NovelToon NovelToon
Dibalik Tatapan Profesor

Dibalik Tatapan Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Alena datang ke London untuk mengejar gelar dan masa depan baru di Kingston University. Ia berniat fokus belajar, menjauh dari drama, dan menata hidupnya kembali.

Namun semuanya berubah ketika ia bertemu Dr. Adrian Vale—dosen muda yang terkenal dingin, pendiam, dan nyaris mustahil didekati.

Di depan semua orang, Adrian adalah pria profesional dengan kendali sempurna. Tetapi di balik tatapan tajam dan sikap tenangnya, tersimpan hasrat gelap yang perlahan hanya muncul saat bersama Alena.

Dimulai dari pertemuan-pertemuan singkat, diskusi malam yang terlalu lama, hingga ciuman terlarang di tempat yang tak seharusnya—hubungan mereka tumbuh menjadi rahasia yang berbahaya.

Semakin dekat, semakin sulit berhenti.

Di antara aturan kampus, reputasi yang dipertaruhkan, dan perasaan yang makin dalam, Alena harus memilih:

Menjaga masa depannya...

atau menyerah pada pria yang mampu membuatnya kehilangan kendali hanya dengan satu tatapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tubuh yang Hafal

BaB 14 — Tubuh yang Hafal

Waktu terus berlalu, dan anehnya... semakin lama mereka bersama, semakin terasa wajar dan nyaman. Seolah-olah memang begini seharusnya. Seolah takdir memang sudah menggariskan mereka untuk bertemu, meski dalam cara yang terlarang.

Malam demi malam yang mereka habiskan bersama bukan lagi sekadar pertemuan untuk memuaskan hasrat. Ada rasa hangat yang mulai merambat pelan, mengisi ruang-ruang kosong di antara mereka.

Adrian Vale... pria yang dingin dan serius itu, perlahan mulai menunjukkan sisi lain dari dirinya yang hanya Alena yang tahu.

Dan yang paling membuat hati Alena berdebar... Adrian mulai hafal segalanya tentang dirinya.

 

☕ Hal-hal Kecil yang Dihafal

Pagi itu di apartemen, seperti biasa, Alena baru saja bangun dan duduk di meja makan dengan rambut yang masih berantakan dan mata yang masih mengantuk.

Tanpa Alena meminta, tanpa Alena mengucapkan sepatah kata pun, sebuah cangkir besar sudah diletakkan di hadapannya.

Kopi hitam panas, dengan gula sedikit saja, dan sedikit krim di atasnya. Persis seperti yang Alena suka.

"Minum dulu, baru bicara," ucap Adrian pelan, suaranya masih terdengar berat dan serak khas orang baru bangun tidur. Dia duduk di hadapan Alena, sambil menyeruput kopi hitam pekat miliknya sendiri.

Alena menatap cangkir itu, lalu menatap wajah pria di depannya.

"Kok... Bapak tahu persis aku suka gula segini?" tanyanya pelan, jari-jarinya mengelilingi cangkir hangat itu.

Adrian tersenyum tipis, menatapnya lembut. "Aku perhatiin. Setiap kali kita pesan kopi di kantin atau di sini, kau selalu aduk sampai gula larut tapi tidak pernah terlalu manis. Aku hafal."

Alena terdiam. Dadanya terasa hangat meleleh.

Bukan cuma soal kopi. Adrian hafal jam berapa Alena biasanya mulai mengantuk di malam hari. Dia hafal ekspresi wajah Alena saat sedang gugup atau takut—ketika gadis itu akan menggigit bibir bawahnya dan memainkan ujung jarinya sendiri. Dia bahkan hafal lagu apa yang biasa Alena dengarkan saat sedang bersemangat, dan lagu apa yang diputar saat dia sedang sedih.

Semua hal kecil itu... dihafal oleh pria yang katanya tidak punya waktu untuk mengurus hal-hal remeh.

"Kau ini aneh ya," celetuk Alena sambil tersenyum malu. "Di kampus jutek dan galak minta ampun, pas di sini... berubah jadi perhatian banget."

Adrian terkekeh pelan, lalu mengulurkan tangannya untuk merapikan anak rambut yang menutupi mata Alena. Sentuhannya sangat lembut, sangat hati-hati.

"Karena di luar sana aku harus jadi Dr. Vale yang tegas. Tapi di sini... di depanmu... aku bisa jadi diriku sendiri. Dan kau... kau membuatku ingin menjadi pria yang lebih baik hanya untukmu."

Kalimat itu sederhana, tapi bagi Alena itu terdengar seperti janji termanis di dunia.

 

🔥 Intim dan Nyaman

Hubungan fisik mereka pun berubah drastis.

Dulu mungkin masih ada unsur canggung, masih ada rasa takut, atau masih penuh dengan gairah yang meledak-ledak. Tapi sekarang... semuanya terasa begitu mengalir, begitu hafal, dan begitu intim.

Tubuh mereka seakan sudah saling mengenal peta satu sama lain.

Malam itu, di bawah selimut tebal yang hangat, Adrian membelai tubuh Alena dengan gerakan yang sangat pelan dan penuh rasa syukur. Bukan terburu-buru, bukan kasar.

"Mmm... Adrian..." desis Alena lembut saat bibir pria itu bergerak turun dari leher, ke bahu, lalu ke seluruh tubuhnya.

"Sstt... diam ya... biarkan aku menikmati kau pelan-pelan..." bisik Adrian parau, matanya menatap wajah gadis itu dengan tatapan penuh kekaguman.

Dia tahu persis di titik mana Alena akan mulai menggeliat manja. Dia tahu persis sentuhan seperti apa yang membuat gadis itu mendesah halus. Dia tahu cara memeluk, cara mencium, dan cara membelai yang membuat Alena merasa paling aman dan paling diinginkan di dunia.

"Ahh... enak..." rintih Alena, tangannya mencengkeram bahu pria itu. Rasanya tidak lagi hanya sekadar nikmat fisik. Ada rasa nyaman yang luar biasa, rasa dimiliki, rasa dicintai yang membuat setiap sentuhan terasa ribuan kali lebih indah.

"Kau begitu sempurna, Len..." gumam Adrian saat dia menyatukan mereka berdua dengan gerakan lambat dan dalam. "Tubuhmu... hafal betul dengan tubuhku."

"Mmm... iya... kita cocok..."

"Bukan cuma cocok... kita satu irama."

Mereka bergerak beriringan dengan ritme yang santai namun sangat memuaskan. Tidak perlu teriak keras, tidak perlu paksaan. Cukup desahan lembut, bisikan nama satu sama lain, dan tatapan mata yang tak terputus.

Ini jauh lebih panas dari sekadar hasrat liar. Ini adalah keintiman yang lahir dari rasa nyaman dan rasa saling mengerti.

 

❓ Pertanyaan di Hati

Saat semuanya usai, saat mereka berbaring lelah namun bahagia berpelukan di tengah keheningan malam, Alena memejamkan matanya sambil membenamkan wajah di leher Adrian.

Tangan pria itu terus mengusap punggungnya, menepuk-nepuk pelan seperti menidurkan anak kecil, membuat Alena merasa sangat terlindungi.

Alena mulai berpikir.

Mereka bertemu setiap malam. Adrian tahu segalanya tentang kebiasaan dirinya. Adrian bersikap manis dan perhatian melebihi kekasih manapun. Mereka tertawa bersama, mereka berdiskusi, mereka berbagi cerita, dan mereka saling memiliki tubuh dan hati.

Lambat laun, pertanyaan itu muncul perlahan di benak Alena, berputar pelan namun jelas.

“Apa ini masih sekadar hubungan rahasia?”

“Apa ini masih sekadar teman tidur atau pelarian?”

Karena rasanya... rasanya jauh lebih dari itu. Rasanya seperti sebuah rumah. Rasanya seperti sebuah keluarga kecil yang mereka bangun diam-diam jauh dari keramaian.

Alena mengeratkan pelukannya di pinggang Adrian, mencoba mencari jawaban di detak jantung pria itu.

Jika ini hanya main-main, kenapa rasanya begitu nyata? Jika ini hanya rahasia, kenapa Adrian menatapnya dengan mata yang penuh cinta seperti itu?

Alena tersenyum dalam gelap.

Mungkin... mungkin mereka berdua sudah melanggar perjanjian mereka sendiri. Mungkin mereka berdua sudah jatuh cinta lebih dalam dari yang mereka sadari.

Dan hubungan rahasia ini... perlahan berubah menjadi cinta yang nyata.

1
jeakawa loving❤️
masih coba untuk membaca walau agak loncat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!