NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak

Ambil Saja Suamiku, Mbak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.

Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai

Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arisan Jadi Ajang Perang

Malam Minggu, rumah Adam dan Rahayu.

Seharusnya malam itu ada acara arisan keluarga besar. Keluarga dari pihak Adam dan Rahayu datang lengkap. Ada Bu De, Pak De, sepupu-sepupu, keponakan. Total hampir 30 orang memenuhi ruang tamu rumah hijau yang sempit itu.

Tujuannya satu: menyelesaikan masalah Naya dan Diandra secara kekeluargaan sebelum sidang puncak minggu depan.

Naya datang bersama Raka dan Arka. Ia tidak mau datang sendirian.

Adam sebagai tuan rumah berdiri di tengah dengan wajah tegang.

"Terima kasih sudah datang semua. Malam ini kita kumpulkan keluarga karena ada masalah besar. Masalah Naya dan Diandra. Saya sebagai ayah... saya gagal mendidik anak."

Belum selesai Adam bicara, pintu depan dibanting keras dari luar.

_BRAK!_

Lastri, ibu Bimo, masuk dengan Sari dan Bagas yang dipaksa ikut, plus dua orang preman berbadan besar yang disewa. Di belakang Lastri, ada Bimo dan Diandra yang wajahnya masih pucat setelah keguguran, tapi tetap memakai dress ketat.

Satu keluarga benalu datang menyerbu arisan keluarga Naya.

"Wah, lagi arisan ya? Enak ya, ngumpul-ngumpul tanpa undang besan?" teriak Lastri dengan suara melengking.

Satu ruangan langsung hening. Rahayu langsung berdiri.

"Bu Lastri! Siapa yang undang Ibu ke sini? Ini acara keluarga kami!"

"Acara keluarga? Anak saya Bimo masih suami sah Naya! Jadi saya masih besan! Saya berhak datang!" Lastri duduk seenaknya di karpet dan mengambil kue lapis.

Diandra dengan santainya duduk di samping Rahayu dan bersandar manja.

"Ibu, aku masih pendarahan, Bu... tapi aku dipaksa Bimo kesini... katanya mau minta keadilan..."

Rahayu jijik melihat Diandra. "Keadilan apa? Kamu yang rebut suami adikmu sendiri!"

Bu De, tante tertua keluarga Naya, langsung menunjuk Diandra.

"Diandra! Kamu itu kakak! Kakak macam apa kamu? Adikmu lagi susah, kamu malah tidur sama suaminya? Kamu kena penyakit kotor itu kan? Satu kampung sudah tau!"

Diandra yang tadinya mau main drama sakit, langsung merah padam.

"Itu fitnah, Bu De! Saya difitnah Naya!"

"Fitnah pala lo!" teriak sepupu Naya, Dina, yang memang dari dulu tidak suka Diandra. "Gue liat sendiri chat lo sama Bimo di HP Bimo waktu lebaran kemarin! Lo bilang 'kangen, Bim, ke apartemen yuk'! Gue masih simpan screenshot-nya!"

Satu keluarga besar langsung heboh.

Bimo yang melihat keadaan tidak kondusif, mencoba mengambil alih.

"Sudahlah! Saya datang ke sini mau bicara baik-baik! Saya mau rujuk sama Naya! Saya sudah dipecat dari kantor, saya gak punya apa-apa! Naya harus tanggung jawab sebagai istri!"

Naya yang dari tadi diam di pojokan bersama Raka dan Arka, akhirnya berdiri.

"Tanggung jawab? Kamu yang selingkuh, kamu yang palsuin kwitansi apartemenku, kamu yang mau jual adikmu sendiri, terus aku yang harus tanggung jawab?"

Lastri langsung teriak. "Apartemen itu harta bersama! Bimo berhak dapat setengah! Bimo sudah bayar DP 200 juta!"

"BOHONG!" Adam berteriak. Adam yang biasanya pendiam, kali ini meledak.

"Saya yang antar Naya bayar DP! 200 juta itu uang tabungan Naya 5 tahun! Bimo gak keluar sepeserpun! Saya saksinya! Saya ada buku tabungannya!"

Adam mengeluarkan buku tabungan lama Naya yang kemarin Naya tunjukkan. Ia lempar ke tengah karpet.

"Nih! Liat semua! Ini bukti transfer Naya! Bimo mana buktinya? Kwitansi palsu hasil Photoshop?"

Pak De mengambil buku itu dan memeriksanya. "Benar ini... ini mutasi asli... Naya nabung dari 2019..."

Bimo panik. "Itu... itu editan juga!"

Arka yang dari tadi diam mengamati, akhirnya berdiri. Ia tidak perlu teriak. Suaranya pelan tapi semua orang diam mendengarkan.

"Bu Lastri, Pak Bimo, Mbak Diandra. Perkenalkan, saya Arka Wijaya. Pengacara Bu Naya sudah siapkan laporan polisi untuk tiga kasus. Pertama, pemalsuan dokumen kwitansi, ancaman 6 tahun. Kedua, eksploitasi anak di bawah umur, Sari mau dijodohkan dengan juragan kontrakan demi uang 10 juta, ancaman 15 tahun. Ketiga, penggunaan data perusahaan untuk pinjol, perusahaan lama Bimo sudah laporkan ke polisi."

Satu ruangan melongo.

Lastri gemetar. "Lapor... lapor polisi? Jangan... jangan..."

Diandra yang paling panik. "Aku... aku kan korban juga... aku keguguran..."

"Kamu korban?" Raka akhirnya ikut bicara. "Mbak Diandra, Mbak yang selingkuh sama suami adik sendiri sampai kena sifilis dan nularin ke Bimo, terus keguguran, Mbak bilang korban? Korban dari mana?"

Kata "sifilis" itu lagi-lagi membuat satu arisan heboh.

"Apa? Sifilis? Penyakit kotor?" Bu De langsung menjauh dari Diandra.

"Jangan duduk deket aku! Nular!"

Diandra menangis, tapi kali ini tidak ada yang kasihan. Semua jijik.

Bimo melihat Diandra dijauhi, ia malah ikut menjauh.

"Gue juga ketularan dari dia, Bu! Gue korban juga!"

Lastri yang melihat anaknya berdua saling menyalahkan, malah menyalahkan Naya lagi.

"Ini semua gara-gara Naya mandul! Coba Naya bisa kasih anak, Bimo gak akan cari Diandra!"

Itu adalah batas kesabaran Rahayu.

Rahayu, ibu yang selama ini selalu diam dan membela Diandra, berdiri dan menyiram Lastri dengan air teh panas yang ada di meja.

_BYUR!_

"MANDUL MANDUL MANDUL! MULUT KAMU DARI TADI MANDUL TERUS! ANAK SAYA TIDAK MANDUL! DIA BELUM DIBERI ANAK OLEH ALLAH! BUKAN MANDUL! KALAU ANAK SAYA MANDUL, KENAPA BIMO SELAMA 3 TAHUN TIDAK PERNAH PERIKSA? KARENA YANG MANDUL ITU ANAK KAMU! BIMO YANG MANDUL!"

Semua orang terkejut. Rahayu tidak pernah semarah itu.

Lastri kepanasan karena air teh, berteriak-teriak. Dua preman yang disewa Lastri bingung mau ngapain, karena yang berantem ibu-ibu.

Di tengah kekacauan itu, Sari tiba-tiba berlari ke tengah dan berteriak sambil menangis.

"CUKUP! CUKUP SEMUANYA! AKU GAK MAU DINIKAHIN SAMA PAK HAJI! AKU MAU SEKOLAH! KAK NAYA TOLONG AKU! AKU GAK MAU PULANG SAMA IBU!"

Sari memeluk kaki Naya erat. Bagas juga ikut memeluk kaki Adam.

"Bapak... tolong kami, Pak... kami takut..."

Adam memeluk kedua anak itu. Hatinya hancur. Ia melihat Lastri dan Bimo sebagai orang tua gagal.

"Bu Lastri, Bimo! Mulai malam ini, Sari dan Bagas ikut saya! Saya yang sekolahkan! Kalau kalian berani ganggu mereka lagi, saya laporkan kalian ke KPAI! Saya punya bukti transfer 10 juta dari Pak Haji itu!"

Lastri dan Bimo tidak bisa berbuat apa-apa. Preman yang mereka sewa malah mundur karena takut melihat Arka yang sudah menelepon seseorang.

"Security komplek sudah di depan. Dan polisi sudah saya telepon. 5 menit lagi sampai," kata Arka dingin.

Mendengar kata polisi, Bimo langsung menarik ibunya.

"Ayo Bu, pergi! Nanti kita ditangkap!"

Keluarga benalu itu lari terbirit-birit dari rumah hijau, meninggalkan Sari dan Bagas yang masih menangis di pelukan Naya.

Arisan keluarga yang tadinya mau jadi ajang damai, berubah jadi ajang pembongkaran aib.

Bu De memeluk Naya.

"Naya, kamu kuat, Nak. Tante bela kamu. Diandra keterlaluan. Besok sidang, tante ikut. Tante jadi saksi kalau Diandra memang genit dari dulu."

Semua keluarga besar Naya akhirnya bersatu membela Naya. Tidak ada lagi yang membela Diandra.

Diandra yang masih duduk di pojok, sendirian, tidak ada yang peduli, akhirnya berdiri dengan wajah penuh dendam.

"Oke... oke... kalian bela Naya semua... kalian usir aku... kalian hina aku kena penyakit... oke..."

Ia menatap Naya dengan mata merah penuh benci.

"Tapi ingat, Dek... sidang minggu depan, aku akan bawa bukti kalau kamu selingkuh duluan sama Raka dan Arka. Aku punya foto kamu pelukan sama Raka di rumah sakit kemarin! Aku akan tunjukin ke hakim! Kita liat siapa yang malu!"

Diandra pergi dengan langkah terhuyung.

Malam itu, setelah semua keluarga pulang, tinggal Naya, Adam, Rahayu, Sari, Bagas, Raka, dan Arka di ruang tamu yang berantakan.

Naya menatap Sari dan Bagas yang tertidur kelelahan di sofa karena kebanyakan menangis.

"Yah, Bu... boleh ya Sari sama Bagas tinggal di sini dulu sampai rumah aman siap?"

Adam dan Rahayu mengangguk. "Boleh, Nak. Kasihan mereka."

Raka menatap Arka. "Bro, thanks ya tadi. Kalau gak ada lo, mungkin preman-preman itu udah bikin rusuh."

Arka mengangguk. "Sama-sama. Kita satu tim malam ini."

Naya menatap kedua laki-laki itu. Dua pahlawan yang berbeda.

Tapi ia tahu, badai terbesar belum datang. Sidang puncak 3 hari lagi. Bimo dan Diandra pasti akan bawa foto pelukan di rumah sakit itu dan dipelintir jadi bukti perselingkuhan Naya.

Bagaimana cara Naya membuktikan kalau pelukan itu hanya pelukan persahabatan karena lega hasil lab negatif?

*Bersambung...*

1
sunaryati jarum
Sahabat jika tulus tidak akan hilang Raka
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
Semoga Ada orang yg lbih Dr Arka Dan Raka. Arka Dan Raka gk mungkin melawan vania, mereka Ada hati ke vania.
Lee Mba Young
Iuhhh mnjijikan banget ternyata Arka Dan Raka.

semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
Ummi Sulastri Berliana Tobing
👏👏👏👏👏
Ma Em
Naya kamu jgn salah pilih lagi untuk pasangan hdp mu jgn karena sahabat kamu memilih dia dan juga karena orang kaya Naya pilih tapi pilihlah lelaki yg baik yg bertanggung jawab cinta dan sayang pada Naya .
Lee Mba Young
Ingat kasus Andre Dan Erin. saat kaya Raya di tinggal cari bini baru.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Lee Mba Young
jng mnemani lelaki Dr nol, krn nnti saat sukses km yg akn di buang 😄🤣.
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
Ragan Fian
"Kalau suka tema rumah tangga + perempuan yang perlahan bangkit, aku juga lagi nulis cerita dengan vibe seperti itu. Judulnya "Kau Sia siakan aku,kunikahi sahabatmu", kalau berkenan boleh mampir 🤍"
falea sezi
🤣🤣 ayah tangisan mu g tulus
falea sezi
🤣🤣 ayah ibunya cm numpang usir nay ortu bangsatt g sudi
falea sezi
goblok🤣 baru aja suka Badas ehh menye lemah
aku
beg* ngapain lu spill rencanamu dg gamblang pdhl tau bimoli tempramen. hadeh cari perkara 😌😌
nuanuan
masih memantau keseruan ceritanya..
jgn nyerah ya nay...
nuanuan
seruuuuuuu kkkk.. ayo lanjuttttt
Soraya
hadir thor
nuanuan
ditunggu lanjutannya ya thorrr💪
salam kenal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!