NovelToon NovelToon
Sistem Menakhlukan Pangeran Kedua Berhati Dingin

Sistem Menakhlukan Pangeran Kedua Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 : Bailu

​Gulungan dekrit kekaisaran di tangan utusan khusus itu terbentang lebar, memantulkan cahaya kemerahan dari lentera koridor yang mulai dinyalakan menyambut senja. Suasana di ruang utama mendadak membeku. Para pelayan yang tadinya sibuk merapikan ruangan sontak menundukkan kepala, tidak berani bernapas terlalu keras setelah mendengar titah mutlak dari singgasana tertinggi kekaisaran.

​Su Yinyin berdiri mematung di dekat meja kerjanya. Otaknya berputar keras, mencocokkan situasi ini dengan potongan ingatan dari novel aslinya.

​Putri Kerajaan Sekutu Utara... Nama karakternya adalah Bailu.

​Di dalam cerita asli, Bailu bukanlah sekadar gadis bangsawan yang lemah. Ia adalah seorang petarung tangguh, cerdas secara politik, dan sengaja dikirim oleh faksi utara atas kerja sama diam-diam dengan Permaisuri untuk menyingkirkan Su Yinyin sekaligus menguasai pengaruh militer Mo Jue dari dalam.

​"Malam ini juga?" Su Yinyin mengulangi perkataan sang utusan dengan suara tenang, meski tatapannya menyiratkan ketajaman yang membuat utusan kekaisaran itu sedikit mengerutkan kening. "Bukankah perjalanan dari perbatasan utara menuju ibu kota biasanya memakan waktu berhari-hari? Kenapa kedatangannya begitu mendadak, seolah-olah semua ini memang sudah diatur sejak jauh-jauh hari sebelum dekrit ini turun?"

​Utusan khusus itu tersenyum tipis, menyembunyikan seringai sinis di balik janggut tipisnya.

​"Itu adalah urusan keluarga kekaisaran, Putri. Tugas Anda hanyalah menyambut kedatangan selir baru dengan layak, serta memastikan posisimu sebagai istri pertama tidak menimbulkan kekacauan di kediaman ini," jawab utusan itu dengan nada merendahkan. Ia menggulung kembali dekritnya, membungkuk sekadarnya, lalu berbalik pergi meninggalkan aroma dupa murah yang menyesakkan.

​Begitu bayangan utusan itu menghilang di balik gerbang luar, pengawal pribadi Mo Jue melangkah mendekati Su Yinyin dengan wajah cemas.

​"Putri, apa yang harus kita lakukan? Yang Mulia Pangeran masih tertahan di aula sidang kekaisaran. Sampai sekarang belum ada kabar kapan beliau bisa keluar," ujar pengawal itu khawatir.

​Su Yinyin menarik napas dalam-dalam. Ia berjalan ke arah jendela, menatap langit sore yang mulai berubah gelap gulita. Angin malam berembus dingin, membawa pertanda badai besar yang siap menghantam kediaman mereka.

​"Jangan panik," ucap Su Yinyin tegas, meski hatinya bergemuruh. Ia tahu, panik di istana berarti menyerahkan leher sendiri ke Guillotine. "Jika mereka ingin bermain sandiwara penyambutan, kita ikuti dulu permainannya. Siapkan paviliun barat untuk tempat tinggalnya, dan pasang mata di setiap sudut gerbang."

​"Baik, Putri!" pengawal itu segera membungkuk dan berlari untuk melaksanakan perintah.

​Matahari akhirnya tenggelam sempurna. Jam demi jam berlalu dengan lambat dan menyesakkan. Pukul sembilan malam, suara derap kuda dan suara roda kereta kencana bergema memasuki halaman utama Kediaman Pangeran Kedua. Rombongan dari Kerajaan Utara akhirnya tiba.

​Su Yinyin, dengan jubah formal berwarna biru safir dan hiasan rambut giok yang elegan, melangkah keluar menyambut di teras utama. Diiringi oleh beberapa pelayan yang membawa obor, ia menyaksikan pintu kereta kencana berukir motif serigala es itu terbuka perlahan dari dalam.

​Seorang wanita berpostur tinggi semampai turun dengan anggun. Ia mengenakan mantel bulu putih tebal khas negeri utara, tudung kepalanya tersingkap, menampakkan wajah yang luar biasa cantik dengan mata biru es yang tajam dan hidung mancung yang sempurna.

​Bailu, sang Putri Kerajaan Utara, berdiri di hadapan Su Yinyin. Tidak ada kesan lelah usai perjalanan jauh di wajahnya; sebaliknya, senyuman penuh tantangan tersungging di bibir merah muda wanita itu.

​"Jadi, kau adalah Su Yinyin... wanita yang berhasil merebut perhatian Pangeran Mo Jue selama beberapa bulan terakhir?" suara Bailu terdengar merdu namun menusuk dingin, menatap Su Yinyin dari atas kepala hingga ujung kaki dengan pandangan meremehkan.

​Su Yinyin membalas tatapan itu tanpa gentar sedikit pun. Ia maju satu langkah, mengangkat dagunya dengan anggun.

​"Selamat datang di Kediaman Pangeran Kedua, Putri Bailu," balas Su Yinyin dengan senyuman ramah yang tampak berbahaya. "Senang akhirnya bisa bertemu dengan madu yang dikirim khusus oleh istana utama untuk meramaikan hari-hariku."

​Bailu menyipitkan mata, terkejut mendapati wanita di hadapannya sama sekali tidak ciut nyali. Sebelum Bailu sempat melontarkan balasan tajam, suara derap kuda lain tiba-tiba memecah keheningan malam dari arah gerbang luar.

​"Yinyin!"

​Sebuah suara berat yang sangat familier memanggil namanya.

​Su Yinyin menoleh dengan cepat. Di bawah cahaya obor yang temaram, sesosok pria berzirah perang dengan jubah hitam berkibar kencang—Mo Jue—turun dari kudanya dengan napas tersenggal-senggal dan pandangan mata yang menyala penuh kemarahan. Pangeran itu baru saja lolos dari sidang kekaisaran dan langsung memacu kudanya tanpa henti demi kembali ke sisi istrinya.

​Namun, sebelum Mo Jue sempat melangkah mendekat, Bailu tiba-tiba bergeser mendekati Su Yinyin, lalu berbisik dengan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.

​"Kau pikir suamimu melindungimu?" Bailu menyeringai sinis. "Lihat apa yang ada di dalam kantong rahasia kereta kencanaku... racun yang sama persis dengan yang merenggut nyawa ibu Mo Jue enam bulan lalu, dan malam ini... buktinya sudah sengaja kutanam di bawah ranjang tidurmu."

​Deg!

***

Jangan lupa like komen (kritik saran) dan ikuti Noveltoon Anwi ya terimakasih

1
tinie
🤔semakin penasaran
tinie
pertarungan apa eeh🤔🤔🤣
tinie
kebenaran pasti terungkap
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
tinie
bikin tegang
tinie
jika jendral moe hanya anak selir
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
Vee: sepemikiran,,,,
total 1 replies
tinie
apakah kaisar sendiri tidak memiliki pengawal bayangan
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
tinie
berapa banyak pelayan mata mata musuh yg masuk ke paviliun yiyin🤔🤔👊
tinie
kan bener dai adalah sekutu permaisuri
kena kaisar begitu ceroboh
tinie
apakah putri itu akan bergabung dgn
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭

semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
tinie
ya💪💪
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
tinie
maksudnya tuh kamu jangan sampai celaka
su😁😁
tinie
berapa banyak Kasim yg ikut andil dlm permainan permaisuri jahat nii😌😌
tinie
iih cepat kali bab nya😁😁😁
ANWi/Berly Re: hehe🙏❤️
total 1 replies
tinie
sing diamlah
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
tinie
huhu aku ikut deg degan
tinie
ngeri kali kau joe
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
Willy Gu
suka
tinie
ayook su yinyin 💪kamu pasti bisaaa💪💪💪
tinie
kasim gui siap dipenggal kepalanya😁😁
tinie
lalu kenapa su yinyin bisa mati ya
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!