NovelToon NovelToon
Bayang Koridor Di Utara

Bayang Koridor Di Utara

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Romantis
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: nana_2

Saat pindah ke SMA Arkana, sekolah tua yang terkenal karena rumor siswa hilang dan lorong terkutuk, seorang gadis dingin bernama Naresha justru tertarik membongkar rahasia itu. Di tengah penyelidikannya, ia terjebak hubungan rumit dengan Arven — ketua OSIS yang tenang, tampan, namun menyimpan sesuatu yang menyeramkan.

Semakin dekat mereka, semakin banyak kejadian aneh terjadi. Bisikan di kamar mandi kosong, bayangan tanpa wajah, hingga siswa yang menghilang satu per satu.

Dan ternyata… sekolah itu memang menyimpan sesuatu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nana_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 — Sosok Tanpa Wajah

Tok.

Tok.

Tok.

Suara langkah kaki itu menggema di sepanjang lorong lantai tiga.

Pelan.

Namun setiap langkahnya terasa berat.

Mencekam.

Lampu yang tersisa terus berkedip tidak stabil.

Cahaya redup sesekali menerangi sosok tinggi yang berjalan dari ujung lorong gelap.

Seragam sekolah lama yang dipakainya penuh noda hitam.

Lengannya terlalu panjang.

Dan wajahnya…

Kosong.

Tidak ada mata.

Tidak ada hidung.

Tidak ada mulut.

Hanya kulit pucat rata tanpa bentuk apa pun.

Naresha langsung membeku.

Jantungnya terasa berhenti berdetak sesaat.

“Astaga…”

Evelyn mundur perlahan sambil gemetar.

Tatapannya penuh ketakutan.

“Itu dia…” bisiknya lirih.

Arven refleks berdiri di depan Naresha.

“Jangan lihat wajahnya terlalu lama.”

“Dia bahkan ga punya wajah!”

Tok.

Tok.

Tok.

Sosok itu terus berjalan mendekat.

Dan semakin dekat ia datang…

Udara terasa semakin dingin.

Sulit bernapas.

Suara bisikan aneh mulai terdengar di sekitar lorong.

“Pergi…”

“Mati…”

“Jangan lihat…”

Naresha memegang kepala pelan.

Suara-suara itu terasa masuk langsung ke pikirannya.

“Ven… kepala gue sakit…”

Arven menoleh cepat.

“Jangan dengerin suaranya!”

Namun sosok tanpa wajah itu tiba-tiba berhenti.

Kepalanya perlahan miring ke arah Naresha.

Dan walau ia tidak punya mata…

Naresha bisa merasakan sosok itu sedang menatapnya.

Deg.

Tubuh Naresha langsung dingin.

Evelyn mendadak menjerit.

“JANGAN DEKATIN DIA!”

Brakkk!

Semua jendela koridor pecah bersamaan.

Angin dingin langsung masuk dengan keras.

Prang!

Prang!

Prang!

Naresha refleks menutup wajahnya.

Sementara sosok tanpa wajah itu tiba-tiba bergerak lebih cepat.

Tidak berjalan lagi.

Melainkan meluncur mendekat secara tidak normal.

Arven langsung menarik tangan Naresha.

“LARI!”

Mereka berdua berlari melewati koridor gelap sementara suara langkah menyeret mengejar dari belakang.

Tok tok tok tok—

Cepat.

Terlalu cepat.

Naresha hampir menangis karena panik.

“ITU APA SIH?!”

“Gue ga tahu!”

“JANGAN JAWAB GUE GA TAHU!”

Mereka membelok menuju tangga darurat.

Namun saat hampir sampai—

Brakkk!

Sosok tanpa wajah itu tiba-tiba muncul tepat di depan mereka.

Naresha langsung menjerit kecil.

Tubuh tinggi itu berdiri diam.

Kepalanya perlahan menunduk ke arah Naresha.

Dan tiba-tiba…

Suara banyak orang terdengar keluar dari tubuhnya sekaligus.

“Dia bisa melihat…”

“Dia harus ikut…”

“Dia milik kami…”

Suara-suara itu bercampur menjadi satu.

Membuat telinga Naresha berdenging.

Arven langsung menarik Naresha ke belakangnya.

“Jangan sentuh dia!”

Sosok itu perlahan mengangkat tangannya.

Jarinya panjang dan hitam seperti bayangan.

Dan saat tangannya hampir menyentuh Naresha—

“PERGI!”

Suara Evelyn menjerit keras.

Brakkk!

Tubuh sosok tanpa wajah itu mendadak terpental ke dinding.

Lorong bergetar keras.

Naresha langsung menoleh.

Evelyn berdiri di ujung koridor.

Matanya kini hitam pekat.

Rambutnya melayang tertiup angin yang tidak ada.

Dan aura menyeramkan keluar dari tubuhnya.

Untuk pertama kalinya…

Evelyn terlihat benar-benar seperti hantu.

“Aku bilang pergi…” bisiknya pelan.

Sosok tanpa wajah itu diam beberapa detik.

Lalu perlahan menoleh ke arah Evelyn.

Suasana lorong mendadak terasa semakin berat.

Seolah dua sesuatu yang tidak seharusnya ada sedang saling berhadapan.

Naresha merasakan dadanya sesak.

“Ven…”

Arven langsung menarik tangan Naresha lagi.

“Sekarang!”

Mereka berlari menuruni tangga saat suara jeritan keras menggema dari lantai tiga.

AAAAAAAA—

Suara itu bukan suara manusia.

Membuat seluruh gedung sekolah bergetar.

Mereka akhirnya sampai di lantai satu dengan napas tidak beraturan.

Naresha hampir jatuh kalau Arven tidak menahannya.

“Gue… gue ga kuat…”

Arven memegang bahu Naresha.

“Dengerin gue.”

Tatapannya serius.

“Sosok tadi bukan Evelyn.”

“Terus apa?!”

Arven terlihat ragu beberapa detik sebelum menjawab.

“Dulu… sebelum Evelyn meninggal…”

Napasnya tertahan sebentar.

“Udah ada sesuatu lain di sekolah ini.”

Deg.

Naresha menatapnya lebar.

“Maksud lo…”

“Evelyn bukan awal semuanya.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!