Selama lima tahun, Vincent Huang tidak pernah berhenti mengejar Stella Mo.
Namun, Stella selalu menolaknya dan memilih menjaga jarak tanpa pernah menjelaskan alasannya.
Ketika rahasia masa lalu Stella akhirnya terungkap, Vincent harus menghadapi pilihan sulit. Tetap menggenggam tangan wanita yang dicintainya, atau menjauh setelah mengetahui luka yang selama ini Stella sembunyikan.
Apakah cinta Vincent cukup kuat untuk menerima seluruh masa lalu Stella?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Berita Proyek Mingyuan Architecture
Berita mengenai proyek besar yang sebelumnya ditangani Stella lalu diserahkan kepada Shinta Fung langsung menggemparkan Mingyuan Architecture. Pihak Vincent Huang juga segera mengetahui perubahan tersebut.
“Tuan, proyek yang sebelumnya ditangani Nona Mo sekarang diserahkan kepada Shinta Fung. Dia adalah manajer baru sekaligus keponakan Direktur Fung,” lapor Willy.
Vincent yang sedang membaca berita di tabletnya langsung mengernyit.
“Mereka ingin mengingkari kesepakatan? Sejak awal aku sudah menegaskan bahwa Stella yang harus bertanggung jawab atas proyek ini. Sekarang mereka begitu mudah menyerahkan proyek sebesar itu kepada orang baru?” ujar Vincent dingin.
“Dalam keterangannya, Nona Mo menyatakan bahwa jika terjadi masalah pada proyek tersebut setelah pergantian penanggung jawab, maka itu bukan lagi tanggung jawabnya. Sepertinya ada masalah antara Nona Mo dan Direktur Fung,” jawab Willy.
“Selidiki sampai tuntas. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,” perintah Vincent. Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan, “Dan sampaikan kepada mereka, karena proyek sudah berpindah tangan, aku akan menarik dana investasiku dan membatalkan kerja sama.”
“Baik, Tuan,” jawab Willy.
***
Mingyuan Architecture
Di ruang kerja Direktur Fung, Kane Fung menghentakkan tangannya ke atas meja setelah membaca berita tersebut. Di hadapannya, Shinta yang baru diangkat sebagai manajer terlihat panik.
“Paman, kenapa Stella melakukan ini? Bukankah tindakannya justru akan menyulitkan kita? Dia sengaja membuat pihak Huang Group mengetahui masalah ini dan sekarang kita yang akan disalahkan,” kata Shinta.
“Stella sengaja melakukan itu karena ingin melepaskan tanggung jawabnya,” jawab Kane Fung dengan wajah kesal.
“Paman, selama ini dialah yang merancang proyek tersebut. Kalau terjadi sesuatu, namanya masih tercatat sebagai arsitek yang membuat rancangan awal. Mana mungkin dia bisa begitu saja melepaskan tanggung jawab?” ujar Shinta.
“Aku akan memanggilnya kembali dan menanyakan langsung kepadanya,” ujar Kane Fung.
“Paman, bagaimana kalau dia tidak mau datang?”
“Aku tidak peduli. Walaupun dia sudah tidak bekerja di sini, dia tetap harus bertanggung jawab atas proyek yang pernah ditanganinya.”
Shinta menatap pamannya dengan ragu.
“Paman, kalau dia benar-benar menolak?”
Kane Fung mengepalkan tangannya.
“Kalau begitu, aku akan membuatnya tidak punya pilihan.”
***
Apartemen Stella
Stella duduk santai di sofa sambil menyantap makan siang. Ponselnya yang terletak di atas meja terus berdering. Sudah lebih dari sepuluh kali nama Direktur Fung muncul di layar.
Stella meliriknya sekilas lalu kembali menyantap makanannya.
“Kane Fung, selama ini aku sudah mendapatkan begitu banyak proyek untukmu. Kali ini kau ingin menyingkirkanku hanya demi menaikkan nama keponakanmu. Tunggu saja. Tidak lama lagi pihak Huang Group pasti mengumumkan pembatalan kerja sama,” gumam Stella sambil menatap layar ponselnya.
Ia kemudian tersenyum tipis.
“Aku tidak bekerja di perusahaanmu pun, aku masih bisa bekerja di tempat lain.”
Ponselnya kembali berdering tanpa henti, tetapi Stella tetap tidak mengangkatnya.
Sementara itu, di Mingyuan Architecture, Kane Fung berjalan mondar-mandir di ruangannya dengan wajah penuh kecemasan. Shinta berdiri tidak jauh darinya.
“Paman, apakah Stella masih tidak menjawab panggilan?” tanya Shinta.
“Sudah lebih dari dua puluh kali. Dia sengaja tidak mau mengangkatnya,” jawab Kane dengan kesal.
Tiba-tiba ponsel Kane berdering.
Melihat nama yang muncul di layar, ia segera mengangkatnya.
“Hallo!”
“Direktur Fung, saya menyampaikan pesan dari pihak Huang Group. Atasan kami memutuskan untuk membatalkan kerja sama dan menarik seluruh dana investasi dari proyek tersebut,” kata Willy dengan suara tegas.
“Apa? Kenapa? Shinta juga bisa menjalankan proyek ini. Stella hanya mengalami sedikit masalah sehingga dia memilih meninggalkan perusahaan,” jelas Kane dengan tergesa-gesa.
“Direktur Fung, Tuan Huang tidak ingin mendengar penjelasan. Anda juga tahu, Tuan Huang hanya ingin melihat hasil, bukan mendengar alasan.”
Kane terdiam.
Willy melanjutkan, “Selain membatalkan kerja sama kali ini, untuk ke depannya Huang Group juga tidak akan lagi bekerja sama dengan Mingyuan Architecture.”
“Apa?” Wajah Kane langsung pucat.
Namun sebelum Kane sempat menjawab, Willy sudah memutuskan panggilan.
“Hallo? Tunggu!”
Panggilan telah berakhir.
Kane menatap layar ponselnya dengan wajah kaku. Shinta yang melihat ekspresinya langsung merasa tidak tenang.
“Paman... apa yang dikatakan mereka?”
Kane perlahan menurunkan tangannya.
“Bukan hanya proyek ini. Huang Group memutuskan untuk menghentikan semua kerja sama dengan perusahaan kita.”
Shinta langsung membelalakkan mata.
“Semua?”
Kane tidak menjawab. Tangannya mengepal kuat.
***
Vincent baru saja tiba di apartemen yang dibelinya tepat di seberang tempat tinggal Stella. Willy berjalan beberapa langkah di belakangnya sambil membawa beberapa dokumen.
“Tuan, saya sudah mendapatkan informasinya. Nona Mo keluar dari perusahaan bukan tanpa alasan. Kane Fung meminta Nona Mo bertemu dengan Direktur Xing dari Xing Group. Namun, terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Direktur Xing justru menggoda Nona Mo dan bahkan ingin menikahinya. Permintaannya ditolak oleh Nona Mo hingga membuatnya marah dan membatalkan kerja sama. Setelah itu, Kane Fung malah memaksa Nona Mo meminta maaf kepada Direktur Xing, tetapi Nona Mo menolaknya,” jelas Willy.
Langkah Vincent berhenti.
“Dia memaksa Stella meminta maaf?” tanya Vincent dengan suara dingin.
“Benar, Tuan. Bahkan Kane Fung mengancam akan mengambil proyek yang ditangani Nona Mo dan menyerahkannya kepada keponakannya, Shinta Fung.”
Vincent mengepalkan tangannya.
“Jadi setelah bekerja keras mendapatkan proyek untuk perusahaan, dia justru disingkirkan begitu saja?”
“Sepertinya begitu.”
Vincent terdiam beberapa saat. Tatapannya kemudian beralih ke pintu apartemen Stella yang berada tepat di seberang.
“Bagaimana keadaan Stella sekarang?”
“Dia sangat tenang. Sepertinya Nona Mo tidak berniat kembali ke Mingyuan Architecture.”
Vincent mengangguk pelan.
“Bagus.”
Willy sedikit terkejut. “Bagus, Tuan?”
“Kalau perusahaan itu tidak menghargai kemampuannya, dia tidak perlu kembali.”
Vincent kemudian melangkah menuju pintu apartemennya.
“Ada satu hal lagi, Tuan. Direktur Xing adalah seorang duda yang usianya sudah tidak muda lagi, tetapi dia berani bersikap tidak pantas kepada Nona Mo. Saya juga sudah memeriksa rekaman CCTV dari tempat pertemuan mereka. Terlihat jelas bagaimana dia menyentuh Nona Mo dan memaksanya mendengarkan keinginannya,” kata Willy.
Tatapan Vincent langsung berubah dingin.
“Beri dia pelajaran,” perintah Vincent.