NovelToon NovelToon
Calon Suamiku Adalah Dosenku

Calon Suamiku Adalah Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Seorang mahasiswa sebentar lagi akan lulus, ternyata dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan teman lama mereka. Sang anak sama sekali tidak setuju dengan perjodohan tersebut dan diam-diam berniat untuk membatalkannya.

Suatu hari, keduanya berpapasan di Universitas XXX. Sang pemuda ternyata adalah seorang dosen sekaligus pengasuh pondok pesantren yang ia dirikan sendiri. Sang siswi sama sekali belum mengetahui bahwa dosen tersebut adalah calon suami yang dipilihkan orang tuanya. Di kampus, ia justru merasa sangat muak dan benci kepada dosennya itu karena merasa tugas-tugas yang diberikan terlalu banyak dan menumpuk tanpa henti. Tanpa ia sadari, di balik rasa kesalnya itu, tersembunyi ikatan yang telah dirancang sejak lama oleh kedua belah pihak keluarga.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35. Kelembutan di balik seorang dosen arga

Bagi dunia luar, Arga adalah sosok dosen yang tegas, disiplin, dan tak kenal kompromi. Di depan kelas, suaranya terdengar lantang dan jelas, matanya menatap tajam seakan bisa membaca isi pikiran setiap mahasiswa yang duduk di hadapannya. Ia tak segan-segan menegur siapa pun yang terlambat, mengkritik tugas yang kurang baik, dan menuntut ketepatan serta ketelitian yang tinggi. Banyak teman sekelasku yang mengaguminya, namun tak sedikit pula yang merasa segan dan takut. "Pak Arga itu dingin banget ya," begitu kata mereka. "Wajahnya kaku, jarang tersenyum, seakan tak punya perasaan sama sekali."

Mereka tak tahu. Mereka hanya melihat satu sisi dirinya — sisi yang harus ia tunjukkan demi tanggung jawabnya sebagai pendidik, sisi yang dibutuhkan agar dihormati dan didengarkan. Namun hanya aku yang tahu — di balik sikap tegas itu, di balik wajah yang selalu tenang dan serius itu, tersembunyi kelembutan yang begitu lembut, begitu hangat, dan begitu tulus hingga sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Aku melihatnya saat kami bertemu di luar kampus, di tempat di mana ia tak perlu memakai topeng dosennya. Saat itu, ia bukan lagi sosok yang menuntut ketepatan dan kedisiplinan. Ia menjadi pria yang lembut — yang suaranya merendah saat berbicara, yang matanya melembut saat menatapku, yang tangannya selalu menggenggam tanganku dengan lembut seakan takut aku terluka. Ia yang selalu memastikan aku berjalan di sisi yang aman saat menyeberang jalan. Ia yang selalu menanyakan apakah aku sudah makan, apakah aku tidur cukup, apakah aku merasa lelah — hal-hal kecil yang bahkan keluargaku sendiri kadang lupa menanyakannya.

Aku melihatnya saat aku sakit. Di kampus, ia tetap bersikap biasa — menegurku jika aku terlambat, menilai kerjaku dengan ketat. Namun di balik itu, ia diam-diam mengirimkan obat, makanan, dan perhatian yang tak pernah diketahui siapa pun. Ia yang bangun pagi-pagi sekali hanya untuk membuatkan bubur dan mengantarkannya ke rumahku, lalu pergi secepatnya agar tak ada yang melihat. Ia yang selalu memikirkan kesehatanku bahkan sebelum aku sendiri menyadarinya.

Aku melihat kelembutannya saat ia berbicara tentang masa depan kami. Wajahnya yang biasanya tegas akan melembut seketika, matanya bersinar penuh harapan dan kasih sayang. "Aku ingin kita bisa berjalan berdampingan tanpa perlu menyembunyikan apa pun," ucapnya pelan, suaranya penuh keyakinan namun lembut. "Aku ingin melindungimu, bukan hanya dari pandangan orang lain, tapi dari segala hal yang bisa menyakitimu. Dan aku akan berusaha sekuat tenaga agar kau tak pernah menyesal memilihku."

Ia bukan orang yang pandai mengucapkan kata-kata manis yang berlebihan. Namun setiap kali ia berbicara, setiap kata yang keluar dari bibirnya terasa begitu dalam dan begitu tulus. Kelembutannya bukan terlihat dari ucapan, melainkan dari tindakan — dari cara ia memperhatikanku, dari cara ia menjagaku, dari cara ia selalu ada di saat aku membutuhkannya, bahkan sebelum aku memintanya.

Suatu sore, saat kami duduk berdua di taman yang sepi, aku bertanya padanya, "Kak... kenapa kau selalu bersikap begitu tegas di depan orang lain? Padahal aslinya kau begitu lembut."

Arga tersenyum tipis, lalu menjawab pelan sambil menatapku lembut, "Karena di depan orang lain, aku harus menjadi sosok yang bisa diandalkan, yang teguh, dan yang bisa memberikan arahan. Tapi di hadapanmu... aku tak perlu menjadi siapa pun. Aku bisa menjadi diriku sendiri — pria yang lembut, yang mencintaimu, dan yang ingin selalu menjagamu. Kelembutanku ini... hanya untukmu, Lisna. Tak ada orang lain yang boleh melihatnya. Karena kau-lah satu-satunya yang berhak mendapatkan sisi ini dariku."

Kata-katanya membuat hatiku terasa penuh dan hangat. Ternyata, ketegasan yang dilihat orang lain hanyalah perisai yang ia pakai untuk menjalankan tugasnya. Namun di balik perisai itu, ada hati yang lembut, hangat, dan penuh kasih sayang — hati yang khusus disimpannya untukku. Dan itu adalah hal terindah yang pernah kuterima dalam hidupku.

Sejak hari itu, setiap kali aku melihatnya berdiri di depan kelas dengan wajah tegas dan suara yang lantang, aku tak lagi hanya melihat sosok dosen yang disegani. Aku melihat lebih dari itu — aku melihat pria yang di balik semua itu, memiliki hati yang paling lembut dan paling tulus untukku. Aku tahu, di balik tatapan tajamnya, ada perhatian yang selalu tertuju padaku. Di balik ketegasannya, ada kasih sayang yang selalu melindungiku. Dan di balik sosok dosen yang disegani itu, ada Arga — pria yang mencintaiku dengan kelembutan yang tak akan pernah diberikan kepada siapa pun.

Kelembutan di balik sosok dosen Arga... itu adalah rahasia terindah yang hanya aku yang tahu. Dan itu adalah hal yang membuatku semakin jatuh cinta padanya setiap harinya — bukan karena ia hebat, bukan karena ia disegani, tapi karena ia menunjukkan sisi paling lembut dan paling aslinya hanya kepadaku. Dan itu saja sudah cukup untuk membuatku yakin, bahwa ia adalah pria yang tepat untuk menemani sisa hidupku.

bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!