Bagaimana jadinya, hidup kembali sebagai wanita ahli pedang di zaman kuno?
Sudah pastinya begitu tidak menyenangkan, Anya seorang dokter Bedah yang meninggal karena di khianati oleh seorang sahabat nya.
Ia bereinkarnasi menjadi wanita ahli pedang di zaman Kerajaan China kuno. Bagaimana kisah nya?
Baca kisahnya... Di
— Cinta Wanita Pedang —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Aku bukan dia
𝘛𝘰𝘬𝘬.. 𝘛𝘰𝘬𝘬!
" Masuklah! "
𝘒𝘳𝘦𝘬!
Beberapa dayang masuk ke dalam kamar tidur Anya, gadis itu baru saja ingin membaca buku ia bangkit dari tempat tidurnya.
" Sembah pada yang mulia puteri agung, hamba ingin menyampaikan sebuah pesan " Kata Ketua dayang tersebut menunduk penuh hormat kepada Anya
" Silakan pesan apa yang kau bawa untukku?, Oh ya kalian jangan membungkuk gitu biasa saja " Perintah Anya
" Baik Puteri Agung, Kami kemari ingin memberi pesan dari Yang Mulia Putera mahkota " Kata Ketua dayang tersebut
" Apa itu? " Tanya Anya
" Putera mahkota menunggu Puteri Agung di taman Kerajaan Bulan Emas, Beliau menunggu yang mulia disana " Jelas dayang
" Terimakasih informasinya, saya pergi " Kata Anya bergegas keluar dari sana tetiba langkahnya terhenti kala sebuah badan kekar menabrak tubuhnya. Ia tersentak kaget
Sebuah tangan kekar melingkar di pinggang kecilnya, membuat tubuh nya tidak terjatuh ke lantai koridor istana. Mata mereka bertemu seolah ada hawa hangat — mengalir di darah Anya menghangatkan hati nya yang membeku
" Maaf kan hamba yang Mulia Puteri Agung!, hamba tidak sengaja! " Lelaki itu dengan pelan menarik tangannya dari pinggang Anya lalu berlutut memohon penuh penyesalan,
" Tidak apa Barata!, yang penting kamu tidak membuatku jatuh aku yang tidak lihat-lihat saking semangatnya " Jelas Anya ia mengulurkan tangannya ke Barata yang berlutut penuh penyesalan.
" Ambilah tanganku! " Pinta Anya membuat Barata menggeleng ia menundukkan kepala nya dalam " Hamba tidak pantas, para leluhur akan mengutuk hamba " Ungkapnya
Anya mendesah kecewa, " Ya sudahlah!, aku tidak ada waktu mengurusmu aku pergi ya!. Ingat aku sudah memafkan mu! " Kata Anya lalu berlalu membuat Barata mendongakkan kepala nya tanpa sadar senyuman membingkai di wajahnya.
Dengan langkah cepat Anya pergi ke taman yang berada di wilayah kekuasaan sang nenek, ia tersenyum melihat siluet seorang lelaki berbadan gagah perkasa dengan rambut yang melewati pingang terikat belum lagi wangi harum semerbak yang membuat gadis belia seperti nya menggeliat.
Tetiba sebuah ketakutan yang selalu menghantuinya muncul, ia hanyalah perebut jodoh orang di zaman ini ia hanyalah pengganti sosok Mayang Sari sang wanita yang di cintai lelaki tersebut. Begitulah pikirnya begitu sakit saat orang tahu kalau dirinya seorang yang jelas-jelas tidak ia ketahui
Anya gamang ia ingin mendekat ke Yan Qian namun ia sadar diri bahwa dirinya hanyalah seorang yang bereinkarnasi, menjadi Mayang Sari seorang wanita tangguh tunangan Yan Qian
" baby! " Panggil Yan Qian membuat Anya membuyarkan lamunannya ia dengan langkah ragu, melangkah mendekati lelaki tersebut
" Ada apa? " Tanya Anya cuek
" Ayahanda mengirim titah, kalau pernikahan kita akan di laksanakan bila bulan terbentuk sempurna " Cakap Yan Qian penuh semangat
" Kapan Bulan terbentuk sempurna? " Tanya Anya mendongakkan kepala nya menatap langit-langit
" Dua minggu dari hari ini " Sahut Yan Qian
" Kau bahagia? " Tanya Anya menatap dalam Yan Qian yang tersenyum bahagia, lelaki itu mangut-mangut " Sangat Puteri apakah kau tidak bahagia? " Sahut lelaki itu dengan raut wajah sendu
" Aku bahagia, tapi " Anya terhenti ia menggelengkan kepalanya " 𝘛𝘢𝘱𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶 𝘠𝘢𝘯 𝘘𝘪𝘢𝘯, 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘱𝘶𝘵𝘦𝘳𝘪 𝘢𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘬𝘢𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘫𝘰𝘥𝘰𝘩𝘪 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘒𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬𝘮𝘶!.. 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘴𝘪𝘯𝘨! " Batin Anya ia menatap Putera mahkota dengan tatapan sendu
" Tapi apa? " Tanya Yan Qian
" Aku lelah Putera mahkota, sebaiknya kau istirahat aku melihat wajahmu pucat " Kata Anya
" Dimana panggilan sayang mu? " Tanya Yan Qian suaranya parau sesak sekali dadanya
" Ada, untuk calon suamiku kelak! " Sahut Anya pelan
" Kau bicara apa? " Tanya Yan Qian
" Aku lelah selamat tidur siang! " Anya berlalu begitu saja membuat lelaki itu mendengkus sebal melihat tingkah gadis itu. Tanpa di ketahui oleh Yan Qian Anya membatin penuh penyesalan karena telah membuat hati Yan Qian terikat olehnya, ia menyesal sekali telah menikmati hidup nya sebagai Sari Mayang
" Apa yang harus ku lakukan untuk kembali ke dunia ku? " Tanya Anya pada dirinya sendiri, ia memijat pelipisnya yang terasa pusing tujuh keliling. Tetiba sebuah roll film muncul di benaknya
Seorang gadis berjubah dengan begitu gesitnya, melompat dari kuda putih lalu sebuah pedang melesat cepat bagaikan bayangan yang ingin menusuk gadis tersebut dengan gerakan seperti bayangan — gadis itu menepis pedang itu dengan pedang bermata miliknya.
Angin kencang menyerang si pelaku yang melempar Pedang ke arahnya, Gadis itu Tersenyum miring ' 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬. 𝘔𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘈𝘥𝘪𝘵𝘺𝘢 " Tekan gadis itu
" 𝘋𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯, 𝘬𝘢𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘱𝘶𝘵𝘦𝘳𝘪 𝘢𝘨𝘶𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩!.. 𝘒𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘭𝘦𝘯𝘺𝘢𝘱! "
" 𝘚𝘪𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢! "
" 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘴𝘪𝘢𝘭! "
Beberapa Pedang mengarah ke gadis itu dengan satu gerakan cepat gadis itu menepis semua serangan. Tetiba sebuah pedang dari arah berlawanan ingin menusuk nya ia tanpa melihat sekitarnya menepisnya lalu tubuhnya masuk ke dalam selokan,
Kepalanya terbentur batu besar hingga mengeluarkan cairan kental berwarna merah berbau hanyir. Pengawal kerajaan Musuhnya tertawa puas, Kaki Anya bergetar kala sebuah ingatan itu hadir di benaknya ia memegangi kepalanya
Mata nya berkaca-kaca " Hidupnya benar-benar tragis sama denganku, dia meninggal karena kecelakaan saat perang " Gumam Anya sembari menangis terisak
" Semoga kau bahagia dialam sana! " Doa Anya lirih seperti angin yang membelai wajahnya hingga dingin,