NovelToon NovelToon
Cinta Dan Gairah

Cinta Dan Gairah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Model / Obsesi / CEO / Romantis
Popularitas:219
Nilai: 5
Nama Author: Li Qiqiu

Hidup Angel yang semula tenang berubah menjadi menakutkan setelah melihat sesuatu yang tak seharusnya. Setiap malam, tidur nyenyaknya harus terganggu oleh mimpi-mimpi aneh yang membuatnya terbangun tengah malam. Anehnya, mimpi itu hilang setelah ia bertemu William, generasi ke-3 dari Xun Yi Group tempat ia bersekolah dan bekerja. Sebagai tokoh utama di mimpinya, apakah ini ada kaitannya dengan berakhirnya mimpi yang ia alami selama ini? Meskipun William tidak melakukan apapun terhadapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Li Qiqiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Pertanyaan yang kini muncul dalam benak Angel adalah bukankah tindakan yang ia lakukan saat ini terlalu beresiko untuk keamanannya? Lalu mengapa ia bisa begitu mempercayai William hingga membuatnya berani datang ke apartemen lelaki itu?

Berbicara tentang kepercayaan ia hadir secara bertahap melalui interaksi-interaksi kecil yang dilandasi dengan konsistensi, kejujuran, dan keterbukaan. Nilai-nilai tersebut tidak hadir dalam sekejap dan biasanya butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan kepercayaan seseorang.

Hal tersebut tentu saja berbeda dengan apa yang Angel rasakan terhadap William. Lelaki tersebut jauh dari apa yang disebut konsisten, kejujuran, atau keterbukaan. Sedari awal yang dikatakan William adalah melindungi Angel bahkan dari dirinya sendiri, kenyataannya beberapa waktu lalu William baru saja mencium Angel dengan gairah yang meluap-luap. Terkait dengan hubungannya dengan Sandra, William sama sekali tidak bercerita kepada Angel, bahkan setelah berkali-kali William menekankan bahwa ia menyukai Angel. Pada titik ini setelah dipikirkan kembali, apa yang Angel lakukan saat ini adalah kebodohan yang sangat beresiko.

Namun terlambat, Angel sudah membunyikan bel dan sayup-sayup seseorang berjalan mendekat lalu membuka pintu. William muncul dengan senyum sumringahnya, ia memulai paginya dengan kehadiran sosok yang dipujanya. Padahal beberapa hari ini ia menahan diri untuk tidak mendatangi gadis itu.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya William begitu melihat Angel dengan wajahnya yang memerah karena menahan tangis terlalu lama. Ia mempersilahkan Angel masuk, menuntunnya untuk segera duduk, lalu mengambilkan segelas air putih.

Angel tak menjawab, ia meminum air yang disodorkan William hingga tandas, meletakkannya di atas meja. Ia menganggkat kaki ke sofa dan memeluknya seolah ia sendirian di muka bumi ini. Tak lama kemudian, bahunya bergetar. Semua tindakan Angel tak lepas dari pandangan William, membuat hati kecilnya tercubit dan ingin memeluknya.

William merapatkan duduknya, tangannya berusaha merengkuh Angel yang tergugu. "Menangislah, aku ada di sini. Kau aman bersamaku," ucapnya berusaha menenangkan dengan sesekali mengecup puncak kepala Angel.

***

Setelah merasa lelah menangis, Angel berhenti dengan sendirinya. William masih memeluknya. Angel membenarkan posisi duduknya, ia menurunkan kakinya dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang William. "Seperti ini akan lebih nyaman," lirihnya sembari tangannya merangkul punggung William.

William yang mendapat perlakuan seperti itu dari Angel terkejut, karena baru pertama kalinya Angel memeluknya dengan tanpa paksaan. "Sekarang apa kau akan bercerita?" William mengelus punggung Angel mencipta sensasi aneh namun menenangkan.

Dalam dekapannya Angel menggeleng pelan. "Saya masih lelah dan tak ingin membicarakannya sekarang," jawabanya sambil merapatkan pelukan. Selain papa, Angel belum pernah seintim ini dengan lawan jenis, secara suka rela karena yang kemarin ia cenderung dipaksa oleh William. Dan ternyata rasanya sangatlah nyaman dan menenangkan. "Saya haus," lanjutnya.

William tersenyum lalu melepaskan pelukannya perlahan. "Aku akan mengambilkan air untukmu. Atau kau ingin minum yang lain?" Angel merespon dengan gelengan. William mencuri kecupan dari bibir Angel, lalu bangkit dan melangkahkan kakinya ke dapur.

Angel baru sadar saat ini William hanya memakai kaos berwana putih dan celana selutut dengan warna yang sama. Bahkan dengan tampilan yang casual harus ia akui William tetap mempesona. "Apa bapak memang suka mencuri ciuman?"

Mendapat pertanyaan aneh, William tersenyum, tangannya mengulurkan gelas berisi air. "Tidak, aku jarang mencium bibir orang lain."

"Tapi bapak selalu mencium saya," protesnya setelah meneguk air hingga berkurang setengahnya.

William kembali duduk di sisi Angel. "Kau istimewa."

Angel merapatkan diri ke William, melingkarkan tangannya ke punggung dan menyeruakkan kepalanya ke dada William. Ia mendongak, "bagaimana dengan Bu Sandra? Saya melihat bapak mencumbu Bu Sandra."

Sedikit terkejut nama Sandra diungkit dalam percakapan ini William kembali mencium bibir Angel. "Tapi aku tak pernah menciumnya. Aku bahkan tak pernah mengecup bibirnya. Mengapa kita membahas ciuman? Apa kau tidak takut aku akan menciummu lagi?"

"Bukankah sedari tadi bapak sudah mencium saya? Saya tidak takut. Bukankah bapak meminta saya untuk percaya pada bapak?'

"Kau percaya padaku?" Angel mengangguk yakin.

***

Hari menjelang siang, setelah percakapan ringan tersebut tanpa sadar Angel memejamkan matanya di pelukan William. Ia segera memindahkan Angel ke kamarnya dan segera keluar, agar tidak ada lagi kejadian seperti beberapa waktu lalu.

Kehadiran Angel yang tiba-tiba membuat William harus menunda pekerjaannya. Seperti saat ini, setelah merayu kakeknya ia akhirnya dipindahkan ke hotel di Jakarta. Dan hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Ia sudah mengatakannya pada Dimas untuk menghandle pekerjaannya karena ia tak bisa hadir. Sekaligus meminta Dimas mengirimkan beberapa pakaian untuk Angel. Firasatnya mengatakan bahwa Angel akan sering berkunjung ke apartemennya.

William tahu saat ini Angel tidak memiliki siapapun yang bisa melindunginya dan ia akan mengambil peran tersebut dengan suka rela. Walau opsinya ini akan ditolak berkali-kali oleh Angel. Namun, kehadiran Angel pagi ini disaat ia rapuh dan butuh pelukan membuktikan bahwa sekuat apapun Angel pasti ia ingin seseorang hadir saat kondisinya sedang terpuruk. Dan William akan memastikan kehadirannya pada setiap momen Angel baik momen kesedihan atau kebahagiaan. Tentu saja ia berharap tak ada lagi kesedihan yang menghampiri gadisnya. Meskipun itu mustahil sebab selama manusia masih hidup kesedihan dan kebahagiaan pasti akan selalu datang silih berganti. Tergantung bagaimana manusia menyikapinya.

***

Waktu makan siang hampir berakhir dan malaikat kecilnya belum juga bangun dari lelapnya. William duduk di sisi ranjang tempat Angel tidur, tangannya mengelus puncak kepala gadis itu, sementara beberapa ciuman ia layangkan disertai lumatan-lumatan kecil untuk membangunkannya.

Angel melenguh dalam tidurnya, mencipta senyum kecil di bibir William. "Waktunya makan siang, my little angel. Apa kau tidak lapar?" bisiknya lalu menggigit kecil cuping telinga angel.

Angel yang sebenarnya sudah bangun sejak William menciuminya, badannya bergetar akibat gigitan yang William berikan. Ia menutup mata kuat-kuat sembari menahan senyum mencipta kerutan di ujung kelopak mata dan dahinya.

William kembali menciumnya, lumatannya kini semakin cepat. Angel yang terbuai perlahan memberikan celah, William memperdalam ciumannya, lidahnya masuk dan mencoba membangunkan sisi liar dari Angel. Semakin liar dan bergairah. Namun Angel masih menutup matanya berpura-pura tidur dan menikmatinya.

Ini curang, batin William. Tangannya yang bebas masuk ke dalam selimut dan mencari lekuk tubuh gadis itu.

Angel berjengit, ia menahan tangan William yang berada di pinggangnnya, tawanya meledak. "Anda curang, Pak!" protesnya setelah ia duduk sempurna.

"Aku hanya membalasmu. Kau terlebih dulu curang, bagaimana bisa kau berpura-pura tidur sambil menikmati ciumanku?"

"Aku tidak menikmatinya."

"Benarkah begitu?" William tersenyum meledek. "Apa kita harus mereka ulang agar aku bisa tahu apa kau benar-benar menikmatinya atau tidak?"

"Tidak perlu pak!" sahutnya cepat. Ia segera turun dari ranjang dan bergegas menuju kamar mandi dengan wajah merah seperti tomat.

"Ada pakaian di lemari, kau bisa memakainya!" seru William melihat Angel yang sudah ditelan oleh pintu kamar mandi.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!