Cerita ini menceritakan seorang gadis yang mengalami peristiwa yang sangat tragis, karena kecelakaan yang dialami nya, dia harus duduk di kursi roda sebagai penyangga hidupnya, entah lelaki mana yang masih mau menerima nya sekarang, dokter mengatakan semuanya sementara, namun ini sudah hampir lima tahun da dirinya masih duduk di kursi roda. Entahlah, hidupnya mungkin akan berakhir seperti itu selamanya, namun di saat detik detik terakhir dalam hal terpuruk nya. Dia datang, seolah membawa harapan yang selama ini dia inginkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MegaHerdian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Dunia Layla seakan runtuh, langit megah di atas kepalanya seakan menghantam tubuhnya membuat membeku dan membisu.
Rahasia sepuluh tahun itu akhirnya pecah.
Layla akhirnya mengetahui kebenaran bahwa Teo adalah pelaku asli yang telah menghancurkan hidupnya. Dunia Layla kini benar-benar runtuh, luas nya langit seakan jatuh menerpa tubuhnya membuatnya benar-benar diam dan membisu, membeku bak sebongkah batu.
Teo benar-benar tak berkutik, setelah kebusukan nya terungkap pun, dia hanya terdiam tidak ada kata maaf yang terungkap.
Sejak detik itu hubungan mereka berubah total dengan berakhirnya kontrak dua bulan hubungan gelap mereka, mereka memilih untuk menjadi dua orang yang benar-benar asing, dipisahkan oleh dinding kebencian yang tidak ada akhirnya.
Di balik kegilaan psikologis Teo terhadap Layla dan rasa aneh yang menghinggapi pikirannya setiap saat entah kenapa dengan terbukanya rahasia yang telah dia simpan selama sepuluh tahun terakhir ini seperti satu dua hal yang menjadi pemutus belenggu yang selama ini mengganggu nya, entah kenapa ada rasa lega di hati brengseknya.
Setelah hari itu pun, kehidupan Teo berjalan semakin mulus, berbeda dengan Layla yang hidup di ujung keputusasaan, bisa-bisanya dia terperosok ke dalam pelukan hangat orang yang selama ini menghancurkannya, entah itu fisiknya maupun psikologis nya, Teo memang hebat! Dia menghancurkan Layla begitu hebat tanpa ada rasa menyesal sedikitpun di dalam hatinya.
Di dunia Teo, kehidupan sosialnya tetap berjalan sempurna.
Teo sebenarnya memiliki seorang tunangan bernama Grace.
Hubungan mereka berdua adalah hasil dari perjodohan bisnis keluarga kelas atas untuk memperkuat kekuasaan. Menariknya adalah meskipun hubungan Teo dan Grace di dasari oleh bisnis, hubungan mereka berdua sangat baik bahkan sangat harmonis dan penuh cinta.
Tidak ada drama murahan ataupun pertengkaran tak berguna di antara keduanya, mereka saling menghormati ruang masing-masing, terlebih karena kesibukan dan jarak membuat mereka hanya bertemu beberapa tahun sekali.
Bagi Grace, pernikahan ini adalah masa depan yang pasti dan dia cukup dewasa untuk tidak mencampuri urusan Teo selama status mereka tetap aman. Bahkan, Grace sudah tau tentang keberadaan Layla dan apa hubungannya dengan Teo.
Grace mengetahui bahwa tunangannya terikat pada seorang wanita lumpuh, meski mungkin dia belum tau detail gelap bahwa Teolah yang membuatnya lumpuh. Grace memandang nya dengan dingin dan acuh, Grace hanya melihat Layla sebagai hobi aneh atau pelampiasan psikologis Teo yang tidak akan pernah bisa mengancam posisi dirinya sebagai calon istri sah nya.
Di kalangan kelas atas, Teo dan Grace adalah definisi nyata dari pasangan yang paling sempurna. Saat mereka berjalan beriringan dalam acara jamuan mewah, seluruh mata akan tertuju pada mereka. Ketampanan Teo yang bak pahatan dewa bersanding sempurna dengan kecantikan Grace yang tiada batas, elegan, berkelas dan memancarkan aura kemewahan yang mutlak.
Hubungan bisnis mereka berjalan dengan lancar dan sesuai harapan, meskipun mereka hanya bertemu beberapa tahun sekali karena kesibukan bisnis keluarga mereka di luar negeri, setiap mereka bertemu dan bersama-sama, dunia bahkan seolah hanya ada mereka berdua. Teo juga memperlakukan Grace dengan penuh rasa hormat yang tinggi berbanding jauh saat Teo memperlakukan Layla yang semena-mena, dan Grace memberikan kehangatan serta ruang yang di butuhkan Teo.
Hingga suatu hari, Grace menerima dokumen tentang hubungan Teo dan Layla yang semakin serius, dokumen itu berisi informasi tentang kecelakaan sepuluh tahun yang lalu, tersangka pengganti di bayar oleh ayah Teo dengan upah yang luar biasa besar, dan sosok wanita lumpuh bernama Layla yang selama ini diam-diam menjadi tempat hangat pelampiasan tunangannya.
Grace merasa kasihan dengan Layla, bagaimana kabar nya wanita itu saat tau kebenaran yang mutlak dan tidak terbantahkan ini. Layla yang bergumul setiap malam dengan orang yang menghancurkan hidupnya, bukankah itu merupakan ke ironis an yang sangat mendalam?.
Saat menerima dokumen itu, Grace menyesap teh nya dengan anggun dan santai meratapi nasib wanita malang itu, saat menerima dokumen itu, Teo tengah berada di hadapannya duduk dengan baju santai yang dia pakai di kala pagi itu.
Grace menatap tunangannya itu dengan tatapan intens yang selalu dia berikan “Aku tau tentang wanita itu” ucap Grace santai, nadanya seiringan dengan hembusan angin yang lembut. Tanpa ada nada cemburu atau amarah sedikitpun di wajahnya yang cantik itu.
Teo sempat Tertegun saat itu, namun mustahil jika Grace tidak tau dan selama inipun dia diam.
Grace hanya tersenyum manis ke arah Teo, sebuah senyuman yang penuh dengan rasa percaya diri. Grace memilih untuk sama sekali tidak peduli. Bagi wanita sekelas Grace yang memiliki segalanya , wanita seperti Layla bahkan bukan tandingan nya, jadi dia tidak perlu repot repot untuk ikut campur ke dalam kubangan kotor yang mereka buat.
Dan lagi pula bagaimana mungkin dia harus merasa cemburu atau mungkin merasa terancam oleh wanita yang masa lalunya telah di hancurkan oleh tunangan nya sendiri? Wanita yang kini telah asing, duduk di kursi roda dan hidup penuh keterbatasan.
“Bagiku, dia hanya seperti salah satu mainan atau mungkin penyesalan psikologis yang belum sepenuhnya selesai di kepalamu “ lanjut Grace , menatap Teo dengan mata indahnya yang berkilau.
“Dia mungkin melekat di masa lalu mu yang kelam, tapi lihatlah.. akulah masa depan mu yang indah dan sempurna”
“Selama posisiku sebagai istri mu tidak terganggu, pergilah temui dia sesuka mu, dia tidak akan pernah bisa mencuri apa yang sudah menjadi milikku” ucap Grace pada saat itu membangkitkan rasa arogan dan kemenangan mutlak di dalam diri Teo.
Di semakin melancarkan aksi bejatnya tanpa rasa kasihan sedikitpun pada Layla yang sudah dia hancurkan, dengan ucapan Grace waktu itu, Teo semakin gencar mendekati Layla sepuasnya dan mendekap wanita malang itu ke pelukannya.
Saat mendengar dari ucapan tunangan secara langsung, perlahan senyum tipis muncul di bibir Teo dia begitu mengagumi Grace selama ini dan hal itu tidak lah sia sia.
Teo benar-benar mengagumi betapa dingin dan realistis nya Grace, hubungan mereka tetap berjalan normal dan romantis seperti biasanya, hanya saja di balut oleh pemahaman yang kejam namun sempurna bagi Teo.
Grace membiarkan Teo tetap terjebak dalam ruang gelapnya bersama dengan Layla, karena Grace tau dan yakin bahwa Teo akan selalu pulang ke dalam pelukannya yang sempurna.
Dan saat itu tiba, Teo mungkin akan membuang wanita lumpuh yang selama ini menjadi bayangan dan selimut hangat Teo, tapi yang jelas garis besar memang sudah di tetapkan bahwa Teo tetap akan kembali padanya apapun yang terjadi.