NovelToon NovelToon
Become Mafia Family

Become Mafia Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Teen
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: nanastar

Tiba-tiba jadi keluarga mafia?!!!

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis cantik bernama Lily. Takdirnya secara mendadak membawanya pada dunia gelap yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanastar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buku harian Lily

...Happy Reading💗...

...•...

...•...

...•...

Setelah sarapan, Lily dan ayahnya akhirnya pulang ke rumah. Lily merasakan kini pusing dikepalanya semakin berdenyut. Jika ia memutuskan untuk pergi menjauh dengan mendadak, mungkin terasa mustahil. Ia harus menyusun sebuah rencana yang dapat membuatnya benar-benar bisa jauh dari rumah binatang buas ini.

Saat mobilnya masuk kepekarangan, Lily sedikit terkejut karena seprei yang ia jadikan tali tiba-tiba menghilang. Lalu saat ia keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah, seseorang datang dari arah tangga kamarnya dengan santai.

"Lily? Ternyata kamu sudah keluar bersama papa. Apa kamu sudah mendingan?" Tanyanya dengan ekpresi yang lurus. Dia tidak terlihat seperti seseorang menyadari sesuatu. Aktingnya benar-benar layak di acungi jempol. Tanpa sadar Lily pun mengacungkan jari jempolnya dengan tersenyum miring. Betapa gilanya keluarga ini. Ia pun berjalan dengan langkah cepat menuju kamarnya yang berada di lantai 2 itu melewati sang pemuda yang menatapnya dengan dalam.

"Zevan, ayo kita bicara" Ucap Lucky yang langsung saja melenggang pergi menuju ruang pribadinya. Zevan pun mengikutinya.

...☆•••☆...

Malam itu suasana terasa begitu sunyi disebuah ruangan mewah. Hanya terdengar suara benturan beberapa sendok dan garpu pada piring beling. Nampak ada tiga orang yang sedang menikmati makanannya masing-masing. Lalu sebuah pertanyaan memecah keheningan kala itu.

"Lily, apa kamu sudah menemukan universitas yang kamu mau?" Tanyanya sembari membersihkan mulutnya dengan sapu tangan berwarna putih. Ia menatap pada gadis yang sedang hendak melahap buburnya.

"Ohh... Itu... Belum aku pikirin lagi pa" Jawabnya. Ia terlalu fokus memikirkan bagaimana caranya pergi menjauh dari rumah ini.

"Bagus. Karena papa sudah mendaftarkan kamu di universitas yang sama dengan kakakmu. Kamu tidak usah kawatir soal biayanya, dan kamu tentu sudah pasti masuk" Ucapnya membuat Lily menghentikan suapannya. Ia merasa seluruh arah hidupnya ada digenggaman Lucky.

"Universitas mana pa?"

"Universitas Altair" Jawab pemuda yang ada di depannya dengan datar.

'Altair?' Batin Lily sembari merenungkan pilihan Lucky.

"Itu Universitas paling bergengsi di negara kita. Atau kau ingin ke luar negri?" Tanyanya membuat Lily menatap dengan berbinar. Itu dia jawabannya!

"Tidak, pa. Tolong biarkan Lily berkuliah bersamaku" Sela pemuda itu membuat Lily kesal.

"Benar juga. Papa tentu tidak mengijinkannya" Lucky pun beranjak dari duduknya.

"Zevan, kapan kau masuk kuliah?" Tanyanya sebelum benar-benar pergi.

"Bulan depan"

"Bagus. Tolong antar jemput Lily ya" Ucapnya dengan tersenyum penuh arti. Zevan hanya terdiam melihat Lucky yang berlalu begitu saja. Sedari dulu, Lucky selalu saja seenaknya sendiri menyuruhnya berbagai pekerjaan. Apa dia sebenarnya dimanfaatkan olehnya untuk hanya menjadi penjaga putrinya itu? Apa dia sebenarnya tahu bahwa dirinya bukanlah putra kandungnya?

"Universitasnya jauh dari sini?" Tanya Lily mengalihkan pandangan Zevan yang sedari fokus pada Lucky yang sedang mengobrol dengan asistennya.

"Tidak. Hanya 2 jam perjalanan"

'Jauh dong!! Aku gak mau pulang-pergi. Berarti aku bisa tinggal di apartemen. Itu satu-satunya cara yang setidaknya bisa buat aku jauh dari mereka!'

"Papa!!" Teriak Lily yang langsung saja berlari kearahnya. Lucky yang saat iti sedang membahas pekerjaan dengan asistennya di telepon pun menoleh.

"Ada apa putriku?" Tanyanya lembut sembari langsung mematikan teleponnya.

"Aku mau tinggal di apartemen boleh?" Tanyanya dengan penuh harap. Tatapan Lucky nampak menggelap ketika Lily terasa ingin menjauh darinya.

"Lily, kamu boleh minta apapun tapi jangan soal tempat tinggal ya" Ucapnya dengan lembut namun seakan menyiratkan sesuatu yang dilarang.

"Kenapa pa? Aku gak mau pulang-pergi" Bujuknya lagi berharap Lucky mengijinkannya. "Boleh ya paaa bolehhhh"

Pertahan Lucky pun runtuh saat mendengar bujukan manja Lily. "Tapi papa yang carikan tempatnya yah" Ucapnya yang langsung saja menghubungi seseorang untuk mencarikannya apartemen yang terbaik untuk Lily.

Lily benar-benar merasa terpenjara. Baik dimanapun ia berada, ia seolah tidak benar-benar dibiarkan sendiri.

"Cepat tidur, kamu lagi pemulihan kan. Cium papa dulu" Ucapnya lalu menyodorkan pipi dengan rahang tegasnya. Lily mulanya ragu, lalu ia pun mendekat dan mencium pipi ayahnya dengan lembut membuat Lucky tersenyum senang.

"Sana masuk kamar" Lucky menatap wajah lugu Lily dengan gemas. Putri satu-satunya yang harus ia jaga setelah dirinya kehilangan orang terkasih. Lucky tak bisa membayangkan jika Lily pun meninggalkannya apa jadinya hidupnya itu. Ia harus menjaga dengan ekstra pada berlian yang mudah rapuhnya ini.

Lily pun mengangguk dan pergi naik ke kamarnya. Ia mencuri padang kearah Zevan yang tengah menatapnya dengan sangat dingin seolah dia telah melakukan kesalahan yang besar.

'Waduh' Batin Lily lalu buru-buru masuk kedalam kamar.

Setelah pintu itu terkunci, Lily pun merasa lega. Akhirnya satu-satunya tempat yang menurutnya paling aman adalah kamarnya yang telah terkunci. Ia lalu berjalan kearah meja riasnya dan menatap pantulan dirinya di cermin. Ia lupa wajah ibunya. Hatinya tiba-tiba merasakan sakit yang saat menyadari hal itu. Ia benar-benar melupakan dunianya. Saat ia mulai menangis, sebuah buku terjatuh. Lily celingukan mencari arah sumber suaranya.

Ia lalu menyadari bahwa sumber suara itu berasal dari dalam lacinya. Ia pun membukanya dan melihat sebuah buku harian tergeletak disana. Dengan perlahan Lily meraih buku harian dan meniupi debu-debu yang ada disana. Sepertinya buku ini sudah lama tidak dibuka.

Saat hendak membuka, Lily baru menyadari bahwa buku itu memakai kunci keamanan. Dipikirnya tidak ada tadi. Lily pun mendecak cukup kesal karena tidak bisa mengintip isi buku tersebut. Karena rasa penasarannya tinggi, ia berusaha mencoba memecahkan kunci sandi buku tersebut. Dimulai dari angka 1 3 5 7 9. Dan ajaibnya, buku itupun terbuka membuat Lily terperangah sekaligus merasa keren.

"Anjai keberuntungan yang sangat diluar nurul" Gumamnya lalu mencoba membuka buku tersebut. Terdengar bunyi lembaran kertas dibalik saat Lily mulai membukanya. Disana tertulis nama, tanggal lahir dan juga sebuah foto. Foto yang langsung saat itu juga membuat Lily tertegun. Didalam foto itu, nampak seorang perempuan cantik sedang menggendong bayi. Dan disampingnya terlihat seorang pria yang gagah sedang memeluk pinggang perempuan cantik tersebut.

"Ibu..." Gumam Lily dengan tidak meneteskan air matanya. Saat ia merasa melupakan wajah itu, tiba-tiba saja kini ia mulai mengingatnya. Wajah hangat ibunya yang selalu ia rindukan. Bahkan di dunia ini pun, ibunya terasa masih saja selalu ada. Ia pun memeluk foto itu dengan penuh kerinduan yang sangat mendalam.

BERSAMBUNG

1
falea sezi
kakak kandung apa kk angkat
nanastar: kakak angkatt soalnya mereka bkn saudara kandung bkn juga saudara sebapak ataupun seibuuu :D
total 1 replies
Rubi Saruby.
aku paham sekarang . kak ada kata kata yang typo seperti "lestoran"
nanastar: wahh iyaaa terimakasii koreksinyaa😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!