Calypsa, seorang freelance video editor biasa di siang hari dan editor video deep web khusus geng mafia untuk menghikangkan bukti di malam hari. Ia ketahuan oleh clientnya, Cyrus ketua geng terbesar di Aethelgard. Namun, Cyrus bukan melenyapkannya, terapi merekrutnua untuk sebuah misi. Misi untuk membalas dendam kematian kakak laki-lakinya sekaligus misi cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Terakhir Dragan
Dragan bergerak empat belas jam setelah pesan itu terkirim.
Calypsa mendeteksinya melalui pergerakan dalam jaringan komunikasi yang sudah ia pantau selama berminggu-minggu, sebuah gelombang aktivitas kecil yang menunjukkan koordinasi lapangan sedang berlangsung. Tim Dragan bergerak dari arah pelabuhan menuju pusat kota, menggunakan rute yang menghindari kamera-kamera utama dengan sangat terlatih.
Tapi Calypsa sudah mengakses sistem CCTV kota Aethelgard jauh sebelum malam ini.
Dari workstationnya di markas Wraithgate, ia bisa melihat setiap persimpangan yang dilewati tim Dragan, setiap pergantian arah, setiap kendaraan yang terlibat. Ia menyampaikan semua informasi ini secara real-time kepada Cyrus yang sudah berada di lapangan bersama tim yang ia pilih sendiri, melalui earpiece yang terhubung ke saluran enkripsi khusus.
"Lima orang. Dua kendaraan. Memasuki distrik Thornwell dari arah selatan." lapor Calypsa dengan tenang, matanya bergerak di antara empat layar yang masing-masing menampilkan feed CCTV yang berbeda.
"Diterima." suara Cyrus masuk melalui speaker kecil di meja Calypsa, suaranya lebih rendah dari biasanya karena ia sedang berbicara sangat pelan.
"Kendaraan pertama berhenti di ujung jalan Meridian. Dua orang turun." Calypsa memperbesar feed dari kamera yang paling dekat, mengamati gerakan kedua orang itu. "Mereka menyebar. Posisi pengintai."
"Seberapa jauh dari titik pertemuan."
"Dua ratus meter di utara. Tiga ratus meter di barat." Calypsa menggeser kursor ke kamera lain. "Kendaraan kedua masih bergerak. Masih ada tiga orang di dalamnya termasuk..." ia memperbesar gambar, memproses wajah yang tertangkap dalam cahaya lampu jalan yang sebentar menyentuh kaca jendela kendaraan. "Termasuk Dragan. Ia di kursi belakang kanan."
Jeda singkat.
"Konfirmasi visual Dragan?" tanya Cyrus.
"Dikonfirmasi." jawab Calypsa. "Tinggi badan sesuai, bekas luka di dagu kiri sesuai dengan foto yang pernah saya analisis."
"Diterima."
"Cyrus." Calypsa memperhatikan sesuatu di feed kamera yang lain. "Ada satu orang yang tidak masuk dalam hitungan awal. Sudut kanan bawah kamera delapan belas, gedung tua bercat putih. Ia sudah ada di sana sebelum tim Dragan tiba."
Keheningan selama dua detik.
"Pengintai independen." ujar Cyrus. "Dragan tidak sepenuhnya mempercayai informasinya."
"Berarti ia memastikan dulu sebelum masuk lebih jauh." Calypsa sudah mulai menghitung ulang semua posisi yang ada. "Perlu ada seseorang yang terlihat dari jarak jauh untuk meyakinkan pengintai bahwa lokasi itu asli."
"Itu sudah kami antisipasi." jawab Cyrus, dan Calypsa mendengar ada gerakan dari suaranya, ia sedang berpindah posisi.
Dua menit berikutnya adalah menit yang paling padat yang pernah Calypsa jalani di balik layar monitor. Ia terus menyampaikan posisi setiap anggota tim Dragan kepada Cyrus dengan jarak dan arah yang presisi, menggunakan grid koordinat yang sudah mereka sepakati sebelumnya agar instruksi tidak bisa dipahami bahkan kalau ada yang mendengarkan.
"Pengintai di gedung putih sudah meninggalkan posisi. Bergerak ke selatan. Ia mengirimkan sinyal."
"Artinya Dragan akan masuk."
"Kendaraan kedua mulai bergerak lagi. Mereka memasuki jalan Meridian dari timur." Calypsa mengamati feed dengan sangat seksama. "Berhenti. Dragan turun."
Beberapa menit berikutnya Calypsa nyaris tidak berkedip. Matanya bergerak dari satu feed ke yang lain, tangannya bergerak di keyboard untuk menggeser dan memperbesar gambar, mulutnya menyampaikan koordinat dan jarak kepada Cyrus dalam suara yang sangat datar dan sangat terkontrol seolah semua yang ia saksikan di layar-layar itu adalah simulasi dan bukan situasi nyata yang menentukan akhir dari dua tahun yang panjang.
Ketika operasi itu berakhir, bukan dengan ledakan atau tembakan yang dramatis, tapi dengan efisiensi yang sangat terlatih dan sangat terencana, Calypsa menyandarkan punggungnya ke kursi dan melepaskan napas yang terasa sudah ia tahan terlalu lama.
Di layar kamera delapan belas, terlihat sosok Dragan yang akhirnya tidak pergi ke mana-mana lagi.
Suara Cyrus masuk melalui speaker. "Selesai."
Calypsa menutup matanya selama satu detik penuh.
"Diterima." ujarnya pelan.