NovelToon NovelToon
Dimanjakan Oleh Cintanya

Dimanjakan Oleh Cintanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Siapa?!" Sebuah suara berat, serak, dan penuh ancaman terdengar di kegelapan.

​Rayyan langsung mencengkeram pergelangan tangan Aira. Napas pria itu memburu, aroma maskulin yang bercampur dengan hawa panas menguar dari tubuhnya. Obat bius di dalam tubuh Rayyan bergolak hebat saat merasakan kulit halus seorang wanita menyentuhnya.

​"S-sakit... panas..." Aira tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Gadis itu justru meracau, air matanya menetes karena rasa tidak nyaman yang asing di sekujur tubuhnya. Sentuhan tangan Rayyan yang dingin di pergelangan tangannya justru terasa seperti penawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insting seorang ayah

​Di dalam lift eksekutif yang bergerak turun menuju lantai lobi utama, suasana kembali hening. Para direktur yang mendampingi Rayyan tidak berani membuka suara, melihat ekspresi sang CEO yang mendadak berubah menjadi sangat dalam dan penuh pemikiran setelah berpapasan dengan rombongan anak magang tadi.

​Rayyan berdiri tegak dengan pandangan mata yang lurus menatap pantulan dirinya di dinding lift yang mengilap. Namun, pikirannya tidak berada di sana. Bayangan sosok Aira dengan pakaian longgarnya terus berputar-putar di dalam kepalanya.

​Sebagai pria yang sangat rasional dan penuh perhitungan, Rayyan merasa ada sesuatu yang janggal. Cara Aira berdiri, cara dia memegangi perutnya dengan map, dan pilihan pakaiannya yang sangat longgar... semuanya memicu insting protektif yang sangat kuat di dalam diri Rayyan. Insting yang belum pernah dia rasakan sebelumnya seumur hidup.

​"Haris," panggil Rayyan dengan suara rendah kepada asisten pribadinya yang berdiri di belakang.

​"Iya, Pak Rayyan?"

​"Nanti setelah orientasi selesai, minta kepala divisi audit internal untuk menempatkan meja kerja Aira Kirana di ruangan yang paling dekat dengan akses lift eksekutif," perintah Rayyan tanpa menoleh. "Dan pastikan beban kerjanya tidak terlalu berat. Dia di sini untuk belajar, bukan untuk diperas tenaganya."

​Asisten Haris mengerutkan keningnya sedikit, merasa aneh dengan perhatian yang terlalu detail dari atasannya ini. Namun, dia langsung mengangguk patuh. "Baik, Pak. Akan segera saya koordinasikan dengan kepala divisi."

​Rayyan keluar dari lift begitu pintu terbuka di lobi bawah. Sambil berjalan menuju mobilnya, dia menyentuh dagunya perlahan. Sesuatu di dalam dada pria berusia 32 tahun itu berbisik bahwa ada sebuah rahasia besar yang sedang disembunyikan oleh gadis berumur 20 tahun itu darinya. Dan Rayyan Wijaya bukanlah tipe pria yang akan membiarkan sebuah rahasia tetap terkunci lama, terutama jika rahasia itu menyangkut wanita yang telah memiliki seluruh perhatiannya sejak malam di kelab itu.

​Keesokan paginya, masa magang resmi dimulai. Aira tiba di Menara Wijaya dengan persiapan yang jauh lebih matang. Kali ini, dia mengenakan gaun terusan kain bersiluet A-line berwarna biru gelap yang dilapisi dengan kardigan rajut panjang berwarna abu-abu. Potongan gaun yang melebar dari bagian dada ke bawah itu terbukti sangat efektif menyembunyikan perut buncitnya yang kini sudah memasuki usia 4 bulan lebih.

​Aira ditempatkan di lantai 32, di dalam divisi audit internal korporasi. Begitu dia masuk ke dalam ruangan kerja yang luas dan dipenuhi oleh bilik-bilik kubikel, seorang staf senior bernama Maya menyambutnya dengan ramah.

​"Kamu Aira, ya? Mahasiswi jalur cepat dari kampus utama?" tanya Maya dengan senyum hangat.

​"Iya, Mbak. Saya Aira Kirana. Mohon bimbingannya selama saya magang di sini," jawab Aira sopan, membungkukkan tubuhnya sedikit dengan hati-hati agar tidak menekan perutnya.

​"Wah, hebat banget ya masih semester 4 sudah bisa masuk ke divisi ini. Biasanya di sini isinya singa-singa akuntansi semua, lho," seloroh Maya ramah, menuntun Aira menuju meja kerjanya. "Nah, ini meja kerjamu selama tiga bulan ke depan."

​Aira tertegun saat melihat posisi meja kerjanya. Meja itu terletak di sudut yang cukup tenang, dekat dengan jendela yang menghadap ke taman kota, dan yang paling membuat Aira terkejut adalah jaraknya yang sangat dekat dengan pintu akses koridor lift eksekutif privat. Tempat ini sangat nyaman, tidak terlalu bising oleh lalu lintas karyawan lain, dan kursinya pun tampak jauh lebih empuk dibandingkan kursi anak magang pada umumnya.

​"Silakan duduk, Aira. Tugas pertamamu hari ini tidak terlalu sulit, kok. Kamu cukup melakukan verifikasi data laporan arus kas dari anak perusahaan cabang untuk bulan lalu. Datanya sudah saya siapkan di komputer ini," jelas Maya sebelum kembali ke mejanya sendiri.

​Aira mengembuskan napas lega dan mulai duduk di kursi empuk tersebut. Dia menyalakan komputer dan mulai memfokuskan pikirannya pada angka-angka digital di layar. Berada di lingkungan yang profesional dan tenang seperti ini membuat rasa cemas Aira sedikit berkurang. Dia mulai merasa bahwa dia bisa menjalani masa magangnya dengan aman tanpa perlu khawatir rahasia kehamilannya terbongkar.

​Namun, ketenangan Aira tidak bertahan lama. Sekitar pukul sebelas siang, saat dia sedang serius memeriksa baris data akuntansi, indra penciumannya yang menjadi sangat sensitif semenjak hamil mendadak menangkap sebuah aroma yang sangat dia kenali.

​Aroma parfum kayu cendana dan kesegaran laut yang maskulin.

​Aira menegang. Dia perlahan mendongakkan kepalanya dari layar komputer. Dari arah koridor lift eksekutif, pintu kaca divisi audit terbuka otomatis, dan sosok tegap Rayyan Wijaya melangkah masuk ke dalam ruangan, didampingi oleh kepala divisi audit utama dan asisten Haris.

​Kedatangan mendadak sang CEO tertinggi membuat seluruh karyawan di dalam ruangan tersebut langsung berdiri serentak dari kursi mereka dan membungkuk hormat dengan tegang. Aira ikut berdiri dengan terburu-buru, tangannya secara refleks memegangi ujung kardigan rajutnya, menariknya ke depan untuk memastikan perut buncitnya tertutupi dengan sempurna.

1
Adinda
panggil itu ayang beb, honey, atau mas begitu Aira
Brenda
akhirnya 😄
Ryuu
cepet updateeee
Ryuu
👍
beybi T.Halim
aira payah.,🙈seharusnya dia faham apa yg terbaik untuk dirinya,yg punya suami penguasa bisnis, kesel lah akhirnya babynya jadi korban
Ryuu
Huhhh kerenn bgt
Ryuu
Baguss nggk ngebosenin sejauh ini
Ryuu
Keren bgt thor ceritanyaa
beybi T.Halim
🤭🤭hedeh..berbunga2 kertas tuu...dah bilang cinta aja susah bener lahh😁
beybi T.Halim
masa panggil nama?.,panggil mas kek apa daddy. kan romantis..sekalian jagiya lah🤭
beybi T.Halim
asek...ketahuan deh..lagi baby boom
beybi T.Halim
ada adegan pingsan gak yaa.,br ketahuan aira hamil,kok aku nunggu2 pov kepajikan seorang rayyan wijaya😁
beybi T.Halim
yaa semoga gak ada drama ulat2 lah br terkendali semua keromatisan sang penguasa🤭
beybi T.Halim
kesini dl...suka deh cerita romantis spek2 daddy 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!