NovelToon NovelToon
Sistem Supir Angkot

Sistem Supir Angkot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Di sudut kota Bogor yang basah oleh hujan, Farrel (22 tahun) hanyalah seorang supir angkot jurusan Baranangsiang–Bubulak yang hidupnya di ujung tanduk.

Setiap hari ia harus menahan lapar, dicaci maki oleh kernet lain, difitnah mencuri uang setoran oleh mandor pangkalan, dan puncaknya: diputuskan oleh kekasihnya karena tidak mampu membelikan kuota internet. Modal hidupnya setiap hari setelah setoran hanyalah sebungkus nasi rames karet dua dan sebatang rokok eceran.

Namun, sebuah insiden pengeroyokan oleh oknum ormas di Terminal Baranangsiang mengubah takdirnya. Saat sekarat, sebuah suara mekanis bergema di otaknya: [Sistem Afeksi Kekayaan Berhasil Diaktifkan].
Sistem ini memberikan Farrel saldo tak terbatas, namun dengan syarat gila: uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai atau membelikan barang untuk wanita yang memiliki potensi afeksi (rasa suka) terhadapnya. Setiap kali persentase Favorability (tingkat kesukaan) wanita tersebut naik, saldo pribadi Farrel akan berlipat g

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 33

Kabut malam yang tebal merayap turun dari lereng Gunung Salak, menyelimuti kawasan industri terbengkalai di Bogor Utara.

Depo pasir yang menjadi saksi bisu runtuhnya Ormas Cakar Bumi beberapa hari lalu kini tampak sunyi senyap, menyisakan gundukan-gundukan pasir hitam dan deretan kontainer berkarat di bawah pendaran minim lampu jalan yang temaram.

Sret... Sret...

Tiga unit mobil van hitam tanpa plat nomor bergerak pelan membelah kegelapan tanpa menyalakan lampu utama.

Mobil-mobil itu berhenti berjejer di dekat gerbang masuk depo yang sudah roboh. Pintu geser terbuka secara bersamaan tanpa menimbulkan suara berisik.

Lima belas pria berbadan tegap dengan setelan taktis abu-abu dan topeng balaklava hitam turun dengan sigap.

Di tangan mereka, senapan serbu kompak jenis MP5 melintang di depan dada. Gerakan mereka sangat taktis, patah-patah, dan terorganisir ciri khas dari mantan tentara bayaran profesional yang terbiasa beroperasi di zona konflik internasional.

"Target tidak ada di klinik. Informasi dari intelijen Jakarta sepertinya bocor,"

bisik sang komandan tim melalui perangkat earpiece miliknya.

Matanya memindai sekeliling menggunakan kacamata night vision.

"Tapi jejak ban Land Cruiser milik Farrel mengarah ke depo pasir tua ini. Tetap dalam formasi lingkaran, periksa setiap sudut kontainer!"

Dari atas atap salah satu kontainer berkarat, sesosok bayangan indah sedang tiarap dengan anggun.

Maya Arisanti, mengenakan catsuit kulit hitam ketatnya, tersenyum sinis di balik kegelapan. Mata elangnya mengawasi pergerakan lima belas tentara bayaran itu seperti seorang pengamat yang sedang menonton sekumpulan semut masuk ke dalam perangkap madu.

"Mereka sudah masuk ke area tengah, Farrel," bisik Maya pada mikrofon kecil yang menempel di kerah bajunya.

"Bagus. Tahan posisi lu, Maya. Biarkan gua yang membuka pertunjukan,"

suara berat Farrel terdengar langsung di telinga Maya melalui frekuensi radio khusus, terdengar begitu tenang seolah ia tidak sedang menghadapi sepasang regu penembak mati.

Brak!

Tiba-tiba, sebuah lampu sorot industri berkekuatan ribuan watt di ujung depo pasir menyala dengan hantaman cahaya yang begitu benderang, membutakan pandangan mata para tentara bayaran yang sedang menggunakan perangkat pengelihatan malam.

"Argh! Sialan! Lepas kacamata kalian!" teriak sang komandan panik.

Di bawah guyuran cahaya putih yang menyilaukan itu, sesosok pria berjalan dengan langkah santai dari balik gundukan pasir.

Farrel Aditama berdiri di sana. Jaket kulit hitamnya sengaja dibiarkan terbuka, memperlihatkan kaus oblong hitam yang membungkus dada bidangnya yang naik-turun dengan ritme teratur.

Matanya berkilat merah samar saat Mata Sang Penguasa mendeteksi setiap detak jantung dan titik lemah musuh-musuhnya.

"Kalian jauh-jauh dari Jakarta cuma buat cari gua?"

 Farrel berbicara, suaranya membelah kesunyian malam dengan getaran karisma tingkat monster yang begitu padat hingga membuat bulu kuduk kelima belas pembunuh itu meremang serentak.

"Sayang banget, umur kalian bakal habis di kota hujan ini."

"Itu dia! Tembak bajingan itu sampai hancur!" raung sang komandan.

Dada! Dada! Dada!

Moncong senapan MP5 memuntahkan badai peluru kaliber 9mm ke arah tempat Farrel berdiri. Suara tembakan berdesing memekakkan telinga, menciptakan percikan api saat peluru-peluru itu menghantam tanah berpasir dan dinding kontainer.

Namun, di mata Farrel yang memiliki stat kecepatan 25, lintasan peluru-peluru itu tampak bergerak lambat bagai untaian benang di udara.

Tubuh tegap Farrel melesat maju, meninggalkan bayangan kabur yang tidak bisa dikunci oleh mata telanjang manusia biasa.

Wuss!

Farrel sudah berada di depan penembak pertama sebelum pria itu sempat menggeser moncong senjatanya.

Tangan kanan Farrel mencengkeram laras MP5 tersebut, memelintirnya hingga patah menjadi dua, lalu menghantamkan patahan besi itu tepat ke dada sang penembak dengan kekuatan stat monster miliknya.

Jleb! Krak!

Dada pria itu melesap ke dalam, tulang rusuknya hancur berkeping-keping dan tubuhnya terlempar sejauh tujuh meter sebelum menghantam kontainer hingga penyok. Ia langsung tewas di tempat tanpa sempat berteriak.

Melihat kengerian itu, tiga tentara bayaran di sisi kiri mencoba berbalik dan menembak, namun sebelum mereka bisa menarik pelatuk, sesosok bayangan hitam melompat turun dari atas kontainer dengan gerakan seanggun kucing.

Sret! Sret!

Maya Arisanti beraksi. Belati titanium di kedua tangannya menari dengan sangat presisi di bawah cahaya lampu sorot.

Dua tebasan horizontal beruntun merobek urat leher dua penembak kiri, menyemburkan darah segar yang hangat ke udara malam.

Maya kemudian melakukan putaran tubuh yang seksi, menendang dada penembak ketiga dengan sepatu bot ber-hak bajanya hingga pria itu tersungkur ke tanah, lalu dengan cepat menancapkan belatinya tepat di ulu hati musuh tersebut.

【 Ting! Aksi bersama dengan Target Keempat: Maya Arisanti berhasil! 】

【 Maya Arisanti terpesona melihat kecepatan destruktif Anda yang di luar nalar manusia! 】

【 Tingkat Kesukaan Maya Arisanti merangkak naik: 15% -> 30% (Kekaguman Mendalam & Hasrat untuk Mengikuti Anda)! 】

"Gaya bertarung lu lumayan juga untuk ukuran pembunuh mandiri, Maya,"

ucap Farrel santai di tengah-tengah desingan peluru yang masih tersisa dari arah komandan musuh.

Maya mundur selangkah, berdiri berdampingan dengan Farrel, dadanya yang sintal naik-turun karena sisa adrenalin bertarung. Ia melirik Farrel dengan tatapan yang kini dipenuhi rasa hormat yang mendalam.

 "Gua gak mau kalah dari mantan supir angkot yang sekarang bertingkah kayak dewa kematian."

Sisa tujuh tentara bayaran, termasuk sang komandan, kini telah mundur berkumpul menjadi satu kelompok. Wajah-wajah mereka di balik balaklava dipenuhi oleh ketakutan yang absolut.

Mereka adalah pasukan elite yang biasa menghadapi perang, namun malam ini mereka sadar bahwa mereka tidak sedang menghadapi manusia mereka sedang berhadapan dengan dua ekor predator puncak dunia bawah tanah.

Farrel melangkah maju perlahan, membiarkan aura haus darahnya yang pekat menekan mental musuh hingga ke titik terendah.

 "Hendra Wijaya gagal pagi tadi, dan kalian gagal malam ini. Kembali ke bos kalian di Aliansi Jakarta... atau kalian mau gua kubur hidup-hidup di bawah depo pasir ini?"

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai hendra beserta keluarganya bikin hendra menyesal mencari masalah dengan mcnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai para penguasa itu bikin mcnya ambil alih
eza
apakah ini terinspirasi dari kisahnyata, ehem😙😙
Tri Wahyuni: ya bisa di bilang bgtu.hehe
total 1 replies
eza
100 buat author
Tri Wahyuni: kalau suka sama ceritanya jangan lupa Giftnya ya kak
total 1 replies
eza
buset iklan
Achmad Zaki
terlalu lebay
Aisyah Suyuti
menarik
Fajar Fathur rizky
cepat bantai juga keluarga musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dan keluarganya dengan cara paling kejam
Herman Tere
lanjuut
Herman Tere
ceritanya menarik walaupun agak berlebihan, tapi ini hiburan
Fajar Fathur rizky
cepat bantai lima puluh Preman itu bawa tubuh mereka ke musuhnya bikin musuhnya ketakutan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai orang itu beserta keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!