 15 kayak di lewatin, dari gudang, tiba tiba udh berantem di kaki villa
Luna
calon ibu sikembar cie cie
Was pray
kok diekspor? berarti tenaga pengajarnya dibuang ke eropa dong .... 🤭🤭🤣
RaMna Hanyonggun Isj
Ceritanya sama persis dgn cerita sebelah dgn titik komanya hanya beda di disni yg di Usir Cowok di sebelah Cewek yg di Usir
💫Penjelajah Novel💫
saran jangan terlalu banyak membuat cerita. fokus ke 1 - 2 aja dulu. setelah tamat baru buat lagi. nanti banyak yg gak ke urus kek yg sudah2🙏
Luna
👏👏👏👏pak dudaku keren👍
Fajar Fathur rizky
cepat bantai bayangan abu
Luna
semoga lolos Thor,,, beberapa akhir ini banyak novel favorit ku yg gagal kontrak 💪
Yui: makasih kak dukungannya😊, iyah ntah apa yang merasuki Aplikasi ini
total 1 replies
💫Penjelajah Novel💫
tolong up 10 bab/hari thor. jangan nanggung gini 🤣
Yuliana Tunru
linna kau terlalu pede ya jgn kau kita jiang vm.orang biasa ditunghu kejutan krn niat jahatmu
Yuliana Tunru
👍👍👍 jiang munchen kau bagai eewa kematian bagi orang2 jqhat
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Dewiendahsetiowati
cerita dicerai di hari tua aku kembali menjadi nona muda kok dihapus ya thor
Yui: mau direvisii kak😊
total 1 replies
Yuliana Tunru
benar2 pembalasan yg mutlak 👍👍
Luna
lah ngapain kamu nyalahin tuan muda Zhao kan elu yg gatal dulu Lin🤣🤣🤣🤣
Luna
request kalo bisa si mantan istri diteror sampai gila yh Thor🤣🤣🤣
Luna: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!