NovelToon NovelToon
Gulungan Dewa Naga 2

Gulungan Dewa Naga 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Gadis berambut biru itu menatap Leluhur Ye dengan pandangan kasihan yang sangat merendahkan.

"Teknik kultivasi kalian terlalu kaku dan dibatasi oleh rasa takut kalian sendiri terhadap alam semesta."

Leluhur Ye mengalihkan pandangannya kepada Su Lin dan menyipitkan matanya.

"Gadis kecil, kau memancarkan aura es yang sangat murni, tapi pikiranmu telah diracuni oleh pemuda sesat ini," ucap Leluhur Ye mencoba menasihati.

"Tahukah kalian betapa berbahayanya Jiwa Iblis Darah Kuno di bawah sana?"

Leluhur Ye melayang turun perlahan mendekati kolam darah tersebut.

Tap.

"Iblis ini memiliki energi yang tidak terbatas. Dantian manusia mana pun akan meledak jika mencoba menyerap setetes saja darah aslinya," jelas sang leluhur dengan nada menggurui.

"Itulah sebabnya aku harus menggunakan formasi penekan jiwa berskala besar dan Pedang Meteorit ini."

Yang Zhen berhenti mondar-mandir dan mendengus pelan mendengar penjelasan tersebut.

"Dantian manusia meledak karena kalian mengisinya layaknya mengisi kantong air," kritik Yang Zhen tanpa ampun.

"Kalian menyerap energi dari alam, memadatkannya menjadi cairan, lalu berharap kantong kulit kalian tidak robek."

Leluhur Ye mengerutkan keningnya, merasa harga dirinya sebagai master kultivasi sedang diinjak-injak oleh seorang pemula.

"Itu adalah hukum mutlak kultivasi sejak zaman purba!" bantah Leluhur Ye dengan suara keras.

"Lalu bagaimana caramu menyerap energi iblis tanpa meledakkan Dantianmu sendiri, Tuan Jenius?!"

Yang Zhen tersenyum iblis dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

"Aku tidak mengisi Dantianku," jawab Yang Zhen dengan suara penuh perhitungan matematis.

"Aku mengosongkannya hingga menjadi ruang hampa absolut."

Pernyataan itu membuat mata Leluhur Ye membelalak lebar.

"Menciptakan ruang hampa di dalam tubuh? Kau gila!" teriak sang leluhur tidak percaya.

"Tekanan dari luar akan langsung meremukkan tulang rusuk dan organ dalammu menjadi bubur daging!"

Su Lin tersenyum tipis dan menyilangkan tangannya di depan dada.

"Itulah kelemahan pemikiran kuno kalian, Kakek," sela Su Lin dengan nada mengejek.

"Kalian tidak pernah memikirkan bahwa tulang dan otot bisa dimampatkan massanya menggunakan energi elemen tanah untuk menahan tekanan tersebut."

Leluhur Ye terdiam kaku.

Otaknya yang berisi pengetahuan berusia ratusan tahun itu berputar keras mencoba mencari celah dari teori gila tersebut.

'Menciptakan ruang hampa dengan elemen angin, lalu memadatkan massa tubuh dengan elemen tanah?' batin Leluhur Ye dengan penuh keterkejutan.

'Itu adalah penyatuan elemen yang saling bertolak belakang. Tidak mungkin manusia bisa menyeimbangkan dua hukum itu secara bersamaan!'

Melihat keraguan di wajah transparan sang leluhur, Yang Zhen memutuskan untuk memberikan demonstrasi kecil.

Syuut.

Pemuda itu mengangkat tangan kanannya ke udara dan memusatkan energi Sub Bending Gravitasinya.

Sebuah bola hitam kecil seukuran kelereng tiba-tiba terbentuk di atas telapak tangannya.

Wush wush wush.

Udara di dalam ruangan giok raksasa itu seketika tersedot dengan paksa ke arah bola hitam tersebut.

Bahkan cahaya biru dari rantai energi yang mengikat pedang berkarat itu ikut melengkung tertarik oleh gaya gravitasi buatan Yang Zhen.

"A-apa yang kau lakukan?!" jerit Leluhur Ye saat tubuh transparannya ikut terseret beberapa inci ke arah pemuda itu.

"Lihatlah baik-baik, Kakek Tua," ucap Yang Zhen dengan mata menyala-nyala di bawah cahaya ruangan.

"Ini adalah hukum alam baru yang telah kuciptakan. Sebuah singularitas buatan yang akan menelan seluruh energi iblis peliharaanmu."

Pemuda itu mengepalkan tangannya dengan sangat cepat.

Krak.

Bola hitam itu meledak ke dalam, menciptakan gelombang kejut yang mementalkan debu halus di lantai giok hingga bersih tanpa sisa.

Suhu di dalam ruangan itu mendadak turun drastis seolah seluruh panasnya telah dihisap oleh ruang kosong tersebut.

Leluhur Ye menelan ludah fiktifnya dengan susah payah.

Glek.

Meskipun ia hanya berupa sisa jiwa, ia masih bisa merasakan teror dari kekuatan yang sama sekali tidak bisa dipahami oleh logika kultivasi tradisional.

"K-kau ini sebenarnya monster jenis apa?" gumam Leluhur Ye menatap Yang Zhen dengan tatapan ngeri.

"Kultivasimu hanya di Tahap Inti Emas, tapi pemahaman hukum alammu setara dengan dewa sejati."

Yang Zhen menurunkan tangannya dan merapikan lengan jubah putihnya dengan sangat santai.

"Aku hanyalah pemuda sederhana yang tidak suka melihat sumber daya terbuang percuma," jawab Yang Zhen dengan senyum arogan.

Pemuda itu kemudian menunjuk ke arah Pedang Meteorit hitam yang melayang di atas kolam darah.

"Dan sekarang, karena kita sudah saling mengenal, aku ingin membicarakan tentang pedang berkarat yang menyedihkan itu."

Leluhur Ye langsung bergerak menghalangi pandangan Yang Zhen ke arah pedang tersebut.

"Jangan pernah berpikir untuk menyentuh Pedang Meteorit Penindas Jiwa itu!" larang Leluhur Ye dengan nada panik.

"Jika pedang itu dicabut, segel utama akan hancur dan iblis di bawah sana akan terbangun seratus persen!"

Su Lin mendengus pelan mendengar kepanikan yang berlebihan tersebut.

"Kami tidak datang jauh-jauh ke tempat busuk ini hanya untuk melihat pedang berkarat, Leluhur Ye," ancam Su Lin menghunus pedang esnya setengah jalan.

Sring.

Gadis itu memancarkan aura membunuh yang sangat dingin, bersiap membekukan sisa jiwa pria tua itu jika ia terus menghalangi jalan mereka.

Leluhur Ye menatap kedua monster muda di depannya ini dengan perasaan putus asa yang luar biasa.

Ia tidak memiliki tubuh fisik untuk bertarung, dan energinya sebagai sisa jiwa sangat terbatas.

"Kalian tidak mengerti," rintih Leluhur Ye menurunkan nadanya menjadi memelas.

"Pedang itu memiliki aura membunuh dari ribuan iblis. Siapa pun yang memegang gagangnya akan langsung menjadi gila dan bunuh diri."

Yang Zhen justru tersenyum semakin lebar mendengar peringatan mengerikan tersebut.

Hahaha.

"Sebuah senjata yang bisa membuat musuhnya bunuh diri hanya dengan disentuh?" ulang Yang Zhen dengan mata berbinar penuh minat.

"Itu terdengar seperti mainan yang sangat menyenangkan untuk kuberikan kepada Mulan."

Pemuda itu melangkah maju menembus sisa jiwa Leluhur Ye yang transparan seolah pria tua itu tidak pernah ada di sana.

"Ayo kita buat kesepakatan, Kakek Tua," tawar Yang Zhen berhenti tepat di bibir kolam darah yang menggelegak.

Pemuda itu menatap lurus ke arah pedang hitam yang melayang di tengah ruangan, bersiap untuk merusak tatanan sejarah Kota Awan Merah sekali lagi.

1
mbono keling
💪👍💪👍💪👍💪💪
Predi Siswanto
agak membosan kan sampai sekarang cuman berkutat disatu kota
DD
kok diulang Thor 😅
iwakali
RoboCop
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Waooow jlebz 🔥🌽
Yan Panungkek
lanjutkan karyanya author kami tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!