"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
Jam 10.00
Isvara sedang berjalan menuju ruang rapat di perusahaan X diikuti eka yang berada di belakangnya membawa bahan untuk rapat.
Sampainya di depan ruang rapat,Salah satu karyawan di perusahaan itu mempersilahkan Isvara dan eka masuk ke ruang rapat, "Silakan masuk nyonya ,nanti tuan akan masuk ruang rapat sebentar lagi" . Ucap karyawan itu sopan.
Isvara mengangguk dan tersenyum "Terima kasih ya" jawab Isvara tulus.Karyawan itu mengangguk lalu meninggalkan Isvara.Isvara mengetuk pintu di depannya tiga kali lalu masuk ke ruang rapat.
Isvara melihat ruang rapat itu sudah banyak orang ,namun terlihat di kursi pemimpin perusahaan itu belum datang ,Isvara pun tersenyum dan memberi salam pada orang orang yang sudah ada di ruang itu.
Lalu Isvara langsung duduk di kursi diikuti eka, salah satu orang itu melihat Isvara dengan senyum cerah,"Halo nona isvara,perkenalkan namaku Dave ,saya sangat suka desain baju yang ada di butik anda " ucap dave yang ada di samping Isvara ,Isvara tersenyum sopan ,"Terima kasih tuan Dave" jawab Isvara.
Dave tersenyum ,"Adik saya adalah salah satu pengemar anda ,di lemarinya bahkan banyak gaun yang dibelinya dari butik anda ,setiap butik anda membuat model baru adik saya langsung bersemangat membelinya ,bahkan pernah satu kali adik saya tidak kebagian gaun limited edition di butik anda ,adik saya langsung tantrum pada saya" ucap panjang lebar Dave.
"Oh iya,saya merasa tersanjung ,sampaikan terima kasih saya pada adik anda karena telah menjadi pelanggan di butik saya,jika saya sempat saya akan bertemu dengan adik anda" jawab Isvara.
Dave mengangguk . Tak lama pintu ruang rapat terbuka dan terlihat seorang pria masuk bersama sekertaris nya di belakangnya .Isvara melihat ke arah pria itu dan "Bastian" batin kaget Isvara .
Pria itu langsung duduk di kursinya lalu berdehem pelan lalu melirik pada Isvara yang terbengong kaget.Pria yang bernama bastian itu tersenyum sinis.
"Selamat pagi tuan" ucap semua orang di ruang rapat itu sambil menundukkan kepalanya."Pagi" jawab Bastian.
"Apa kamu tidak mau memulai presentasi mu ,atau kamu hanya ingin melihatku saja " ucap Bastian pada Isvara.
Isvara langsung tersadar dari lamunannya ,"Maafkan saya tuan,baiklah saya akan memulai presentasi saya mengenai desain di butik saya untuk acara fashion show" ucap Isvara dan memulai presentasinya dan memperlihatkan juga bahan yang akan dipakai di acara .
Bastian menatap Isvara dengan datar . Sedangkan Isvara yang merasa ditatap Bastian pun berusaha menghiraukannya dan tetap fokus pada presentasinya.
Beberapa menit kemudian rapat telah selesai dan Isvara telah berhasil bekerja sama dengan perusahaan X . Rapat telah dibubarkan , Namun Bastian masih berada di ruang rapat bersama sekertaris nya yang selalu mengikuti di belakang Bastian.
Isvara Sedang beberes bahan yang dibuat presentasi nya tadi.Bastian berdehem "Ekhmm" dehem Bastian.Isvara melirik pada Bastian namun setelah itu menghiraukan Bastian.Bastian kesal dan berdehem dengan kencang ,"Ekhmmmm" dehem Bastian tambah kencang.
Sekertaris dexano terperanjat kaget ,"Astaga tuanku ,ada apa dengan suara anda tuan,saya tidak siap dimarahi nyonya besar tuan,ya ampun ,saya ambilkan minum dulu ya tuan,sabar Ya tuan " ucap sekertaris itu sambil berjalan cepat ke luar ruang rapat .
Isvara telah selesai berkemas lalu ingin pergi dari ruang rapat dengan eka ,namun ,"Siapa yang menyuruhmu pergi ,saya masih mau bertanya " ucap Bastian pada Isvara. Isvara lalu menoleh pada Bastian.
"Ada apa tuan,apakah presentasi yang saya bawakan tadi kurang jelas ,mengapa anda tidak bertanya saat saya menanyakan apakah penjelasan saya belum jelas pada semua orang" jawab Isvara datar.
Eka sedikit takut pada tatapan Bastian dan Isvara yang seperti aura aura permusuhan . "Saya hanya ingin fokus bertanya padamu ,jika ada banyak orang saya takut kamu menjawab dengan ngawur,dan saya tidak suka dengan jawaban yang asal asalan" jawab Bastian.
Isvara mengepalkan tangannya.Tiba tiba ,brakkk suara pintu terbuka dengan keras hingga membuat Isvara eka dan Bastian terperanjat kaget ,"Tuan saya bawakan minuman untuk anda" Ucap sekertaris Bastian.
"Bimo bisa tidak kalau masuk ke ruang itu ketuk pintu dulu" ucap Bastian pada sekertarisnya yang bernama Bimo.Bimo tersenyum tanpa berasa bersalah ,"Maaf tuan lain kali saya tidak akan mengulanginya lagi,ini tuan minumnya ,saya buatkan perasaan air lemon dengan air hangat untuk meredakan sakit anda" ucap Bimo pada Bastian.
"Saya tidak sedang sakit Bimo" geram Bastian . Bimo bingung "Lalu kenapa tuan tadi berdehem dengan sangat keras " ucap Bimo.Bastian menepuk dahinya . Bimo kaget ," ya ampun tuan apakah tuan sakit kepala ,ya ampun tuhan ,bagaimana ini ,sebentar tuan saya akan bawakan" ucap Bimo terpotong dengan ucapan Bastian."Bimoooo" kesal Bastian.
Bimo langsung terdiam ,"Maafkan saya tuan,saya akan diam Sttt" ucap Bimo dan langsung diam dan berjalan ke belakang Bastian . Isvara menatap pertunjukan itu dengan bersedekap dada ,"Apakah sudah selesai " ucap Isvara .
"Hmm,ayo kita ke cafe di bawah " ucap Bastian dan langsung mengandeng tangan Isvara.Bimo melotot kaget ,"Ya ampun tuan ,tangan anda ,mana tadi handsanitizer nya ,tuan tuan " ucap Bimo sambil berlari mengikuti Bastian dengan membawa handsanitizer."Memangnya tangan nona Isvara kuman apa harus pakai handsanitizer " ucap eka ,eka pun langsung ikut berlari.
Sampainya di cafe ,Isvara menghempaskan pegangan tangan Bastian ,Bastian menatap Isvara tajam."Tuan ,mana tangan tuan ya ampun ,di usiaku yang ke 35 ini apakah saya masih harus berlarian seperti ini hah hah hah" ucap Bimo sambil mengoleskan handsanitizer pada tangan Bastian.
Isvara melotot kaget ,"Kalian pikir tanganku virus apa,lagipula aku tidak memegang tangan bosmu itu ya ,bosmu itu yang memegangku" marah Isvara.Bimo melihat pada Isvara ,"Maaf kan saya nona ,tapi Tuan menderita penyakit kalau memegang tangan wanita akan muncul ruam ruam kemerahan ,dan nyonya besar sangat marah jika saya tidak menjaga tuan dengan baik" jawab Bimo.
"Baru kali ini aku mendengar penyakit seperti itu ,aneh" lirih Isvara.Bimo yang mendengar ucapan Isvara pun ingin marah namun dihalangi oleh Bastian."Ayo kita duduk dulu,dan Bimo kamu antar asisten Isvara kembali ke butik " ucap Bastian."Tapi tuan bagaimana ,saya harus menjaga tuan" ucap Bimo. Isvara tertawa kecil bersama eka yang berada di sampingnya.Bastian mengepalkan tangannya ,"Aku bukan anak kecil lagi Bimo,cepat lakukan tugasmu" ucap Bastian.
"Baiklah tuan,ayo nona aku akan mengantarmu pulang" ucap Bimo pada eka . Eka menatap Isvara,Isvara mengangguk "Kamu kembalilah ke butik dulu,aku akan segera menyusul" ucap Isvara . Eka lalu mengikuti Bimo.
"Ayo kita cari tempat duduk dulu" ucap Bastian lalu berjalan mencari tempat duduk diikuti Isvara di belakangnya . Setelah duduk Isvara nampak tidak nyaman. "Sebenarnya tuan mau bertanya apa ,kenapa harus di cafe juga " ucap Isvara. Bastian menatap Isvara datar ,"Jika sedang berdua seperti ini jangan panggil aku tuan,panggil namaku saja".
Isvara menatap Bastian tajam .