20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bimbang
Hari ini Yunia pulang kerja langsung pulang ke kosan, dia memutuskan untuk tidak kuliah dulu hari ini.
Sampai dikosan hal pertama yang dilakukan oleh Yunia adalah mematikan ponselnya. Yunia ingin magrib ini memiliki me time yang baik ke Sang Pencipta. Dimulai dengan segera membersihkan diri, dan mengaji sambil menunggu azan magrib tiba. Tentu saja ditemani air mata yang masih menetes di pipinya. Tak terasa azan magrib berkumandang, yunia pun berhenti mengaji dan menikmati suara azan yang terdengar.
MasyaAllah hati Yunia terasa lebih tenang dibuat nya. Selesai solat magrib yunia pun berzikir, dan kembali mengaji. Dan setelah nya ia pun berdoa :" ya Allah terimakasih atas semua Karunia Mu yang telah engkau berikan padaku. Terimakasih atas air mata dan bahagia yang telah kurasakan selama 22 tahun ini. Maafkan aku ya Allah karena masih lalai dalam mengerjakan perintah Mu. maafkan aku yang terlalu banyak meminta pada Mu namun aku lalai dalam beribadah kepada Mu. ya Allah maafkan lah hamba karena hamba telah durhaka pada Mu dan kepada orang Tuaku. Ya Allah izinkan aku untuk meminta kepada Mu jalan yang terbaik dari permasalahan ku dengan keluarga ku saat ini. Aku merasa selama ini diperlakukan tidak adil oleh keluarga ku. Dan itu sangat menyakiti hatiku. bolehkah ya Allah bila aku kali ini mencoba tidak ingin tahu, tidak ingin mengerti, tidak mau menuruti keinginan ibu dan Bapak? hatiku sakit ya Allah dengan kemarahan Bapak yang sudah kelewat batas. Mereka seperti tidak menganggapku sebagai anaknya. Aku merasa aku dilihat dan di ingat bila mereka membutuhkan hasil keringatku. Ya Allah jika fikiran ini salah tolong bersihkan lah hati dan fikiran kotorku ini. Namun bila ini benar bantu aku ya Allah untuk berani menghadapi kezaliman mereka padaku. Engkau lebih tau ya Allah apa yang terjadi pada ku selama 22 tahun ini. aku mohon padamu ya Allah pertemukan aku dengan orang-orang yang baik, dan jauhkan aku dari orang yang memiliki penyakit hati padaku, yg hasat terhadapku dan yang zalim kepadaku, bantu aku ya Allah. Aku memohon pertolongan Mu, perlindungan Mu, penjagaan Mu dan keridhaan Mu ya Allah aamin ya robbal alamin, robbana atina fiddunya Hasanah wafil ahiroti Hasanah waqina azabannar aamin ya robbal alamin.
Yunia pun menutup doanya. Membuka mukenanya dan bersiap-siap keluar kosan untuk membeli makan, ketika dia membuka dompet nya dan mengambil selembar uang lima puluh ribu rupiah, hatinya teringat ibu dan bapaknya. Apakah mereka telah makan. Atau malah belum karena berasnya dibuang oleh bapak karena kesal pada Yunia. Ah yunia pun mengusir fikiran itu dari hati dan fikiran nya.
Ya yunia bertekad untuk kali ini akan menutup diri dari keluarga nya. Hanya ingin menjadi penonton kali ini. setelah membeli makan malamnya, yunia pun segera memakannya di kamarnya. Selesai makan iapun beristirahat sebentar karena sebentar lagi akan segera tiba waktu sholat Isya.
Dan benar saja tak sampai 15 menit azan isya berkumandang. Yunia pun segera bersiap siap solat isya. Selesai solat yunia pun bimbang apakah tetap mematikan ponselnya atau menyalakan nya. Di satu sisi dia rindu pada Danang, rindu akan perhatiannya. Namun Yunia pun takut hatinya goyah bila orang Tuanya menelpon nya lagi.
Yunia ingat sekali pesan pak Adam hari ini. Cuma dirinya sendiri yang bisa menolong dan melindungi dirinya.
Entah kenapa bila ingat kejadian tadi siang Yunia malu sekali rasanya pada pak Adam, selama ini telah menganggap pak Adam orang yang tidak memiliki hati dan perasaan. semua itu terhapus kan hari ini. Bahkan pak Adam yang judes membuat kan teh manis hangat untuknya. Dan rasa tehnya itu enak sekali rasanya bagi Yunia. Memberikan sedikit ketenangan dan kekuatan pada yunia sore tadi.
Akhirnya Yunia memutuskan untuk tetap mematikan ponselnya. Dan memutuskan untuk mengganti nomornya secepatnya. ya Yunia ingin memutuskan komunikasi dengan keluarga nya. karena mengingat kegiatan kuliah semakin banyak membutuhkan biaya. Yunia sudah memutuskan hanya akan membantu seadanya melalui sahabat nya Nova, untuk membelikan kebutuhan sembako keluarga nya. Tapi tidak memberikan uang lagi. Karena untuk berobat, orang tuanya bisa memakai BPJS kesehatan yang ditanggung oleh Yunia.
Yunia berharap ini jalan yang terbaik baginya. Karena yunia merasa berhak untuk memilih tidak sakit hati, tidak pusing memikirkan hal-hal yang harusnya bukan tanggung jawabnya semata. Karena masih ada kakaknya intan di sana yang juga sudah bekerja dan sudah waktunya membantu orang tua mereka.